Salinan

Kisah Inspiratif : Mari terus sebarkan kebaikan

:: Kisah Inspiratif Hari Ini…
(tissue lagi tissue lagi)

Setiap selesai sholat jum’at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku – buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.
***

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.

Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, aku telah siap” ayahnya menjawab : “Siap untuk apa?” , ia berkata: “Untuk membagikan buku (seperti biasanya)”, sang ayahpun berucap: “Suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur”, sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : “akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan”.
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: “Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini”, akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: “terimakasih wahai ayahku”.
***

Continue reading

Advertisements
Categories: Nasehat, Salinan | Tags: , , , | 1 Comment

[Petikan] Bandingkan metode dakwah Nabi kepada para penguasa dengan dakwah sekarang……

~Bandingkan (metode) dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dengan (metode) dakwah sekarang, khususnya kepada para penguasa~

Barangsiapa yang ingin membandingkan dakwahnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kepada para raja dan penguasa dengan dakwahnya kepada rakyat niscaya akan mendapati perbedaan yang jelas.
Ketika berdakwah kepada rakyat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendakwahi mereka di pasar, rumah, dll. Beliau senantiasa menyeru kepada setiap orang dan kabilah-kabilah yang beliau jumpai, sampai-sampai beliau ditimpa kesedihan yang sangat, maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya sebagaimana tertera di dalam Quran Surat Fathir ayat 8 (yang artinya) :”Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Muamalah, Nasehat, Salinan | Tags: , , , , | 1 Comment

Kultwit tentang Nyanyian dan Wanita

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Kultwit yang menarik dari Ustadz Syarif Baraja ‏(@syarifbaraja) dan semoga menjadi pelajaran bagi kita.

1. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang menarik untuk kita simak:

2. في هذه الأمة خسف ومسخ وقذف فقال رجل من المسلمين يا رسول الله ومتى ذاك قال إذا ظهرت القينات والمعازف وشربت الخمور

3. Dalam umat ini akan terjadi penenggelaman, pengubahan bentuk, dan lemparan batu dari langit.

4. Ada yang bertanya: kapan itu terjadi? Nabi pun menjawab: jika sudah nampak penyanyi wanita dan alat musik,

5. Dan khamr pun telah diminum. Syaikh Albani menshahihkan hadits ini.

6. Membaca hadits ini, kita teringat hadits Bukhari tentang akan ada orang yang menghalalkan musik.

7. Hadits ini menjelaskan bencana yang akan terjadi, yaitu khasf, akan ada orang-orang yang ditenggelamkan ke bumi.

8. Suatu tempat tiba-tiba terbelah. Semua yang ada di atasnya tenggelam ke dasar bumi.

9. Begitu juga maskh, yaitu orang-orang dirubah bentuknya menjadi kera dan babi. Atau bisa jadi binatang lainnya.

10. Dan juga qadhf, yaitu ada batu yang dilemparkan dari langit dan mengenai orang-orang di bumi.

11. Ini semua adalah fenomena alam yang terjadi. Tapi apakah Nabi Muhammad adalah seorang ahli astronomi dan geologi?

12. Nabi Muhammad bukan ahli geologi, bukan ahli astronomi. Nabi Muhammad –Salamullahi alaih– mendapat wahyu dari Allah.

13. Nabi Muhammad mendapat wahyu dari pencipta langit dan bumi. Allah memberitahu pada manusia.

14. Maka berita dari Allah sudah pasti benar, karena Allah yang mencipta langit dan bumi, lebih mengetahui dari makhlukNya.

