Posts Tagged With: catatan 19 tahun

Tidur di kantor polisi

Bismillaah.
Jadi singkat saja. Mulai siang ini saya menjadi salah tim surveyor untuk pembangunan jaringan jalan selatan Pulau Jawa. Saya kebagian di wilayah DIY, dari Karangnongko yang di dekat perbatasan Jawa Tengah-DIY hingga ujung timur DIY bagian selatan.
Nah,saya berpartner dengan mahasiswa D3 Geomatika UGM.
Sejak tau berpartner dengan yang belum dikenal sebelumnya dan diberikan tugas di daerah tidak pernah saya capai membuat saya dag dig dug. Apalagi harus membagi waktu. Lalu saya mencoba berpikir positif dan mengafirmasi diri (meminjam istilahnya mbak Imazahra).
Dan Alhamdulillaah sejauh ini baik-baik saja.
Tadi sempat mengendarai motor hingga Purworejo yang merupakan rekor terbaru setelah di Muktamar 1 Abad Muhammadiyah yang saya jadi wartawan mengendarai motor ke Bantul.
Trus lingkungan di sini cukup kondusif dan terkait tempat tinggal yang merupakan kesepakatan kami berdua untuk mencari meskipun sebenarnya bisa balik ke kos/kontrakan masing-masing. Dan akhirnya kami memilih untuk menumpang tidur di sebuah kantor polisi. Pengennya ke kantor polisi yang ada sel tahanan. Hahahaha.
Dan kerennya di sini TVnya pake TV kabel euy.


Pak polisinya baik-baik. Gak seserem ketika razia.

 
 
Purworejo, 07 Sya’ban 1433 H
 
Tulisan menjelang tidur setelah ngerjain scriptsweet dan untuk mengklarifikasi kalau-kalau ada yang ngira saya tidur di kantor polisi karena ditahan. Apa deh.
Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , | 12 Comments

“Jangan Biarkan Hasad Menodai Hatimu” – Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja (Bagian 1)

Bismillaah.

Pembahasan mengenai penyakit-penyakit hati adalah sangat penting, karena hati adalah raja dari amalan-amalan jawarih (tubuh), makanya banyak ayat-ayat Al-Quran dan hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam membahas hal ini.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat pada fisik maupun bentuk kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian.

(Hadits Riwayat Muslim no. 1987)

Jenis amalan hati lebih utama dibandingkan jenis amalan jawarih. Dengan hati yang lurus akan berdampak ke amalan tubuh.

 

Abu Bakr bin ‘Ayyaas berkata

مَا سَبَقَهُمْ أَبُو بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صَلاَةٍ وَلاَ صِيَامٍ وَلَكنْ بشَىْءٍ وَقَرَ في قَلْبِهِ

Tidaklah Abu Bakr mengungguli para sahabat yang lain dengan banyaknya sholat dan puasa akan tetapi karena sesuatu yang terpatri di hatinya

 

Di antara penyakit hati yang berbahaya adalah penyakit hasad.

Saking pentingnya membersihkan hati dari penyakit hasad, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallammenjamin salah seorang dari kaum Anshar masuk surga karena selalu membersihkan hatinya dari penyakit hasad.

 

Renungkanlah hadits berikut ini sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

 

كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ” يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ” فَطَلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، تَنْطِفُ لِحْيَتُهُ مِنْ وُضُوئِهِ، قَدْ تَعَلَّقَ نَعْلَيْهِ فِي يَدِهِ الشِّمَالِ، فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَ ذَلِكَ، فَطَلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ مِثْلَ الْمَرَّةِ الْأُولَى . فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الثَّالِثُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَ مَقَالَتِهِ أَيْضًا، فَطَلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ عَلَى مِثْلِ حَالِهِ الْأُولَى، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبِعَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فَقَالَ: إِنِّي لَاحَيْتُ أَبِي فَأَقْسَمْتُ أَنْ لَا أَدْخُلَ عَلَيْهِ ثَلَاثًا، فَإِنْ رَأَيْتَ أَنْ تُؤْوِيَنِي إِلَيْكَ حَتَّى تَمْضِيَ فَعَلْتَ ؟ قَالَ: نَعَمْ

“Kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliaupun berkata :

Akan muncul kepada kalian sekarang seorang penduduk surga“.

Maka munculah seseorang dari kaum Anshoor, jenggotnya masih basah terkena air wudhu, sambil menggantungkan kedua sendalnya di tangan kirinya.

Tatkala keesokan hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan perkataan yang sama, dan muncullah orang itu lagi dengan kondisi yang sama seperti kemarin. Tatkala keesokan harinya lagi (hari yang ketiga) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan perkataan yang sama dan muncul juga orang tersebut dengan kondisi yang sama pula.

Tatkala Nabi berdiri (pergi) maka Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Aash mengikuti orang tersebut lalu berkata kepadanya : “Aku bermasalah dengan ayahku dan aku bersumpah untuk tidak masuk ke rumahnya selama tiga hari. Jika menurutmu aku boleh menginap di rumahmu selama tiga hari?. Maka orang tersebut berkata, “Silahkan“.

 

Anas bin Malik melanjutkan tuturan kisahnya :

 وَكَانَ عَبْدُ اللهِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ بَاتَ مَعَهُ تِلْكَ اللَّيَالِي الثَّلَاثَ، فَلَمْ يَرَهُ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّهُ إِذَا تَعَارَّ وَتَقَلَّبَ عَلَى فِرَاشِهِ ذَكَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَبَّرَ، حَتَّى يَقُومَ لِصَلَاةِ الْفَجْرِ . قَالَ عَبْدُ اللهِ: غَيْرَ أَنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا، فَلَمَّا مَضَتِ الثَّلَاثُ لَيَالٍ وَكِدْتُ أَنْ أَحْقِرَ عَمَلَهُ، قُلْتُ: يَا عَبْدَ اللهِ إِنِّي لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَ أَبِي غَضَبٌ وَلَا هَجْرٌ ثَمَّ، وَلَكِنْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَكَ ثَلَاثَ مِرَارٍ: ” يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ” فَطَلَعْتَ أَنْتَ الثَّلَاثَ مِرَارٍ، فَأَرَدْتُ أَنْ آوِيَ إِلَيْكَ لِأَنْظُرَ مَا عَمَلُكَ، فَأَقْتَدِيَ بِهِ، فَلَمْ أَرَكَ تَعْمَلُ كَثِيرَ عَمَلٍ، فَمَا الَّذِي بَلَغَ بِكَ مَا قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ . قَالَ: فَلَمَّا وَلَّيْتُ دَعَانِي، فَقَالَ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ، غَيْرَ أَنِّي لَا أَجِدُ فِي نَفْسِي لِأَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ غِشًّا، وَلَا أَحْسُدُ أَحَدًا عَلَى خَيْرٍ أَعْطَاهُ اللهُ إِيَّاهُ . فَقَالَ عَبْدُ اللهِ هَذِهِ الَّتِي بَلَغَتْ بِكَ، وَهِيَ الَّتِي لَا نُطِيقُ

“Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aaash bercerita bahwasanya iapun menginap bersama orang tersebut selama tiga malam. Namun ia sama sekali tidak melihat orang tersebut mengerjakan sholat malam, hanya saja jika ia terjaga di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur maka iapun berdzikir kepada Allah dan bertakbir, hingga akhirnya ia bangun untuk sholat subuh.

Abdullah bertutur : “Hanya saja aku tidak pernah mendengarnya berucap kecuali kebaikan. Dan tatkala berlalu tiga hari –dan hampir saja aku meremehkan amalannya- maka akupun berkata kepadanya : Wahai hamba Allah (fulan), sesungguhnya tidak ada permasalahan antara aku dan ayahku, apalagi boikot. Akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sebanyak tiga kali  : Akan muncul sekarang kepada kalian seorang penduduk surga”, lantas engkaulah yang muncul, maka akupun ingin menginap bersamamu untuk melihat apa sih amalanmu untuk aku contohi, namun aku tidak melihatmu banyak beramal. Maka apakah yang telah menyampaikan engkau sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?”.

Orang itu berkata : “Tidak ada kecuali amalanku yang kau lihat“.

Abdullah bertutur : “Tatkala aku berpaling pergi maka iapun memanggilku dan berkata : Amalanku hanyalah yang engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan perasaan dengki (jengkel) dalam hatiku kepada seorang muslim pun dan aku tidak pernah hasad  kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya”.

Abdullah berkata, “Inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk surga-pen), dan inilah yang tidak kami mampui” (HR Ahmad 20/124 no 12697, dengan sanad yang shahih)

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata (yang artinya) :

Hasad merupakan penyakit jiwa, ia dapat menyerang siapa saja. Tidak ada yang bisa selamat dari hasad kecuali hanya sedikit orang…….

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الأُمَمِ قَبْلَكُمْ : الْحَسَدُ وْالْبَغْضَاءُ، وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثْْبِتُ ذَلِكَ لَكُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu, hasad dan permusuhan. Dan permusuhan adalah membotaki. Aku tidak mengatakan membotaki rambut, akan tetapi membotaki agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut?, tebarkanlah salam diantara kalian”

(Hadits Riwayat At-Thirmidzi 2/83 dan Ahmad 1/165,167, dan dihasankan oleh Al-Albani dalama Irwaaul Gholil 3/238)

 

Ya,penyakit hasad ini dapat mencukur. Bukan mencukur rambut, tapi dapat mencukur bahkan bisa membotaki agama. Karena seseorang yang terkena hasad akan menimbulkan kezhaliman/dosa yang lain.

