Posts Tagged With: 2012

Kisah yang telah berlalu….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Kalender di HP menunjukkan tanggal 2 Desember 2012, ah begitu cepat berlalu. Tadi siang saya iseng-iseng membuka blog seorang senior. Blog yang sudah “terkubur” sebenarnya, tapi  masih bisa diakses via HP. Tulisan beliau sangat menarik dan melecut semangatku lagi. Beberapa catatan beliau yang menarikku adalah tentang kisah perjalanan lanjut S2 dan yang paling menarik adalah kisah perjalanan Tugas Akhir beliau.

Beliau adalah salah satu orang yang rajin dan rapi menuliskan jejak perjalanan kisahnya,khususnya selama studi di Jogja. Dan kisah TA beliau menjadi amat menarik bagiku karena saya tidak menuliskan perjalanan saya sebaik beliau. Yang saya pernah tulis paling kisah “memilukan”.

Itu baru tugas akhir yang hanya sedikit tulisan jejak kenangan. Belum lagi Kerja Praktek dan KKN.

Life goes too fast and finally regret will come.

Di sebuah WarNet

Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , | Leave a comment

Tidur di kantor polisi

Bismillaah.
Jadi singkat saja. Mulai siang ini saya menjadi salah tim surveyor untuk pembangunan jaringan jalan selatan Pulau Jawa. Saya kebagian di wilayah DIY, dari Karangnongko yang di dekat perbatasan Jawa Tengah-DIY hingga ujung timur DIY bagian selatan.
Nah,saya berpartner dengan mahasiswa D3 Geomatika UGM.
Sejak tau berpartner dengan yang belum dikenal sebelumnya dan diberikan tugas di daerah tidak pernah saya capai membuat saya dag dig dug. Apalagi harus membagi waktu. Lalu saya mencoba berpikir positif dan mengafirmasi diri (meminjam istilahnya mbak Imazahra).
Dan Alhamdulillaah sejauh ini baik-baik saja.
Tadi sempat mengendarai motor hingga Purworejo yang merupakan rekor terbaru setelah di Muktamar 1 Abad Muhammadiyah yang saya jadi wartawan mengendarai motor ke Bantul.
Trus lingkungan di sini cukup kondusif dan terkait tempat tinggal yang merupakan kesepakatan kami berdua untuk mencari meskipun sebenarnya bisa balik ke kos/kontrakan masing-masing. Dan akhirnya kami memilih untuk menumpang tidur di sebuah kantor polisi. Pengennya ke kantor polisi yang ada sel tahanan. Hahahaha.
Dan kerennya di sini TVnya pake TV kabel euy.


Pak polisinya baik-baik. Gak seserem ketika razia.

 
 
Purworejo, 07 Sya’ban 1433 H
 
Tulisan menjelang tidur setelah ngerjain scriptsweet dan untuk mengklarifikasi kalau-kalau ada yang ngira saya tidur di kantor polisi karena ditahan. Apa deh.
Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , | 12 Comments

(Bagian 2) “Jangan Biarkan Hasad Menodai Hatimu” – Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja

Rangkuman kajian Ustadz Firanda Andirja, MA –hafizhohulloh Ta’ala– tanggal 07 Juni 2012 di Masjid Al-Hasanah, Yogyakarta

Bismillaah.

Sebab-sebab timbulnya hasad :

-> sebab-sebab timbulnya hasad adalah karena kepentingan yang sama,misalnya hasadnya penjual buku terhadap penjual buku lainnya.

Keburukan-keburukan hasad :

1. Tasyabbuh, karena ini menyerupai yang dilakukan oleh orang Yahudi dan Iblis.

Karena hasad itu adalah akhlaqnya Iblis dan orang-orang Yahudi.

2. Hasad lebih buruk dibandingkan kikir. kenapa?

Karena pelit itu menghalangi nikmat yang ia dapatkan untuk bisa dirasakan oleh orang lain, atau dalam tingkatan yang lebih parah ada orang yang pelit itu terhadap dirinya sendiri, sedangkan hasad itu mencegah nikmat didapatkan oleh orang lain atau membenci kenikmatan ALLOH kepada orang lain.

3. Hasad itu pada hakekatnya adalah salah satu bentuk protes kepada ALLOH.

Padahal segala sesuatu sudah dibagi-bagikan oleh ALLOH Ta’ala.

Allah berfirman :

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (٣٢)

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Robbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”

 (Quran Surat Az-Zukhruf ayat 32)

4. Jika sudah sampai ke tingkat kezholiman dapat membuat amalannya berpindah/dihadiahkan kepada orang lain. Orang yang hasad pada hekekatnya telah berbuat baik kepada orang yang ia hasadi. Karena jika ia telah hasad ia biasanya menzolimi orang yang ia hasadi dengan perbuatan maupun dengan perkataan. Baik merendahkan atau menggibahinya. Dengan demikian maka ia telah mentransfer kebaikan-kebaikannya kepada orang yang ia hasadi tersebut pada hari kiamat kelak, pada hari dimana sangat dibutuhkan kebaikan-kebaikan untuk ditimbang oleh ALLOH.

Pada suatu hari seseorang datang kepada salah seorang ulama Salaf, -kalau tidak salah bernama Ibnu Sirrin-. Ia menanyakan apakah beliau meng-ghibah-inya atau tidak. Lalu beliau menjawab (yang intinya) :

Rugi meng-ghibah-i kamu. Lebih baik saya meng-ghibah-i kedua orangtua saya.

-> karena hasad bisa memindahkan amalan kita.

