Posts Tagged With: pemimpin

Kisah Pemimpin Kejam, Sebuah Periodisasi Ulang

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Periodisasi ulang.

Tentu kita pernah mendengar kisah seorang pemimpin yang teramat sangat kejam, membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir karena takut kekuasaannya terancam dan bahkan ia mengaku dirinya sebagai Tuhan.

keangkuhannya yang amat sangat dibalas & diberi pelajaran oleh Allah Ta’ala dengan cara-NYA. bukan dengan cara Allah langsung wafatkan ia (meski teramat mudah bagi Allah untuk melakukan itu),melainkan Allah wafatkan ia secara perlahan-lahan hingga ia mati dalam keadaan terhina di Laut Merah. Ia lah Fir’aun yang kisahnya diabadikan di dalam Al-Quran agar menjadi pelajaran bagi umat manusia.

dan kini,ada lagi sosok pemimpin bengis yang telah membantai “dengan enaknya” puluhan ribu rakyatnya yang tak berdosa. maka,sudah barang tentu ini bisa menjadi sebuah periodisasi yang berulang. perlahan demi perlahan kekuasaannya akan runtuh dengan cara yang telah Allah tuliskan 50000 tahun di Lauhul Mahfuzh sebelum penciptaan alam semesta ini. ia merasa tersiksa sedikit demi sedikit,gelisah karena melihat kekuasaannya yang selama ini ia bangga-banggakan dan selewengkan perlahan runtuh,seperti ditandai dengan “berkhianatnya” anak buah yang membantunya. Ia lah sosok Basyar Assad,pemimpin Suriah.

Jika kita mengimani Al-Quran -yang salah satu kandungannya adalah kisah Fir’aun-,sudah seharusnya kita yakini bahwa rezim Assad pasti akan runtuh.

Oleh karenanya,mari selalu do’akan saudara-saudara kita di Suriah dan juga Palestina,Rohingya,Iraq, (yang terbaru) Mali,serta tempat lainnya.

smoga Allah Ta’ala slalu memberikan mereka kekuatan & kesabaran akan ujian yang Allah berikan kepada mereka.

Salah satu faedah yang disarikan dari Kajian Ilmiah “Mendulang Faidah dari Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam” bersama Ustadz Firanda Andirja, L.c,M.A tadi pagi di Masjid Kampus UGM

*catatan singkat yang ditulis melalui HP,smoga segera bisa menyalin catatan kajian yang lebih lengkap.

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu, Goresan Karyaku | Tags: , , | Leave a comment

Pemimpin adalah Cerminan Rakyatnya

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Bagaimana keadaan ulil amri zaman skarang ini yang berbuat banyak kezholiman?

…….kita wajib mendengar dan ta’at ulil amri, kalau ulil amri nya berbuat kezhaliman, di mana2 di negara-negara islam, kezholiman ulil amri disebabkan karena kezholiman rakyatnya. ALLOH Ta’ala berfirman dalam Al-Quran Surat Al-An’am ayat 129.

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.

dijelaskan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Miftah Daaris Sa’adah, tidak mungkin di zaman kita sekarang pemimpin kita seperti Umar bin Abdul Aziz, atau Muawiyah bin Sufyan atau Umar bin Khattab –rodhiyallohu ‘anhum-. Ibnul Qayyim hidup pada abad 7 H 751 H. kata bliau,bahwa penguasa itu mencerminkan rakyatnya. kalau rakyatnya zholim, maka pemimpinnya zholim. kalau rakyatnya berbuat maksiat, maka pemimpinnya berbuat demikian. kalau rakyatnya melalaikkan sholat,maka pemimpinnya pun berbuat. mencerminkan dan ini “al-jaza min jinsil amal

balasan tergantung jenis amalnya.

karena itu dijelaskan dalam Syarah ‘Aqidah Thahawiyah dan dijelaskan oleh Syaikh Albani –rohimahulloh-untuk menghilangkan kezholiman di negara kaum muslimin,

pertama, taubat kepada ALLOH. jika penguasa berbuat dosa, kita pun banyak berbuat dosa dan maksiat kepada ALLOH,kita wajib bertaubat. jadi jangan dituduh, penguasa zholim, ini zholim, kita pun zholim,banyak dosa.

