Posts Tagged With: lomba

[Mohon Do’anya] Alhamdulillaah,masuk final ^_^

Bismillaah.
It sounds many MPers are missing me.

*PD jaya*

Langsung saja.
Jadi beberapa minggu yang lalu saya ikut Lomba Karya Tulis Nasional (LKTN) di UGM tentang Transportasi. Well,sepertinya ini karya tulis pertama saya di bidang yang saya pelajari.
Selama ini malah saya ikut LKTI (Ilmiah)nya tentang Hukum,Ekonomi,Masalah Sosial dan Kesehatan. =))

Dan karya tulis ini tergolong sangat nekad. Karena :

1. Ikut lombanya bayar & tergolong tidak murah untuk ukuran mahasiswa S1 (Rp 70.000)

2. Sebenarnya saya udah sejak beberapa hari sebelumnya ingin menuliskan esai itu. Tapi ada aja alasan penundaannya. Jadinya setelah transfer biaya pendaftaran,saya baru mulai membuat. Dan itu dalam waktu sekitar 1,5 jam sebelum batas akhir pengumpulan karya.
*bingung mau ketawa atau nangis*

Akhirnya terkirim jam 00.08.

Yaaa! Telat 8 menit. Dan saya langsung SMS panitianya bilang saya sudah mengirimkan karya & juga minta maaf karena telat.

Beberapa hari tak ada balasan.

Saya sms panitia nanya kapan pengumumannya malah dijawab, “secepatnya”.

Dan tanggal 27 April 2012 jam 8 malam lewat,ketika lagi disiarkan kompetisi pencarian bakat itu & pas yang tampil itu adalah orang yang namanya jadi Trending Topic di Twitter,saya membuka website penyelenggara lomba.
Dan ternyata baru saja diumumkan 7 besar finalisnya.

Nomor 1 dari ITB.

Masih harap-harap cemas.

 

Nomor 2 sampai 4 dari ITS.

Makin cemas.

 

Nomor 5 & 6 dari UNS.

Makin pasrah.

Daaaannn.

Nomor 7….

U M Yeeeeee!!!

Alhamdulillaah!

Spontan saya sujud syukur & teriak lepas yang membuat tuan rumah (junior) tempat saya numpang ngenet kaget.

Heheheh 😀

Nah,setelah masuk 7 besar,semua finalis harus mempresentasikan karyanya hari Jum’at, 04 Mei 2012 ba’da sholat Jum’at.

Oleh karena itu,saya meminta kerelaan hati MPers semua untuk mendo’akan saya + memberi masukan terhadap karya saya itu.
Karya saya tersebut berjudul

“Pembenahan Sistem Transportasi Massal Menuju Perbaikan Sistem Transportasi Nasional.”

Isi karya saya itu akan saya posting nanti dan besar harapan saya MPers semua bisa memberikan saran,masukan,kritikan atau pertanyaan terhadap karya saya tersebut sebagai persiapan untuk presentasi 10′ + tanya jawab 15′ hari Jum’at,04 Mei nanti.

 

Best regards,

Posting via HP

info lomba bisa dilihat

di sini

Categories: Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , | 24 Comments

(Catatan ke Semarang – III) Dan Alhamdulillaah tinta emas itu tertulis lagi….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Ternyata menulis itu tidak sekadar perkara ILMU, tapi juga perkara PASSION.

Kalau mood memang lancar bener.

Ini masih tulisan seputar perjalanan saya ke Semarang beberapa minggu yang lalu.

Setelah di tulisan terakhir berisi tentang cerita saya nyaris nyasar di kota lumpia itu,maka ini langsung ke intinya saja.

Sebelumnya biasa,prolog dulu.

Setelah tiba di kos masnya,saya letakkan barang-barang saya,ehem,sebenarnya cuma 1 ransel saja.

Trus sholat jama’ Maghrib dan ‘Isya.

Dan setelah itu langsung meminta tolong masnya mengantar ke WarNet terdekat.

Sesampainya di WarNet masnya izin.

Tujuan utama di WarNet itu adalah membuat presentasi untuk keesokan paginya.

Sekadar gambaran mengenai presentasi yang saya buat malam itu adalah seputar “Sikap Mahasiswa Muslim dalam Menghadapi Carut Marut Hukum di Indonesia” yang merupakan tema dari lomba esai Islami JaTeng-DIY yang ditaja oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang itu.

Dan ALhamdulillaah saya menjadi salah satu finalis.

Sempat kaget karena memang mengikuti lomba ini adalah suatu keisengan saya.

*saksi hidupnya adek-adek Usroh Umar bin Khattab yang menemani saya begadang membuat esai ini sambil nunggu salah satu adek yang lainnya pulang dari Tegal.

Lanjut,

bayangan dan rencana untuk presentasi saya memang simpel. Tidak ribet.

Karena berdasarkan pengalaman dan penilaian dari beberapa pakar yang sering saya dengar,

Presentasi itu jangan panjang-panjang dan banyak kata.

Simpel tapi kena langsung ke tujuannya.

Ya sudah,yang saya pikirkan ya presentasi saya full gambar dan sedikit penjelasan tertulis dan kemudian selebihnya saya jelaskan lewat perkataan.

Sesimpel itu kah?

Ternyata tidak juga,

ini lebih banyak karena fokus saya terpecah ke hal itu lagi itu lagi.

Ya masih seputar FACEBOOK,MULTIPLY dan GMail.

Cari gambar-gambar terkait DEMONSTRASI, KATA-KATA yang biasa ada di SPANDUK DEMO, dan lain sebagainya.

Total ada sekitar 20an slide dan lebih dari 50% adalah gambar-gambar yang sudah saya salin/copy.

Sekitar jam 2 kurang selesai langsung pulang setelah sebelumnya SMS masnya.

Siap-siap tidur untuk kemudian pagi harinya melanjutkan tahap finishing presentasi.

Beres,

jam 8.30 berangkat ke UnNeS.

sebelumnya sarapan setelah beli nasi bungkusan kecil,seperti nasi kucing di Jogja. Belinya di ibu-ibu yang mampir ke kos-kos mahasiswa.

setibanya di UnNeS yang terlintas di pikiran saya,

Wow,saya sudah di kampus yang di PIMNas 2011 UnHas kemarin menjadi juara 3.” *eh iya,kan? 😀

Terus saya diantar masnya ke tempat/lokasi acara.

Gedung Fakultas Hukum UnNeS.

Tunggu di dekat parkiran sesuai arahan panitianya. Bertemu panitia ikhwan,salaman dan langsung di antar ke atas tempat acaranya. Di perjalanan ke atas, kami melewati kumpulan mahasiswa yang lagi kuliah di dekat tangga. Yaa, di luar kelas!

Trus ketika liat persiapan panitianya,wah ternyata ada gangguan. LCD nya tidak mau menyala.