Seperti kemaksiatan yang pertama kali terjadi di bumi ini disebabkan oleh hasad, yakni peristiwa pembunuhan Habil oleh saudaranya Qabil. Peristiwa ini karena hasadnya Qabil kepada Habil yang qurbannya diterima oleh ALLOH Ta’ala.

Pun begitu juga dengan dosa yang pertama kali terjadi di langit juga karena hasad. Ini dilakukan oleh iblis ketika iblis membangkang dari perintah ALLOH untuk sujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalaam.

 

Adapun model-model hasad,yakni.

1. Seseorang hasad kepada saudaranya agar kenikmatan yang ada di diri saudaranya hilang. Memang tidak perlu sampai kenikmatan yang dirasakan saudaranya itu pindah ke dirinya,tapi ia merasa puas apabila kenikmatan itu hilang dari diri saudaranya.

Contohnya adalah iblis yang hasad akan kenikmatan yang didapat oleh Nabi Adam ‘alaihissalaam. Iblis kemudian menjerumuskan Nabi Adam agar Nabi Adam diusir dari surga.

Contoh lainnya adalah yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang menginginkan kaum Muslimin kembali kekufuran.

 

2. Seseorang yang hasad kepada saudaranya dan menginginkan kenikmatan yang dirasakan oleh saudaranya pindah ke dirinya.

 

3. Dia tidak menginginkan kenikamatan saudaranya pindah ke dirinya, tetapi dia juga tidak ingin orang lain tidak mendapatkan kenikmatan tersebut. Jadi ia ingin saudaranya sama-sama menderita dengannya.

 

4. Hasad yang menimpa orang-orang yang shalih, yang mereka tidak menampakkan perasaan hasadnya,tetapi ia tidak membela saudaranya di saat saudaranya dijatuhkan.

Ketika ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha- dituduh dan difitnah berzina, Zainab rodhiyallohu ‘anha membela ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha-. Padahal sebenarnya Zainab rodhiyallohu ‘anha mempunyai kesempatan untuk “menjatuhkan” ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha-,karena seperti perkataan ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha- :

 “Zainab binti Jahsyi  -rodhiyallohu ‘anha- yang selalu menyaingiku di dalam kedudukannya di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pernah aku melihat wanita seperti Zainab -rodhiyallohu ‘anha- dalam hal kebaikan agamanya, ketaqwaannya kepada Allah, kejujurannya, silaturrahimnya, dan banyaknya shadaqahnya.” (Al-Isti’ab, 4:1851)

 

5. Seseorang yang tatkala mendapatkan dalam dirinya rasa hasad maka ia berusaha menghilangkannya dengan cara berbuat baik kepada saudaranya yang ia hasadi, ia mendoakannya, ia menyebarkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaannya, hingga akhirnya ia mengganti hasadnya dengan mencintai saudaranya. Ini termasuk derajat keimanan yang tertinggi. Pelakunya adalah seorang yang imannya sempurna, yang menghendaki bagi saudaranya apa yang ia suka untuk dirinya sendiri. (Lihat Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam hal 328)

 

InsyaaALLOH berlanjut.

 

Usroh Umar bin Khattab, UniRes UMY gedung U, 20 Rajab 1433 H

 

Referensi :

1.  http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/106-pentingnya-amalan-hati

2.http://firanda.com/index.php/artikel/34-penyakit-hati/275-bersihkan-hati-anda-dari-noda-hasad

Jazaakalloh khoiron untuk Mas Iib atas koreksiannya.

Categories: Belajar Ilmu Agama | Tags: , , , , , , | 8 Comments

MU vs City : This is what I call as one of great change in my life

Bismillaah.

that’s I call as a great change in my life.

dulu ketika masih zaman SMA kalau MU kalah,perasaan itu rasanya remuk redam,apalagi setelah diketawain sama teman-teman satu kelas yang

tapi skarang,

after undergoing some steps, kalau MU kalah ya rasanya biasa aja. ngapain emosian lagian toh sepakbola hanya sebuah olahraga dan hiburan. kalau tim yang kita dukung menang ya senangnya biasa aja. kalau kalah pun ya biasa aja. gak usah sampai emosian apalagi sampe mengumpat kata2 kotor. 😉

and yang terpenting juga,di sinilah konsep Al Wala’ Wal Bara’.

 

*itulah salah satu status FB saya barusan*

 

Ya,olahraga sepakbola adalah (salah satu) olahraga yang paling banyak penggemarnya di dunia,khususnya di Indonesia. Meskipun yang bertanding dan didukungnya adalah bukan tim yang berasal dari negara asalnya,kalau udah kadung fans ya semuanya dilakukan.

Saya lupa apa istilah di dunia Psikologi yang tepat untuk mengekspresikan hal tersebut.

Hal ini,-yakni perasaan cinta yang berlebihan bahkan sudah melebihi batas,khususnya dalam hal ini adalah cinta kepada sebuah tim sepakbola- pernah saya alami. Ya ketika masih sekolah,terakhir di SMA.

Ya di SMA dahulu,tepatnya di kelas saya tercinta ada sebuah televisi antik yang setiap pagi pasti kami ber19 pantengin sebelum sekolah dimulai. Biasanya jam 6 kurang sudah mulai berdatangan satu per satu personel kelas TITANIC (Tempat Ini Tempatnya ANak-anak uNIC),begitulah salah satu nama yang kami berikan untuk kelas kami tersebut.

Yang ditonton apalagi kalau bukan tayangan berita,lebih spesifik lagi adalah tayangan berita olahraga. Di LensaOlahraga nya ANTV, dan Sport7 nya TV7 (Trans7) ketika itu.

Yang datang pertama kali pun juga adalah orang yang sangat menggandrungi tayangan sepakbola. Dan yang lebih membuat semakin bersemarak adalah tim yang didukung oleh mereka berbeda.

Ada yang dukung Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham dan ada yang dukung Manchester United.

Yang paling heboh itu ketika hari Senin,ya hari pertama sekolah dan hari setelah hampir semua pertandingan bola,khususnya Liga Inggris dihelat.

Pasti terbayang betapa hebohnya suasana kelas ketika menonton dan menyaksikan berita seputar pertandingan Liga Inggris tersebut.

Dan kehebohan itu pastinya seputar kebahagiaan bagi yang tim dukungannya menang dan kesabaran berlipat-lipat yang harus dimiliki oleh orang yang tim dukungannya kalah karena ejekan yang lainnya.

 

Saya ingat betul ketika dulu MU -tim yang saya dukung- kalah dan di pertandingan lain, Chelsea -misalnya- menang,apalagi menang lawan MU,pasti tuh saya dicemooh seantero kelas.

Dan langsung mood seharian itu lumayan anjlok.

Sebaliknya,kalau MU menang,apalagi lawan Chelsea gantian dah tuh saya menertawakan yang mendukung Chelsea.

Itulah rutinitas yang saya jalani hampir selama 2 tahun di SMA.

Dan kini setelah hampir menjalani 4 tahun di perkuliahan dan terlebih lagi hampir 4 tahun tinggal di asrama yang pastinya lebih terasa lagi atmosfirnya,terutama kalau urusannya tentang sepakbola.

Barusan ketika Manchester City dalam keadaan tertinggal dari Queen Park Rangers (QPR) 1-2 dan di pertandingan lain Manchester United menang 1-0 atas Sunderland saya masih tetap senang dan bahagia,tapi sekadarnya saja.

Dan ketika dalam waktu 4 menit City bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 yang artinya adalah MU gagal merengkuh gelar juara liga Inggris tahun ini,saya tetap kecewa. Tapi rasa kecewa itu tidak sepedih ketika di SMA dahulu.

Ketika tadi juga,beberapa adek saya di asrama dengan puas menertawakan saya karena kekalahan MU,saya tetap bisa menyikapinya dengan bijak dan legowo.

Saya pikir toh pertandingan bola ya hanya sebuah pertandingan dan hiburan. Kalah menang adalah hal yang biasa.

Yang menjadi tidak biasa dan bahkan bisa berbahaya di kala pertandingan bola itu ibarat candu,apalagi kalau sampai tim yang kita dukung kalah kemudian membuat kita frustasi.

Duh gak banget deh. 

Agak gak nyambung sih kalimat terakhirnya.

Tak apelah,

Namanya juga berusaha untuk kembali menulis di MP meski akhir-akhir ini MP sering error dan semakin kencang berhembus isu MP akan berubah,bahkan bisa kayak Friendster.

 
 
 

Kamar tercinta, 22 Jumadil Akhir 1433 H

MU lovers yang akhir-akhir ini lagi ngedate  

dengan Tugas Akhir dan Penelitian tercinta. 
Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , , , , | 9 Comments

(Diskusi) jadi maksudnya BBM bersubsidi itu apa yaa??

Bismillaahirrohmanirrohiim.
Jadi langsung saja. Akhir-akhir ini saya lama tertegun memikirkan sesuatu hal yang sebenarnya tidak begitu penting bagi saya -untuk saat ini*-,yakni tentang huru hara kenaikan harga BBM.
Saya tidak membahas mengenai kelayakan kenaikan harga BBM atau dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia,ya karena itu bukan bidang keilmuan saya.
Tapi ini tentang mengenai :

Sebenarnya maksud dari BBM yang bersubsidi itu apa yaaa??
 