Adapun cara agar tidak terjangkiti penyakit hasad di antaranya :

1. Beriman dan bertaqwa kepada ALLOH Ta’ala.

2. Selalu berhusnuzhon kepada ALLOH Ta’ala.

3. Saling mengunjungi, memberi hadiah dan akhlaq terpuji lainnya kepada saudara kita. Karena ini bisa mencegah penyakit hasad.

4. Berdo’a kepada ALLOH Ta’ala agar kita dihindarkan dari penyakit hati, seperti hasad.

Referensi :

1. http://firanda.com/index.php/artikel/34-penyakit-hati/275-bersihkan-hati-anda-dari-noda-hasad

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Nasehat | Tags: , , , , | Leave a comment

“Jangan Biarkan Hasad Menodai Hatimu” – Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja (Bagian 1)

Bismillaah.

Pembahasan mengenai penyakit-penyakit hati adalah sangat penting, karena hati adalah raja dari amalan-amalan jawarih (tubuh), makanya banyak ayat-ayat Al-Quran dan hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam membahas hal ini.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat pada fisik maupun bentuk kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian.

(Hadits Riwayat Muslim no. 1987)

Jenis amalan hati lebih utama dibandingkan jenis amalan jawarih. Dengan hati yang lurus akan berdampak ke amalan tubuh.

 

Abu Bakr bin ‘Ayyaas berkata

مَا سَبَقَهُمْ أَبُو بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صَلاَةٍ وَلاَ صِيَامٍ وَلَكنْ بشَىْءٍ وَقَرَ في قَلْبِهِ

Tidaklah Abu Bakr mengungguli para sahabat yang lain dengan banyaknya sholat dan puasa akan tetapi karena sesuatu yang terpatri di hatinya

 

Di antara penyakit hati yang berbahaya adalah penyakit hasad.

Saking pentingnya membersihkan hati dari penyakit hasad, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallammenjamin salah seorang dari kaum Anshar masuk surga karena selalu membersihkan hatinya dari penyakit hasad.

 

Renungkanlah hadits berikut ini sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

 

كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ” يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ” فَطَلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، تَنْطِفُ لِحْيَتُهُ مِنْ وُضُوئِهِ، قَدْ تَعَلَّقَ نَعْلَيْهِ فِي يَدِهِ الشِّمَالِ، فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَ ذَلِكَ، فَطَلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ مِثْلَ الْمَرَّةِ الْأُولَى . فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الثَّالِثُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَ مَقَالَتِهِ أَيْضًا، فَطَلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ عَلَى مِثْلِ حَالِهِ الْأُولَى، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبِعَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فَقَالَ: إِنِّي لَاحَيْتُ أَبِي فَأَقْسَمْتُ أَنْ لَا أَدْخُلَ عَلَيْهِ ثَلَاثًا، فَإِنْ رَأَيْتَ أَنْ تُؤْوِيَنِي إِلَيْكَ حَتَّى تَمْضِيَ فَعَلْتَ ؟ قَالَ: نَعَمْ

“Kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliaupun berkata :

Akan muncul kepada kalian sekarang seorang penduduk surga“.

Maka munculah seseorang dari kaum Anshoor, jenggotnya masih basah terkena air wudhu, sambil menggantungkan kedua sendalnya di tangan kirinya.

Tatkala keesokan hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan perkataan yang sama, dan muncullah orang itu lagi dengan kondisi yang sama seperti kemarin. Tatkala keesokan harinya lagi (hari yang ketiga) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan perkataan yang sama dan muncul juga orang tersebut dengan kondisi yang sama pula.

Tatkala Nabi berdiri (pergi) maka Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Aash mengikuti orang tersebut lalu berkata kepadanya : “Aku bermasalah dengan ayahku dan aku bersumpah untuk tidak masuk ke rumahnya selama tiga hari. Jika menurutmu aku boleh menginap di rumahmu selama tiga hari?. Maka orang tersebut berkata, “Silahkan“.

 

Anas bin Malik melanjutkan tuturan kisahnya :

 وَكَانَ عَبْدُ اللهِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ بَاتَ مَعَهُ تِلْكَ اللَّيَالِي الثَّلَاثَ، فَلَمْ يَرَهُ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّهُ إِذَا تَعَارَّ وَتَقَلَّبَ عَلَى فِرَاشِهِ ذَكَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَبَّرَ، حَتَّى يَقُومَ لِصَلَاةِ الْفَجْرِ . قَالَ عَبْدُ اللهِ: غَيْرَ أَنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا، فَلَمَّا مَضَتِ الثَّلَاثُ لَيَالٍ وَكِدْتُ أَنْ أَحْقِرَ عَمَلَهُ، قُلْتُ: يَا عَبْدَ اللهِ إِنِّي لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَ أَبِي غَضَبٌ وَلَا هَجْرٌ ثَمَّ، وَلَكِنْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَكَ ثَلَاثَ مِرَارٍ: ” يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ” فَطَلَعْتَ أَنْتَ الثَّلَاثَ مِرَارٍ، فَأَرَدْتُ أَنْ آوِيَ إِلَيْكَ لِأَنْظُرَ مَا عَمَلُكَ، فَأَقْتَدِيَ بِهِ، فَلَمْ أَرَكَ تَعْمَلُ كَثِيرَ عَمَلٍ، فَمَا الَّذِي بَلَغَ بِكَ مَا قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ . قَالَ: فَلَمَّا وَلَّيْتُ دَعَانِي، فَقَالَ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ، غَيْرَ أَنِّي لَا أَجِدُ فِي نَفْسِي لِأَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ غِشًّا، وَلَا أَحْسُدُ أَحَدًا عَلَى خَيْرٍ أَعْطَاهُ اللهُ إِيَّاهُ . فَقَالَ عَبْدُ اللهِ هَذِهِ الَّتِي بَلَغَتْ بِكَ، وَهِيَ الَّتِي لَا نُطِيقُ

“Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aaash bercerita bahwasanya iapun menginap bersama orang tersebut selama tiga malam. Namun ia sama sekali tidak melihat orang tersebut mengerjakan sholat malam, hanya saja jika ia terjaga di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur maka iapun berdzikir kepada Allah dan bertakbir, hingga akhirnya ia bangun untuk sholat subuh.