Ya sudahlah,tidak apa-apa. Berarti bisa lebih lama persiapannya.

Singkatnya acara itupun akhirnya dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UnNeS dan ketika pembukaan sempat diputar video seputar UnNeS. Great video!

Lalu beliau bercerita sekilas bahwa hari itu juga sedang diadakan acara Dies Natalis FH UnNeS yang ke4. Wah,masih muda sangat.

Oh ya,lomba esai itu juga diadakan bersempena acara Dies Natalis itu.

Lalu juga ada kata sambutan dari pembina Kerohanian Islam FH UnNeS.

Selanjutnya sempat rehat/berhenti beberapa menit dan langsung dibuka acara intinya.

Terlebih dahulu perkenalan semua finalis sembari persiapan panitianya.

1. Dari FH Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2009

2. Dari tuan rumah, FH Universitas Negeri Semarang angkatan 2009

3. Seharusnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM),tapi beliaunya tidak datang,jadinya gugur

4. Saya sendiri, dari mana hayooo?

-> Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2008. *tuanyo.–__–

5. Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro angkatan 2011. *mahasiswi.

Lalu diadakan pengundian,

dengan urutan dari UnNeS trus UII trus saya trus baru UnDip

Finalis pertama mengambil perspektif historis. Mengenai bagaimana hukum di Indonesia dahulu yang merupakan warisan belanda lalu dikaitkan dengan ayat Quran dan kemudian dia mengambil opini mengenai apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa muslim. Apa saja itu,saya lupa! *udah kelamaan nulisnya jadi lupa kabeh. –___–

Oh ya,untuk finalis yang satu ini,yang paling dikritisi adalah mengenai cara penyampaian yang masih banyak menggunakan bahasa tidak baku,yakni bahasa gaul. 😀

Finalis kedua,ini yang mantep. Dia mengambil perspektif dari ilmunya sendiri. Ilmu hukum.

Ia membawa teori-teori hukum. Sebelumnya ia menganalisis dan mengkritis KUHP tentang hukum pidana dan perdata. Tentang hukuman penjara dan besarnya denda bagi pelaku pencurian,dkk.

Waktu denger ini saya ngangguk-ngangguk doang.

Trus dia “menggiring” hadirin untuk memahami teori pakar hukum Islam dari sudut pandang 2 teori, teori Maksimum Minimum dan teoriiiiiiiiiiiiiii. *lupa meneh.

sik,tak tanya panitia saja sesuk.

Dari dua teori ini ia mengambil kesimpulan untuk mengganti redaksi untuk 2 ayat/pasal KUHP yang tadi ia kritisi.

Ia mengganti redaksi yang tidak jelas mengenai besaran di atas 400an juta,menjadi dibagi 3 kelas. Hukuman untuk pencuri/pelaku kerugian negara di atas 100 juta, trus 100 juta sampai 500 juta, dan di atas 500 juta.

*kalau gak salah sih gitu.

**memori kacau!

Di sini ia dikritisi dan ditanya apa alasan ia mengambil angka itu.

Trus dijawab lah panjang lebar hingga waktu 10 menit untuk tanya jawab berakhir.

Presentasinya juga dikritisi mengenai slide-slide awal yang penuh bacaan dan tidak terbaca karena kekecilan tulisannya.

Lanjut ke saya.

Presentasi yang simpel lagi minimalis, seperti orangnya yang

imut-imut
.

Ehhhhh. Salah fokus

Saya meninjau dari segi fokus tema, yakni bagaimana seharusnya mahasiswa muslim bersikap.

Saya menitikberatkan ke dua hal, yakni dari segi DEMONSTRASI yang sering dilakukan mahasiswa muslim dan juga dari segi semangat mahasiswa muslim untuk menuntut ilmu agama karena ini terkait banyaknya kata-kata yang didengar dari orasi mereka yang sangat tidak mengenakkan di telinga. Banyak hujatan,cacian dan lain sebagainya yang ini dilarang oleh Rosululloh –sholallohu ‘alaihi wasallam

Solusi saya,yakni mengenai kembali ke tujuan awal sebagai mahasiswa yakni belajar sungguh-sungguh karena kita adalah generasi penerus bangsa,calon pemimpin,

Trus terkait kata-kata yang tidak mengenakkan di kebanyakan demonstrasi itu ya saya tekankan pentingnya belajar ilmu agama.

Trus terakhir mengalihkan demo lewat orasi lisan,ke bentuk tulisan.

Dan di luar dugaan,karena memang persiapan saya minim,lama di jalan soal’e saya dikritisi oleh MawaPresnya UnNeS itu mengenai masih kurang “gregetnya” penjelasan saya. Bagus,tapi seperti ada yang menggantung. Karena ya penyampaian saya terlalu normatif.

Setelah itu,apa lagi?

Ya,saya jawab seputar peran mahasiswa yang juga penting dalam mengemban TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI, yakni PENDIDIKAN, PENELITIAN dan PENGABDIAN MASYARAKAT. Saya jelaskan lah ketiga hal itu.

Trus bliau mengomentari,

Nah itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi. Kenapa tidak dijelaskan?

Dengan santainya saya jawab,“lah,dari panitia memberikan peraturan TULISAN MAKSIMAL 2000 KARAKTER” *itu bahasa tidak bakunya yaa. 😀

Trus beliau mengomentari,”berapa total karakter tulisan saudara ini?

2000 karakter tanpa spasi dan sekitar 2500 karakter dengan spasi jawabku mantap .

Beliau sempat terdiam.

Ya begitulah kira-kira mengenai sesi bagian saya ketika maju.

Lalu terakhir giliran mahasiswi angkatan 2011 FKM UnDip.

Ia juga membawakan presentasi yang simpel seperti saya. Tapi lebih canggih banyak animasinya.

*ketauan slide saya yang paling gak “niat ”

Ia membahas mengenai KEJUJURAN. Ia menjelaskan dari hal yang kecil,yakni sikap mahasiswa di perkuliahan.

Sepele sepertinya,tapi ada yang sesuatu dari penjelasannya. Ini ni yang akan saya bahas di tulisan selanjutnya-InsyaaALLOH

Pas sesi tanya jawab,ada pertanyaan dari dewan juri yang membekas di saya.

“Kalau anda sendiri apakah masih sering mencontek atau memberikan contekan?”

Dia menjelaskan sedikit dan yang perlu digaris bawahi adalah,”ya kalau sesekali saya juga memberikan contekan,kan teman. Ada gak enaknya juga.” Sebelumnya ia menyampaikan prinsip sebisa mungkin tidak memberikan contekan,dan sampai beberapa kali “dipancing” dewan juri baru terkeluarlah pernyataan itu.

Selesai finalis terakhir,istirahat,sholat dan makan.

Selesai sesi ISHOMA itu langsung pengumuman.

Yang pertama diumumkan ialah JUARA II.

Pikiran dan hati saya berkecamuk.