No,saya juga tau kalau subsidi itu artinya ya dibantu atau diberi bantuan dari pemerintah agar harganya jadi lebih murah.
Tapi kan sebagaimana kita tau dan tentunya dari yang kita liat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) ada beberapa jenis bahan bakar yang dijual.
Ada bensin, solar, pertamax dan pertamax plus.
Mungkin dari yang saya duga -hipotesis awal

– dan juga dugaan/pemikiran sebagian masyarakat adalah ya subsidi itu karena harga Bensin lebih murah dibandingkan Pertamax atau pertamax plus.
 
Nah,saya jadi teringat pelajaran SMA –yang sangat amat saya cintai

– tentang hidrokarbon.
Yang pernah diterangkan oleh guru kimia saya,bedanya bensin,pertamax dan pertamax plus itu adalah dari bilangan oktannya,yakni angka yang menunjukkan besarnya kandungan iso-oktan di suatu bahan bakar.
Saya kutipkan penjelasan yang ada di WIKIPEDIA.
Octane rating or octane number is a standard measure of the performance of a motor or aviation fuel. The higher the octane number, the more compression the fuel can withstand before detonating. In broad terms, fuels with a higher octane rating are used in high-compression engines that generally have higher performance. In contrast, fuels with low octane numbers (but high cetane numbers) are ideal for diesel engines. Use of gasolines with low octane numbers may lead to the problem of engine knocking.
 
dan di sana juga tertera bilangan oktan dari berbagai jenis bahan bakar yang ada di berbagai negara.
di tulisan lain yang saya temui lewat mesin pencari GOOGLE dengan kata kunci, bedanya premium dan pertamax
Pertamax memiliki bilangan oktan 92,trus pertamax plus nilai oktannya 95.
 
Nah,jadi sebenarnya tidak ada bahan bakar bersubsidi toh?
karena kan ada harga ada rupa.
Atau saya yang keliru dalam memahami hal ini yaa?Monggo berdiskusi.

*sedikit (atau banyak) teralihkan isu dari bidang yang saya ambil untuk TUgas Akhir*
 
 
WarNet biasa, 08 Jumadil Awal 1433 H
 
*maksudnya adalah,saya -seharusnya- lagi konsentrasi di Tugas Akhir saya tentang bahan perkerasan jalan,makanya isu BBM tidak begitu penting bagi saya untuk saat ini.
Categories: Opini | Tags: , , , , | 4 Comments

Catatan Safari Dakwah Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq, 15 Februari 2012 : Haqiqotul Iman – 1

Bismillaahirrohmanirrohiim.

 

Di awal rangkaian safari da’wah Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq di Masjid Kampus UGM (sebeluimnya pada pagi hari di Masjid Pondok Pesantren Bin Baz), moderator yakni Ustadz Afifi Abdul Wadud memberikan beberapa taujih atau nasehat :

Berjumpa dengan ulama adalah sebuah nikmah dan keberadaan ulama adalah benteng dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di umat”

Catatlah ilmu dengan tulisan, karena ilmu itu seperti barang buruan dan mengikatnya dengan mencatatnya.

 

Tak berapa lama setelah sholat ‘Isya ditunaikan,acara inti pun dimulai. Penerjemah pada kajian tersebut adalah Ustadz Arif yang merupakan Mudir Ma’had Bin Baz.

Adapun Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq yang bernama lengkap Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin â��Utsman Al Abbad Alu Badr adalah guru besar bidang ‘Aqidah di Universitas Islam Madinah.

lebih lanjut mengenai beliau bisa dibaca di sini

 

——————————————————————

 

Iman.

Iman itu adalah setinggi-tingginya tujuan, seagung-agungnya apa yang dicita-citakan.

Iman dengannya kita ini diciptakan dan dengannya kita akan memperoleh kebahagiaan dan surga, selamat dari siksaan-NYA dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Hilangnya keimanan, berarti hilanglah semuanya.

Seseorang apabila tidak menegakkan iman, ia tidak akan mendapatkan keamanan, kebahagiaan dan cita-citanya.

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Quran Surat Al-An’am ayat 82)

 

Buah dari keimanan dan pengaruhnya tidak bisa dihitung. Seluruh kebaikan di dunia dan akhirat adalah buah dan hasil dari keimanan. Setiap musibah,tidaklah bisa dihilangkan dan sirna, melainkan itu merupakan buah keimanan.

 

Seorang mukmin cukuplah baginya jika menuntut kebaik-kebaikan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, baik di saat sehat maupun sakit, baik ketika safar (melakukan perjalanan) ataupun muqim (tinggal), mukmin selalu mencari dan dalam kebaikan-kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya” (Hadits Riwayat Muslim)

 

Pada dasarnya mukmin itu diuji,baik dengan kelapangan dan terkadang kemiskinan. Yang perlu diketahui, tatkala ALLOH memberi kelapangan kepada seseorang,bukan berarti (belum tentu) menjadi dalil/pertanda ALLOH ridho. Sebaliknya, jika ALLOH memberi kesempitan bukan berarti ALLOH murka kepadanya.

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Robb-ku telah memuliakanku”. Adapun bila Robb-nya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (Quran Surat Al-Fajr ayat 15-16)

 

Jika ada dua orang, yang satu apabila ia berkecukupan ia ridho/bersyukur. Dan seorang lainnya apabila kurang,ia bersabar. Manakah yang lebih utama?

Ibnul Qayyim bertanya kepada gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengenai perkara itu. Jawaban Syaikhul Islam, “Yang paling bertaqwa di antara keduanya.”

Lalu,Ibnul Qayyim bertanya lagi, “Jika sama, siapa?”

Syaikhul Islam menjawab, “Kedua-duanya sama dalam hal pahala.”

 

Seorang mukmin selalu dalam kebaikan, baik tatkala lapang/senang maupun tatkala sempit/susah. Tapi bila ia mendapatkan kelapangan/kesenangan ia tidak bersyukur serta jika sedih tidak bersabar, maka ia memperoleh kerugian pada masing-masing keadaannya.

 

Cukuplah bagi seorang mukmin dengan keutamaan, memperoleh keutamaan, memperoleh sebaik-baik perhiasan, seindah-indah pakaian,yakni keimanan, yang diberikan oleh ALLOH Ta’ala kepada orang beriman.

 

ALLOH Ta’ala menghiaskan keimanan pada hati kalian dan ALLOH menanamkan kebencian terhadap kekufuran.

 

Hakikat perhiasaan itu ada pada keimanan.

 

———————————-

 

InsyaaALLOH akan dilanjutkan.

 

 

Al faqiir,

Lantai Dasar UniRes UMY gedung U, 01 Rabi’ul Akhir 1433 H

 

 

 

referensi :

1. Untuk copy paste ayat Quran beserta arti

2. Tulisan Ustadz Ari Wahyudi tentang Menakjubkannya Seorang Mukmin

3. Catatan kajian Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq tentang Hadits-Hadits Seputar Keimanan

Categories: 'Aqidah, Belajar Ilmu Agama, Catatan | Tags: , , , , , | 1 Comment

(Catatan Akhir Masa) Hari Terakhir…

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Masih cukup membekas ketika awal-awal menginjakkan kaki di kampus Matahari Terbit ini.

Ngurusin berkas-berkas pendaftaran Computer Based Test (CBT), melengkapi persyaratan, mengerjakan 100 soal CBT hingga ada pengumuman dan kini tanpa terasa sudah 7 semester saya menimba ilmu di sini.

Ya,hari ini, Sabtu, 07 Januari 2012 atau 12 Safar 1433 H adalah hari terakhir perkuliahan. Ya hari terakhir saya menghadiri perkuliahan mata kuliah teori.

Ya seharusnya jika berjalan dengan lancar sesuai perencanaan perkuliahan yang telah saya susun sejak awal kuliah dan dimantapkan setelah diskusi dengan beberapa dosen dan senior semester 7 adalah semester terakhir bagi saya mengambil mata kuliah teori.

Ketinggalan 1 semester memang jika dibandingkan rekan-rekan se-angkatan di Fakultas ISIPol,Hukum atau Ekonomi yang sudah beres mata kuliah teori di semester 6. Ya,wajar saja,soalnya di Teknik Sipil lebih banyak SKS nya,bahkan menurut pengamatan dan pencermatan saya Teknik Sipil adalah salah satu program studi terbanyak SKSnya di UMY,yakni sebesar 152 SKS.

 

Di hari terakhir ini hanya ada satu mata kuliah yang mengadakan kelas. Kelas presentasi Perencanaan Transportasi. Yang berarti mata kuliah PT ini adalah mata kuliah penutup.

Kelas beberapa mata kuliah sudah berakhir di minggu sebelumnya atau di awal-awal minggu ini.

Jika boleh mengintrospeksi dan mengevaluasi diri usaha dan semangat saya di perkuliahan ini sangat tidak maksimal. Saya perkirakan hanya 30%.

Salah satu buktinya adalah petikan dialog saya dengan salah seorang dosen yang cukup menghujam jantung saya *lebay*

Saya (S) : “Pak,nanti siang masuk kuliah ………?

Dosen (D) : “iya,kenapa. mau bolos lagi yaa? hhehe,ups.”

S : *terdiam sejenak,eh lumayan lama* “yaahh,Pak. saya gak bolos kok.

Dosen saja sampai bisa mengambil kesimpulan saya sering bolos kuliah.

*mesem-mesem sambil menutup muka *

 

Ahh,tak terasa memang waktu itu cepat sekali berlalu.

