Sebuah Cerita

Ternyata kebersamaan kita hanya 5,5 tahun…..

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Banyak cerita selama 5,5 tahun ini,

ya selama engkau menemani perjalananku ini,

masih terbayang saat jumpa kita pertama kali,

akhir November 2007 menyentuhmu pertama kali,

 

Awalnya dahulu kita bersama tatkala daku masih di pekanbaru,

ya ketika masih masa2 SMA dahulu,

engkau membantuku mengerjakan tugas2ku,

hingga kita sempat terpisah jarak dan waktu,

Continue reading

Categories: Sebuah Cerita | Tags: | Leave a comment

#Dokterbangunan Saat Assessment Gempa Dieng

Bismillaahirrahmanirrahiim.
Alhamdulillaah,hari Sabtu-Ahad, 04-05 Mei 2013 kemarin diberikan kesempatan buat ikutan Rapid Assessment Gempa Dieng 19 April 2013 bersama 39 mahasiswa angkatan 2010 lainnya,tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan didampingi oleh salah dua dari dosen-dosen hebat (Pak Jazaul dan Pak Agus).

Awalnya sempat mikir buat ikutan,soalnya diliat dari kertas assessment yang akan diisi saya seolah nge-blank karena semenjak semester 6 saya seolah gak begitu semangat “berurusan” sama bidang struktur setelah “jatuh hati” sama bidang transportasi :-*. Tapi saya berpikir lagi, “kesempatan jarang2 datang dua kali.” Ya sudah saya ambil saja kesempatan itu.
Diberitau kumpul pagi2 hari Sabtu, saya pun berangkat dari kontrakan jam 7an. Mampir beli peralatan,seperti baterai dan doubletape. Nah,karena masih jam setengah 8 kurang saya sempatkan ke WarNet dekat kampus buat menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Koordinator Regional III Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI). Setelah kirim, saya langsung ke kampus. Telat beberapa menit dari jam 08.00,Alhamdulillaah belum pada berangkat. 🙂

Sekitar jam 9 berangkat dari kampus dan menuju ke lokasi. Medan perjalanan yang tak mudah,karena di beberapa ruas jalan khususnya sebelum Wonosobo jalannya banyak berlubang membuat perjalanan tidak begitu mulus, qadarallah.
Singkatnya sekitar waktu Zhuhur sampai di lokasi,letak barang2,makan dan briefing sebelum mulai melakukan assessment dan saya ditempatkan di Desa Pekasiran plus ditunjuk sebagai koordinator. (baiklah,mungkin karena paling tua dari segi angkatan :D)

Continue reading

Categories: Goresan Karyaku, Sebuah Cerita, Sharing, Studi | Tags: , , , , | Leave a comment

Ujian di Ruang Ujian

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Hari ini adalah hari terakhir penyelenggaraan Ujian Akhir Semester Gasal di Fakultas Teknik. Pengalaman yang memberikan banyak cerita tentunya bagi saya dan beberapa rekan yang menjadi pengawas ujian. Yang dulu biasanya menjadi peserta ujian, yang biasanya panik waktu liat soal pertama kali karena ndak sama dengan yang dipelajari, yang biasanya panik ketika disebutkan “waktu tinggal 5 menit lagi” dan berbagai “kebiasaan” lainnya yang tentu saja jauuuuuhhhhh berbeda antara ketika berstatus sebagai mahasiswa S1 dengan sekarang yang menjadi alumnus -calon mahasiswa lagi :)-

Sedikit cerita dan opini dari pengalaman mengawas ujian sudah saya tuangkan di tulisan yang ini.

Dan kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan perasaan (tsaaahhh) yang tentunya -saya rasa- dirasakan oleh pengawas ujian lainnya.

Sesuai judulnya, ya ini cerita tentang ujian di ruang ujian.

Continue reading

Categories: Kerjaan, Sebuah Cerita, Sharing | Tags: , , | Leave a comment

Kisah yang telah berlalu….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Kalender di HP menunjukkan tanggal 2 Desember 2012, ah begitu cepat berlalu. Tadi siang saya iseng-iseng membuka blog seorang senior. Blog yang sudah “terkubur” sebenarnya, tapi  masih bisa diakses via HP. Tulisan beliau sangat menarik dan melecut semangatku lagi. Beberapa catatan beliau yang menarikku adalah tentang kisah perjalanan lanjut S2 dan yang paling menarik adalah kisah perjalanan Tugas Akhir beliau.