Abdullah bertutur : “Hanya saja aku tidak pernah mendengarnya berucap kecuali kebaikan. Dan tatkala berlalu tiga hari –dan hampir saja aku meremehkan amalannya- maka akupun berkata kepadanya : Wahai hamba Allah (fulan), sesungguhnya tidak ada permasalahan antara aku dan ayahku, apalagi boikot. Akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sebanyak tiga kali  : Akan muncul sekarang kepada kalian seorang penduduk surga”, lantas engkaulah yang muncul, maka akupun ingin menginap bersamamu untuk melihat apa sih amalanmu untuk aku contohi, namun aku tidak melihatmu banyak beramal. Maka apakah yang telah menyampaikan engkau sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?”.

Orang itu berkata : “Tidak ada kecuali amalanku yang kau lihat“.

Abdullah bertutur : “Tatkala aku berpaling pergi maka iapun memanggilku dan berkata : Amalanku hanyalah yang engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan perasaan dengki (jengkel) dalam hatiku kepada seorang muslim pun dan aku tidak pernah hasad  kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya”.

Abdullah berkata, “Inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk surga-pen), dan inilah yang tidak kami mampui” (HR Ahmad 20/124 no 12697, dengan sanad yang shahih)

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata (yang artinya) :

Hasad merupakan penyakit jiwa, ia dapat menyerang siapa saja. Tidak ada yang bisa selamat dari hasad kecuali hanya sedikit orang…….

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الأُمَمِ قَبْلَكُمْ : الْحَسَدُ وْالْبَغْضَاءُ، وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثْْبِتُ ذَلِكَ لَكُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu, hasad dan permusuhan. Dan permusuhan adalah membotaki. Aku tidak mengatakan membotaki rambut, akan tetapi membotaki agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut?, tebarkanlah salam diantara kalian”

(Hadits Riwayat At-Thirmidzi 2/83 dan Ahmad 1/165,167, dan dihasankan oleh Al-Albani dalama Irwaaul Gholil 3/238)

 

Ya,penyakit hasad ini dapat mencukur. Bukan mencukur rambut, tapi dapat mencukur bahkan bisa membotaki agama. Karena seseorang yang terkena hasad akan menimbulkan kezhaliman/dosa yang lain.

Seperti kemaksiatan yang pertama kali terjadi di bumi ini disebabkan oleh hasad, yakni peristiwa pembunuhan Habil oleh saudaranya Qabil. Peristiwa ini karena hasadnya Qabil kepada Habil yang qurbannya diterima oleh ALLOH Ta’ala.

Pun begitu juga dengan dosa yang pertama kali terjadi di langit juga karena hasad. Ini dilakukan oleh iblis ketika iblis membangkang dari perintah ALLOH untuk sujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalaam.

 

Adapun model-model hasad,yakni.

1. Seseorang hasad kepada saudaranya agar kenikmatan yang ada di diri saudaranya hilang. Memang tidak perlu sampai kenikmatan yang dirasakan saudaranya itu pindah ke dirinya,tapi ia merasa puas apabila kenikmatan itu hilang dari diri saudaranya.

Contohnya adalah iblis yang hasad akan kenikmatan yang didapat oleh Nabi Adam ‘alaihissalaam. Iblis kemudian menjerumuskan Nabi Adam agar Nabi Adam diusir dari surga.

Contoh lainnya adalah yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang menginginkan kaum Muslimin kembali kekufuran.

 

2. Seseorang yang hasad kepada saudaranya dan menginginkan kenikmatan yang dirasakan oleh saudaranya pindah ke dirinya.

 

3. Dia tidak menginginkan kenikamatan saudaranya pindah ke dirinya, tetapi dia juga tidak ingin orang lain tidak mendapatkan kenikmatan tersebut. Jadi ia ingin saudaranya sama-sama menderita dengannya.

 

4. Hasad yang menimpa orang-orang yang shalih, yang mereka tidak menampakkan perasaan hasadnya,tetapi ia tidak membela saudaranya di saat saudaranya dijatuhkan.

Ketika ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha- dituduh dan difitnah berzina, Zainab rodhiyallohu ‘anha membela ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha-. Padahal sebenarnya Zainab rodhiyallohu ‘anha mempunyai kesempatan untuk “menjatuhkan” ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha-,karena seperti perkataan ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha- :

 “Zainab binti Jahsyi  -rodhiyallohu ‘anha- yang selalu menyaingiku di dalam kedudukannya di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pernah aku melihat wanita seperti Zainab -rodhiyallohu ‘anha- dalam hal kebaikan agamanya, ketaqwaannya kepada Allah, kejujurannya, silaturrahimnya, dan banyaknya shadaqahnya.” (Al-Isti’ab, 4:1851)

 

5. Seseorang yang tatkala mendapatkan dalam dirinya rasa hasad maka ia berusaha menghilangkannya dengan cara berbuat baik kepada saudaranya yang ia hasadi, ia mendoakannya, ia menyebarkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaannya, hingga akhirnya ia mengganti hasadnya dengan mencintai saudaranya. Ini termasuk derajat keimanan yang tertinggi. Pelakunya adalah seorang yang imannya sempurna, yang menghendaki bagi saudaranya apa yang ia suka untuk dirinya sendiri. (Lihat Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam hal 328)

 

InsyaaALLOH berlanjut.