Teringat ketika awal perkuliahan,ketika itu di hari pertama kuliah dosennya gak datang akhirnya salah seorang dosen lainnya inisiatif untuk masuk dan menjelaskan tentang Perkuliahan di Teknik Sipil.

Penjelasan beliau sampai sekarang masih saya ingat dan catat.

Dan selalu saya sampaikan kembali khususnya ketika menjelaskan tentang bagaimana kuliah di Teknik Sipil ke residen asrama ketika KulTuM.

 

Ahh,saya akui saya merupakan tipe yang gampang merindu.

Merindukan masa-masa.

 

Pasti suatu saat akan terkenang saat-saat…..

…..datang pagi-pagi menunggu dosen. -yang ini sering saya lakukan di semester awal kuliah-

…..berdiskusi dan bercanda gurih dan seringkali garing sembari menunggu waktu kuliah dimulai.

…..bangun kesiangan dan tergesa-gesa ke kampus.

…..mimpi masuk kuliah terlambat,tapi rupanya memang cuma mimpi dan datang kuliah tepat waktu.

…..dimarahin atau disindir ketika telat masuk kuliah,ntah itu oleh dosen atau teman-teman.

…..masih banyak lagi kenangan yang pasti akan saya kenang

 

entah di manapun atau bekerja sebagai apapun saya nanti setelah lulus.

entah ketika diberikan rizqi dan umur untuk studi lanjut atau mengabdi di salah satu profesi atau bekerja nanti.

 

Saluran air mata,mohon tahan debit aliran produksi air matamu sampai di malam-malam nan panjang di sepertiga terakhir.

Yaa Robbi,

 

ahhh,sepertinya sangat sulit untuk melaksanakan keinginan untuk sit-in di kelas-kelas perkuliahan meski tidak lagi mengambil mata kuliah teori tersebut.

dan ini terbukti ketika semester 6 yang sudah lewat.

 

 

seterusnya fokus dan berusaha sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menuntaskan Ujian Akhir Semester terakhir (semoga,aamiin) di perkuliahan S1.

dan selanjutnya/sembari menuntaskan penghabisan masa-masa studi S1 + “hal-hal yang tertunda”

 

 

 

Kamar tercinta di tempat yang juga pasti akan saya kenang, 13 Safar 1433 H

Categories: Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Dan satu tahun itupun telah berakhir…

Assalaamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Bismillaahirrohmanirrohiim.

1 tahun itu bukanlah waktu yang lama tapi juga bukanlah waktu yang sebentar.

Semua itu tergantung bagaimana kita memaknai dan menjalaninya.

 

1 tahun itu telah berakhir.

1 tahun masanya usaha dan perjuangan dalam rangka menjalani amanah yang telah diberikan.

 

1 tahun itu telah berakhir.

Ada banyak cerita indah yang terukir dalam waktu 1 tahun itu,namun juga pernah ada cerita sedih atau kurang mengenakkan yang menjadi bumbu-bumbu kisah perjalanan kita di sini, di keluarga ini.

 

1 tahun itu pun berakhir seiring dengan ketukan palu berakhirnya sesi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban di hadapan hadirin peserta Musyawarah Tahunan Anggota (MusTAng) UKM KPM UMY.

Alhamdulillaah ada banyak saran dan kritik ketika sesi itu.

 

Tapi, bukan itu yang terpenting.

Saran dan kritik itu adalah salah satu pemicu semangat.

Dan yang terpenting adalah tindak lanjut dari saran dan kritik itu.

Apakah menjadi media refleksi untuk ke depannya atau hanya menjadi pelengkap ketika sidang penyampaian LPJ?

 

Ya,1 tahun itu akhirnya berakhir.

 

Amanah yang cukup berat ini mungkin sudah berakhir.

Amanah sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan yang merupakan jantungnya sebuah perguruan tinggi, dikarenakan semua perguruan tinggi memiliki amanah yang tertuang di dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yakni PendidikanPenelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Coba simak urutan tersebut.

 

Ya,benar. Penelitian terletak di urutan kedua.

Tapi bukan sekadar itu yang ingin saya bahas.

Urutan kedua itu memiliki banyak penjelasan/tafsiran.

Dua itu adalah setelah satu dan sebelum tiga.

Dua itu berada di posisi sentral.

Yang berarti urutan dua itu adalah follow-up dari urutan pertama dan hal yang sangat penting untuk menapaki atau menjalani urutan ketiga.

 

Bukankah begitu?

Pendidikan itu baru terasa maknanya ketika ada penelitian yang merupakan implementasinya.

Penelitian itu juga baru terasa manfaatnya,ketika diimplementasikan dan diaplikasikan di kehidupan bermasyarakat melalui Community Empowerment atau Pengabdian Masyarakat.

 

Ah,amanah itu memang berakhir.

Tapi, amanah yang berakhir adalah amanah menjadi pengurus di organisasi sentral ini.

Ada amanah lain yang menunggu untuk kita eksekusi.

Seperti, amanah baru di organisasi lain yang saudara-saudaraku ikuti.

 

Dan juga, amanah untuk mengemban poin kedua Tridharma Perguruan Tinggi itu masih tetap dan terus kita emban selama kita menjadi bagian dari civitas akademika perguruan tinggi, khususnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 

Sepertinya dan keliatannya kata-kata yang coba saya rangkai di atas begitu sangat normatif dan formal.

Tapi,memang begitulah saya apa adanya.

Dan mungkin itulah yang saudara-saudaraku rasakan selama 1 tahun kita bahu membahu berjuang bersama di organisasi yang juga menjadi keluarga baru kita ini.

 

Sikap yang selalu serius, meski sesekali saya coba untuk bercanda.

Entah itu candaan mengenai salah satu dari kita sampai dengan candaan yang masih terekam jelas di benak kita.

Candaan mengenai kejadian lucu yang rasanya sulit terlupakan di kepengurusan ini.

Candaan mengenai “jam pukul”. =))

 

Sudahlah,tidak usah membahas itu.

*trus tadi bahas apa yaa? :d

 

 

Balik lagi ke yang sebelumnya.

Begitulah saya,seorang mahasiswa yang diberikan amanah untuk memimpin roda organisasi ini selama satu tahun ke belakang.

Seorang pemimpin yang mungkin sulit untuk memerintah, karena bukan tipe saya menjadi pemimpin yang otoriter.

Atau seorang pemimpin yang sulit untuk memulai keakraban.

Atau kekurangan lain seperti saya memang bukan seorang pujangga layaknya pemimpin organisasi ini sebelum saya.

Atau mungkin pemimpin yang humoris seperti kedua wakil saya atau pemimpin 2 periode sebelum saya.

 

dan mungkin banyak sekali kekurangan saya selama memimpin dan mengayomi saudara-saudaraku semua selama 1 tahun yang telah lewat.

 

Semuanya kini telah berakhir,

Ikatan amanah dan komando itu sudah terputus,tapi harapan saya saudara-saudaraku semua pengurus UKM KPM UMY periode 2010-2011 masih berkenan untuk membantu untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dan juga agar bisa membawa kampus kita ke arah yang lebih baik,khususnya di bidang akademik dan lebih khusus lagi di bagian penelitian.

Sudah cukup sering kita mendengar gegap gempita prestasi kampus kita di bidang non-akademik.

Juara Paduan Suara Mahasiswa di tingkat nasional, atau juara debat bahasa Inggris dan bahasa Arab, atau juara berbagai kejuaraan olahraga,seperti sepakbola,karate,basket dan masih banyak lagi torehan prestasi kampus kita tercinta ini di bidang non-akademik.

 

Sedangkan di bidang akademik? Semoga terus semakin meningkat dan lebih baik lagi serta bisa memberikan manfaat ke lingkungan sekitar.

 

 

Terakhir, seperti di SMS saya tadi malam.

Terima kasih,

Jazaakumulloh khoiron atas bantuan & kerjasama saudara2ku semua di 1 tahun periode kepengurusan ini.

 

Maaf,

Maaf atas segala khilaf & salah saya,

Maaf atas segala perbuatan & perkataan saya,

Maaf atas kekurangan saya ketika menjadi pemimpin UKM KPM UMY periode 2010-2011.

Maaf untuk semuanya.

 

Tolong,

Meski kita tak lagi dipersatukan dalam ikatan kepengurusan, tetap saya minta ketulusan & kerelaan hati saudara2ku semua untuk tetap membantu saya selama beberapa bulan ke depa.

Saya tidak akan bisa bekerja sendirian.

&juga saya minta kemurahan hati saudara2ku semua untuk memberikan saran & kritik kepada saya, khususnya selama kita beribadah bersama selama 1 tahun ke belakang.

 

Ya,tiada kata lagi yang dapat saya ucapkan selain TERIMA KASIH, MAAF dan TOLONG untuk saudara-saudaraku semua.

 

 

From the deepest of my heart.