Beliau adalah salah satu orang yang rajin dan rapi menuliskan jejak perjalanan kisahnya,khususnya selama studi di Jogja. Dan kisah TA beliau menjadi amat menarik bagiku karena saya tidak menuliskan perjalanan saya sebaik beliau. Yang saya pernah tulis paling kisah “memilukan”.

Itu baru tugas akhir yang hanya sedikit tulisan jejak kenangan. Belum lagi Kerja Praktek dan KKN.

Life goes too fast and finally regret will come.

Di sebuah WarNet

Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , | Leave a comment

Separah-parahnya Hacker FB

Bismillaah.

Jadi ini berawal dari kebiasaan “most of people” yang saya kerjakan,yakni cek FB!

Ya seperti biasanya liat notifikasi,pesan dan baca skilas status yang bersliweran di newsfeed.

Dan tiba-tiba ada salah status yang menyilaukan mata.

lebih kurang berisi kayak gini

innalillahi wainna ilaihi roji’un..teman rekan~rekan organisasi *** tercinta beserta sluruh yg mengenal ***. berita duka yg sngat mendalam harus kami sampaikan sebagai pihak keluargakabar berita mengenai *** (-nama lengkapnya-). innalillahi wainna ilaihi roji’un.. telah kembali ke rahmatullah tadi malam pukul 00:07 wib. kami selaku keluarga memohon limpahan do’a kepada almarhumah *** semoga bahagia di sisi Allah swt

jelas ini mbuat kaget banyak orang,trutama rekan-rekan di Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI).

singkat cerita,status itu hoax dan dibuat oleh hacker yang gak bertanggungjawab.

well,kayaknya itulah separah-parahnya hacker akun FB

dampak status bajakan itu adalah semua keluarganya pemilik akun itu tidak percaya dan menangis,ada lagi sahabat-sahabatnya yang sudah bersiap ke daerah jawa timur tempat tinggalnya,dsb.

sampai akhirnya malam tadi diklarifikasi langsung sama yang punya akun FB itu.

bener2 parah tuh hacker.

Categories: Sebuah Cerita | 9 Comments

Tidur di kantor polisi

Bismillaah.
Jadi singkat saja. Mulai siang ini saya menjadi salah tim surveyor untuk pembangunan jaringan jalan selatan Pulau Jawa. Saya kebagian di wilayah DIY, dari Karangnongko yang di dekat perbatasan Jawa Tengah-DIY hingga ujung timur DIY bagian selatan.
Nah,saya berpartner dengan mahasiswa D3 Geomatika UGM.
Sejak tau berpartner dengan yang belum dikenal sebelumnya dan diberikan tugas di daerah tidak pernah saya capai membuat saya dag dig dug. Apalagi harus membagi waktu. Lalu saya mencoba berpikir positif dan mengafirmasi diri (meminjam istilahnya mbak Imazahra).
Dan Alhamdulillaah sejauh ini baik-baik saja.
Tadi sempat mengendarai motor hingga Purworejo yang merupakan rekor terbaru setelah di Muktamar 1 Abad Muhammadiyah yang saya jadi wartawan mengendarai motor ke Bantul.
Trus lingkungan di sini cukup kondusif dan terkait tempat tinggal yang merupakan kesepakatan kami berdua untuk mencari meskipun sebenarnya bisa balik ke kos/kontrakan masing-masing. Dan akhirnya kami memilih untuk menumpang tidur di sebuah kantor polisi. Pengennya ke kantor polisi yang ada sel tahanan. Hahahaha.
Dan kerennya di sini TVnya pake TV kabel euy.


Pak polisinya baik-baik. Gak seserem ketika razia.

 
 
Purworejo, 07 Sya’ban 1433 H
 
Tulisan menjelang tidur setelah ngerjain scriptsweet dan untuk mengklarifikasi kalau-kalau ada yang ngira saya tidur di kantor polisi karena ditahan. Apa deh.
Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , | 12 Comments

MU vs City : This is what I call as one of great change in my life

Bismillaah.

that’s I call as a great change in my life.

dulu ketika masih zaman SMA kalau MU kalah,perasaan itu rasanya remuk redam,apalagi setelah diketawain sama teman-teman satu kelas yang

tapi skarang,

after undergoing some steps, kalau MU kalah ya rasanya biasa aja. ngapain emosian lagian toh sepakbola hanya sebuah olahraga dan hiburan. kalau tim yang kita dukung menang ya senangnya biasa aja. kalau kalah pun ya biasa aja. gak usah sampai emosian apalagi sampe mengumpat kata2 kotor. 😉

and yang terpenting juga,di sinilah konsep Al Wala’ Wal Bara’.

