Posts Tagged With: semarang

(Catatan ke Semarang – III) Dan Alhamdulillaah tinta emas itu tertulis lagi….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Ternyata menulis itu tidak sekadar perkara ILMU, tapi juga perkara PASSION.

Kalau mood memang lancar bener.

Ini masih tulisan seputar perjalanan saya ke Semarang beberapa minggu yang lalu.

Setelah di tulisan terakhir berisi tentang cerita saya nyaris nyasar di kota lumpia itu,maka ini langsung ke intinya saja.

Sebelumnya biasa,prolog dulu.

Setelah tiba di kos masnya,saya letakkan barang-barang saya,ehem,sebenarnya cuma 1 ransel saja.

Trus sholat jama’ Maghrib dan ‘Isya.

Dan setelah itu langsung meminta tolong masnya mengantar ke WarNet terdekat.

Sesampainya di WarNet masnya izin.

Tujuan utama di WarNet itu adalah membuat presentasi untuk keesokan paginya.

Sekadar gambaran mengenai presentasi yang saya buat malam itu adalah seputar “Sikap Mahasiswa Muslim dalam Menghadapi Carut Marut Hukum di Indonesia” yang merupakan tema dari lomba esai Islami JaTeng-DIY yang ditaja oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang itu.

Dan ALhamdulillaah saya menjadi salah satu finalis.

Sempat kaget karena memang mengikuti lomba ini adalah suatu keisengan saya.

*saksi hidupnya adek-adek Usroh Umar bin Khattab yang menemani saya begadang membuat esai ini sambil nunggu salah satu adek yang lainnya pulang dari Tegal.

Lanjut,

bayangan dan rencana untuk presentasi saya memang simpel. Tidak ribet.

Karena berdasarkan pengalaman dan penilaian dari beberapa pakar yang sering saya dengar,

Presentasi itu jangan panjang-panjang dan banyak kata.

Simpel tapi kena langsung ke tujuannya.

Ya sudah,yang saya pikirkan ya presentasi saya full gambar dan sedikit penjelasan tertulis dan kemudian selebihnya saya jelaskan lewat perkataan.

Sesimpel itu kah?

Ternyata tidak juga,

ini lebih banyak karena fokus saya terpecah ke hal itu lagi itu lagi.

Ya masih seputar FACEBOOK,MULTIPLY dan GMail.

Cari gambar-gambar terkait DEMONSTRASI, KATA-KATA yang biasa ada di SPANDUK DEMO, dan lain sebagainya.

Total ada sekitar 20an slide dan lebih dari 50% adalah gambar-gambar yang sudah saya salin/copy.

Sekitar jam 2 kurang selesai langsung pulang setelah sebelumnya SMS masnya.

Siap-siap tidur untuk kemudian pagi harinya melanjutkan tahap finishing presentasi.

Beres,

jam 8.30 berangkat ke UnNeS.

sebelumnya sarapan setelah beli nasi bungkusan kecil,seperti nasi kucing di Jogja. Belinya di ibu-ibu yang mampir ke kos-kos mahasiswa.

setibanya di UnNeS yang terlintas di pikiran saya,

Wow,saya sudah di kampus yang di PIMNas 2011 UnHas kemarin menjadi juara 3.” *eh iya,kan? 😀

Terus saya diantar masnya ke tempat/lokasi acara.

Gedung Fakultas Hukum UnNeS.

Tunggu di dekat parkiran sesuai arahan panitianya. Bertemu panitia ikhwan,salaman dan langsung di antar ke atas tempat acaranya. Di perjalanan ke atas, kami melewati kumpulan mahasiswa yang lagi kuliah di dekat tangga. Yaa, di luar kelas!

Trus ketika liat persiapan panitianya,wah ternyata ada gangguan. LCD nya tidak mau menyala.

Ya sudahlah,tidak apa-apa. Berarti bisa lebih lama persiapannya.

Singkatnya acara itupun akhirnya dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UnNeS dan ketika pembukaan sempat diputar video seputar UnNeS. Great video!

Lalu beliau bercerita sekilas bahwa hari itu juga sedang diadakan acara Dies Natalis FH UnNeS yang ke4. Wah,masih muda sangat.

Oh ya,lomba esai itu juga diadakan bersempena acara Dies Natalis itu.

Lalu juga ada kata sambutan dari pembina Kerohanian Islam FH UnNeS.

Selanjutnya sempat rehat/berhenti beberapa menit dan langsung dibuka acara intinya.

Terlebih dahulu perkenalan semua finalis sembari persiapan panitianya.