 

Jazaakalloh khoiron wa baarokalloh fiyk kepada Bapak Drs. H. Said Tuhuleley selaku pembina UKM KPM UMY yang telah memberikan banyak nasehat dan bimbingan, khususnya selama satu tahun ini. Dan juga jazaakumalloh khoiron wa baarokalloh fiykuma kepada Bapak Husni Amriyanto dan Bapak Sri Atmaja P. Rosyidi selaku Wakil Rektor III yang banyak memberikan masukan, nasehat dan bantuannya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Indra Tamsyah dan Khairul Muna yang telah menemani gerak langkah saya dan menguatkan saya dalam kapasitas antum sebagai wakil ketua.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Hevea Nursery dan Khadrotun Nikmah yang telah membantu saya dalam hal pengaturan administrasi dan bagian kesekretariatan lainnya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Siti Khadijah yang telah membantu saya dalam hal pengaturan keuangan dan bagian kebendaharaan lainnya.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Anisa Prastika Masyitoh dan Hermanto yang telah membantu saya untuk mengkoordinatori Departemen Pelatihan dan Penelitian yang mengurusi bagian penelitian dan juga pengkaderan selama satu tahun ini.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada Irmachul Muna dan Muhammad Aslim yang telah membantu saya untuk mengkoordinatori Departemen Media, Informasi dan Humas yang mengurusi Media dan Jaringan selama satu tahun ini.

Jazaakumulloh khoiron wa baarokalloh fiykum,terima kasih banyak kepada semua saudara-saudaraku pengurus UKM KPM UMY periode 2010-2011, yakni Hasran, Lukmanul Hakim, Ahmad Rizqi, Firma Andriani, Maryam Amrina Rosyada, Hakas Prayuda, Noor Wakhid Faidzin, Miftahuddin, Risky Fauziah, Muhammad Romadoni, Solihin G., Wahana Citra, Azka Nahru Fazanu, Ahmad Ramadhan, Fachriy N. Akas, Ibnu Sapta, Ambar Swastiningrum, Ika Ernawati, Afriza Marianti, Yudha Seftian Pratama, Rakhmad Hamdani dan Tri Walyadi atas bantuan dan kerjasamanya yang sungguh luar biasa.

 

Semoga ALLOH memberikan kebaikan kepada saudara-saudaraku semua dan semoga ALLOH memberikan barokah kepadamu.

 

Dan tak lupa jazaakumulloh khoiron kepada seluruh anggota 2010 UKM KPM UMY, seperti Ririn Afrian, Jannatul LM, Sugiyanto, Hidayat Arif Subakti, Said Hamzali, Ghufran Jauhar, Singgih Wijayanto, Indra Rio Saputro, Ahmad Afief Amrullah, Handoko, Adam Kurnia, Vierdy Septa Ardika, Tria Wulandari Oktaviana, Asrevo Lusiana, Lelly Oktiani Putri, Etamila, Id’zul Itasani KY, Oky Listyaningrum, Sherly Devianty, Yulta Ridho, Antika Nurunni’mah, Yazid Albas Tomi, Chandra Kurniawan Sirwan Yazid, Muhammad Arif Banjaran Sari, Fiqih S. Mamanto, Dini Mardhiani, Nur Afriyani dan masih banyak lagi anggota 2010 yang sudah mendaftar dan telah menjalani atau sempat mengikuti fase organisasi ini selama satu tahun terakhir.

 

Dan juga jazaakumulloh khoiron kepada seluruh senior dan alumni KPM dan juga untuk semua pihak -yang sepertinya begitu panjang jika dituliskan satu per satu- yang telah membantu serta bekerjasama dengan UKM KPM UMY baik secara langsung maupun tidak langsung selama satu tahun ini.

 

Bantuan segenap pihak, khususnya civitas akademika UMY dan rekan-rekan di ILP2MI tetap sangat kami harapkan ke depannya.

Terkhusus dalam rangka mempersiapkan dan menghadapi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2012 yang akan dihelat di kampus Matahari Terbit, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Selamat berjuang di medan perjuangan yang baru, lahan beribadah dengan tantangan yang baru dan berbeda, terkhusus kepada dua koordinator saya yang kini menjadi ketua HMJ, yakni Anisa Prastika Masyitoh sebagai Ketua HiMIKa (Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan) dan Muhammad Aslim sebagai Ketua HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) periode 2011-2012.

 

 

Sebuah catatan yang sudah cukup lama ingin dituliskan, tapi apa daya baru setelah MusTAng KPM baru bisa ditulis.

 

 

Wassalaamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

 

Best regards,

 

 

Rama Rizana

-Ketua UKM KPM UMY periode 2010-2011-

UKM KPM UMY = Unit Kegiatan Mahasiswa-Kelompok Penelitian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

*jika ada yang ingin memberikan saran dan kritik -yang bersifat membangun- dipersilahkan dengan senang hati 🙂 ^^-

Categories: Organisasi, Sarjana, Studi | Tags: , , , , , , , | 10 Comments

(Catatan ke Semarang – III) Dan Alhamdulillaah tinta emas itu tertulis lagi….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Ternyata menulis itu tidak sekadar perkara ILMU, tapi juga perkara PASSION.

Kalau mood memang lancar bener.

Ini masih tulisan seputar perjalanan saya ke Semarang beberapa minggu yang lalu.

Setelah di tulisan terakhir berisi tentang cerita saya nyaris nyasar di kota lumpia itu,maka ini langsung ke intinya saja.

Sebelumnya biasa,prolog dulu.

Setelah tiba di kos masnya,saya letakkan barang-barang saya,ehem,sebenarnya cuma 1 ransel saja.

Trus sholat jama’ Maghrib dan ‘Isya.

Dan setelah itu langsung meminta tolong masnya mengantar ke WarNet terdekat.

Sesampainya di WarNet masnya izin.

Tujuan utama di WarNet itu adalah membuat presentasi untuk keesokan paginya.

Sekadar gambaran mengenai presentasi yang saya buat malam itu adalah seputar “Sikap Mahasiswa Muslim dalam Menghadapi Carut Marut Hukum di Indonesia” yang merupakan tema dari lomba esai Islami JaTeng-DIY yang ditaja oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang itu.

Dan ALhamdulillaah saya menjadi salah satu finalis.

Sempat kaget karena memang mengikuti lomba ini adalah suatu keisengan saya.

*saksi hidupnya adek-adek Usroh Umar bin Khattab yang menemani saya begadang membuat esai ini sambil nunggu salah satu adek yang lainnya pulang dari Tegal.

Lanjut,

bayangan dan rencana untuk presentasi saya memang simpel. Tidak ribet.

Karena berdasarkan pengalaman dan penilaian dari beberapa pakar yang sering saya dengar,

Presentasi itu jangan panjang-panjang dan banyak kata.

Simpel tapi kena langsung ke tujuannya.

Ya sudah,yang saya pikirkan ya presentasi saya full gambar dan sedikit penjelasan tertulis dan kemudian selebihnya saya jelaskan lewat perkataan.

Sesimpel itu kah?

Ternyata tidak juga,

ini lebih banyak karena fokus saya terpecah ke hal itu lagi itu lagi.

Ya masih seputar FACEBOOK,MULTIPLY dan GMail.

Cari gambar-gambar terkait DEMONSTRASI, KATA-KATA yang biasa ada di SPANDUK DEMO, dan lain sebagainya.

Total ada sekitar 20an slide dan lebih dari 50% adalah gambar-gambar yang sudah saya salin/copy.

Sekitar jam 2 kurang selesai langsung pulang setelah sebelumnya SMS masnya.

Siap-siap tidur untuk kemudian pagi harinya melanjutkan tahap finishing presentasi.

Beres,

jam 8.30 berangkat ke UnNeS.

sebelumnya sarapan setelah beli nasi bungkusan kecil,seperti nasi kucing di Jogja. Belinya di ibu-ibu yang mampir ke kos-kos mahasiswa.

setibanya di UnNeS yang terlintas di pikiran saya,

Wow,saya sudah di kampus yang di PIMNas 2011 UnHas kemarin menjadi juara 3.” *eh iya,kan? 😀

Terus saya diantar masnya ke tempat/lokasi acara.

Gedung Fakultas Hukum UnNeS.

Tunggu di dekat parkiran sesuai arahan panitianya. Bertemu panitia ikhwan,salaman dan langsung di antar ke atas tempat acaranya. Di perjalanan ke atas, kami melewati kumpulan mahasiswa yang lagi kuliah di dekat tangga. Yaa, di luar kelas!

Trus ketika liat persiapan panitianya,wah ternyata ada gangguan. LCD nya tidak mau menyala.

Ya sudahlah,tidak apa-apa. Berarti bisa lebih lama persiapannya.

Singkatnya acara itupun akhirnya dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UnNeS dan ketika pembukaan sempat diputar video seputar UnNeS. Great video!

Lalu beliau bercerita sekilas bahwa hari itu juga sedang diadakan acara Dies Natalis FH UnNeS yang ke4. Wah,masih muda sangat.

Oh ya,lomba esai itu juga diadakan bersempena acara Dies Natalis itu.

Lalu juga ada kata sambutan dari pembina Kerohanian Islam FH UnNeS.

Selanjutnya sempat rehat/berhenti beberapa menit dan langsung dibuka acara intinya.

Terlebih dahulu perkenalan semua finalis sembari persiapan panitianya.

1. Dari FH Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2009

2. Dari tuan rumah, FH Universitas Negeri Semarang angkatan 2009

3. Seharusnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM),tapi beliaunya tidak datang,jadinya gugur

4. Saya sendiri, dari mana hayooo?

-> Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2008. *tuanyo.–__–

5. Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro angkatan 2011. *mahasiswi.