 

Usroh Umar bin Khattab, UniRes UMY gedung U, 20 Rajab 1433 H

 

Referensi :

1.  http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/106-pentingnya-amalan-hati

2.http://firanda.com/index.php/artikel/34-penyakit-hati/275-bersihkan-hati-anda-dari-noda-hasad

Jazaakalloh khoiron untuk Mas Iib atas koreksiannya.

Categories: Belajar Ilmu Agama | Tags: , , , , , , | 8 Comments

MU vs City : This is what I call as one of great change in my life

Bismillaah.

that’s I call as a great change in my life.

dulu ketika masih zaman SMA kalau MU kalah,perasaan itu rasanya remuk redam,apalagi setelah diketawain sama teman-teman satu kelas yang

tapi skarang,

after undergoing some steps, kalau MU kalah ya rasanya biasa aja. ngapain emosian lagian toh sepakbola hanya sebuah olahraga dan hiburan. kalau tim yang kita dukung menang ya senangnya biasa aja. kalau kalah pun ya biasa aja. gak usah sampai emosian apalagi sampe mengumpat kata2 kotor. 😉

and yang terpenting juga,di sinilah konsep Al Wala’ Wal Bara’.

 

*itulah salah satu status FB saya barusan*

 

Ya,olahraga sepakbola adalah (salah satu) olahraga yang paling banyak penggemarnya di dunia,khususnya di Indonesia. Meskipun yang bertanding dan didukungnya adalah bukan tim yang berasal dari negara asalnya,kalau udah kadung fans ya semuanya dilakukan.

Saya lupa apa istilah di dunia Psikologi yang tepat untuk mengekspresikan hal tersebut.

Hal ini,-yakni perasaan cinta yang berlebihan bahkan sudah melebihi batas,khususnya dalam hal ini adalah cinta kepada sebuah tim sepakbola- pernah saya alami. Ya ketika masih sekolah,terakhir di SMA.

Ya di SMA dahulu,tepatnya di kelas saya tercinta ada sebuah televisi antik yang setiap pagi pasti kami ber19 pantengin sebelum sekolah dimulai. Biasanya jam 6 kurang sudah mulai berdatangan satu per satu personel kelas TITANIC (Tempat Ini Tempatnya ANak-anak uNIC),begitulah salah satu nama yang kami berikan untuk kelas kami tersebut.

Yang ditonton apalagi kalau bukan tayangan berita,lebih spesifik lagi adalah tayangan berita olahraga. Di LensaOlahraga nya ANTV, dan Sport7 nya TV7 (Trans7) ketika itu.

Yang datang pertama kali pun juga adalah orang yang sangat menggandrungi tayangan sepakbola. Dan yang lebih membuat semakin bersemarak adalah tim yang didukung oleh mereka berbeda.

Ada yang dukung Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham dan ada yang dukung Manchester United.

Yang paling heboh itu ketika hari Senin,ya hari pertama sekolah dan hari setelah hampir semua pertandingan bola,khususnya Liga Inggris dihelat.

Pasti terbayang betapa hebohnya suasana kelas ketika menonton dan menyaksikan berita seputar pertandingan Liga Inggris tersebut.

Dan kehebohan itu pastinya seputar kebahagiaan bagi yang tim dukungannya menang dan kesabaran berlipat-lipat yang harus dimiliki oleh orang yang tim dukungannya kalah karena ejekan yang lainnya.

 

Saya ingat betul ketika dulu MU -tim yang saya dukung- kalah dan di pertandingan lain, Chelsea -misalnya- menang,apalagi menang lawan MU,pasti tuh saya dicemooh seantero kelas.

Dan langsung mood seharian itu lumayan anjlok.

Sebaliknya,kalau MU menang,apalagi lawan Chelsea gantian dah tuh saya menertawakan yang mendukung Chelsea.

Itulah rutinitas yang saya jalani hampir selama 2 tahun di SMA.

Dan kini setelah hampir menjalani 4 tahun di perkuliahan dan terlebih lagi hampir 4 tahun tinggal di asrama yang pastinya lebih terasa lagi atmosfirnya,terutama kalau urusannya tentang sepakbola.

Barusan ketika Manchester City dalam keadaan tertinggal dari Queen Park Rangers (QPR) 1-2 dan di pertandingan lain Manchester United menang 1-0 atas Sunderland saya masih tetap senang dan bahagia,tapi sekadarnya saja.

Dan ketika dalam waktu 4 menit City bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 yang artinya adalah MU gagal merengkuh gelar juara liga Inggris tahun ini,saya tetap kecewa. Tapi rasa kecewa itu tidak sepedih ketika di SMA dahulu.

Ketika tadi juga,beberapa adek saya di asrama dengan puas menertawakan saya karena kekalahan MU,saya tetap bisa menyikapinya dengan bijak dan legowo.

Saya pikir toh pertandingan bola ya hanya sebuah pertandingan dan hiburan. Kalah menang adalah hal yang biasa.