1. Dari FH Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2009

2. Dari tuan rumah, FH Universitas Negeri Semarang angkatan 2009

3. Seharusnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM),tapi beliaunya tidak datang,jadinya gugur

4. Saya sendiri, dari mana hayooo?

-> Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2008. *tuanyo.–__–

5. Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro angkatan 2011. *mahasiswi.

Lalu diadakan pengundian,

dengan urutan dari UnNeS trus UII trus saya trus baru UnDip

Finalis pertama mengambil perspektif historis. Mengenai bagaimana hukum di Indonesia dahulu yang merupakan warisan belanda lalu dikaitkan dengan ayat Quran dan kemudian dia mengambil opini mengenai apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa muslim. Apa saja itu,saya lupa! *udah kelamaan nulisnya jadi lupa kabeh. –___–

Oh ya,untuk finalis yang satu ini,yang paling dikritisi adalah mengenai cara penyampaian yang masih banyak menggunakan bahasa tidak baku,yakni bahasa gaul. 😀

Finalis kedua,ini yang mantep. Dia mengambil perspektif dari ilmunya sendiri. Ilmu hukum.

Ia membawa teori-teori hukum. Sebelumnya ia menganalisis dan mengkritis KUHP tentang hukum pidana dan perdata. Tentang hukuman penjara dan besarnya denda bagi pelaku pencurian,dkk.

Waktu denger ini saya ngangguk-ngangguk doang.

Trus dia “menggiring” hadirin untuk memahami teori pakar hukum Islam dari sudut pandang 2 teori, teori Maksimum Minimum dan teoriiiiiiiiiiiiiii. *lupa meneh.

sik,tak tanya panitia saja sesuk.

Dari dua teori ini ia mengambil kesimpulan untuk mengganti redaksi untuk 2 ayat/pasal KUHP yang tadi ia kritisi.

Ia mengganti redaksi yang tidak jelas mengenai besaran di atas 400an juta,menjadi dibagi 3 kelas. Hukuman untuk pencuri/pelaku kerugian negara di atas 100 juta, trus 100 juta sampai 500 juta, dan di atas 500 juta.

*kalau gak salah sih gitu.

**memori kacau!

Di sini ia dikritisi dan ditanya apa alasan ia mengambil angka itu.

Trus dijawab lah panjang lebar hingga waktu 10 menit untuk tanya jawab berakhir.

Presentasinya juga dikritisi mengenai slide-slide awal yang penuh bacaan dan tidak terbaca karena kekecilan tulisannya.

Lanjut ke saya.

Presentasi yang simpel lagi minimalis, seperti orangnya yang

imut-imut
.

Ehhhhh. Salah fokus

Saya meninjau dari segi fokus tema, yakni bagaimana seharusnya mahasiswa muslim bersikap.

Saya menitikberatkan ke dua hal, yakni dari segi DEMONSTRASI yang sering dilakukan mahasiswa muslim dan juga dari segi semangat mahasiswa muslim untuk menuntut ilmu agama karena ini terkait banyaknya kata-kata yang didengar dari orasi mereka yang sangat tidak mengenakkan di telinga. Banyak hujatan,cacian dan lain sebagainya yang ini dilarang oleh Rosululloh –sholallohu ‘alaihi wasallam

Solusi saya,yakni mengenai kembali ke tujuan awal sebagai mahasiswa yakni belajar sungguh-sungguh karena kita adalah generasi penerus bangsa,calon pemimpin,

Trus terkait kata-kata yang tidak mengenakkan di kebanyakan demonstrasi itu ya saya tekankan pentingnya belajar ilmu agama.

Trus terakhir mengalihkan demo lewat orasi lisan,ke bentuk tulisan.

Dan di luar dugaan,karena memang persiapan saya minim,lama di jalan soal’e saya dikritisi oleh MawaPresnya UnNeS itu mengenai masih kurang “gregetnya” penjelasan saya. Bagus,tapi seperti ada yang menggantung. Karena ya penyampaian saya terlalu normatif.

Setelah itu,apa lagi?

Ya,saya jawab seputar peran mahasiswa yang juga penting dalam mengemban TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI, yakni PENDIDIKAN, PENELITIAN dan PENGABDIAN MASYARAKAT. Saya jelaskan lah ketiga hal itu.

Trus bliau mengomentari,

Nah itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi. Kenapa tidak dijelaskan?

Dengan santainya saya jawab,“lah,dari panitia memberikan peraturan TULISAN MAKSIMAL 2000 KARAKTER” *itu bahasa tidak bakunya yaa. 😀

Trus beliau mengomentari,”berapa total karakter tulisan saudara ini?