Lalu diadakan pengundian,

dengan urutan dari UnNeS trus UII trus saya trus baru UnDip

Finalis pertama mengambil perspektif historis. Mengenai bagaimana hukum di Indonesia dahulu yang merupakan warisan belanda lalu dikaitkan dengan ayat Quran dan kemudian dia mengambil opini mengenai apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa muslim. Apa saja itu,saya lupa! *udah kelamaan nulisnya jadi lupa kabeh. –___–

Oh ya,untuk finalis yang satu ini,yang paling dikritisi adalah mengenai cara penyampaian yang masih banyak menggunakan bahasa tidak baku,yakni bahasa gaul. 😀

Finalis kedua,ini yang mantep. Dia mengambil perspektif dari ilmunya sendiri. Ilmu hukum.

Ia membawa teori-teori hukum. Sebelumnya ia menganalisis dan mengkritis KUHP tentang hukum pidana dan perdata. Tentang hukuman penjara dan besarnya denda bagi pelaku pencurian,dkk.

Waktu denger ini saya ngangguk-ngangguk doang.

Trus dia “menggiring” hadirin untuk memahami teori pakar hukum Islam dari sudut pandang 2 teori, teori Maksimum Minimum dan teoriiiiiiiiiiiiiii. *lupa meneh.

sik,tak tanya panitia saja sesuk.

Dari dua teori ini ia mengambil kesimpulan untuk mengganti redaksi untuk 2 ayat/pasal KUHP yang tadi ia kritisi.

Ia mengganti redaksi yang tidak jelas mengenai besaran di atas 400an juta,menjadi dibagi 3 kelas. Hukuman untuk pencuri/pelaku kerugian negara di atas 100 juta, trus 100 juta sampai 500 juta, dan di atas 500 juta.

*kalau gak salah sih gitu.

**memori kacau!

Di sini ia dikritisi dan ditanya apa alasan ia mengambil angka itu.

Trus dijawab lah panjang lebar hingga waktu 10 menit untuk tanya jawab berakhir.

Presentasinya juga dikritisi mengenai slide-slide awal yang penuh bacaan dan tidak terbaca karena kekecilan tulisannya.

Lanjut ke saya.

Presentasi yang simpel lagi minimalis, seperti orangnya yang

imut-imut
.

Ehhhhh. Salah fokus

Saya meninjau dari segi fokus tema, yakni bagaimana seharusnya mahasiswa muslim bersikap.

Saya menitikberatkan ke dua hal, yakni dari segi DEMONSTRASI yang sering dilakukan mahasiswa muslim dan juga dari segi semangat mahasiswa muslim untuk menuntut ilmu agama karena ini terkait banyaknya kata-kata yang didengar dari orasi mereka yang sangat tidak mengenakkan di telinga. Banyak hujatan,cacian dan lain sebagainya yang ini dilarang oleh Rosululloh –sholallohu ‘alaihi wasallam

Solusi saya,yakni mengenai kembali ke tujuan awal sebagai mahasiswa yakni belajar sungguh-sungguh karena kita adalah generasi penerus bangsa,calon pemimpin,

Trus terkait kata-kata yang tidak mengenakkan di kebanyakan demonstrasi itu ya saya tekankan pentingnya belajar ilmu agama.

Trus terakhir mengalihkan demo lewat orasi lisan,ke bentuk tulisan.

Dan di luar dugaan,karena memang persiapan saya minim,lama di jalan soal’e saya dikritisi oleh MawaPresnya UnNeS itu mengenai masih kurang “gregetnya” penjelasan saya. Bagus,tapi seperti ada yang menggantung. Karena ya penyampaian saya terlalu normatif.

Setelah itu,apa lagi?

Ya,saya jawab seputar peran mahasiswa yang juga penting dalam mengemban TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI, yakni PENDIDIKAN, PENELITIAN dan PENGABDIAN MASYARAKAT. Saya jelaskan lah ketiga hal itu.

Trus bliau mengomentari,

Nah itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi. Kenapa tidak dijelaskan?

Dengan santainya saya jawab,“lah,dari panitia memberikan peraturan TULISAN MAKSIMAL 2000 KARAKTER” *itu bahasa tidak bakunya yaa. 😀

Trus beliau mengomentari,”berapa total karakter tulisan saudara ini?

2000 karakter tanpa spasi dan sekitar 2500 karakter dengan spasi jawabku mantap .

Beliau sempat terdiam.

Ya begitulah kira-kira mengenai sesi bagian saya ketika maju.

Lalu terakhir giliran mahasiswi angkatan 2011 FKM UnDip.

Ia juga membawakan presentasi yang simpel seperti saya. Tapi lebih canggih banyak animasinya.

*ketauan slide saya yang paling gak “niat ”

Ia membahas mengenai KEJUJURAN. Ia menjelaskan dari hal yang kecil,yakni sikap mahasiswa di perkuliahan.

Sepele sepertinya,tapi ada yang sesuatu dari penjelasannya. Ini ni yang akan saya bahas di tulisan selanjutnya-InsyaaALLOH

Pas sesi tanya jawab,ada pertanyaan dari dewan juri yang membekas di saya.

“Kalau anda sendiri apakah masih sering mencontek atau memberikan contekan?”

Dia menjelaskan sedikit dan yang perlu digaris bawahi adalah,”ya kalau sesekali saya juga memberikan contekan,kan teman. Ada gak enaknya juga.” Sebelumnya ia menyampaikan prinsip sebisa mungkin tidak memberikan contekan,dan sampai beberapa kali “dipancing” dewan juri baru terkeluarlah pernyataan itu.

Selesai finalis terakhir,istirahat,sholat dan makan.

Selesai sesi ISHOMA itu langsung pengumuman.

Yang pertama diumumkan ialah JUARA II.

Pikiran dan hati saya berkecamuk.

Dag dig dug bukan kepalang.

*halaaaahhh.

Dan juara II adalah saudaraaaaaaaaaa.

*mendadak sound-effect horor

eng,ing eng,

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

.

.

.

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

RAMA RIZANA dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

As I predicted.

Bingung mau ekspresi gimana.

Hahahahahaha

Trus singkatnya yang juara I ya dari UII tadi.

Dan kemudian balik dari tempat acara itu saya nulis status yang intinya begini,

Justru agak piye kalau mahasiswa Fakultas Hukum gak jadi juara lomba esai tentang Hukum 

yang kemudian dikomentari oleh salah satu dosen hukum kampus saya,

Justifikasi?

 

Alhamdulillaah,akhirnya setelah 1 tahun lebih “puasa gelar” akhirnya tinta emas itu kembali tertoreh dan mengisi nomor tambahan di CV saya.

Eh,bukan tinta emas,tapi tinta perak. Kan juara II.

Syukuri,akhi.” begitu mungkin komentar beliau kalau baca catatan ini.

Beliau itu siapa? ya siapalah kira-kira. 😀

Hehehehe,peace,pak!

Udahlah ya,udah terlalu panjang.

Dan bahkan tulisan ini jauh lebih panjang dari esai yang saya buat itu. Even,jauh lebih panjang dari esai waktu lomba MITI Awards 2010.

*maaf ya jika kepanjangan.

smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum. 

Usroh Umar bin Khattab, 16 Muharram 1433 H

Special thanks to :

  • Alhamdulillaah ‘alaa kulli ni’matin ilayya.
  • Jazaakumulloh khoiron untuk kedua orangtua,kedua adek saya,dan keluarga saya lainnya.
  • panitia lomba esai Islami FH UnNeS,jazaakumulloh khoiron.
  • masnya yaya-adek tingkat saya di Sipil UMY-,yang sudah membantu saya banyak,jazaaakalloh khoiron,mas.
  • adek tingkat saya di Sipil UMY,ada yaya,hakas dan renny yang sangat khawatir saya kesasar di Semarang. 😀
  • ada juga Hasran,Lukman,Fadly,dan semua junior di Sipil UMY yang sudah mendukung dan mendo’akan saya,terutama buat yang praktikum Bahan Perkerasan Jalan di minggu pertama. Jazaakumulloh khoiron.
  • rekan-rekan dan saudara-saudara terbaik saya, seperti di Usroh Umar bin Khattab, UKM KPM UMY, UniRes UMY,Departemen Penelitian ILP2MI (maaf ya saya gak ikut netmeeting,terkhusus buat ibu koordinator) dan di mana pun berada. Jazaakumulloh khoiron. maaf tidak bisa disebutkan satu per satu. ^^
  • dan tak lupa buat Akh Huda yang sudah membantu mengkoreksi/mengomentari esai saya. Jazaakalloh khoiron,akhi. jangan bosan-bosan ya saya minta bantuin. 😀
  • eits,ada juga Jazaakalloh khoiron buat Pak Yordan Gunawan,one of the best lecturer all over the world. *halaaahh.
  • trus buat Ical yang sudah menjemput saya di terminal Jombor,jazaakalloh khoiron.
  • dan juga buat semua dosen di seluruh dunia,khususnya yang di UMY dong. Jazaakumulloh khoiron.
  • SIapa lagi yaa?
  • oh ya,bapak supir yang mengantari saya sampai ke semarang,ibu-ibu travel,ibu kantin asrama,trus trus, dewan juri,mas-mas WarNet,yang punya warung makan di Semarang,ibu-ibu yang jual nasi ke kos-kos.
  • Dan masih banyak lagi. Jazaakumulloh khoiron.
  • Udah kayak ucapan terima kasih menang nobel saja saya ini.
  • Nah tuh,ucapan terima kasih buat lomba esai saja sudah panjang aja. GImana nanti kalau ucapan terima kasih buat undangan walimahan ,ehhhh buat lampiran Tugas Akhir ding. 😀 :p
Categories: Journey, Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , , | 21 Comments

(Catatan ke Semarang – II) Hampir nyasar dan bablas

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Udah lama banget saya gak lanjutin tulisan ini yaa?

padahal baru kelar 1 bagian. hahahahah.