Dag dig dug bukan kepalang.

*halaaaahhh.

Dan juara II adalah saudaraaaaaaaaaa.

*mendadak sound-effect horor

eng,ing eng,

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

.

.

.

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

RAMA RIZANA dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

As I predicted.

Bingung mau ekspresi gimana.

Hahahahahaha

Trus singkatnya yang juara I ya dari UII tadi.

Dan kemudian balik dari tempat acara itu saya nulis status yang intinya begini,

Justru agak piye kalau mahasiswa Fakultas Hukum gak jadi juara lomba esai tentang Hukum 

yang kemudian dikomentari oleh salah satu dosen hukum kampus saya,

Justifikasi?

 

Alhamdulillaah,akhirnya setelah 1 tahun lebih “puasa gelar” akhirnya tinta emas itu kembali tertoreh dan mengisi nomor tambahan di CV saya.

Eh,bukan tinta emas,tapi tinta perak. Kan juara II.

Syukuri,akhi.” begitu mungkin komentar beliau kalau baca catatan ini.

Beliau itu siapa? ya siapalah kira-kira. 😀

Hehehehe,peace,pak!

Udahlah ya,udah terlalu panjang.

Dan bahkan tulisan ini jauh lebih panjang dari esai yang saya buat itu. Even,jauh lebih panjang dari esai waktu lomba MITI Awards 2010.

*maaf ya jika kepanjangan.

smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum. 

Usroh Umar bin Khattab, 16 Muharram 1433 H

Special thanks to :

  • Alhamdulillaah ‘alaa kulli ni’matin ilayya.
  • Jazaakumulloh khoiron untuk kedua orangtua,kedua adek saya,dan keluarga saya lainnya.
  • panitia lomba esai Islami FH UnNeS,jazaakumulloh khoiron.
  • masnya yaya-adek tingkat saya di Sipil UMY-,yang sudah membantu saya banyak,jazaaakalloh khoiron,mas.
  • adek tingkat saya di Sipil UMY,ada yaya,hakas dan renny yang sangat khawatir saya kesasar di Semarang. 😀
  • ada juga Hasran,Lukman,Fadly,dan semua junior di Sipil UMY yang sudah mendukung dan mendo’akan saya,terutama buat yang praktikum Bahan Perkerasan Jalan di minggu pertama. Jazaakumulloh khoiron.
  • rekan-rekan dan saudara-saudara terbaik saya, seperti di Usroh Umar bin Khattab, UKM KPM UMY, UniRes UMY,Departemen Penelitian ILP2MI (maaf ya saya gak ikut netmeeting,terkhusus buat ibu koordinator) dan di mana pun berada. Jazaakumulloh khoiron. maaf tidak bisa disebutkan satu per satu. ^^
  • dan tak lupa buat Akh Huda yang sudah membantu mengkoreksi/mengomentari esai saya. Jazaakalloh khoiron,akhi. jangan bosan-bosan ya saya minta bantuin. 😀
  • eits,ada juga Jazaakalloh khoiron buat Pak Yordan Gunawan,one of the best lecturer all over the world. *halaaahh.
  • trus buat Ical yang sudah menjemput saya di terminal Jombor,jazaakalloh khoiron.
  • dan juga buat semua dosen di seluruh dunia,khususnya yang di UMY dong. Jazaakumulloh khoiron.
  • SIapa lagi yaa?
  • oh ya,bapak supir yang mengantari saya sampai ke semarang,ibu-ibu travel,ibu kantin asrama,trus trus, dewan juri,mas-mas WarNet,yang punya warung makan di Semarang,ibu-ibu yang jual nasi ke kos-kos.
  • Dan masih banyak lagi. Jazaakumulloh khoiron.
  • Udah kayak ucapan terima kasih menang nobel saja saya ini.
  • Nah tuh,ucapan terima kasih buat lomba esai saja sudah panjang aja. GImana nanti kalau ucapan terima kasih buat undangan walimahan ,ehhhh buat lampiran Tugas Akhir ding. 😀 :p
Categories: Journey, Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , , | 21 Comments

(Catatan ke Semarang – II) Hampir nyasar dan bablas

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Udah lama banget saya gak lanjutin tulisan ini yaa?

padahal baru kelar 1 bagian. hahahahah.

Sampai bagian mana ya kemarin?

 

*hening*


ya sudahlah lanjutkan saja,karena jaringan lagi lambat merayap,jadi gak sempat ngecek yang sebelumnya.

Jadi kemarin itu, ya 2 minggu lalu itu,akhirnya saya memutuskan berangkat ke Semarang. Di kendaraan travel duduk tenang. Baru beberapa kilometer berjalan hujan sangat deras turun. Dan kemudian sedikit sedikit mereda. Tujuan selanjutnya setelah saya masuk ke travel itu bukannya langsung ke Semarang, tapi menjemput penumpang lain.

Wah,jadi penumpang pertama ni.

 

Tujuan pertama adalah di sebuah daerah.

Di situ.

Di mana?

Dah lupa lah,wong iki wis 2 minggu. Mending kalau baru 2 dino. *bahasa Jawa nyampur bahasa Indonesia, boten nopo2 dah pokok’e*

 

Nah,nyari penumpang ini memakan waktu satu jam saudara-saudara!

1 jam!

Luar biasa!

Benar bikin pak supirnya makan hati kayaknya. Tapi senyum terukir dari dirinya.

*ini beneran ngarang,biar keren aja tulisan ini. B-) -emoticon lagi pake kacamata hitam. sadaaaappp-

Muter-muter di daerah sono,kata penumpangnya dekat apotek ini. Eh pas ke sana gak ada dia. Trus ke arah jalan ini,gak ada maning.

Ujung-ujungnya ketemu di dekat apotek itu.

*tepok jidat dah*

Trus,trus akhirnya setelah penumpang itu,dua orang,satu mbak-mbak, satu lagi ibu-ibu,sepertinya keluarga. *ya iyalah,wong berangkat bareng*

trus kita ke agen travel satunya untuk menjemput sepasang ibu dan bapak yang sudah menunggu giliran penjemputan di sana.

 

Trus,trus.

*perasaan saya gak kreatif beudh ya ,kata-kata saya “trus,trus”

Ya sudah,beberapa jam perjalanan JogRang itu saya habiskan dengan banyak kegiatan.

*lagi-lagi biar keren,saudara-saudara! 😀

 

Misal, melihat pemandangan yang menghampar di jalan.

*ini tulisan yang bener-bener ngarang. emang keliatan gitu malam hari pemandangan seindah apapun??