 

*itulah salah satu status FB saya barusan*

 

Ya,olahraga sepakbola adalah (salah satu) olahraga yang paling banyak penggemarnya di dunia,khususnya di Indonesia. Meskipun yang bertanding dan didukungnya adalah bukan tim yang berasal dari negara asalnya,kalau udah kadung fans ya semuanya dilakukan.

Saya lupa apa istilah di dunia Psikologi yang tepat untuk mengekspresikan hal tersebut.

Hal ini,-yakni perasaan cinta yang berlebihan bahkan sudah melebihi batas,khususnya dalam hal ini adalah cinta kepada sebuah tim sepakbola- pernah saya alami. Ya ketika masih sekolah,terakhir di SMA.

Ya di SMA dahulu,tepatnya di kelas saya tercinta ada sebuah televisi antik yang setiap pagi pasti kami ber19 pantengin sebelum sekolah dimulai. Biasanya jam 6 kurang sudah mulai berdatangan satu per satu personel kelas TITANIC (Tempat Ini Tempatnya ANak-anak uNIC),begitulah salah satu nama yang kami berikan untuk kelas kami tersebut.

Yang ditonton apalagi kalau bukan tayangan berita,lebih spesifik lagi adalah tayangan berita olahraga. Di LensaOlahraga nya ANTV, dan Sport7 nya TV7 (Trans7) ketika itu.

Yang datang pertama kali pun juga adalah orang yang sangat menggandrungi tayangan sepakbola. Dan yang lebih membuat semakin bersemarak adalah tim yang didukung oleh mereka berbeda.

Ada yang dukung Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham dan ada yang dukung Manchester United.

Yang paling heboh itu ketika hari Senin,ya hari pertama sekolah dan hari setelah hampir semua pertandingan bola,khususnya Liga Inggris dihelat.

Pasti terbayang betapa hebohnya suasana kelas ketika menonton dan menyaksikan berita seputar pertandingan Liga Inggris tersebut.

Dan kehebohan itu pastinya seputar kebahagiaan bagi yang tim dukungannya menang dan kesabaran berlipat-lipat yang harus dimiliki oleh orang yang tim dukungannya kalah karena ejekan yang lainnya.

 

Saya ingat betul ketika dulu MU -tim yang saya dukung- kalah dan di pertandingan lain, Chelsea -misalnya- menang,apalagi menang lawan MU,pasti tuh saya dicemooh seantero kelas.

Dan langsung mood seharian itu lumayan anjlok.

Sebaliknya,kalau MU menang,apalagi lawan Chelsea gantian dah tuh saya menertawakan yang mendukung Chelsea.

Itulah rutinitas yang saya jalani hampir selama 2 tahun di SMA.

Dan kini setelah hampir menjalani 4 tahun di perkuliahan dan terlebih lagi hampir 4 tahun tinggal di asrama yang pastinya lebih terasa lagi atmosfirnya,terutama kalau urusannya tentang sepakbola.

Barusan ketika Manchester City dalam keadaan tertinggal dari Queen Park Rangers (QPR) 1-2 dan di pertandingan lain Manchester United menang 1-0 atas Sunderland saya masih tetap senang dan bahagia,tapi sekadarnya saja.

Dan ketika dalam waktu 4 menit City bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 yang artinya adalah MU gagal merengkuh gelar juara liga Inggris tahun ini,saya tetap kecewa. Tapi rasa kecewa itu tidak sepedih ketika di SMA dahulu.

Ketika tadi juga,beberapa adek saya di asrama dengan puas menertawakan saya karena kekalahan MU,saya tetap bisa menyikapinya dengan bijak dan legowo.

Saya pikir toh pertandingan bola ya hanya sebuah pertandingan dan hiburan. Kalah menang adalah hal yang biasa.

Yang menjadi tidak biasa dan bahkan bisa berbahaya di kala pertandingan bola itu ibarat candu,apalagi kalau sampai tim yang kita dukung kalah kemudian membuat kita frustasi.

Duh gak banget deh. 

Agak gak nyambung sih kalimat terakhirnya.

Tak apelah,

Namanya juga berusaha untuk kembali menulis di MP meski akhir-akhir ini MP sering error dan semakin kencang berhembus isu MP akan berubah,bahkan bisa kayak Friendster.

 
 
 

Kamar tercinta, 22 Jumadil Akhir 1433 H

MU lovers yang akhir-akhir ini lagi ngedate  

dengan Tugas Akhir dan Penelitian tercinta. 
Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , , , , | 9 Comments

[Mohon Do’anya] Alhamdulillaah,masuk final ^_^

Bismillaah.
It sounds many MPers are missing me.