Sampai bagian mana ya kemarin?

 

*hening*


ya sudahlah lanjutkan saja,karena jaringan lagi lambat merayap,jadi gak sempat ngecek yang sebelumnya.

Jadi kemarin itu, ya 2 minggu lalu itu,akhirnya saya memutuskan berangkat ke Semarang. Di kendaraan travel duduk tenang. Baru beberapa kilometer berjalan hujan sangat deras turun. Dan kemudian sedikit sedikit mereda. Tujuan selanjutnya setelah saya masuk ke travel itu bukannya langsung ke Semarang, tapi menjemput penumpang lain.

Wah,jadi penumpang pertama ni.

 

Tujuan pertama adalah di sebuah daerah.

Di situ.

Di mana?

Dah lupa lah,wong iki wis 2 minggu. Mending kalau baru 2 dino. *bahasa Jawa nyampur bahasa Indonesia, boten nopo2 dah pokok’e*

 

Nah,nyari penumpang ini memakan waktu satu jam saudara-saudara!

1 jam!

Luar biasa!

Benar bikin pak supirnya makan hati kayaknya. Tapi senyum terukir dari dirinya.

*ini beneran ngarang,biar keren aja tulisan ini. B-) -emoticon lagi pake kacamata hitam. sadaaaappp-

Muter-muter di daerah sono,kata penumpangnya dekat apotek ini. Eh pas ke sana gak ada dia. Trus ke arah jalan ini,gak ada maning.

Ujung-ujungnya ketemu di dekat apotek itu.

*tepok jidat dah*

Trus,trus akhirnya setelah penumpang itu,dua orang,satu mbak-mbak, satu lagi ibu-ibu,sepertinya keluarga. *ya iyalah,wong berangkat bareng*

trus kita ke agen travel satunya untuk menjemput sepasang ibu dan bapak yang sudah menunggu giliran penjemputan di sana.

 

Trus,trus.

*perasaan saya gak kreatif beudh ya ,kata-kata saya “trus,trus”

Ya sudah,beberapa jam perjalanan JogRang itu saya habiskan dengan banyak kegiatan.

*lagi-lagi biar keren,saudara-saudara! 😀

 

Misal, melihat pemandangan yang menghampar di jalan.

*ini tulisan yang bener-bener ngarang. emang keliatan gitu malam hari pemandangan seindah apapun??

 

eh,beneran lho,waktu saya kecil beberapa tahun yang lalu,sekitar errrr 10 tahun yang lalu kayaknya saya naik travel ke Painan Selatan,tempat kampung halaman sebuah keluarga yang sudah saya dan keluarga saya anggap seperti keluarga sendiri. *lagi-lagi kacau bener diksi saya*, waktu itu saya bisa melihat pemandangan indahnya dan amboinyo perjalanan dari daerah errrrrrr,*akibat dah lama gak ke SumBar 😥

—wuuuu,CurHat—-

sampai ke Painan. pemandangan malam hari saja sudah sangat indah,apalagi kala matahari dengan tidak malu-malunya menyinari bumi. *wong itu tugasnya.

 

FOKUS-FOKUS.

di perjalanan dari Jogja ke Semarang itu yang paling sering saya lakukan adalah SMS!

SMS terkait di mana, di manaaaa saya akan menginap.

Dan orang yang saya tuju ya satu orang.

Ya siapa lagi kalau bukan masnya junior/adek tingkat saya.

 

Eh,sama adek tingkat saya itu juga saya juga berkomunikasi.

Iya ntr km tUrun ditermianl ungaran aja…………..

………………….

…….Ntr kLo udah sampe karangjati sms yaa.

Begitulah 2 SMS yang dikirim oleh beliau pada saat saya baru benar-benar berangkat dari Jogja menuju Semarang itu. Karena sebelumnya dari jam 5 sampai jam hampir setengah 7 itu ya cuma muter-muter Jogja jemput penumpang yang lain.

Trus jam 8 mas nya nanyain udah nyampe mana. saya balas,”kurang tau,mas

lha,wajar lah. wong gak jelas ada apa aja,kan gelap.

 

trus sampai akhirnya sekitar jam 10 malam kurang saya terbangun.

Mas,ini udah nyampe Terminal Banyumanik. Turun di mana jadinya?

Ya tadi,Pak. Di terminal Ungaran.

wah itu tadi dah lewat,mas. trus bagaimana?

*mulai panik,telpon mas e*

ya udah tunggu di situ aja,soalnya udah kelewatan lumayan jauh

*gleeeekkk.

 

akhirnya setelah mengangkat semua barang-barang saya *kayak bawa barang banyak aja,padahal cuma satu ransel* saya mengucapkan terimakasih trus ucapkan salam ke bapak supirnya.

*teeepppp,turun,menginjak pertama kali di Semarang.*

*yipppiieeee!

Norak woyy!

Biasa aja lah!

 

*monolog GJ*

*bingung,harus nunggu di mana*

*mata masih berusaha untuk terbuka seutuhnya*

*halaaaahhhh

panik lagi,karena perut keroncongan,

nyari tempat makan,gak nemu.

sadiah bana

nemu sih sebenarnya,tapi makanannya dah habis.

hahahahah. *ketawa dalam hati,meski di belahan hati lainnya terluka menganga.*

#bahasa mulai ngaco detected.

 

akhirnya ke warung beli pengganjal perut.

“lu kate pengganjal ban”

duh,duh. fokus fokus.

 

Beli roti satu bungkus,sempat bicara-bicara sebentar sama ibunya. *nya tu ntah refer ke siapa juga pun,aneh*

Cari tempat duduk,karena warung ibunya dah mau tutup,

Hening,sendiri,sepi.

Sembari nunggu mas nya yang juga tak kunjung datang.

padahal nunggunya cuma bentar.

hahahaha,

maklum,kalau sudah perut memberontak,1 menit saja serasa seabad.

*lebay banget ni bocah*

 

mas nya tiba,

salam,pakai helm,trus berangkat.

menyusuri jalan menurun dan mendaki, di tengah hujan rintik-rintik.

lumayan jauh perjalanan dari Terminal banyumanik ke arah kosan masnya di daerah sekaran.

*eh bener kan itu nama daerah dekat UnNeS?

–manggil-manggil orang Semarang yang ada di MP–

trus mas nya nanya apakah saya sudah makan atau belum,

saya jawab dengan pasti,”belum,mas!

akhirnya kami berhenti sebentar ke tempat makan yang mirip-mirip FoodFezt tapi ya gak mirip juga.

Pesen dengan mantap DAGING SAPI LADA HITAM!

*mantap kan? soalnya harganya “cuma” 9 ribu rupiah.

setelah liat porsinya,langsung ya gitu lah.

trus,saya merasa seakan salah milih menu.

karena terasa mengglunjang ngglunjung di perut. *jangan tanya kosa kata yang dua itu datang dari planet mana,memang gaya saya kayak gitu*

Akhirnya selesai makan,bayar,trus ke kos masnya. Sampai!

 

And the story would be continued.

 

See ya in the next story!

*gaya sok ngartis.

Ditulis dengan mata errrr, sik V = I x R

maka sama dengan 10,eh 5 watt!

memangnya 5 watt itu seberapa yaaakk?

*plentaaaannnggg

 

Usroh Umar bin Khattab, 14 Muharram 1433 H

*maaf jika bahasa saya bener2 ngaco,

sebenarnya ini gak mood nulis,jadi ya dipaksakan. jadi kayak gini.

Categories: Journey, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , | 6 Comments

(10112011) Kejutan Buat Adik Asrama

Bismillaahirrohmanirrohiim.
Pagi-pagi cek FB,eh ada sebuah nama yang berulangtahun hari ini. Nama itu tidak asing di ingatanku,meski namanya agak aneh,karena versi agak piye gitu. *gaya mbak maya mantan ketua SEA*

Saudara yang satu ini begitu fenomenal dan sensasional. Pencair suasana. *agak aneh bahasanya “pencair”*

Segera setelah membaca “today’s birthday” di FB itu,saya ke kamar beberapa adik saya untuk memberitaukan hal itu. Soalnya saya gak ada ide buat memberikan kejutan. Karena gak pernah punya inisiatif buat ‘ngerjain orang pas ulang tahun.
Beberapa ide bermunculan.

Karena idenya baru beberapa akhirnya saya SMS lah semua anggota usrah Umar bin Khattab (nama usroh tempat kami ber14 tinggal). Inti SMS itu (udah saya hapus soalnya)
Assalaamu’alaykum. Saudara2ku,salah seorang saudara kita Riza milad hari ini. Adakah yang punya ide untuk memberikannya kejutan di hari ini? Ditunggu yaa. 🙂

Trus ada beberapa balasan :
Ak gax tau mas…ini balasan ketua usroh

Setiap orng nyiram Riza z kak,….
Nnti sya pancing Riza kluar kamar…
N’ nyiram’y d deket tangga…
Biar mudah membersihkan’y kmbali…” *balasan yang sangat amat semangat

Akhirnya lagi-lagi nunggu saya pulang dari kampus saja lah kalau seperti itu. Lebih enak diskusi langsung.
Baru kesampaian pas sore hari sekitaran jam 5 kurang.

Wah,Rizanya di kamar ketua usroh.
Ada sasaran saya untuk menjadi pelaku utama “aksi” kali ini. “Aksi” edisi pertama.