Yang menjadi tidak biasa dan bahkan bisa berbahaya di kala pertandingan bola itu ibarat candu,apalagi kalau sampai tim yang kita dukung kalah kemudian membuat kita frustasi.

Duh gak banget deh. 

Agak gak nyambung sih kalimat terakhirnya.

Tak apelah,

Namanya juga berusaha untuk kembali menulis di MP meski akhir-akhir ini MP sering error dan semakin kencang berhembus isu MP akan berubah,bahkan bisa kayak Friendster.

 
 
 

Kamar tercinta, 22 Jumadil Akhir 1433 H

MU lovers yang akhir-akhir ini lagi ngedate  

dengan Tugas Akhir dan Penelitian tercinta. 
Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , , , , | 9 Comments

(Diskusi) jadi maksudnya BBM bersubsidi itu apa yaa??

Bismillaahirrohmanirrohiim.
Jadi langsung saja. Akhir-akhir ini saya lama tertegun memikirkan sesuatu hal yang sebenarnya tidak begitu penting bagi saya -untuk saat ini*-,yakni tentang huru hara kenaikan harga BBM.
Saya tidak membahas mengenai kelayakan kenaikan harga BBM atau dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia,ya karena itu bukan bidang keilmuan saya.
Tapi ini tentang mengenai :

Sebenarnya maksud dari BBM yang bersubsidi itu apa yaaa??
 
No,saya juga tau kalau subsidi itu artinya ya dibantu atau diberi bantuan dari pemerintah agar harganya jadi lebih murah.
Tapi kan sebagaimana kita tau dan tentunya dari yang kita liat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) ada beberapa jenis bahan bakar yang dijual.
Ada bensin, solar, pertamax dan pertamax plus.
Mungkin dari yang saya duga -hipotesis awal

– dan juga dugaan/pemikiran sebagian masyarakat adalah ya subsidi itu karena harga Bensin lebih murah dibandingkan Pertamax atau pertamax plus.
 
Nah,saya jadi teringat pelajaran SMA –yang sangat amat saya cintai

– tentang hidrokarbon.
Yang pernah diterangkan oleh guru kimia saya,bedanya bensin,pertamax dan pertamax plus itu adalah dari bilangan oktannya,yakni angka yang menunjukkan besarnya kandungan iso-oktan di suatu bahan bakar.
Saya kutipkan penjelasan yang ada di WIKIPEDIA.
Octane rating or octane number is a standard measure of the performance of a motor or aviation fuel. The higher the octane number, the more compression the fuel can withstand before detonating. In broad terms, fuels with a higher octane rating are used in high-compression engines that generally have higher performance. In contrast, fuels with low octane numbers (but high cetane numbers) are ideal for diesel engines. Use of gasolines with low octane numbers may lead to the problem of engine knocking.
 
dan di sana juga tertera bilangan oktan dari berbagai jenis bahan bakar yang ada di berbagai negara.
di tulisan lain yang saya temui lewat mesin pencari GOOGLE dengan kata kunci, bedanya premium dan pertamax
Pertamax memiliki bilangan oktan 92,trus pertamax plus nilai oktannya 95.
 
Nah,jadi sebenarnya tidak ada bahan bakar bersubsidi toh?
karena kan ada harga ada rupa.
Atau saya yang keliru dalam memahami hal ini yaa?Monggo berdiskusi.

*sedikit (atau banyak) teralihkan isu dari bidang yang saya ambil untuk TUgas Akhir*
 
 
WarNet biasa, 08 Jumadil Awal 1433 H
 
*maksudnya adalah,saya -seharusnya- lagi konsentrasi di Tugas Akhir saya tentang bahan perkerasan jalan,makanya isu BBM tidak begitu penting bagi saya untuk saat ini.
Categories: Opini | Tags: , , , , | 4 Comments

(CoPas) Wanita-Wanita Langit

 

Siapa bilang wanita tidak memiliki kedudukan dalam sejarah Islam?

Bukankah orang yang pertama kali beriman kepada Islam dari golongan wanita? yaitu Khadijah radhiyallahu ‘anha.


Bukankah orang yang pertama kali mati syahid dari golongan wanita? yaitu Sumayyah binti Hubath.

Dan bukankah orang yang pertama kali syahid di laut juga dari golongan wanita? yaitu Ummu Haram binti Malhan.

Dibalik itu, masih banyak wanita2 Muslimah yang terukir namanya dengan abadi dalam sejarah keislaman.

Banggalah engkau menjadi seorang wanita�
* Wanita pertama yang menjadi istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan pertama kali masuk Islam; Khadijah binti Khuwailid.

* Wanita pertama yang mati syahid dalam Islam: Sumayyah binti Hubbath. Sumayyah masuk Islam beserta suami dan anaknya. Orang-orang Quraisy menyiksa dan menjemurnya di bawah terik matahari. Abu Jahl menusuknya dengan tombak hingga Sumayyah gugur sebagai syuhada Islam pertama.

* Wanita pertama yang ikut bai�at �aqabah: Asma binti Amru.

* Wanita pertama yang tiba di madinah saat hijrah: Laila binti Abi Hatsmah.

* Wanita pertama yang dua kali hijrah (muhajirah al-hijratin) dan shalat dua kiblat (mushaliah al qiblatain) : Asma� binti Umais.

* Wanita pertama yang membai�at Rasulullah: Laila binti Al Khatim. Dia saudara Qais binti Al Khatim, seorang penyair penduduk Anshar dari kabilah Aus. Dialah wanita pertama yang membai�at Rasulullah, saat beliau tiba Madinah hijrah dari Mekah.