*PD jaya*

Langsung saja.
Jadi beberapa minggu yang lalu saya ikut Lomba Karya Tulis Nasional (LKTN) di UGM tentang Transportasi. Well,sepertinya ini karya tulis pertama saya di bidang yang saya pelajari.
Selama ini malah saya ikut LKTI (Ilmiah)nya tentang Hukum,Ekonomi,Masalah Sosial dan Kesehatan. =))

Dan karya tulis ini tergolong sangat nekad. Karena :

1. Ikut lombanya bayar & tergolong tidak murah untuk ukuran mahasiswa S1 (Rp 70.000)

2. Sebenarnya saya udah sejak beberapa hari sebelumnya ingin menuliskan esai itu. Tapi ada aja alasan penundaannya. Jadinya setelah transfer biaya pendaftaran,saya baru mulai membuat. Dan itu dalam waktu sekitar 1,5 jam sebelum batas akhir pengumpulan karya.
*bingung mau ketawa atau nangis*

Akhirnya terkirim jam 00.08.

Yaaa! Telat 8 menit. Dan saya langsung SMS panitianya bilang saya sudah mengirimkan karya & juga minta maaf karena telat.

Beberapa hari tak ada balasan.

Saya sms panitia nanya kapan pengumumannya malah dijawab, “secepatnya”.

Dan tanggal 27 April 2012 jam 8 malam lewat,ketika lagi disiarkan kompetisi pencarian bakat itu & pas yang tampil itu adalah orang yang namanya jadi Trending Topic di Twitter,saya membuka website penyelenggara lomba.
Dan ternyata baru saja diumumkan 7 besar finalisnya.

Nomor 1 dari ITB.

Masih harap-harap cemas.

 

Nomor 2 sampai 4 dari ITS.

Makin cemas.

 

Nomor 5 & 6 dari UNS.

Makin pasrah.

Daaaannn.

Nomor 7….

U M Yeeeeee!!!

Alhamdulillaah!

Spontan saya sujud syukur & teriak lepas yang membuat tuan rumah (junior) tempat saya numpang ngenet kaget.

Heheheh 😀

Nah,setelah masuk 7 besar,semua finalis harus mempresentasikan karyanya hari Jum’at, 04 Mei 2012 ba’da sholat Jum’at.

Oleh karena itu,saya meminta kerelaan hati MPers semua untuk mendo’akan saya + memberi masukan terhadap karya saya itu.
Karya saya tersebut berjudul

“Pembenahan Sistem Transportasi Massal Menuju Perbaikan Sistem Transportasi Nasional.”

Isi karya saya itu akan saya posting nanti dan besar harapan saya MPers semua bisa memberikan saran,masukan,kritikan atau pertanyaan terhadap karya saya tersebut sebagai persiapan untuk presentasi 10′ + tanya jawab 15′ hari Jum’at,04 Mei nanti.

 

Best regards,

Posting via HP

info lomba bisa dilihat

di sini

Categories: Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , | 24 Comments

(Catatan Akhir Masa) Hari Terakhir…

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Masih cukup membekas ketika awal-awal menginjakkan kaki di kampus Matahari Terbit ini.

Ngurusin berkas-berkas pendaftaran Computer Based Test (CBT), melengkapi persyaratan, mengerjakan 100 soal CBT hingga ada pengumuman dan kini tanpa terasa sudah 7 semester saya menimba ilmu di sini.

Ya,hari ini, Sabtu, 07 Januari 2012 atau 12 Safar 1433 H adalah hari terakhir perkuliahan. Ya hari terakhir saya menghadiri perkuliahan mata kuliah teori.

Ya seharusnya jika berjalan dengan lancar sesuai perencanaan perkuliahan yang telah saya susun sejak awal kuliah dan dimantapkan setelah diskusi dengan beberapa dosen dan senior semester 7 adalah semester terakhir bagi saya mengambil mata kuliah teori.

Ketinggalan 1 semester memang jika dibandingkan rekan-rekan se-angkatan di Fakultas ISIPol,Hukum atau Ekonomi yang sudah beres mata kuliah teori di semester 6. Ya,wajar saja,soalnya di Teknik Sipil lebih banyak SKS nya,bahkan menurut pengamatan dan pencermatan saya Teknik Sipil adalah salah satu program studi terbanyak SKSnya di UMY,yakni sebesar 152 SKS.