2000 karakter tanpa spasi dan sekitar 2500 karakter dengan spasi jawabku mantap .

Beliau sempat terdiam.

Ya begitulah kira-kira mengenai sesi bagian saya ketika maju.

Lalu terakhir giliran mahasiswi angkatan 2011 FKM UnDip.

Ia juga membawakan presentasi yang simpel seperti saya. Tapi lebih canggih banyak animasinya.

*ketauan slide saya yang paling gak “niat ”

Ia membahas mengenai KEJUJURAN. Ia menjelaskan dari hal yang kecil,yakni sikap mahasiswa di perkuliahan.

Sepele sepertinya,tapi ada yang sesuatu dari penjelasannya. Ini ni yang akan saya bahas di tulisan selanjutnya-InsyaaALLOH

Pas sesi tanya jawab,ada pertanyaan dari dewan juri yang membekas di saya.

“Kalau anda sendiri apakah masih sering mencontek atau memberikan contekan?”

Dia menjelaskan sedikit dan yang perlu digaris bawahi adalah,”ya kalau sesekali saya juga memberikan contekan,kan teman. Ada gak enaknya juga.” Sebelumnya ia menyampaikan prinsip sebisa mungkin tidak memberikan contekan,dan sampai beberapa kali “dipancing” dewan juri baru terkeluarlah pernyataan itu.

Selesai finalis terakhir,istirahat,sholat dan makan.

Selesai sesi ISHOMA itu langsung pengumuman.

Yang pertama diumumkan ialah JUARA II.

Pikiran dan hati saya berkecamuk.

Dag dig dug bukan kepalang.

*halaaaahhh.

Dan juara II adalah saudaraaaaaaaaaa.

*mendadak sound-effect horor

eng,ing eng,

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

.

.

.

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

RAMA RIZANA dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

As I predicted.

Bingung mau ekspresi gimana.

Hahahahahaha

Trus singkatnya yang juara I ya dari UII tadi.

Dan kemudian balik dari tempat acara itu saya nulis status yang intinya begini,

Justru agak piye kalau mahasiswa Fakultas Hukum gak jadi juara lomba esai tentang Hukum 

yang kemudian dikomentari oleh salah satu dosen hukum kampus saya,

Justifikasi?

 

Alhamdulillaah,akhirnya setelah 1 tahun lebih “puasa gelar” akhirnya tinta emas itu kembali tertoreh dan mengisi nomor tambahan di CV saya.

Eh,bukan tinta emas,tapi tinta perak. Kan juara II.

Syukuri,akhi.” begitu mungkin komentar beliau kalau baca catatan ini.

Beliau itu siapa? ya siapalah kira-kira. 😀

Hehehehe,peace,pak!

Udahlah ya,udah terlalu panjang.

Dan bahkan tulisan ini jauh lebih panjang dari esai yang saya buat itu. Even,jauh lebih panjang dari esai waktu lomba MITI Awards 2010.

*maaf ya jika kepanjangan.

smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum. 

Usroh Umar bin Khattab, 16 Muharram 1433 H

Special thanks to :

  • Alhamdulillaah ‘alaa kulli ni’matin ilayya.
  • Jazaakumulloh khoiron untuk kedua orangtua,kedua adek saya,dan keluarga saya lainnya.
  • panitia lomba esai Islami FH UnNeS,jazaakumulloh khoiron.
  • masnya yaya-adek tingkat saya di Sipil UMY-,yang sudah membantu saya banyak,jazaaakalloh khoiron,mas.
  • adek tingkat saya di Sipil UMY,ada yaya,hakas dan renny yang sangat khawatir saya kesasar di Semarang. 😀
  • ada juga Hasran,Lukman,Fadly,dan semua junior di Sipil UMY yang sudah mendukung dan mendo’akan saya,terutama buat yang praktikum Bahan Perkerasan Jalan di minggu pertama. Jazaakumulloh khoiron.
  • rekan-rekan dan saudara-saudara terbaik saya, seperti di Usroh Umar bin Khattab, UKM KPM UMY, UniRes UMY,Departemen Penelitian ILP2MI (maaf ya saya gak ikut netmeeting,terkhusus buat ibu koordinator) dan di mana pun berada. Jazaakumulloh khoiron. maaf tidak bisa disebutkan satu per satu. ^^
  • dan tak lupa buat Akh Huda yang sudah membantu mengkoreksi/mengomentari esai saya. Jazaakalloh khoiron,akhi. jangan bosan-bosan ya saya minta bantuin. 😀
  • eits,ada juga Jazaakalloh khoiron buat Pak Yordan Gunawan,one of the best lecturer all over the world. *halaaahh.
  • trus buat Ical yang sudah menjemput saya di terminal Jombor,jazaakalloh khoiron.
  • dan juga buat semua dosen di seluruh dunia,khususnya yang di UMY dong. Jazaakumulloh khoiron.
  • SIapa lagi yaa?
  • oh ya,bapak supir yang mengantari saya sampai ke semarang,ibu-ibu travel,ibu kantin asrama,trus trus, dewan juri,mas-mas WarNet,yang punya warung makan di Semarang,ibu-ibu yang jual nasi ke kos-kos.
  • Dan masih banyak lagi. Jazaakumulloh khoiron.
  • Udah kayak ucapan terima kasih menang nobel saja saya ini.
  • Nah tuh,ucapan terima kasih buat lomba esai saja sudah panjang aja. GImana nanti kalau ucapan terima kasih buat undangan walimahan ,ehhhh buat lampiran Tugas Akhir ding. 😀 :p
Categories: Journey, Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , , | 21 Comments