 

eh,beneran lho,waktu saya kecil beberapa tahun yang lalu,sekitar errrr 10 tahun yang lalu kayaknya saya naik travel ke Painan Selatan,tempat kampung halaman sebuah keluarga yang sudah saya dan keluarga saya anggap seperti keluarga sendiri. *lagi-lagi kacau bener diksi saya*, waktu itu saya bisa melihat pemandangan indahnya dan amboinyo perjalanan dari daerah errrrrrr,*akibat dah lama gak ke SumBar 😥

—wuuuu,CurHat—-

sampai ke Painan. pemandangan malam hari saja sudah sangat indah,apalagi kala matahari dengan tidak malu-malunya menyinari bumi. *wong itu tugasnya.

 

FOKUS-FOKUS.

di perjalanan dari Jogja ke Semarang itu yang paling sering saya lakukan adalah SMS!

SMS terkait di mana, di manaaaa saya akan menginap.

Dan orang yang saya tuju ya satu orang.

Ya siapa lagi kalau bukan masnya junior/adek tingkat saya.

 

Eh,sama adek tingkat saya itu juga saya juga berkomunikasi.

Iya ntr km tUrun ditermianl ungaran aja…………..

………………….

…….Ntr kLo udah sampe karangjati sms yaa.

Begitulah 2 SMS yang dikirim oleh beliau pada saat saya baru benar-benar berangkat dari Jogja menuju Semarang itu. Karena sebelumnya dari jam 5 sampai jam hampir setengah 7 itu ya cuma muter-muter Jogja jemput penumpang yang lain.

Trus jam 8 mas nya nanyain udah nyampe mana. saya balas,”kurang tau,mas

lha,wajar lah. wong gak jelas ada apa aja,kan gelap.

 

trus sampai akhirnya sekitar jam 10 malam kurang saya terbangun.

Mas,ini udah nyampe Terminal Banyumanik. Turun di mana jadinya?

Ya tadi,Pak. Di terminal Ungaran.

wah itu tadi dah lewat,mas. trus bagaimana?

*mulai panik,telpon mas e*

ya udah tunggu di situ aja,soalnya udah kelewatan lumayan jauh

*gleeeekkk.

 

akhirnya setelah mengangkat semua barang-barang saya *kayak bawa barang banyak aja,padahal cuma satu ransel* saya mengucapkan terimakasih trus ucapkan salam ke bapak supirnya.

*teeepppp,turun,menginjak pertama kali di Semarang.*

*yipppiieeee!

Norak woyy!

Biasa aja lah!

 

*monolog GJ*

*bingung,harus nunggu di mana*

*mata masih berusaha untuk terbuka seutuhnya*

*halaaaahhhh

panik lagi,karena perut keroncongan,

nyari tempat makan,gak nemu.

sadiah bana

nemu sih sebenarnya,tapi makanannya dah habis.

hahahahah. *ketawa dalam hati,meski di belahan hati lainnya terluka menganga.*

#bahasa mulai ngaco detected.

 

akhirnya ke warung beli pengganjal perut.

“lu kate pengganjal ban”

duh,duh. fokus fokus.

 

Beli roti satu bungkus,sempat bicara-bicara sebentar sama ibunya. *nya tu ntah refer ke siapa juga pun,aneh*

Cari tempat duduk,karena warung ibunya dah mau tutup,

Hening,sendiri,sepi.

Sembari nunggu mas nya yang juga tak kunjung datang.

padahal nunggunya cuma bentar.

hahahaha,

maklum,kalau sudah perut memberontak,1 menit saja serasa seabad.

*lebay banget ni bocah*

 

mas nya tiba,

salam,pakai helm,trus berangkat.

menyusuri jalan menurun dan mendaki, di tengah hujan rintik-rintik.

lumayan jauh perjalanan dari Terminal banyumanik ke arah kosan masnya di daerah sekaran.

*eh bener kan itu nama daerah dekat UnNeS?

–manggil-manggil orang Semarang yang ada di MP–

trus mas nya nanya apakah saya sudah makan atau belum,

saya jawab dengan pasti,”belum,mas!

akhirnya kami berhenti sebentar ke tempat makan yang mirip-mirip FoodFezt tapi ya gak mirip juga.

Pesen dengan mantap DAGING SAPI LADA HITAM!

*mantap kan? soalnya harganya “cuma” 9 ribu rupiah.

setelah liat porsinya,langsung ya gitu lah.

trus,saya merasa seakan salah milih menu.

karena terasa mengglunjang ngglunjung di perut. *jangan tanya kosa kata yang dua itu datang dari planet mana,memang gaya saya kayak gitu*

Akhirnya selesai makan,bayar,trus ke kos masnya. Sampai!

 

And the story would be continued.

 

See ya in the next story!

*gaya sok ngartis.

Ditulis dengan mata errrr, sik V = I x R

maka sama dengan 10,eh 5 watt!

memangnya 5 watt itu seberapa yaaakk?

*plentaaaannnggg

 

Usroh Umar bin Khattab, 14 Muharram 1433 H

*maaf jika bahasa saya bener2 ngaco,

sebenarnya ini gak mood nulis,jadi ya dipaksakan. jadi kayak gini.

Categories: Journey, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , | 6 Comments

[Random Snippets-AIR] Air,Elemen Kehidupan yang Sering Disia-siakan

Bismillahirrohmanirrohiim..
Air..
Salah satu elemen terpenting dalam kehidupan kita..
Jawaban salah seorang mahasiswa angkatan 2009 yang saya asisteni ketika pre-test praktikum Mekanika Fluida dan Hidraulika mengenai pertanyaan “Sebutkan 3 ciri zat cair.?”


Agak lucu bagi saya..
Bukan karena salah,jawabannya hanya kurang tepat..
Tapi sebenarnya ada pesan tersirat yang saya tangkap..

Air memanglah salah satu elemen terpenting di dalam kehidupan kita.. Lebih dari separuh unsur tubuh kita adalah cairan dan negara kita terdiri dari 2/3 lautan..

Wow,luar biasa..
Bahkan ketika kita tidak minum seharian penuh bisa terjadi dehidrasi..
Tapi,seringkali salah satu elemen terpenting di dalam kehidupan ini disia-siakan.. Ini sering terjadi di daerah yang boleh dibilang “kelebihan air” atau jarang terjadi kekeringan..

Contohnya saja ketika di kamar mandi,mungkin ada dari kita yang kurang bisa memanfaatkannya.. Cobalah sejenak kita pikirkan dan bayangkan apa yang terjadi di belahan Indonesia lainnya yang kekurangan air..
“sumber air su dekat”
Kata-kata yang sangat familiar,karena sering diputar di salah satu iklan..

Oh ya,jadi teringat beberapa mata kuliah yang telah saya ambil semester lalu yang berkenaan dengan air..
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Sistem dan Rekayasa Irigasi,serta Sistem dan Rekayasa Drainase..