15. Kapan itu semua terjadi? Kapan terjadi pengubahan bentuk, penenggelaman dan batu yang jatuh dari langit?

16. Seorang sahabat yang ada di tempat itu bertanya: Kapan itu terjadi wahai Rasulullah?

17. Jawaban Rasulullah: jika sudah nampak qaynat, musik, dan khamr telah diminum dengan luas.

18. Apa artinya qaynatQaynat artinya penyanyi wanita. Asal katanya adalah budak wanita yang menyisir rambut.

19. Tapi budak-budak itu sering disuruh menyanyi, lama kelamaan kata qaynat digunakan untuk makna penyanyi wanita.

20. Ketika penyanyi wanita sudah nampak di mana-mana. Nampak di media massa. Nampak di panggung.

21. Zaman ini adalah zaman dimana wanita penyanyi benar-benar nampak di mana-mana, tidak pernah terjadi sebelumnya.

22.Begitu pula dengan musik yang sudah menyebar di mana-mana. Di TV, radio, HP.

23.Begitu juga khamr, telah tersebar di mana-mana. Apakah kita memungkiri peredaran khamr yang begitu luas hari ini?

24.Maka jangan heran jika apa yang disabdakan Nabi itu terjadi. Ada manusia yang ditelan bumi.

25.Ada batu yang dilempar dari langit, dan mengenai suatu kaum. Ada orang yang dirubah jadi rupa binatang.

26.Mungkin kita tidak mengalami masa-masa itu. Semoga kita tidak mengalami. Tapi apa yang dikabarkan Nabi pasti terjadi.

27.Jika adanya penyanyi wanita itu baik, maka tidak akan menjadi penyebab bencana yang mengerikan.

28.Jika Islam mendukung penyanyi wanita, maka tidak akan ada hadits di atas.

29. Ketika ada muslimah berjilbab menyanyi di depan umum, malah dibilang Islam mencintai keindahan.

30. Islam dengan tegas melarang wanita berbicara lembut pada laki-laki lain. Lihat AL Ahzab 32.

31. Apakah wanita bisa menyanyi dengan suara tegas? Tidak. Wanita menghiasi suaranya agar nampak indah.

32. Ketika wanita menyanyi disebut sebagai wujud keindahan Islam, ini merupakan penyelewengan terhadap syareat.

33. Ini adalah penyelewengan terhadap hukum Islam itu sendiri. Ini adalah dusta pada Islam.

34. Ini adalah bentuk dusta pada Allah. Karena ketika mengklaim Islam cinta keindahan, dia mengklaim bhw Allah suka.

35. Dusta terhadap Allah begitu berat konsekuensinya. Dan dia tidak akan beruntung. Cek QS Yunus 69 70.

36. Ketika dusta itu tersebar di media, dan banyak orang percaya, maka konsekuensi akan makin berat.

37. Hati-hatilah ketika bicara atas nama Islam. Seluruh kita akan bertanggung jawab di depan Allah.

Redaksi ayat Quran yang disampaikan dalam kultwit di atas :

Quran Surat AL Ahzab ayat 32 :

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,

Quran Surat Yunus ayat 69-70

قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.

مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

Bantul, 24 Rabiul Awwal 1434 H

*salah satu web yang bisa disalin teks Al-Quran di sini

Categories: Belajar Ilmu Agama, Nasehat, Salinan | Tags: , , , | Leave a comment

Hati-Hati (Tentang Klinik T*ng F*ng)

hati-hati

1. ketika anda menulis : “dulu teman saya kena penyakit gila, setelah ke klinik t*ng f*ng, maka teman saya semakin gila, terima kasih t*ng f*ng..” dan sejenisnya…

2. maka anda terkena hadits : �Celakalah orang yang berbohong agar orang lain tertawa, celakalah dia, celakalah dia.� (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. dan bisa kehilangan nikmat ini : “Aku menjamin sebuah rumah di teras surga bagi yang meninggalkan debat kusir meskipun ia dalam posisi benar, juga rumah di tengah surga bagi siapa yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bercanda, dan rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya. ” (HR. Abu Daud)

*CoPas dari Status Mas Iib Nizamul Adli*

Categories: Nasehat, Salinan | 16 Comments

(CoPas) Wanita-Wanita Langit

 

Siapa bilang wanita tidak memiliki kedudukan dalam sejarah Islam?

Bukankah orang yang pertama kali beriman kepada Islam dari golongan wanita? yaitu Khadijah radhiyallahu ‘anha.