 

Di hari terakhir ini hanya ada satu mata kuliah yang mengadakan kelas. Kelas presentasi Perencanaan Transportasi. Yang berarti mata kuliah PT ini adalah mata kuliah penutup.

Kelas beberapa mata kuliah sudah berakhir di minggu sebelumnya atau di awal-awal minggu ini.

Jika boleh mengintrospeksi dan mengevaluasi diri usaha dan semangat saya di perkuliahan ini sangat tidak maksimal. Saya perkirakan hanya 30%.

Salah satu buktinya adalah petikan dialog saya dengan salah seorang dosen yang cukup menghujam jantung saya *lebay*

Saya (S) : “Pak,nanti siang masuk kuliah ………?

Dosen (D) : “iya,kenapa. mau bolos lagi yaa? hhehe,ups.”

S : *terdiam sejenak,eh lumayan lama* “yaahh,Pak. saya gak bolos kok.

Dosen saja sampai bisa mengambil kesimpulan saya sering bolos kuliah.

*mesem-mesem sambil menutup muka *

 

Ahh,tak terasa memang waktu itu cepat sekali berlalu.

Teringat ketika awal perkuliahan,ketika itu di hari pertama kuliah dosennya gak datang akhirnya salah seorang dosen lainnya inisiatif untuk masuk dan menjelaskan tentang Perkuliahan di Teknik Sipil.

Penjelasan beliau sampai sekarang masih saya ingat dan catat.

Dan selalu saya sampaikan kembali khususnya ketika menjelaskan tentang bagaimana kuliah di Teknik Sipil ke residen asrama ketika KulTuM.

 

Ahh,saya akui saya merupakan tipe yang gampang merindu.

Merindukan masa-masa.

 

Pasti suatu saat akan terkenang saat-saat…..

…..datang pagi-pagi menunggu dosen. -yang ini sering saya lakukan di semester awal kuliah-

…..berdiskusi dan bercanda gurih dan seringkali garing sembari menunggu waktu kuliah dimulai.

…..bangun kesiangan dan tergesa-gesa ke kampus.

…..mimpi masuk kuliah terlambat,tapi rupanya memang cuma mimpi dan datang kuliah tepat waktu.

…..dimarahin atau disindir ketika telat masuk kuliah,ntah itu oleh dosen atau teman-teman.

…..masih banyak lagi kenangan yang pasti akan saya kenang

 

entah di manapun atau bekerja sebagai apapun saya nanti setelah lulus.

entah ketika diberikan rizqi dan umur untuk studi lanjut atau mengabdi di salah satu profesi atau bekerja nanti.

 

Saluran air mata,mohon tahan debit aliran produksi air matamu sampai di malam-malam nan panjang di sepertiga terakhir.

Yaa Robbi,

 

ahhh,sepertinya sangat sulit untuk melaksanakan keinginan untuk sit-in di kelas-kelas perkuliahan meski tidak lagi mengambil mata kuliah teori tersebut.

dan ini terbukti ketika semester 6 yang sudah lewat.

 

 

seterusnya fokus dan berusaha sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menuntaskan Ujian Akhir Semester terakhir (semoga,aamiin) di perkuliahan S1.

dan selanjutnya/sembari menuntaskan penghabisan masa-masa studi S1 + “hal-hal yang tertunda”

 

 

 

Kamar tercinta di tempat yang juga pasti akan saya kenang, 13 Safar 1433 H

Categories: Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , , , | 4 Comments

(Catatan ke Semarang – III) Dan Alhamdulillaah tinta emas itu tertulis lagi….

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Ternyata menulis itu tidak sekadar perkara ILMU, tapi juga perkara PASSION.

Kalau mood memang lancar bener.

Ini masih tulisan seputar perjalanan saya ke Semarang beberapa minggu yang lalu.

Setelah di tulisan terakhir berisi tentang cerita saya nyaris nyasar di kota lumpia itu,maka ini langsung ke intinya saja.

Sebelumnya biasa,prolog dulu.

Setelah tiba di kos masnya,saya letakkan barang-barang saya,ehem,sebenarnya cuma 1 ransel saja.

Trus sholat jama’ Maghrib dan ‘Isya.

Dan setelah itu langsung meminta tolong masnya mengantar ke WarNet terdekat.

Sesampainya di WarNet masnya izin.

Tujuan utama di WarNet itu adalah membuat presentasi untuk keesokan paginya.

Sekadar gambaran mengenai presentasi yang saya buat malam itu adalah seputar “Sikap Mahasiswa Muslim dalam Menghadapi Carut Marut Hukum di Indonesia” yang merupakan tema dari lomba esai Islami JaTeng-DIY yang ditaja oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang itu.