* Muslimah pertama yang membunuh laki-laki musyrik: Shafiah binti Abdul Muthalib. Shafiah adalah bibi Nabi Saw. Ketika perang Uhud seorang Yahudi menyusup ke benteng umat Islam. Shafiah turun tangan dengan memukul Yahudi itu dengan tongkat hingga mati terbunuh.

* Wanita pertama yang dimerdekakan oleh anaknya: Mariah al Qibthiyah. Dia adalah budak Nabi, dihadiahkan bersama saudaranya Sirin oleh Mauqaqis, penguasa Mesir. Mereka menerima tawaran memeluk agama Islam. Setelah itu Mariah dinikahi Nabi, ketika ia melahirkan Ibrahim, Nabi bersabda, �Dia telah dimerdekakan oleh anaknya�.

* Wanita pertama yang digelari penjaga Al Quran (Haritsah Al Quran) : Hafshah binti Umar bin Khaththab.

* Wanita pertama yang menikah tanpa wali dan saksi: Zainab binti Jahsy. Dia istri Nabi, puteri dari bibi beliau (Umaimah). Sebelumnya dinikahi oleh Zaid bin Haritsah, lalu diceraikan. Kemudian Nabi menikahinya berdasarkan nash Al Quran (QS Al Ahzab [33] :37) tanpa saksi dan wali. Zainab sangat bangga, �Aku dinikahkan oleh Allah di atas Arsy-Nya�. Dengan pernkahan Rasul ini sekaligus ditiadakannya adopsi anak dalam Islam.

* Wanita pertama yang membunuh sembilan tentara Romawi: Asma binti Yazid. Dia ikut serta dalam perang Yarmuk membagi air minum dan merawat mujahid yang terluka. Di samping itu berhasil membunuh sembilan tentara Romawi dengan tinag kemah.

* Wanita pertama yang menikah dengan dua Khulafa Rasyidin: Asma binti Umais. Dia pernah menikah dan memberikan keturunan pada dua orang Khalifah Rasyidin (Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib).

* Wanita pertama yang memeluk Islam berkat do�a Nabi: Umaimah ibu dari Abu Hurairah. Suatu kali Abu Hurairah menangis, sebab gagal mengajak ibunya memeluk Islam. Umaimah malahan mengejek Rasul, sehingga Abu Hurairah mohon agar ibunya mendapat hidayah. Lantas Nabi memanjatkan do�a, tak lama kemudian ibunya sadar dan memeluk agama tauhid.

* Wanita pertama yang dikatakan Rasulullah kepadanya â�?Kamu ibuku setelah ibu kandungkuâ�? : Barakah al-Habasyiah. Ia dikenal dengan Ummu Aiman. Wanita yang mengasuh beliau sejak kecil. Sampai beliau menikah dengan khadijah, Ummu Aiman masih menyertainya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, â��Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibu kandungkuâ�?. Lantas Zaid datang menikahinya sesudah mendengar Rasul berkata, â��Alangkah bahagainya orang yang menikahi perempuan ahli surga, maka nikahilah Ummu Aiman.â�?

* Wanita pertama yang menjadikan mahar pernikahannya keislaman suami: Ummu Sulaim binti Milhan. Ketika dipinang oleh Abu Thalhah yang masih musyrik, Ummu Sulaim mensyaratkan keislaman sebagai maharnya. Terlebih dahulu Abu Thalhah Abu Thalhah memeluk Islam dan menjadi muslim yang baik, lalu menikahi mu�minah sejati.

* Wanita pertama yang tidak peduli akan kematian ayah, saudara dan putera-puteranya: Anshariyah. Saat perang uhud ayah dan saudaranya serta puteranya syahid. Tapi Anshariyah justru cemas mendengar Rasulullah wafat. Setelah dapat kepastian Rasul selamat, maka legalah hatinya dan berkata, �Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah, aku tidak peduli siapapun yang meninggal, asal engkau selamat�.

* Wanita pertama yang tidak tidur pada malam hari untuk beribadah: Haula binti Tuwait. Aisyah menceritakan kesibukan Haula dalam ibadah hingga orang mengira dirinya tidak tidur sekejap pun. Rasulullah bersabda, �Lakukanlah amal perbuatan sekuat kemampuan kalian. Demi Allah, Allah tidak akan pernah bosan, sampai kalian bosan�.

* Wanita pertama yang syairnya disukai oleh nabi: Khansa� binti Amru. Rasulullah sangat mengagumi syairnya, beliau berkata, �Ayolah wahai Khansa!� Pernah ditanyakan pada Jarir, �Siapakah yang paling pandai bersyair?� dia menjawab, �saya, kalau tidak ada Khansa.�

* Wanita pertama yang memimpin para muslimah dalam peperangan melawan Ramawi: Haulah binti al-azur al-Qindi. Srikandi ini beserta muslimah lainnya ditawan musuh. Tetapi dengan semangat membara mereka melakukan perlawanan sengit. Hanya bersenjatakan tiang-tiang kemah mereka berhasil menyelamatkan diri dari pasukan Romawi.

* Wanita pertama suami, anak dan cucunya menjabat Khalifah: Haizuran al-Qarsiyah. Haizuran istri Khalifah Al Mahdi, mempunyai wawasan yang luas, wibawa serta kekuasaan. Setelah suaminya wafat, puteranya Musa Al Hadi naik tahta, menyusul sesudah itu puteranya Harun al Rasyid juga menjabar Khalifah. Kemudian cucunya bernama Al Ma�mun juga menggantikan pada jabatan yang sama.