Bukankah orang yang pertama kali mati syahid dari golongan wanita? yaitu Sumayyah binti Hubath.

Dan bukankah orang yang pertama kali syahid di laut juga dari golongan wanita? yaitu Ummu Haram binti Malhan.

Dibalik itu, masih banyak wanita2 Muslimah yang terukir namanya dengan abadi dalam sejarah keislaman.

Banggalah engkau menjadi seorang wanita�
* Wanita pertama yang menjadi istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan pertama kali masuk Islam; Khadijah binti Khuwailid.

* Wanita pertama yang mati syahid dalam Islam: Sumayyah binti Hubbath. Sumayyah masuk Islam beserta suami dan anaknya. Orang-orang Quraisy menyiksa dan menjemurnya di bawah terik matahari. Abu Jahl menusuknya dengan tombak hingga Sumayyah gugur sebagai syuhada Islam pertama.

* Wanita pertama yang ikut bai�at �aqabah: Asma binti Amru.

* Wanita pertama yang tiba di madinah saat hijrah: Laila binti Abi Hatsmah.

* Wanita pertama yang dua kali hijrah (muhajirah al-hijratin) dan shalat dua kiblat (mushaliah al qiblatain) : Asma� binti Umais.

* Wanita pertama yang membai�at Rasulullah: Laila binti Al Khatim. Dia saudara Qais binti Al Khatim, seorang penyair penduduk Anshar dari kabilah Aus. Dialah wanita pertama yang membai�at Rasulullah, saat beliau tiba Madinah hijrah dari Mekah.

* Muslimah pertama yang membunuh laki-laki musyrik: Shafiah binti Abdul Muthalib. Shafiah adalah bibi Nabi Saw. Ketika perang Uhud seorang Yahudi menyusup ke benteng umat Islam. Shafiah turun tangan dengan memukul Yahudi itu dengan tongkat hingga mati terbunuh.

* Wanita pertama yang dimerdekakan oleh anaknya: Mariah al Qibthiyah. Dia adalah budak Nabi, dihadiahkan bersama saudaranya Sirin oleh Mauqaqis, penguasa Mesir. Mereka menerima tawaran memeluk agama Islam. Setelah itu Mariah dinikahi Nabi, ketika ia melahirkan Ibrahim, Nabi bersabda, �Dia telah dimerdekakan oleh anaknya�.

* Wanita pertama yang digelari penjaga Al Quran (Haritsah Al Quran) : Hafshah binti Umar bin Khaththab.

* Wanita pertama yang menikah tanpa wali dan saksi: Zainab binti Jahsy. Dia istri Nabi, puteri dari bibi beliau (Umaimah). Sebelumnya dinikahi oleh Zaid bin Haritsah, lalu diceraikan. Kemudian Nabi menikahinya berdasarkan nash Al Quran (QS Al Ahzab [33] :37) tanpa saksi dan wali. Zainab sangat bangga, �Aku dinikahkan oleh Allah di atas Arsy-Nya�. Dengan pernkahan Rasul ini sekaligus ditiadakannya adopsi anak dalam Islam.

* Wanita pertama yang membunuh sembilan tentara Romawi: Asma binti Yazid. Dia ikut serta dalam perang Yarmuk membagi air minum dan merawat mujahid yang terluka. Di samping itu berhasil membunuh sembilan tentara Romawi dengan tinag kemah.

* Wanita pertama yang menikah dengan dua Khulafa Rasyidin: Asma binti Umais. Dia pernah menikah dan memberikan keturunan pada dua orang Khalifah Rasyidin (Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib).

* Wanita pertama yang memeluk Islam berkat do�a Nabi: Umaimah ibu dari Abu Hurairah. Suatu kali Abu Hurairah menangis, sebab gagal mengajak ibunya memeluk Islam. Umaimah malahan mengejek Rasul, sehingga Abu Hurairah mohon agar ibunya mendapat hidayah. Lantas Nabi memanjatkan do�a, tak lama kemudian ibunya sadar dan memeluk agama tauhid.