(Catatan ke Semarang – II) Hampir nyasar dan bablas

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Udah lama banget saya gak lanjutin tulisan ini yaa?

padahal baru kelar 1 bagian. hahahahah.

Sampai bagian mana ya kemarin?

 

*hening*


ya sudahlah lanjutkan saja,karena jaringan lagi lambat merayap,jadi gak sempat ngecek yang sebelumnya.

Jadi kemarin itu, ya 2 minggu lalu itu,akhirnya saya memutuskan berangkat ke Semarang. Di kendaraan travel duduk tenang. Baru beberapa kilometer berjalan hujan sangat deras turun. Dan kemudian sedikit sedikit mereda. Tujuan selanjutnya setelah saya masuk ke travel itu bukannya langsung ke Semarang, tapi menjemput penumpang lain.

Wah,jadi penumpang pertama ni.

 

Tujuan pertama adalah di sebuah daerah.

Di situ.

Di mana?

Dah lupa lah,wong iki wis 2 minggu. Mending kalau baru 2 dino. *bahasa Jawa nyampur bahasa Indonesia, boten nopo2 dah pokok’e*

 

Nah,nyari penumpang ini memakan waktu satu jam saudara-saudara!

1 jam!

Luar biasa!

Benar bikin pak supirnya makan hati kayaknya. Tapi senyum terukir dari dirinya.

*ini beneran ngarang,biar keren aja tulisan ini. B-) -emoticon lagi pake kacamata hitam. sadaaaappp-

Muter-muter di daerah sono,kata penumpangnya dekat apotek ini. Eh pas ke sana gak ada dia. Trus ke arah jalan ini,gak ada maning.

Ujung-ujungnya ketemu di dekat apotek itu.

*tepok jidat dah*

Trus,trus akhirnya setelah penumpang itu,dua orang,satu mbak-mbak, satu lagi ibu-ibu,sepertinya keluarga. *ya iyalah,wong berangkat bareng*

trus kita ke agen travel satunya untuk menjemput sepasang ibu dan bapak yang sudah menunggu giliran penjemputan di sana.

 

Trus,trus.

*perasaan saya gak kreatif beudh ya ,kata-kata saya “trus,trus”

Ya sudah,beberapa jam perjalanan JogRang itu saya habiskan dengan banyak kegiatan.

*lagi-lagi biar keren,saudara-saudara! 😀

 

Misal, melihat pemandangan yang menghampar di jalan.

*ini tulisan yang bener-bener ngarang. emang keliatan gitu malam hari pemandangan seindah apapun??

 

eh,beneran lho,waktu saya kecil beberapa tahun yang lalu,sekitar errrr 10 tahun yang lalu kayaknya saya naik travel ke Painan Selatan,tempat kampung halaman sebuah keluarga yang sudah saya dan keluarga saya anggap seperti keluarga sendiri. *lagi-lagi kacau bener diksi saya*, waktu itu saya bisa melihat pemandangan indahnya dan amboinyo perjalanan dari daerah errrrrrr,*akibat dah lama gak ke SumBar 😥

—wuuuu,CurHat—-

sampai ke Painan. pemandangan malam hari saja sudah sangat indah,apalagi kala matahari dengan tidak malu-malunya menyinari bumi. *wong itu tugasnya.