Dan ALhamdulillaah saya menjadi salah satu finalis.

Sempat kaget karena memang mengikuti lomba ini adalah suatu keisengan saya.

*saksi hidupnya adek-adek Usroh Umar bin Khattab yang menemani saya begadang membuat esai ini sambil nunggu salah satu adek yang lainnya pulang dari Tegal.

Lanjut,

bayangan dan rencana untuk presentasi saya memang simpel. Tidak ribet.

Karena berdasarkan pengalaman dan penilaian dari beberapa pakar yang sering saya dengar,

Presentasi itu jangan panjang-panjang dan banyak kata.

Simpel tapi kena langsung ke tujuannya.

Ya sudah,yang saya pikirkan ya presentasi saya full gambar dan sedikit penjelasan tertulis dan kemudian selebihnya saya jelaskan lewat perkataan.

Sesimpel itu kah?

Ternyata tidak juga,

ini lebih banyak karena fokus saya terpecah ke hal itu lagi itu lagi.

Ya masih seputar FACEBOOK,MULTIPLY dan GMail.

Cari gambar-gambar terkait DEMONSTRASI, KATA-KATA yang biasa ada di SPANDUK DEMO, dan lain sebagainya.

Total ada sekitar 20an slide dan lebih dari 50% adalah gambar-gambar yang sudah saya salin/copy.

Sekitar jam 2 kurang selesai langsung pulang setelah sebelumnya SMS masnya.

Siap-siap tidur untuk kemudian pagi harinya melanjutkan tahap finishing presentasi.

Beres,

jam 8.30 berangkat ke UnNeS.

sebelumnya sarapan setelah beli nasi bungkusan kecil,seperti nasi kucing di Jogja. Belinya di ibu-ibu yang mampir ke kos-kos mahasiswa.

setibanya di UnNeS yang terlintas di pikiran saya,

Wow,saya sudah di kampus yang di PIMNas 2011 UnHas kemarin menjadi juara 3.” *eh iya,kan? 😀

Terus saya diantar masnya ke tempat/lokasi acara.

Gedung Fakultas Hukum UnNeS.

Tunggu di dekat parkiran sesuai arahan panitianya. Bertemu panitia ikhwan,salaman dan langsung di antar ke atas tempat acaranya. Di perjalanan ke atas, kami melewati kumpulan mahasiswa yang lagi kuliah di dekat tangga. Yaa, di luar kelas!

Trus ketika liat persiapan panitianya,wah ternyata ada gangguan. LCD nya tidak mau menyala.

Ya sudahlah,tidak apa-apa. Berarti bisa lebih lama persiapannya.

Singkatnya acara itupun akhirnya dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UnNeS dan ketika pembukaan sempat diputar video seputar UnNeS. Great video!

Lalu beliau bercerita sekilas bahwa hari itu juga sedang diadakan acara Dies Natalis FH UnNeS yang ke4. Wah,masih muda sangat.

Oh ya,lomba esai itu juga diadakan bersempena acara Dies Natalis itu.

Lalu juga ada kata sambutan dari pembina Kerohanian Islam FH UnNeS.

Selanjutnya sempat rehat/berhenti beberapa menit dan langsung dibuka acara intinya.

Terlebih dahulu perkenalan semua finalis sembari persiapan panitianya.

1. Dari FH Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2009

2. Dari tuan rumah, FH Universitas Negeri Semarang angkatan 2009

3. Seharusnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM),tapi beliaunya tidak datang,jadinya gugur

4. Saya sendiri, dari mana hayooo?

-> Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2008. *tuanyo.–__–

5. Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro angkatan 2011. *mahasiswi.

Lalu diadakan pengundian,

dengan urutan dari UnNeS trus UII trus saya trus baru UnDip

Finalis pertama mengambil perspektif historis. Mengenai bagaimana hukum di Indonesia dahulu yang merupakan warisan belanda lalu dikaitkan dengan ayat Quran dan kemudian dia mengambil opini mengenai apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa muslim. Apa saja itu,saya lupa! *udah kelamaan nulisnya jadi lupa kabeh. –___–

Oh ya,untuk finalis yang satu ini,yang paling dikritisi adalah mengenai cara penyampaian yang masih banyak menggunakan bahasa tidak baku,yakni bahasa gaul. 😀

Finalis kedua,ini yang mantep. Dia mengambil perspektif dari ilmunya sendiri. Ilmu hukum.

Ia membawa teori-teori hukum. Sebelumnya ia menganalisis dan mengkritis KUHP tentang hukum pidana dan perdata. Tentang hukuman penjara dan besarnya denda bagi pelaku pencurian,dkk.