* Wanita pertama yang dikatakan Rasulullah kepadanya â�?Kamu ibuku setelah ibu kandungkuâ�? : Barakah al-Habasyiah. Ia dikenal dengan Ummu Aiman. Wanita yang mengasuh beliau sejak kecil. Sampai beliau menikah dengan khadijah, Ummu Aiman masih menyertainya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, â��Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibu kandungkuâ�?. Lantas Zaid datang menikahinya sesudah mendengar Rasul berkata, â��Alangkah bahagainya orang yang menikahi perempuan ahli surga, maka nikahilah Ummu Aiman.â�?

* Wanita pertama yang menjadikan mahar pernikahannya keislaman suami: Ummu Sulaim binti Milhan. Ketika dipinang oleh Abu Thalhah yang masih musyrik, Ummu Sulaim mensyaratkan keislaman sebagai maharnya. Terlebih dahulu Abu Thalhah Abu Thalhah memeluk Islam dan menjadi muslim yang baik, lalu menikahi mu�minah sejati.

* Wanita pertama yang tidak peduli akan kematian ayah, saudara dan putera-puteranya: Anshariyah. Saat perang uhud ayah dan saudaranya serta puteranya syahid. Tapi Anshariyah justru cemas mendengar Rasulullah wafat. Setelah dapat kepastian Rasul selamat, maka legalah hatinya dan berkata, �Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah, aku tidak peduli siapapun yang meninggal, asal engkau selamat�.

* Wanita pertama yang tidak tidur pada malam hari untuk beribadah: Haula binti Tuwait. Aisyah menceritakan kesibukan Haula dalam ibadah hingga orang mengira dirinya tidak tidur sekejap pun. Rasulullah bersabda, �Lakukanlah amal perbuatan sekuat kemampuan kalian. Demi Allah, Allah tidak akan pernah bosan, sampai kalian bosan�.

* Wanita pertama yang syairnya disukai oleh nabi: Khansa� binti Amru. Rasulullah sangat mengagumi syairnya, beliau berkata, �Ayolah wahai Khansa!� Pernah ditanyakan pada Jarir, �Siapakah yang paling pandai bersyair?� dia menjawab, �saya, kalau tidak ada Khansa.�

* Wanita pertama yang memimpin para muslimah dalam peperangan melawan Ramawi: Haulah binti al-azur al-Qindi. Srikandi ini beserta muslimah lainnya ditawan musuh. Tetapi dengan semangat membara mereka melakukan perlawanan sengit. Hanya bersenjatakan tiang-tiang kemah mereka berhasil menyelamatkan diri dari pasukan Romawi.

* Wanita pertama suami, anak dan cucunya menjabat Khalifah: Haizuran al-Qarsiyah. Haizuran istri Khalifah Al Mahdi, mempunyai wawasan yang luas, wibawa serta kekuasaan. Setelah suaminya wafat, puteranya Musa Al Hadi naik tahta, menyusul sesudah itu puteranya Harun al Rasyid juga menjabar Khalifah. Kemudian cucunya bernama Al Ma�mun juga menggantikan pada jabatan yang sama.

* Wanita pertama yang diminta ilmunya dibukukan: Amarah binti Abdurrahman. Dia seorang ahli fiqh dan hadits yang perneh bertemu dengan Aisyah. Amirul Mu�minin Umar bin Abdul Aziz mengirim Surat kepada Abu Bakar bib Muhammad, �Lihatlah yang ada pada hadits-hadits Rasulullah, atau sunnah yang lalu, atau hadits pada Amarah dan tulislah. Karena aku takut ilmu akan hilang dengan hilangnya ahli ilmu.�

* Wanita pertama yang memperhatikan kaligrafi arab: Hafizhah Khatun. Seorang kaligrafer hebat yang belajar pada Sufyan al Wahabi al Baghdadi. Putri seorang hakim di Irak ini memperoleh penghargaan berkat keahlian dalam bidang kaligrafi tsulutsi dan naskhi.