Waduk (Reservoir Storage) dan Sumur (Sumur Dangkal/Gali dan Sumur Dalam/Bor) bisa membantu kita dalam memanfaatkan dan mengelola Sumber Daya Air..
Kalau waduk ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan hidung, seperti Dead Storage (Tampungan/Volume Mati), Life Storage (Volume Hidup) dan Flood Storage (Volume Banjir)

Hal yang agak lucu namun miris adalah ketika musim penghujan banyak daerah yang banjir,eh pas musim kemarau banyak daerah yang kekeringan..

Sebetulnya bisa saja hal tersebut tidak terjadi di negeri ini.. Asalkan semua elemen masyarakat bisa memanfaatkan dan mengelola sumber daya air.. Jangan sampai ketika musim penghujan seenaknya membuang-buang air,namun ketika musim kemarau kekeringan di mana-mana.. Seharusnya ketika musim penghujan itu kita bisa memanfaatkan limpasan air hujan /presipitasi untuk ditampung sebagai cadangan ketika musim kemarau datang..

bukankah banyak aktivitas di kehidupan sehari-hari yang menggunakan air.??
minum,memasak,mandi,mencuci, dan masih banyak lagi..
 
yang paling penting selain kita bisa memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya adalah mari jaga alam dan lingkungan sekitar kita..

karena kalau bukan kita siapa lagi yang menjaganya.???


*Tulisan dibuat untuk diikutkan dalam lomba Bu Dr. Vina

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini, Sarjana, Studi | Tags: , , , , | 10 Comments

Surat Untukmu,Nak dari Calon Ayahmu

Bismillahirrohmanirrohiim..

Assalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh..

Kutulis surat ini untukmu,anakku,yang kelak menjadi generasi penerus masa depan dan semoga ALLAH menjadikanmu penyejuk hati bagi setiap orang yang berada di dekatmu..

Mungkin pada saat kutulis surat ini,aku,ayahmu ini belum terlalu paham dan membayangkan bagaimana jika menjadi seorang ayah.. Tapi,semuanya butuh proses dan kini ayah sedang berproses menjadi pribadi yang bisa memegang amanah mendidikmu kelak..

**********************************

Kelak ketika ALLAH mempercayakan ayah dan ibumu -yang pada saat ini ayah belum ketahui- ayah akan berusaha menjalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya bersama ibumu..

Continue reading

Categories: Goresan Karyaku, Lomba | Tags: , , | 5 Comments

(RePost) Tulisan Essay Seleksi Tahap III MITI Awards 2010 JaDIY

Bismillahirrohmanirrohiim..

Berikut ini adalah tulisan Essay yang saya kirimkan dalam rangka mengikuti lomba MITI Award 2010 seleksi tahap II wilayah Jawa Tengah-DIY (JaDIY).. Alhamdulillah saya lolos ke 5 besar seleksi tahap III.. Insya ALLOH hari Ahad seleksi tahap III nya.. Dan alhamdulillah saya menjadi juara II..
Perjalanan kepenulisannya bisa dilihat di
sini..
 


Tema :

 

MAHASISWA DAN PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA INDONESIA

 

Judul :

 

“KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA”

 

oleh :

Rama Rizana

(Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik 2008, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-UMY)

——————————————————————————————

 

A.Selintas Peran Mahasiswa Masa Dahulu dan Masa Kini

1.Peran Mahasiswa Dahulu

a.Masa Sebelum Kemerdekaan

Mahasiswa pada masa ini merupakan salah satu ujung tombak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Di saat itu mereka berperan untuk melawan para penjajah di bidang pemikiran dan negosiasi, karena perlawanan menghadapi para penjajah ditempuh dengan dua jalan, yakni pertarungan fisik dan non-fisik (pemikiran).

Sebut saja nama Ir. Soekarno dan M. Hatta yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, di tengah keterbatasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Mereka menggunakan kesempatan belajar tersebut sebagai bekal untuk menghadapi perlawanan penjajah secara non-fisik.

b.Masa Setelah Kemerdekaan

Sukses meraih kemerdekaan bukan berarti perjuangan bangsa Indonesia berhenti. Mereka masih harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh.

Peran mahasiswa pada masa ini adalah sebagai perancang strategi pemikiran untuk menghadapi para penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang diperoleh.

Setelah kemerdekaan berhasil dipertahankan, peran mahasiswa berganti dari ujung tombak perlawanan penjajah secara non-fisik ke pengatur strategi pembangunan bangsa. Mulai dari membuat perangkat-perangkat penting kenegaraan hingga kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk membangun bangsa yang baru beberapa tahun mendapatkan kemerdekaan.

2.Peran Mahasiswa Kini

Dibandingkan dengan peran mahasiswa pada masa dahulu yang telah digambarkan singkat di atas, kembali terjadi perubahan peran. Ini tak lepas dari perbedaan kondisi yang terjadi di masa dahulu dan masa kini. Jika pada masa dahulu peran mahasiswa adalah sebagai motor penggerak pembangunan sebuah bangsa yang baru beberapa tahun merdeka, maka sekarang peran itu berganti menjadi salah satu pelaku pembangunan bangsa. Peran ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai masyarakat biasa atau objek pembangunan bangsa, namun juga turut terlibat aktif sebagai pelaku (subjek) pembangunan bangsa.

Mahasiswa pada masa kini memerankan peran yang sama pentingnya dengan peran mahasiswa pada masa dahulu. Namun karena kondisi yang sangat jauh berbeda, maka kualitas dan kontribusi mahasiswa dalam rangka pembangunan tersebut harus senantiasa ditingkatkan.

 

B.Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi nya United Nation Development Program (UNDP) memiliki agenda kegiatan untuk mengetahui keadaan suatu bangsa, khususnya dalam aspek pembangunan, yakni Human Development Report.

Setidaknya ada 7 hal yang menjadi tolok ukur perhitungan UNDP untuk mengetahui pengklasifikasian negara-negara yang menjadi anggota PBB. Ketujuh hal tersebut adalah Kehidupan Sosial (Social Progress), Perekonomian (Economics), Efisiensi (Efficiency), Keadilan (Equity), Partisipasi dan Kebebasan (Participation and Freedom), Ketahanan Negara (Sustainability) dan Keamanan (Human Security). Adapun ketujuh hal tersebut dijabarkan ke dalam 14 indikator penilaian tersebut. Keempat belas indikator tersebut adalah Human Movement, International Emigrants by Area of Residence, Education and Employment of International Migrants in OECD (aged 15 years and above), Conflict and Insecurity Induced Movement, International Financial Flows, Selected Human Rights and Migration Related Conventions (by year of ratification), Human Development Index Trends, Human Development Index (and Its Components), Human and Income Poverty, Gender-Related Develpoment Index (and Its Components), Gender Empowement Measure (and Its Components), Demographic Trends, Economy and Inequality, Health and Education.

Dari tolok ukur tesebut, Indonesia menduduki peringkat 111 dari 182 negara yang dinilai oleh UNDP pada tahun 2009 dan termasuk kategori Medium Human Development.