Waktu denger ini saya ngangguk-ngangguk doang.

Trus dia “menggiring” hadirin untuk memahami teori pakar hukum Islam dari sudut pandang 2 teori, teori Maksimum Minimum dan teoriiiiiiiiiiiiiii. *lupa meneh.

sik,tak tanya panitia saja sesuk.

Dari dua teori ini ia mengambil kesimpulan untuk mengganti redaksi untuk 2 ayat/pasal KUHP yang tadi ia kritisi.

Ia mengganti redaksi yang tidak jelas mengenai besaran di atas 400an juta,menjadi dibagi 3 kelas. Hukuman untuk pencuri/pelaku kerugian negara di atas 100 juta, trus 100 juta sampai 500 juta, dan di atas 500 juta.

*kalau gak salah sih gitu.

**memori kacau!

Di sini ia dikritisi dan ditanya apa alasan ia mengambil angka itu.

Trus dijawab lah panjang lebar hingga waktu 10 menit untuk tanya jawab berakhir.

Presentasinya juga dikritisi mengenai slide-slide awal yang penuh bacaan dan tidak terbaca karena kekecilan tulisannya.

Lanjut ke saya.

Presentasi yang simpel lagi minimalis, seperti orangnya yang

imut-imut
.

Ehhhhh. Salah fokus

Saya meninjau dari segi fokus tema, yakni bagaimana seharusnya mahasiswa muslim bersikap.

Saya menitikberatkan ke dua hal, yakni dari segi DEMONSTRASI yang sering dilakukan mahasiswa muslim dan juga dari segi semangat mahasiswa muslim untuk menuntut ilmu agama karena ini terkait banyaknya kata-kata yang didengar dari orasi mereka yang sangat tidak mengenakkan di telinga. Banyak hujatan,cacian dan lain sebagainya yang ini dilarang oleh Rosululloh –sholallohu ‘alaihi wasallam

Solusi saya,yakni mengenai kembali ke tujuan awal sebagai mahasiswa yakni belajar sungguh-sungguh karena kita adalah generasi penerus bangsa,calon pemimpin,

Trus terkait kata-kata yang tidak mengenakkan di kebanyakan demonstrasi itu ya saya tekankan pentingnya belajar ilmu agama.

Trus terakhir mengalihkan demo lewat orasi lisan,ke bentuk tulisan.

Dan di luar dugaan,karena memang persiapan saya minim,lama di jalan soal’e saya dikritisi oleh MawaPresnya UnNeS itu mengenai masih kurang “gregetnya” penjelasan saya. Bagus,tapi seperti ada yang menggantung. Karena ya penyampaian saya terlalu normatif.

Setelah itu,apa lagi?

Ya,saya jawab seputar peran mahasiswa yang juga penting dalam mengemban TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI, yakni PENDIDIKAN, PENELITIAN dan PENGABDIAN MASYARAKAT. Saya jelaskan lah ketiga hal itu.

Trus bliau mengomentari,

Nah itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi. Kenapa tidak dijelaskan?

Dengan santainya saya jawab,“lah,dari panitia memberikan peraturan TULISAN MAKSIMAL 2000 KARAKTER” *itu bahasa tidak bakunya yaa. 😀

Trus beliau mengomentari,”berapa total karakter tulisan saudara ini?

2000 karakter tanpa spasi dan sekitar 2500 karakter dengan spasi jawabku mantap .

Beliau sempat terdiam.

Ya begitulah kira-kira mengenai sesi bagian saya ketika maju.

Lalu terakhir giliran mahasiswi angkatan 2011 FKM UnDip.

Ia juga membawakan presentasi yang simpel seperti saya. Tapi lebih canggih banyak animasinya.

*ketauan slide saya yang paling gak “niat ”

Ia membahas mengenai KEJUJURAN. Ia menjelaskan dari hal yang kecil,yakni sikap mahasiswa di perkuliahan.

Sepele sepertinya,tapi ada yang sesuatu dari penjelasannya. Ini ni yang akan saya bahas di tulisan selanjutnya-InsyaaALLOH

Pas sesi tanya jawab,ada pertanyaan dari dewan juri yang membekas di saya.

“Kalau anda sendiri apakah masih sering mencontek atau memberikan contekan?”

Dia menjelaskan sedikit dan yang perlu digaris bawahi adalah,”ya kalau sesekali saya juga memberikan contekan,kan teman. Ada gak enaknya juga.” Sebelumnya ia menyampaikan prinsip sebisa mungkin tidak memberikan contekan,dan sampai beberapa kali “dipancing” dewan juri baru terkeluarlah pernyataan itu.