* Wanita pertama yang diminta ilmunya dibukukan: Amarah binti Abdurrahman. Dia seorang ahli fiqh dan hadits yang perneh bertemu dengan Aisyah. Amirul Mu�minin Umar bin Abdul Aziz mengirim Surat kepada Abu Bakar bib Muhammad, �Lihatlah yang ada pada hadits-hadits Rasulullah, atau sunnah yang lalu, atau hadits pada Amarah dan tulislah. Karena aku takut ilmu akan hilang dengan hilangnya ahli ilmu.�

* Wanita pertama yang memperhatikan kaligrafi arab: Hafizhah Khatun. Seorang kaligrafer hebat yang belajar pada Sufyan al Wahabi al Baghdadi. Putri seorang hakim di Irak ini memperoleh penghargaan berkat keahlian dalam bidang kaligrafi tsulutsi dan naskhi.

* Wanita pertama yang berkuasa dari balik tirai: Urwa binti Ahmad Shalihiah. Dikenal dengan Balqis kecil, lahir di kampung Harraj, Yaman. Ketika suaminya Makram jatuh sakit, urusan negara diambil alih sang istri. Selanjutnya Urwah menguasai dan mengurus negara di balik tirai.

http://gizanherbal.wordpress.com/2011/06/02/wanita-wanita-langit/
copied from
here

Categories: Belajar Ilmu Agama, Salinan | Tags: , , | 3 Comments

Catatan Safari Dakwah Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq, 15 Februari 2012 : Haqiqotul Iman – 1

Bismillaahirrohmanirrohiim.

 

Di awal rangkaian safari da’wah Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq di Masjid Kampus UGM (sebeluimnya pada pagi hari di Masjid Pondok Pesantren Bin Baz), moderator yakni Ustadz Afifi Abdul Wadud memberikan beberapa taujih atau nasehat :

Berjumpa dengan ulama adalah sebuah nikmah dan keberadaan ulama adalah benteng dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di umat”

Catatlah ilmu dengan tulisan, karena ilmu itu seperti barang buruan dan mengikatnya dengan mencatatnya.

 

Tak berapa lama setelah sholat ‘Isya ditunaikan,acara inti pun dimulai. Penerjemah pada kajian tersebut adalah Ustadz Arif yang merupakan Mudir Ma’had Bin Baz.

Adapun Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq yang bernama lengkap Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin â��Utsman Al Abbad Alu Badr adalah guru besar bidang ‘Aqidah di Universitas Islam Madinah.

lebih lanjut mengenai beliau bisa dibaca di sini

 

——————————————————————

 

Iman.

Iman itu adalah setinggi-tingginya tujuan, seagung-agungnya apa yang dicita-citakan.

Iman dengannya kita ini diciptakan dan dengannya kita akan memperoleh kebahagiaan dan surga, selamat dari siksaan-NYA dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Hilangnya keimanan, berarti hilanglah semuanya.

Seseorang apabila tidak menegakkan iman, ia tidak akan mendapatkan keamanan, kebahagiaan dan cita-citanya.

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Quran Surat Al-An’am ayat 82)

 

Buah dari keimanan dan pengaruhnya tidak bisa dihitung. Seluruh kebaikan di dunia dan akhirat adalah buah dan hasil dari keimanan. Setiap musibah,tidaklah bisa dihilangkan dan sirna, melainkan itu merupakan buah keimanan.

 

Seorang mukmin cukuplah baginya jika menuntut kebaik-kebaikan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, baik di saat sehat maupun sakit, baik ketika safar (melakukan perjalanan) ataupun muqim (tinggal), mukmin selalu mencari dan dalam kebaikan-kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya” (Hadits Riwayat Muslim)

 

Pada dasarnya mukmin itu diuji,baik dengan kelapangan dan terkadang kemiskinan. Yang perlu diketahui, tatkala ALLOH memberi kelapangan kepada seseorang,bukan berarti (belum tentu) menjadi dalil/pertanda ALLOH ridho. Sebaliknya, jika ALLOH memberi kesempitan bukan berarti ALLOH murka kepadanya.

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Robb-ku telah memuliakanku”. Adapun bila Robb-nya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (Quran Surat Al-Fajr ayat 15-16)

 

Jika ada dua orang, yang satu apabila ia berkecukupan ia ridho/bersyukur. Dan seorang lainnya apabila kurang,ia bersabar. Manakah yang lebih utama?

Ibnul Qayyim bertanya kepada gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengenai perkara itu. Jawaban Syaikhul Islam, “Yang paling bertaqwa di antara keduanya.”

Lalu,Ibnul Qayyim bertanya lagi, “Jika sama, siapa?”

Syaikhul Islam menjawab, “Kedua-duanya sama dalam hal pahala.”

 

Seorang mukmin selalu dalam kebaikan, baik tatkala lapang/senang maupun tatkala sempit/susah. Tapi bila ia mendapatkan kelapangan/kesenangan ia tidak bersyukur serta jika sedih tidak bersabar, maka ia memperoleh kerugian pada masing-masing keadaannya.

 

Cukuplah bagi seorang mukmin dengan keutamaan, memperoleh keutamaan, memperoleh sebaik-baik perhiasan, seindah-indah pakaian,yakni keimanan, yang diberikan oleh ALLOH Ta’ala kepada orang beriman.