Hal tersebut berarti Indonesia masih dalam kategori negara berkembang dan masih tertinggal di negara tetangga (ASEAN), yakni Singapura (posisi 23), Brunei Darussalam (30), Malaysia (66), Thailand (87) dan Filipina (105).

 

C.Kemiskinan, Salah Satu Permasalahan Bangsa

Pada masa kini, di saat pembangunan bangsa terus dilakukan ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang cukup mendasar adalah masalah kemiskinan.

Jumlah rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan menurut data BPS pada Maret 2009 adalah sebanyak 32.530.000 jiwa dengan 11.910.500 jiwa tinggal di kota dan 20.619.400 jiwa tinggal di desa. Ini berarti persentase jumlah rakyat miskin di negeri ini adalah kurang lebih 14% dari total penduduk Indonesia yang terakhir dicatat sejumlah 230 juta jiwa.

Masalah ini erat kaitannya dengan banyaknya pengangguran. Data BPS pada Februari 2009 mencatat sebanyak 9.258.964 orang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Dan dari jumlah itu 12% atau 1.113.020 orang merupakan Diploma dan Sarjana,yang kemudian disebutkan sebagai kalangan intelektual.

Data tersebut mencerminkan masih banyaknya rakyat Indonesia yang merupakan kalangan intelektual adalah pengangguran. Ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan data pertama, yakni jumlah penduduk miskin di negeri ini.

Kedua masalah tersebut, lebih khusus lagi masalah banyaknya pengangguran di negeri ini adalah dari kalangan intelektual mencerminkan masih banyaknya dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kualitas dari mereka merupakan salah satu faktor penyebab masalah itu bisa terjadi, di samping lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja atau job hunter yang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan memiliki dampak yang cukup atau bahkan sangat besar terhadap pembangunan bangsa.

 

D.Solusi Permasalahan : Kreativitas dan Kemandirian

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini, sebagai contoh masalah kemiskinan harus segera diselesaikan. Karena jika tidak segera diselesaikan, maka bisa berdampak kepada pembangunan bangsa dan ketahanan negara kita untuk menghadapi era globalisasi yang sudah semakin dekat.

Secara garis besar ada dua macam solusi yang kemudian akan dijelaskan kemudian, yakni Solusi Umum (Pendidikan), dan Solusi Khusus.

Pertama, Solusi Umum (Pendidikan)

Pendidikan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena aspek ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek lain dalam hal pembangunan sebuah bangsa. Karena dari aspek pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan memiliki daya saing atau ketahanan dalam persaingan, era globalisasi yang sudah semakin dekat.

1.Sistem pendidikan di Indonesia sebaiknya lebih diarahkan sejak dini. Sebagai perbandingan, negara maju seperti Amerika Serikat (USA) dan Inggris (UK), dimana sistem pendidikan mereka sudah dibuat dan diarahkan bagaimana agar generasi penerus bangsa mereka memiliki kompetensi yang bagus dan dapat bersaing, terkhusus untuk menghadapi era globalisasi.

Sejak bangku sekolah dasar, siswa-siswa diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Tidak seperti dengan negara kita yang memiliki sistem pendidikan yang mengharuskan siswa-siswa untuk menguasai belasan pelajaran dan ini diterapkan sampai jenjang sekolah menengah.

Sistem pendidikan kita �memaksa� siswa untuk menguasai semua pelajaran atau bidang studi. Sistem ini dirasa kurang dapat menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi cukup untuk menghadapi persaingan era globalisasi. Karena pada hakikatnya setiap orang memiliki kemampuan dasar yang berbeda-beda antara satu sama lain, dan memiliki kecenderungan tidak merata untuk semua jenis kemampuan, seperti kemampuan di bidang eksakta dan bidang sosial.

Sistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa diterapkan sejak dini (Sekolah Dasar) agar generasi muda bisa mengetahui sejak dini bakat dan kemampuannya, serta dapat mencetak generasi muda yang dapat bersaing di masa depan.

2.Adanya kurikulum kewirausahaan atau pelajaran kemandirian lainnya semenjak sekolah dasar. Ini berguna untuk melatih dan membiasakan generasi muda untuk berwirausaha dan mandiri sejak dini. Selain itu juga hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda.

Sudah mulai banyak sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang mengarahkan siswa-siswanya untuk bisa mandiri sejak kecil. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dan melihat data jumlah pengangguran di negeri ini cukup banyak, dikarenakan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pekerjaan yang ada. Ini juga bisa diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di negeri ini yang berakar salah satunya dari masalah kemiskinan tersebut.

 

Kedua, Solusi Khusus

Selain solusi umum yang berkenaan dengan sistem pendidikan di negara kita yang perlu dicermati kembali dan ditingkatkan, kepribadian masing-masing individu juga menjadi indikator penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Maksudnya adalah bagaimana tiap individu, terkhusus para mahasiswa memiliki kesadaran. Kesadaran dalam banyak hal. Di antaranya :

1.Kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran sangat penting untuk membangun dan memajukan bangsa ini.

2.Kesadaran bahwa kualitas individu adalah hal yang sangat penting, apalagi perkembangan dunia dari masa ke masa yang semakin pesat dan era globalisasi yang semakin dekat, yang �memaksa� tiap individu harus meningkatkan kualitas diri.

Sebagai analogi, masyarakat pada masa dahulu sekitar 20 tahun yang lalu, yang lulus menjadi sarjana akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat lain yang hanya bersekolah sampai di bangku sekolah menengah.

Analogi lain, sekitar 10 tahun yang lalu, memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah nilai tambah seorang pelamar pekerjaan. Mereka akan mendapatkan keistimewaan dalam pekerjaannya kelak. Namun sekarang memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat minimal yang harus dimiliki seseorang yang ingin melamar pekerjaan. Harus ada kelebihan lain yang dimiliki jika ingin bersaing di masa sekarang. Misalnya, kemampuan bahasa asing lainnya, kemampuan operasional komputer,dsb.

 

E.Kesimpulan

Ada berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita,bangsa Indonesia, khususnya dalam rangka pembangunan nasional dan menghadapi era globalisasi. Salah satu masalah tersebut adalah masalah kemiskinan yang memiliki keterkaitan dengan masalah lain yang dihadapi bangsa ini. Banyaknya pengangguran yang ada di negeri ini adalah salah satu faktor mengapa jumlah penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan cukup tinggi.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tersebut harus segera diselesaikan. Karena jika tidak, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembangunan bangsa dan kesiapan bangsa menghadapi persaingan atau era globalisasi.

Ada dua jenis solusi yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang cukup mendasar tersebut.