Selesai finalis terakhir,istirahat,sholat dan makan.

Selesai sesi ISHOMA itu langsung pengumuman.

Yang pertama diumumkan ialah JUARA II.

Pikiran dan hati saya berkecamuk.

Dag dig dug bukan kepalang.

*halaaaahhh.

Dan juara II adalah saudaraaaaaaaaaa.

*mendadak sound-effect horor

eng,ing eng,

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

.

.

.

saudaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

RAMA RIZANA dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

As I predicted.

Bingung mau ekspresi gimana.

Hahahahahaha

Trus singkatnya yang juara I ya dari UII tadi.

Dan kemudian balik dari tempat acara itu saya nulis status yang intinya begini,

Justru agak piye kalau mahasiswa Fakultas Hukum gak jadi juara lomba esai tentang Hukum 

yang kemudian dikomentari oleh salah satu dosen hukum kampus saya,

Justifikasi?

 

Alhamdulillaah,akhirnya setelah 1 tahun lebih “puasa gelar” akhirnya tinta emas itu kembali tertoreh dan mengisi nomor tambahan di CV saya.

Eh,bukan tinta emas,tapi tinta perak. Kan juara II.

Syukuri,akhi.” begitu mungkin komentar beliau kalau baca catatan ini.

Beliau itu siapa? ya siapalah kira-kira. 😀

Hehehehe,peace,pak!

Udahlah ya,udah terlalu panjang.

Dan bahkan tulisan ini jauh lebih panjang dari esai yang saya buat itu. Even,jauh lebih panjang dari esai waktu lomba MITI Awards 2010.

*maaf ya jika kepanjangan.

smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum. 

Usroh Umar bin Khattab, 16 Muharram 1433 H

Special thanks to :

  • Alhamdulillaah ‘alaa kulli ni’matin ilayya.
  • Jazaakumulloh khoiron untuk kedua orangtua,kedua adek saya,dan keluarga saya lainnya.
  • panitia lomba esai Islami FH UnNeS,jazaakumulloh khoiron.
  • masnya yaya-adek tingkat saya di Sipil UMY-,yang sudah membantu saya banyak,jazaaakalloh khoiron,mas.
  • adek tingkat saya di Sipil UMY,ada yaya,hakas dan renny yang sangat khawatir saya kesasar di Semarang. 😀
  • ada juga Hasran,Lukman,Fadly,dan semua junior di Sipil UMY yang sudah mendukung dan mendo’akan saya,terutama buat yang praktikum Bahan Perkerasan Jalan di minggu pertama. Jazaakumulloh khoiron.
  • rekan-rekan dan saudara-saudara terbaik saya, seperti di Usroh Umar bin Khattab, UKM KPM UMY, UniRes UMY,Departemen Penelitian ILP2MI (maaf ya saya gak ikut netmeeting,terkhusus buat ibu koordinator) dan di mana pun berada. Jazaakumulloh khoiron. maaf tidak bisa disebutkan satu per satu. ^^
  • dan tak lupa buat Akh Huda yang sudah membantu mengkoreksi/mengomentari esai saya. Jazaakalloh khoiron,akhi. jangan bosan-bosan ya saya minta bantuin. 😀
  • eits,ada juga Jazaakalloh khoiron buat Pak Yordan Gunawan,one of the best lecturer all over the world. *halaaahh.
  • trus buat Ical yang sudah menjemput saya di terminal Jombor,jazaakalloh khoiron.
  • dan juga buat semua dosen di seluruh dunia,khususnya yang di UMY dong. Jazaakumulloh khoiron.
  • SIapa lagi yaa?
  • oh ya,bapak supir yang mengantari saya sampai ke semarang,ibu-ibu travel,ibu kantin asrama,trus trus, dewan juri,mas-mas WarNet,yang punya warung makan di Semarang,ibu-ibu yang jual nasi ke kos-kos.
  • Dan masih banyak lagi. Jazaakumulloh khoiron.
  • Udah kayak ucapan terima kasih menang nobel saja saya ini.
  • Nah tuh,ucapan terima kasih buat lomba esai saja sudah panjang aja. GImana nanti kalau ucapan terima kasih buat undangan walimahan ,ehhhh buat lampiran Tugas Akhir ding. 😀 :p
Categories: Journey, Lomba, Sebuah Cerita | Tags: , , , , , , , , | 21 Comments

Blog at WordPress.com.