kedua,wajib membersihkan diri kita dari noda-noda syirik. kita harus mentarbiyah diri kita,tashfiyah dan tarbiyah diri kita di atas ‘aqidah yang benar.

ketiga, kewajiban mendidik istri dan anak kita, karena nanti di akhirat kita ditanya tentang istri dan anak kita. kita,umat islam, tidak akan ditanya siapa pemimpin kita, tapi akan ditanya bagaimana kamu mengurus istri dan anakmu. kita tidak akan ditanya tentang pemimpin kita. tapi kita akan ditanya tentang istri dan anak kita.

sebab, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا،

“Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya itu. Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya (yaitu : rakyatnya).

(Hadits Riwayat Al-Bukhaariy no. 2409)

jadi,melihat kondsi kezholiman penguasa,kita pun banyak berbuat kezholiman

Salinan rekaman kajian Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas sini

artikel tentang hadits pemimpin disalin dari sini.

sebuah artikel salinan dari catatan FB

Categories: Belajar Ilmu Agama, Muamalah, Nasehat | Tags: , , | Leave a comment

Dan satu tahun itupun telah berakhir…

Assalaamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Bismillaahirrohmanirrohiim.

1 tahun itu bukanlah waktu yang lama tapi juga bukanlah waktu yang sebentar.

Semua itu tergantung bagaimana kita memaknai dan menjalaninya.

 

1 tahun itu telah berakhir.

1 tahun masanya usaha dan perjuangan dalam rangka menjalani amanah yang telah diberikan.

 

1 tahun itu telah berakhir.

Ada banyak cerita indah yang terukir dalam waktu 1 tahun itu,namun juga pernah ada cerita sedih atau kurang mengenakkan yang menjadi bumbu-bumbu kisah perjalanan kita di sini, di keluarga ini.

 

1 tahun itu pun berakhir seiring dengan ketukan palu berakhirnya sesi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban di hadapan hadirin peserta Musyawarah Tahunan Anggota (MusTAng) UKM KPM UMY.

Alhamdulillaah ada banyak saran dan kritik ketika sesi itu.

 

Tapi, bukan itu yang terpenting.

Saran dan kritik itu adalah salah satu pemicu semangat.

Dan yang terpenting adalah tindak lanjut dari saran dan kritik itu.

Apakah menjadi media refleksi untuk ke depannya atau hanya menjadi pelengkap ketika sidang penyampaian LPJ?

 

Ya,1 tahun itu akhirnya berakhir.

 

Amanah yang cukup berat ini mungkin sudah berakhir.

Amanah sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan yang merupakan jantungnya sebuah perguruan tinggi, dikarenakan semua perguruan tinggi memiliki amanah yang tertuang di dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yakni PendidikanPenelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Coba simak urutan tersebut.

 

Ya,benar. Penelitian terletak di urutan kedua.

Tapi bukan sekadar itu yang ingin saya bahas.

Urutan kedua itu memiliki banyak penjelasan/tafsiran.

Dua itu adalah setelah satu dan sebelum tiga.

Dua itu berada di posisi sentral.

Yang berarti urutan dua itu adalah follow-up dari urutan pertama dan hal yang sangat penting untuk menapaki atau menjalani urutan ketiga.

 

Bukankah begitu?

Pendidikan itu baru terasa maknanya ketika ada penelitian yang merupakan implementasinya.

Penelitian itu juga baru terasa manfaatnya,ketika diimplementasikan dan diaplikasikan di kehidupan bermasyarakat melalui Community Empowerment atau Pengabdian Masyarakat.

 

Ah,amanah itu memang berakhir.

Tapi, amanah yang berakhir adalah amanah menjadi pengurus di organisasi sentral ini.

Ada amanah lain yang menunggu untuk kita eksekusi.

Seperti, amanah baru di organisasi lain yang saudara-saudaraku ikuti.

 

Dan juga, amanah untuk mengemban poin kedua Tridharma Perguruan Tinggi itu masih tetap dan terus kita emban selama kita menjadi bagian dari civitas akademika perguruan tinggi, khususnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 

Sepertinya dan keliatannya kata-kata yang coba saya rangkai di atas begitu sangat normatif dan formal.

Tapi,memang begitulah saya apa adanya.