Pertama, Solusi Umum yang berkaitan dengan sistem pendidikan di bangsa ini. Sudah saatnya generasi penerus bangsa diarahkan sejak dini untuk memiliki kompetensi masing-masing, yang kemudian ini menjadi sangat penting untuk menjadikan generasi muda mampu untuk bersaing di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga dimasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan atau jenis kurikulum pendidikan lainnya yang terkait dengan kemandirian. Ini dapat menyelesaikan masalah kurang tersedianya lapangan kerja yang membuat jutaan rakyat di negeri ini menjadi pengangguran dan menjadi berdampak menjadi masalah kemiskinan.

Kedua, Solusi Khusus yang berkaitan dengan kepribadian, khususnya kesadaran tiap-tiap individu, seperti mahasiswa akan perkembangan zaman semakin lama semakin pesat dan menuntut setiap orang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapinya.

Akhir kata, dengan penjabaran yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas beserta solusi pemecahannya yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi bangsa ini berkaitan dengan pembangunan daya saing bangsa, khususnya dalam menghadapi era globalisasi, diharapkan bisa menjadi alternatif pemecahan dan penyelesaian bangsa ini.

————————————————————————————————————

*Tulisan ini mulai dibuat 3 jam sebelum deadline dan dikirim tepat 5 menit sebelum deadline*

**Tulisan repost,karena sebelumnya “ditarik” dari pasaran karena sesuatu dan lain hal..

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini | Tags: , , | 3 Comments

Tulisan Essay Saya

Bismillahirrohmanirrohiim..

Berikut ini adalah tulisan Essay yang saya kirimkan dalam rangka mengikuti lomba MITI Award 2010 seleksi tahap II wilayah Jawa Tengah-DIY (JaDIY).. Alhamdulillah saya lolos ke 5 besar seleksi tahap III.. Insya ALLOH hari Ahad seleksi tahap III nya.. *updated
Perjalanan kepenulisannya bisa dilihat di
sini..

 

Tema :

MAHASISWA DAN PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA INDONESIA

Judul :

“KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA”

oleh :
Rama Rizana
(Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik 2008,

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-UMY)
——————————————————————————————

A. Selintas Peran Mahasiswa Masa Dahulu dan Masa Kini

     1. Peran Mahasiswa Dahulu

a.Masa Sebelum Kemerdekaan

Mahasiswa pada masa ini merupakan salah satu ujung tombak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Di saat itu mereka berperan untuk melawan para penjajah di bidang pemikiran dan negosiasi, karena perlawanan menghadapi para penjajah ditempuh dengan dua jalan, yakni pertarungan fisik dan non-fisik (pemikiran).
Sebut saja nama Ir. Soekarno dan M. Hatta yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, di tengah keterbatasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Mereka menggunakan kesempatan belajar tersebut sebagai bekal untuk menghadapi perlawanan penjajah secara non-fisik.

b.Masa Setelah Kemerdekaan

Sukses meraih kemerdekaan bukan berarti perjuangan bangsa Indonesia berhenti. Mereka masih harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh.

Peran mahasiswa pada masa ini adalah sebagai perancang strategi pemikiran untuk menghadapi para penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang diperoleh.

Setelah kemerdekaan berhasil dipertahankan, peran mahasiswa berganti dari ujung tombak perlawanan penjajah secara non-fisik ke pengatur strategi pembangunan bangsa. Mulai dari membuat perangkat-perangkat penting kenegaraan hingga kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk membangun bangsa yang baru beberapa tahun mendapatkan kemerdekaan.

 

2.Peran Mahasiswa Kini

Dibandingkan dengan peran mahasiswa pada masa dahulu yang telah digambarkan singkat di atas, kembali terjadi perubahan peran. Ini tak lepas dari perbedaan kondisi yang terjadi di masa dahulu dan masa kini. Jika pada masa dahulu peran mahasiswa adalah sebagai motor penggerak pembangunan sebuah bangsa yang baru beberapa tahun merdeka, maka sekarang peran itu berganti menjadi salah satu pelaku pembangunan bangsa. Peran ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai masyarakat biasa atau objek pembangunan bangsa, namun juga turut terlibat aktif sebagai pelaku (subjek) pembangunan bangsa.

Mahasiswa pada masa kini memerankan peran yang sama pentingnya dengan peran mahasiswa pada masa dahulu. Namun karena kondisi yang sangat jauh berbeda, maka kualitas dan kontribusi mahasiswa dalam rangka pembangunan tersebut harus senantiasa ditingkatkan.

 

B.Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi nya United Nation Development Program (UNDP) memiliki agenda kegiatan untuk mengetahui keadaan suatu bangsa, khususnya dalam aspek pembangunan, yakni Human Development Report.
Setidaknya ada 7 hal yang menjadi tolok ukur perhitungan UNDP untuk mengetahui pengklasifikasian negara-negara yang menjadi anggota PBB. Ketujuh hal tersebut adalah Kehidupan Sosial (Social Progress), Perekonomian (Economics), Efisiensi (Efficiency), Keadilan (Equity), Partisipasi dan Kebebasan (Participation and Freedom), Ketahanan Negara (Sustainability) dan Keamanan (Human Security). Adapun ketujuh hal tersebut dijabarkan ke dalam 14 indikator penilaian tersebut. Keempat belas indikator tersebut adalah Human MovementInternational Emigrants by Area of ResidenceEducation and Employment of International Migrants in OECD (aged 15 years and above)Conflict and Insecurity Induced Movement, International Financial Flows, Selected Human Rights and Migration Related Conventions (by year of ratification), Human Development Index Trends, Human Development Index (and Its Components), Human and Income Poverty, Gender-Related Develpoment Index (and Its Components), Gender Empowement Measure (and Its Components), Demographic Trends, Economy and Inequality, Health and Education.

Dari tolok ukur tesebut, Indonesia menduduki peringkat 111 dari 182 negara yang dinilai oleh UNDP pada tahun 2009 dan termasuk kategori Medium Human Development.

Hal tersebut berarti Indonesia masih dalam kategori negara berkembang dan masih tertinggal di negara tetangga (ASEAN), yakni Singapura (posisi 23), Brunei Darussalam (30), Malaysia (66), Thailand (87) dan Filipina (105).

 

C.Kemiskinan, Salah Satu Permasalahan Bangsa

Pada masa kini, di saat pembangunan bangsa terus dilakukan ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang cukup mendasar adalah masalah kemiskinan.

Jumlah rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan menurut data BPS pada Maret 2009 adalah sebanyak 32.530.000 jiwa dengan 11.910.500 jiwa tinggal di kota dan 20.619.400 jiwa tinggal di desa. Ini berarti persentase jumlah rakyat miskin di negeri ini adalah kurang lebih 14% dari total penduduk Indonesia yang terakhir dicatat sejumlah 230 juta jiwa.

Masalah ini erat kaitannya dengan banyaknya pengangguran. Data BPS pada Februari 2009 mencatat sebanyak 9.258.964 orang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Dan dari jumlah itu 12% atau 1.113.020 orang merupakan Diploma dan Sarjana,yang kemudian disebutkan sebagai kalangan intelektual.