Akhirnya saya tarik calon pelaku utama itu ke kamar lain menanyakan ide dia apa untuk hari ini. Saya bertanya ke dia karena sepertinya dia yang paling semangat kalau hal beginian. Nama panggilannya Cak Muh.

Cak Muh pun menjelaskan rencana yang sudah ia punyai.
Saya mengangguk-angguk.

Trus ke kamar sebelah untuk “berkonsolidasi” lagi. Intinya mereka (Sapto & Imam) setuju dan memberikan ide untuk membelikan sesuatu.
AKhirnya disepakati beli kue bolu murah meriah. *eh,bukan promosi nama rumah makan yaaa.

Trus waktu sudah menunjukkan jam setengah 6 saatnya bersiap-siap ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib dan ‘Isya.
Untuk sementara agenda seperti biasa. Sholat,mendengarkan KulTuM lalu pemberian mufrodat/kosakata bahasa arab.
Trus ngumpul per usroh/lorong.
Karena jadwal 2 minggu ini semuanya Ujian Tengah Semester (UTS),makanya saya bebaskan mereka untuk muroja’ah (mengulang hafalan Quran) atau melanjutkan bacaan Quran masing-masing atau membaca buku untuk persiapan ujian atau berdiskusi.

Trus saya dan beberapa dari mereka diskusi tanpa topik. Sampai akhirnya saya berdiskusi dengan Sapto dengan suara pelan,soalnya Riza duduk tidak jauh dari tempat kami diskusi.
Jadinya mau beli kuenya di Gamping atau di toko dekat asrama putri,kak?
Ya udah,yang deket aja. Kapan mau belinya?
Sudah ‘Isya Imam dan Sapto beli ke sana. Beli yang 20 ribuan aja ya,kak. Uangnya mana?
lho?“gumamku dalam hati.
“Ya udah,ni 20 ribu uang lebih patungan qurban kemarin.”
Ok,kak.

Kemudian adzan ‘Isya berkumandang dan sebagian ke kamar mandi untuk mengambil wudhu’ bagi yang batal dan sebagian lagi duduk di shaf depan.
Oh ya,pas diskusi Cak Muh dan teman sekamarnya,Johan izin balik ke asrama dulu.

Johan pun balik ketika menjelang iqomat.
Kak,ini kita nunggu Cak Muh pulang atau gimana?
*Cak Muh setiap hari ada urusan di kota*
Ya nunggu dia pulang aja,kan dia yang paham skenarionya.

Trus selesai sholat,dengerin KulTum lalu balik ke asrama.
Sesampainya di asrama.

Kak,Riza mana ya. Aku mau ngasihin kunci kamar untuk menjalankan aksi kita
wah,gak liat e.
Wah,gimana nie kak kalau dia udah di kamar duluan,bisa2 gagal rencana kita.
ya udah tunggu dulu aja.

Saya pun ke atas mau ke kamar.
Pas di lorong liat Riza bawa kunci kamar Johan.
“wah,berarti rencana sedang berjalan.”
Belum sempat ke depan pintu kamar saya memilih balik turun ke bawah,karena pas kebetulan gak ada orang lain di TKP.

Semuanya berjalan,saya makan dan begitu seperti biasanya.

Jam 9an
Kak,Riza nya udah tidur?
gak tau
Kemudian saya ketuk kamarnya Riza
Lagi ngapain,za?
Ngerjain tugas mas.
Ooo,setelah itu?
Mau tidur.
eh,cepat kali tidur,biasanya tidur jam 11an. Masih pagi ini.
dah ngantuk banget.

Akhirnya saya biarkan saja.
Kemudian,
bukannya kamu mau nge-print tugas.
besok pagi saja,udah ngantuk banget nie.

*keliatan banget kami “gak rela” target sasaran tidur cepat*

Saya pun balik ke k
amar untuk “mengumpulkan energi” buat belajar ujian besok pagi.

Baca-baca beberapa file.
Trus kedengaran suara Cak Muh pulang.

oh,bentar lagi nie mau dimulai.” gumam saya sambil deg-degan. gak jelas Harap maklum,soalnya ini kali pertama saya bertindak sebagai pelaku yang paling aktif dan juga inisiator. Sebelum-sebelumnya saya hanya yang diajak ikutan.

Saya sibukkan diri saya sampai diri saya dipanggil. Eh,gak sibuk dengan belajar juga sih. Lebih tepatnya saya sibuk meluapkan ketawa,sebelum saya tahan nanti pas “aksi”.
Akhirnya adegan bagian saya dipanggil dimulai.

Saya keluar.
ada apa ini?
uang saya hilang,kak” keluh Cak Muh
hilang di mana?
di sini” sambil menunjukkan kotak tabungannya.

Johan pun menjelaskan kronologisnya. Intinya dia meminta tolong Riza untuk ke kamarnya buat meletakkan kartu laundry.

Selanjutnya satu per satu dari adik-adik saya berkomentar.
Wah,gimana nie,Riza. Siapa aja selain kamu di kamar?
kalau kayak gini lorong kita udah mulai gak aman.
ya nie,kalau kayak gini gak bisa dibiarkan.

ya komentarnya khas para orang yang gregetan ada uang hilang.

Hilangnya berapa,Cak Muh?
50 ribu,kak. uang terakhir itu.

Trus suasana riuh rendah membahas hal itu.
Akhirnya kami sepakat buat menggeledah kamarnya Riza.

Kak,Riza diajak ke luar kamar.” kode cak muh kepada saya

Saya dan Imam (staf keamanan di lorong) masuk ke kamar menggeledah apa yang ada.
Kami berdua bingung mau menggeledah apa. *aktor yang gak berbakat*

Trus cak muh berkata,”mana HPmu,za. mana tau kamu SMS teman-temanmu buat ngasihin uang itu.”
ni periksa aja semuanya. aku SMS cuma dikit hari ini.” jawabnya dengan nada memelas.

Cak Muh kemudian merangkul Riza menghadap ke arah sawah. *samping usroh saya adalah pematang sawah. mantap gak tuh?

Saya masih stay di kamarnya Riza.
Trus Sapto datang menghampiri mereka berdua (Cak Muh dan Riza) dengan membawa ember berisi air.

*duaaarrr*
eh,itu bukan bunyi siraman air yaaa? trus apaan??

Riza pun bicara sesaat setelah disiram,
aku lupa kalau hari ini aku ulangtahun.“dengan logat khas Tegal

Perkataan yang sangat polos dan sontak bikin kami semua tertawa terpingkal-pingkal.
Sempet-sempetnya gitu lho pas disiram komentar seperti itu.

Trus hening sejenak. Sepertinya dia sudah mau menangis. Tapi berhasil ditahan.
Lalu saya memberikan sekotak kue yang sudah kami rencanakan dan beli tadi.

Trus,trus apalagi.

Saya gak bakat storytelling nie. Apa karena saya hanyut dengan kejadian tadi yaa?

Trus,intinya ya gitulah. Pasti udah pada kebayang kan?

Akhirnya Riza inisiatif bicara,
ni makan bareng-bareng yok kue-kuenya.


trus dimakan lah kue bolu yang sudah dipotong itu bersama-sama.
Ngasih kue,eh dimakan bareng-bareng juga. memang mahasiswa sejati.
hahahhahaha. *apaan deh.

Trus kami cerita-cerita mengenang kejadian yang baru saja kami jalani dari awal sampai akhir.

kami ngerencanain ini baru dari maghrib lho,za.”
“itu lho,komentar riza yang ‘aku lupa kalau hari ini aku ulangtahun’ paling gak nahan semuanya ketawa lagi.

dan berbagai komentar lainnya.
sayangnya gak sempat merekam soalnya pasti ketahuan. -begitu komentar Riza-

Last but not least,
Baarokalloh fiy ‘umrik,adekku Riza Awal Novanto.
Smoga akan ada banyak karya yang engkau ukir dan hasilkan untuk kemajuan Islam.
Tetap semangat!

Oh ya,dari “aksi” itu,Alhamdulillaah kami tidak memubadzirkan barang-barang lho. Paling cuma air. Gak kayak orang-orang lain. Ada yang lempar tepung lah. Telur yang masih bagus lah. bahkan sampai roti-roti pun dilempar.

Dan terakhir,dari kejadian yang baru sekitaran 1,5 jam ini saya semakin sadar kalau saya orangnya paling gak tegaan ngerjain orang.*
Bener,
Tadi saya lebih banyak nahan ketawanya dibanding akting.

Salut buat Cak Muh dan Wandi yang menjadi aktor malam ini.

Jazaakumulloh khoiroon buat semua saudara-saudaraku di Usroh Umar bin Khattab.
You make this night so beautiful.
*tolong dicek ya kalau ada penulisan/tata bahasa yang salah.*

Dan terima kasih juga kepada Bani yang sukses mengerjain Cak Muh sesaat setelah semua prosesi kejutan untuk Riza berakhir. =))

*

-jadi ingat pas jadi wakil ketua MPK yang kerjaannya menguji/menyeleksi calon anggota OSIS,kerjaan saya waktu itu bentak-bentak orang. yang udah ketemu saya pasti gak nyangka saya pernah jadi orang galak. ya wajarlah,wong teman-teman sekelas saya waktu SMA gak nyangka seorang Rama Rizana bisa bentak anak orang.-

Lorong Umar bin Khattab, 13 Dzulhijjah 1432 H

Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , , , | 3 Comments

Blog at WordPress.com.