Dan mungkin itulah yang saudara-saudaraku rasakan selama 1 tahun kita bahu membahu berjuang bersama di organisasi yang juga menjadi keluarga baru kita ini.

 

Sikap yang selalu serius, meski sesekali saya coba untuk bercanda.

Entah itu candaan mengenai salah satu dari kita sampai dengan candaan yang masih terekam jelas di benak kita.

Candaan mengenai kejadian lucu yang rasanya sulit terlupakan di kepengurusan ini.

Candaan mengenai “jam pukul”. =))

 

Sudahlah,tidak usah membahas itu.

*trus tadi bahas apa yaa? :d

 

 

Balik lagi ke yang sebelumnya.

Begitulah saya,seorang mahasiswa yang diberikan amanah untuk memimpin roda organisasi ini selama satu tahun ke belakang.

Seorang pemimpin yang mungkin sulit untuk memerintah, karena bukan tipe saya menjadi pemimpin yang otoriter.

Atau seorang pemimpin yang sulit untuk memulai keakraban.

Atau kekurangan lain seperti saya memang bukan seorang pujangga layaknya pemimpin organisasi ini sebelum saya.

Atau mungkin pemimpin yang humoris seperti kedua wakil saya atau pemimpin 2 periode sebelum saya.

 

dan mungkin banyak sekali kekurangan saya selama memimpin dan mengayomi saudara-saudaraku semua selama 1 tahun yang telah lewat.

 

Semuanya kini telah berakhir,

Ikatan amanah dan komando itu sudah terputus,tapi harapan saya saudara-saudaraku semua pengurus UKM KPM UMY periode 2010-2011 masih berkenan untuk membantu untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dan juga agar bisa membawa kampus kita ke arah yang lebih baik,khususnya di bidang akademik dan lebih khusus lagi di bagian penelitian.

Sudah cukup sering kita mendengar gegap gempita prestasi kampus kita di bidang non-akademik.

Juara Paduan Suara Mahasiswa di tingkat nasional, atau juara debat bahasa Inggris dan bahasa Arab, atau juara berbagai kejuaraan olahraga,seperti sepakbola,karate,basket dan masih banyak lagi torehan prestasi kampus kita tercinta ini di bidang non-akademik.

 

Sedangkan di bidang akademik? Semoga terus semakin meningkat dan lebih baik lagi serta bisa memberikan manfaat ke lingkungan sekitar.

 

 

Terakhir, seperti di SMS saya tadi malam.

Terima kasih,

Jazaakumulloh khoiron atas bantuan & kerjasama saudara2ku semua di 1 tahun periode kepengurusan ini.

 

Maaf,

Maaf atas segala khilaf & salah saya,

Maaf atas segala perbuatan & perkataan saya,

Maaf atas kekurangan saya ketika menjadi pemimpin UKM KPM UMY periode 2010-2011.

Maaf untuk semuanya.

 

Tolong,

Meski kita tak lagi dipersatukan dalam ikatan kepengurusan, tetap saya minta ketulusan & kerelaan hati saudara2ku semua untuk tetap membantu saya selama beberapa bulan ke depa.

Saya tidak akan bisa bekerja sendirian.

&juga saya minta kemurahan hati saudara2ku semua untuk memberikan saran & kritik kepada saya, khususnya selama kita beribadah bersama selama 1 tahun ke belakang.

 

Ya,tiada kata lagi yang dapat saya ucapkan selain TERIMA KASIH, MAAF dan TOLONG untuk saudara-saudaraku semua.

 

 

From the deepest of my heart.

 