Data tersebut mencerminkan masih banyaknya rakyat Indonesia yang merupakan kalangan intelektual adalah pengangguran. Ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan data pertama, yakni jumlah penduduk miskin di negeri ini.

Kedua masalah tersebut, lebih khusus lagi masalah banyaknya pengangguran di negeri ini adalah dari kalangan intelektual mencerminkan masih banyaknya dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kualitas dari mereka merupakan salah satu faktor penyebab masalah itu bisa terjadi, di samping lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja atau job hunter yang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan memiliki dampak yang cukup atau bahkan sangat besar terhadap pembangunan bangsa.

 

D.Solusi Permasalahan : Kreativitas dan Kemandirian

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini, sebagai contoh masalah kemiskinan harus segera diselesaikan. Karena jika tidak segera diselesaikan, maka bisa berdampak kepada pembangunan bangsa dan ketahanan negara kita untuk menghadapi era globalisasi yang sudah semakin dekat.

Secara garis besar ada dua macam solusi yang kemudian akan dijelaskan kemudian, yakni Solusi Umum (Pendidikan), dan Solusi Khusus.

Pertama, Solusi Umum (Pendidikan)

Pendidikan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena aspek ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek lain dalam hal pembangunan sebuah bangsa. Karena dari aspek pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan memiliki daya saing atau ketahanan dalam persaingan, era globalisasi yang sudah semakin dekat.

  1. Sistem pendidikan di Indonesia sebaiknya lebih diarahkan sejak dini. Sebagai perbandingan, negara maju seperti Amerika Serikat (USA) dan Inggris (UK), dimana sistem pendidikan mereka sudah dibuat dan diarahkan bagaimana agar generasi penerus bangsa mereka memiliki kompetensi yang bagus dan dapat bersaing, terkhusus untuk menghadapi era globalisasi.
    Sejak bangku sekolah dasar, siswa-siswa diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Tidak seperti dengan negara kita yang memiliki sistem pendidikan yang mengharuskan siswa-siswa untuk menguasai belasan pelajaran dan ini diterapkan sampai jenjang sekolah menengah.

Sistem pendidikan kita “memaksa” siswa untuk menguasai semua pelajaran atau bidang studi. Sistem ini dirasa kurang dapat menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi cukup untuk menghadapi persaingan era globalisasi. Karena pada hakikatnya setiap orang memiliki kemampuan dasar yang berbeda-beda antara satu sama lain, dan memiliki kecenderungan tidak merata untuk semua jenis kemampuan, seperti kemampuan di bidang eksakta dan bidang sosial.

Sistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa diterapkan sejak dini (Sekolah Dasar) agar generasi muda bisa mengetahui sejak dini bakat dan kemampuannya, serta dapat mencetak generasi muda yang dapat bersaing di masa depan.

  1. Adanya kurikulum kewirausahaan atau pelajaran kemandirian lainnya semenjak sekolah dasar. Ini berguna untuk melatih dan membiasakan generasi muda untuk berwirausaha dan mandiri sejak dini. Selain itu juga hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda.

Sudah mulai banyak sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang mengarahkan siswa-siswanya untuk bisa mandiri sejak kecil. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dan melihat data jumlah pengangguran di negeri ini cukup banyak, dikarenakan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pekerjaan yang ada. Ini juga bisa diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di negeri ini yang berakar salah satunya dari masalah kemiskinan tersebut.

 

 

Kedua, Solusi Khusus

Selain solusi umum yang berkenaan dengan sistem pendidikan di negara kita yang perlu dicermati kembali dan ditingkatkan, kepribadian masing-masing individu juga menjadi indikator penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Maksudnya adalah bagaimana tiap individu, terkhusus para mahasiswa memiliki kesadaran. Kesadaran dalam banyak hal. Di antaranya :

  1. Kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran sangat penting untuk membangun dan memajukan bangsa ini.
  2. Kesadaran bahwa kualitas individu adalah hal yang sangat penting, apalagi perkembangan dunia dari masa ke masa yang semakin pesat dan era globalisasi yang semakin dekat, yang �memaksa� tiap individu harus meningkatkan kualitas diri.
    Sebagai analogi, masyarakat pada masa dahulu sekitar 20 tahun yang lalu, yang lulus menjadi sarjana akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat lain yang hanya bersekolah sampai di bangku sekolah menengah.

Analogi lain, sekitar 10 tahun yang lalu, memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah nilai tambah seorang pelamar pekerjaan. Mereka akan mendapatkan keistimewaan dalam pekerjaannya kelak. Namun sekarang memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat minimal yang harus dimiliki seseorang yang ingin melamar pekerjaan. Harus ada kelebihan lain yang dimiliki jika ingin bersaing di masa sekarang. Misalnya, kemampuan bahasa asing lainnya, kemampuan operasional komputer,dsb.

 

E.Kesimpulan
Ada berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita,bangsa Indonesia, khususnya dalam rangka pembangunan nasional dan menghadapi era globalisasi. Salah satu masalah tersebut adalah masalah kemiskinan yang memiliki keterkaitan dengan masalah lain yang dihadapi bangsa ini. Banyaknya pengangguran yang ada di negeri ini adalah salah satu faktor mengapa jumlah penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan cukup tinggi.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tersebut harus segera diselesaikan. Karena jika tidak, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembangunan bangsa dan kesiapan bangsa menghadapi persaingan atau era globalisasi.

Ada dua jenis solusi yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang cukup mendasar tersebut.

Pertama, Solusi Umum yang berkaitan dengan sistem pendidikan di bangsa ini. Sudah saatnya generasi penerus bangsa diarahkan sejak dini untuk memiliki kompetensi masing-masing, yang kemudian ini menjadi sangat penting untuk menjadikan generasi muda mampu untuk bersaing di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga dimasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan atau jenis kurikulum pendidikan lainnya yang terkait dengan kemandirian. Ini dapat menyelesaikan masalah kurang tersedianya lapangan kerja yang membuat jutaan rakyat di negeri ini menjadi pengangguran dan menjadi berdampak menjadi masalah kemiskinan.

Kedua, Solusi Khusus yang berkaitan dengan kepribadian, khususnya kesadaran tiap-tiap individu, seperti mahasiswa akan perkembangan zaman semakin lama semakin pesat dan menuntut setiap orang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapinya.

Akhir kata, dengan penjabaran yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas beserta solusi pemecahannya yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi bangsa ini berkaitan dengan pembangunan daya saing bangsa, khususnya dalam menghadapi era globalisasi, diharapkan bisa menjadi alternatif pemecahan dan penyelesaian bangsa ini.

 

————————————————————————————————————

*Tulisan ini mulai dibuat 3 jam sebelum deadline dan dikirim tepat 5 menit sebelum deadline*

 

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini, Sarjana, Studi | Tags: , | 63 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.