 

FOKUS-FOKUS.

di perjalanan dari Jogja ke Semarang itu yang paling sering saya lakukan adalah SMS!

SMS terkait di mana, di manaaaa saya akan menginap.

Dan orang yang saya tuju ya satu orang.

Ya siapa lagi kalau bukan masnya junior/adek tingkat saya.

 

Eh,sama adek tingkat saya itu juga saya juga berkomunikasi.

Iya ntr km tUrun ditermianl ungaran aja…………..

………………….

…….Ntr kLo udah sampe karangjati sms yaa.

Begitulah 2 SMS yang dikirim oleh beliau pada saat saya baru benar-benar berangkat dari Jogja menuju Semarang itu. Karena sebelumnya dari jam 5 sampai jam hampir setengah 7 itu ya cuma muter-muter Jogja jemput penumpang yang lain.

Trus jam 8 mas nya nanyain udah nyampe mana. saya balas,”kurang tau,mas

lha,wajar lah. wong gak jelas ada apa aja,kan gelap.

 

trus sampai akhirnya sekitar jam 10 malam kurang saya terbangun.

Mas,ini udah nyampe Terminal Banyumanik. Turun di mana jadinya?

Ya tadi,Pak. Di terminal Ungaran.

wah itu tadi dah lewat,mas. trus bagaimana?

*mulai panik,telpon mas e*

ya udah tunggu di situ aja,soalnya udah kelewatan lumayan jauh

*gleeeekkk.

 

akhirnya setelah mengangkat semua barang-barang saya *kayak bawa barang banyak aja,padahal cuma satu ransel* saya mengucapkan terimakasih trus ucapkan salam ke bapak supirnya.

*teeepppp,turun,menginjak pertama kali di Semarang.*

*yipppiieeee!

Norak woyy!

Biasa aja lah!

 

*monolog GJ*

*bingung,harus nunggu di mana*

*mata masih berusaha untuk terbuka seutuhnya*

*halaaaahhhh

panik lagi,karena perut keroncongan,

nyari tempat makan,gak nemu.

sadiah bana

nemu sih sebenarnya,tapi makanannya dah habis.

hahahahah. *ketawa dalam hati,meski di belahan hati lainnya terluka menganga.*

#bahasa mulai ngaco detected.

 

akhirnya ke warung beli pengganjal perut.

“lu kate pengganjal ban”

duh,duh. fokus fokus.

 

Beli roti satu bungkus,sempat bicara-bicara sebentar sama ibunya. *nya tu ntah refer ke siapa juga pun,aneh*

Cari tempat duduk,karena warung ibunya dah mau tutup,

Hening,sendiri,sepi.

Sembari nunggu mas nya yang juga tak kunjung datang.

padahal nunggunya cuma bentar.

hahahaha,

maklum,kalau sudah perut memberontak,1 menit saja serasa seabad.

*lebay banget ni bocah*

 

mas nya tiba,

salam,pakai helm,trus berangkat.

menyusuri jalan menurun dan mendaki, di tengah hujan rintik-rintik.

lumayan jauh perjalanan dari Terminal banyumanik ke arah kosan masnya di daerah sekaran.

*eh bener kan itu nama daerah dekat UnNeS?

–manggil-manggil orang Semarang yang ada di MP–

trus mas nya nanya apakah saya sudah makan atau belum,

saya jawab dengan pasti,”belum,mas!

akhirnya kami berhenti sebentar ke tempat makan yang mirip-mirip FoodFezt tapi ya gak mirip juga.

Pesen dengan mantap DAGING SAPI LADA HITAM!

*mantap kan? soalnya harganya “cuma” 9 ribu rupiah.

setelah liat porsinya,langsung ya gitu lah.

trus,saya merasa seakan salah milih menu.

karena terasa mengglunjang ngglunjung di perut. *jangan tanya kosa kata yang dua itu datang dari planet mana,memang gaya saya kayak gitu*

Akhirnya selesai makan,bayar,trus ke kos masnya. Sampai!

 

And the story would be continued.

 

See ya in the next story!

*gaya sok ngartis.

Ditulis dengan mata errrr, sik V = I x R

maka sama dengan 10,eh 5 watt!

memangnya 5 watt itu seberapa yaaakk?

*plentaaaannnggg

 

Usroh Umar bin Khattab, 14 Muharram 1433 H

*maaf jika bahasa saya bener2 ngaco,

sebenarnya ini gak mood nulis,jadi ya dipaksakan. jadi kayak gini.

Categories: Journey, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , | 6 Comments

Blog at WordPress.com.