Jazaakalloh khoiron wa baarokalloh fiyk kepada Bapak Drs. H. Said Tuhuleley selaku pembina UKM KPM UMY yang telah memberikan banyak nasehat dan bimbingan, khususnya selama satu tahun ini. Dan juga jazaakumalloh khoiron wa baarokalloh fiykuma kepada Bapak Husni Amriyanto dan Bapak Sri Atmaja P. Rosyidi selaku Wakil Rektor III yang banyak memberikan masukan, nasehat dan bantuannya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Indra Tamsyah dan Khairul Muna yang telah menemani gerak langkah saya dan menguatkan saya dalam kapasitas antum sebagai wakil ketua.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Hevea Nursery dan Khadrotun Nikmah yang telah membantu saya dalam hal pengaturan administrasi dan bagian kesekretariatan lainnya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Siti Khadijah yang telah membantu saya dalam hal pengaturan keuangan dan bagian kebendaharaan lainnya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Anisa Prastika Masyitoh dan Hermanto yang telah membantu saya untuk mengkoordinatori Departemen Pelatihan dan Penelitian yang mengurusi bagian penelitian dan juga pengkaderan selama satu tahun ini.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Irmachul Muna dan Muhammad Aslim yang telah membantu saya untuk mengkoordinatori Departemen Media, Informasi dan Humas yang mengurusi Media dan Jaringan selama satu tahun ini.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada semua saudara-saudaraku pengurus UKM KPM UMY periode 2010-2011, yakni Hasran, Lukmanul Hakim, Ahmad Rizqi, Firma Andriani, Maryam Amrina Rosyada, Hakas Prayuda, Noor Wakhid Faidzin, Miftahuddin, Risky Fauziah, Muhammad Romadoni, Solihin G., Wahana Citra, Azka Nahru Fazanu, Ahmad Ramadhan, Fachriy N. Akas, Ibnu Sapta, Ambar Swastiningrum, Ika Ernawati, Afriza Marianti, Yudha Seftian Pratama, Rakhmad Hamdani dan Tri Walyadi atas bantuan dan kerjasamanya yang sungguh luar biasa.

 

Semoga ALLOH memberikan kebaikan kepada saudara-saudaraku semua dan semoga ALLOH memberikan barokah kepadamu.

 

Dan tak lupa jazaakumulloh khoiron kepada seluruh anggota 2010 UKM KPM UMY, seperti Ririn Afrian, Jannatul LM, Sugiyanto, Hidayat Arif Subakti, Said Hamzali, Ghufran Jauhar, Singgih Wijayanto, Indra Rio Saputro, Ahmad Afief Amrullah, Handoko, Adam Kurnia, Vierdy Septa Ardika, Tria Wulandari Oktaviana, Asrevo Lusiana, Lelly Oktiani Putri, Etamila, Id’zul Itasani KY, Oky Listyaningrum, Sherly Devianty, Yulta Ridho, Antika Nurunni’mah, Yazid Albas Tomi, Chandra Kurniawan Sirwan Yazid, Muhammad Arif Banjaran Sari, Fiqih S. Mamanto, Dini Mardhiani, Nur Afriyani dan masih banyak lagi anggota 2010 yang sudah mendaftar dan telah menjalani atau sempat mengikuti fase organisasi ini selama satu tahun terakhir.

 

Dan juga jazaakumulloh khoiron kepada seluruh senior dan alumni KPM dan juga untuk semua pihak -yang sepertinya begitu panjang jika dituliskan satu per satu- yang telah membantu serta bekerjasama dengan UKM KPM UMY baik secara langsung maupun tidak langsung selama satu tahun ini.

 

Bantuan segenap pihak, khususnya civitas akademika UMY dan rekan-rekan di ILP2MI tetap sangat kami harapkan ke depannya.

Terkhusus dalam rangka mempersiapkan dan menghadapi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2012 yang akan dihelat di kampus Matahari Terbit, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Selamat berjuang di medan perjuangan yang baru, lahan beribadah dengan tantangan yang baru dan berbeda, terkhusus kepada dua koordinator saya yang kini menjadi ketua HMJ, yakni Anisa Prastika Masyitoh sebagai Ketua HiMIKa (Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan) dan Muhammad Aslim sebagai Ketua HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) periode 2011-2012.

 

 

Sebuah catatan yang sudah cukup lama ingin dituliskan, tapi apa daya baru setelah MusTAng KPM baru bisa ditulis.

 

 

Wassalaamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

 

Best regards,

 

 

Rama Rizana

-Ketua UKM KPM UMY periode 2010-2011-

UKM KPM UMY = Unit Kegiatan Mahasiswa-Kelompok Penelitian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

*jika ada yang ingin memberikan saran dan kritik -yang bersifat membangun- dipersilahkan dengan senang hati 🙂 ^^-

Categories: Organisasi, Sarjana, Studi | Tags: , , , , , , , | 10 Comments

Bagaimana Bila Penguasa Zhalim (Bagian I)

Bismillahirrohmanirrohiim.