 

ALLOH Ta’ala menghiaskan keimanan pada hati kalian dan ALLOH menanamkan kebencian terhadap kekufuran.

 

Hakikat perhiasaan itu ada pada keimanan.

 

———————————-

 

InsyaaALLOH akan dilanjutkan.

 

 

Al faqiir,

Lantai Dasar UniRes UMY gedung U, 01 Rabi’ul Akhir 1433 H

 

 

 

referensi :

1. Untuk copy paste ayat Quran beserta arti

2. Tulisan Ustadz Ari Wahyudi tentang Menakjubkannya Seorang Mukmin

3. Catatan kajian Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq tentang Hadits-Hadits Seputar Keimanan

Categories: 'Aqidah, Belajar Ilmu Agama, Catatan | Tags: , , , , , | 1 Comment

(Catatan Akhir Masa) Hari Terakhir…

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Masih cukup membekas ketika awal-awal menginjakkan kaki di kampus Matahari Terbit ini.

Ngurusin berkas-berkas pendaftaran Computer Based Test (CBT), melengkapi persyaratan, mengerjakan 100 soal CBT hingga ada pengumuman dan kini tanpa terasa sudah 7 semester saya menimba ilmu di sini.

Ya,hari ini, Sabtu, 07 Januari 2012 atau 12 Safar 1433 H adalah hari terakhir perkuliahan. Ya hari terakhir saya menghadiri perkuliahan mata kuliah teori.

Ya seharusnya jika berjalan dengan lancar sesuai perencanaan perkuliahan yang telah saya susun sejak awal kuliah dan dimantapkan setelah diskusi dengan beberapa dosen dan senior semester 7 adalah semester terakhir bagi saya mengambil mata kuliah teori.

Ketinggalan 1 semester memang jika dibandingkan rekan-rekan se-angkatan di Fakultas ISIPol,Hukum atau Ekonomi yang sudah beres mata kuliah teori di semester 6. Ya,wajar saja,soalnya di Teknik Sipil lebih banyak SKS nya,bahkan menurut pengamatan dan pencermatan saya Teknik Sipil adalah salah satu program studi terbanyak SKSnya di UMY,yakni sebesar 152 SKS.

 

Di hari terakhir ini hanya ada satu mata kuliah yang mengadakan kelas. Kelas presentasi Perencanaan Transportasi. Yang berarti mata kuliah PT ini adalah mata kuliah penutup.

Kelas beberapa mata kuliah sudah berakhir di minggu sebelumnya atau di awal-awal minggu ini.

Jika boleh mengintrospeksi dan mengevaluasi diri usaha dan semangat saya di perkuliahan ini sangat tidak maksimal. Saya perkirakan hanya 30%.

Salah satu buktinya adalah petikan dialog saya dengan salah seorang dosen yang cukup menghujam jantung saya *lebay*

Saya (S) : “Pak,nanti siang masuk kuliah ………?

Dosen (D) : “iya,kenapa. mau bolos lagi yaa? hhehe,ups.”

S : *terdiam sejenak,eh lumayan lama* “yaahh,Pak. saya gak bolos kok.

Dosen saja sampai bisa mengambil kesimpulan saya sering bolos kuliah.

*mesem-mesem sambil menutup muka *

 

Ahh,tak terasa memang waktu itu cepat sekali berlalu.

Teringat ketika awal perkuliahan,ketika itu di hari pertama kuliah dosennya gak datang akhirnya salah seorang dosen lainnya inisiatif untuk masuk dan menjelaskan tentang Perkuliahan di Teknik Sipil.

Penjelasan beliau sampai sekarang masih saya ingat dan catat.

Dan selalu saya sampaikan kembali khususnya ketika menjelaskan tentang bagaimana kuliah di Teknik Sipil ke residen asrama ketika KulTuM.

 

Ahh,saya akui saya merupakan tipe yang gampang merindu.

Merindukan masa-masa.

 

Pasti suatu saat akan terkenang saat-saat…..

…..datang pagi-pagi menunggu dosen. -yang ini sering saya lakukan di semester awal kuliah-

…..berdiskusi dan bercanda gurih dan seringkali garing sembari menunggu waktu kuliah dimulai.

…..bangun kesiangan dan tergesa-gesa ke kampus.

…..mimpi masuk kuliah terlambat,tapi rupanya memang cuma mimpi dan datang kuliah tepat waktu.

…..dimarahin atau disindir ketika telat masuk kuliah,ntah itu oleh dosen atau teman-teman.

…..masih banyak lagi kenangan yang pasti akan saya kenang

 

entah di manapun atau bekerja sebagai apapun saya nanti setelah lulus.

entah ketika diberikan rizqi dan umur untuk studi lanjut atau mengabdi di salah satu profesi atau bekerja nanti.

 

Saluran air mata,mohon tahan debit aliran produksi air matamu sampai di malam-malam nan panjang di sepertiga terakhir.

Yaa Robbi,

 

ahhh,sepertinya sangat sulit untuk melaksanakan keinginan untuk sit-in di kelas-kelas perkuliahan meski tidak lagi mengambil mata kuliah teori tersebut.

dan ini terbukti ketika semester 6 yang sudah lewat.

 

 

seterusnya fokus dan berusaha sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menuntaskan Ujian Akhir Semester terakhir (semoga,aamiin) di perkuliahan S1.

dan selanjutnya/sembari menuntaskan penghabisan masa-masa studi S1 + “hal-hal yang tertunda”

 

 

 

Kamar tercinta di tempat yang juga pasti akan saya kenang, 13 Safar 1433 H

Categories: Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.