Tiada agama kecuali dengan jamaah, tiada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tiada imamah kecuali dengan mendengar dan patuh.“(1)

Mendengar dan patuh kepada penguasa kaum Muslimin adalah salah satu dasar
‘aqidah para salafush sholih. Hampir semua kitab tentang ‘aqidah salaf menjelaskan masalah ini. Mengingat betapa penting & besar kedudukannya. Sebab, dengan mendengar dan patuh kepada mereka,kemaslahatan agama dan dunia menjadi teratur sekaligus. Sebaliknya dengan menentang mereka,baik perkataan maupun perbuatan, mendatangkan kerusakan agama dan dunia.

Al-Hasan Al-Bashri rohimahulloh ta’ala mengatakan mengenai para penguasa :

Mereka adalah orang-orang yang menguasai lima urusan kita :

1. Sholat Jum’at

2. Sholat berjama’ah

3. Sholat hari raya

4. Wilayah perbatasan dengan musuh,dan

5. Pelaksanaan hudud (hukuman yang telah ditentukan,

Demi ALLOH, agama tidak akan lurus tanpa peranan mereka,meskipun mereka zholim dan bertindak semena-mena. Demi ALLOH,kebaikan yang dimunculkan ALLOH subhanu wata’ala berkat jasa mereka jauh lebih banyak daripada kerusakan yang mereka perbuat. Di samping itu, demi ALLOH, menaati mereka adalah suatu yang disenangi dan menantang mereka adalah suatu yang diingkari.” (2)

Di tulisan ini saya tuliskan sebuah kisah pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal mengenai bagaimana adab terhadap penguasa,yakni memperingatkan dari memberontak pada penguasa. Sekalipun penguasanya telah berbuat kezhaliman yang luar biasa. Jauh lebih parah dibandingkan pada masa sekarang,contohnya di negara kita. Yang katanya pemerintahan sekarang gagal. Coba simak kisah berikut:

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh mengatakan :

Fuqoha Baghdad pada zaman pemerintah Khalifah Al-Watsiq menemui Abu Abdillah,yakni Imam Ahmad bin Hanbal,dan mengatakan kepadanya,” Sesungguhnya persoalan ini sedemikian genting dan tersiar ke mana-mana–maksud mereka ialah merajalelanya pendapat bahwa Al-Quran adalah makhluq dan sebagainya–dan kami tidak ridha dengan pemerintahan dan kekuasannya.

Namun Imam Ahmad mendebat mereka mengenai hal itu dan mengatakan,”Ingkarilah dalam hati kalian,dan jangan menarik tangan dari ketaatan. Jangan patahkan tongkat kaum Muslimin, dan jangan tumpahkan darah kalian bersama darah mereka. Pikirkan baik-baik akibat urusan kalian. Bersabarlah hingga orang berbakti memperoleh kelegaan dan dibebaskan dari pendurhaka.

Imam Ahmad melanjutkan,”Ini–yakni melepaskan tangan mereka dari ketaatan kepada penguasa–tidak benar,ini menyelisihi atsar.” (3)

Ini adalah bentuk paling mencengangkan yang diriwayatkan kepada kita yang menunjukkan betapa besarnya perhatian salaf terhadap masalah ini dan menjelaskan secara gamblang implikasi riil dari manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

 

Diambil dari bagian pendahuluan buku karya Abdussalam bin Barjas Ali Abdul Karim –
hafizhohulloh ta’ala– yang berjudul ” Bagaimana Bila Penguasa Zhalim?“,penerbit Pustaka At-Tazkia dengan beberapa editan oleh penulis.

 

Smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum.

Kamar Asrama,21 Dzulqo’idah 1432 H

(1) Diriwayatkan dalam atsar dari Umar,seperti diriwayatkan ad-Darimi dalam Sunan Ad-Darimi (I/69) dan juga diriwayatkan oleh Abu Darda

(2) Adab al-Hasan al-Bashri, Ibnu Al-Jauzi (hal. 121)

(3) Al-Adab Syar’iyyah,Ibu Muflih (I/195-196)

Categories: Belajar Ilmu Agama, Nasehat, Organisasi, Salinan | Tags: , , | 4 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.