* Wanita pertama yang berkuasa dari balik tirai: Urwa binti Ahmad Shalihiah. Dikenal dengan Balqis kecil, lahir di kampung Harraj, Yaman. Ketika suaminya Makram jatuh sakit, urusan negara diambil alih sang istri. Selanjutnya Urwah menguasai dan mengurus negara di balik tirai.

http://gizanherbal.wordpress.com/2011/06/02/wanita-wanita-langit/
copied from
here

Categories: Belajar Ilmu Agama, Salinan | Tags: , , | 3 Comments

Adab Islami Sebelum Tidur

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Adab islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut.

Pertama: Tidurlah dalam keadaan berwudhu.

 Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ
 Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (Hadits Riwayat Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Kedua: Tidur berbaring pada sisi kanan.

Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Ketiga: Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
 كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
 Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (Hadits Riwayat Bukhari no. 5017). Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

Keempat: Membaca ayat kursi sebelum tidur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,
 وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (Hadits Riwayat Bukhari no. 3275)

Kelima: Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Dari Hudzaifah, ia berkata,

 كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »
 Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (Hadits Riwayat Bukhari no. 6324)

Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

Keenam: Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (Hadits Riwayat Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)

Semoga kajian kita kali ini bisa kita amalkan. Hanya Allah yang beri taufik.

 Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Panggang-Gunung Kidul, 10 Rajab 1431 H (23/06/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

originally copied from here

tambahan :

jadi tadi saya buka-buka salah satu grup yang saya ikuti.

ada wall seperti ini :

Sekilas info:
ada seorang teman fesbuk bertanya dok,penting ya tidur miring ke arah samping kanan seperti yg diajarkan Rasul pada kita?
Penting posisi tidur itu sedikit banyak mempengaruhi kesehatan kita,saat tubuh miring ke arah kanan otomatis aliran isi lambung mengalir lbh lancar,beban tubuh juga tidak menekan jantung yg berada disisi tubuh kiri,selain itu posisi tulang belakang juga lebih rileks karena tidak menyangga beban tubuh kita secara berarti.
Dari posisi tidur aja Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam telah mengajarkan sesuatu yg luar biasa padahal dimasa beliau ilmu kedokteran belumlah semaju sekarang.
Selamat istirahat sobat..,
dari konsul dokter,
Categories: Belajar Ilmu Agama, Salinan | Tags: , , , , | 7 Comments

(CoPas) Forensic Engineering

Bismillahirrohmanirrohiim.Ilmu Forensik mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Istilah forensik tidak lagi hanya milik ilmu kedokteran. Tapi kini ada PSIKOLOGI FORENSIK dan yang lagi ngetrend ada TEKNIK FORENSIK atau FORENSIC ENGINEERING.
Berikut penjelasan yang saya kutip/salin dari WIKIPEDIA.

————–————-

 

Forensic engineering is the investigation of materials, products, structures or components that fail or do not operate or function as intended, causing personal injury or damage to property. The consequences of failure are dealt with by the law of product liability. The field also deals with retracing processes and procedures leading to accidents in operation of vehicles or machinery. The subject is applied most commonly in civil law cases, although may be of use in criminal law cases. Generally the purpose of a Forensic engineering investigation is to locate cause or causes of failure with a view to improve performance or life of a component, or to assist a court in determining the facts of an accident. It can also involve investigation of intellectual property claims, especially patents.

History

As the field of engineering has evolved over time so has the field of forensic engineering. With the prevalence of liability lawsuits in the late 1900’s the use of forensic engineering as a means to determine culpability spread in the courts. Dr. Edmond Locard (1877â��1966) was a pioneer in forensic science who formulated the basic principle of forensic science: “Every contact leaves a trace”. This became known as Locard’s exchange principle.

Investigation

Vital to the field of forensic engineering is the process of investigating and collecting data related to the materials, products, structures or components that failed. This involves inspections, collecting evidence, measurements, developing models, obtaining exemplar products, and performing experiments. Often testing and measurements are conducted in an Independent testing laboratory or other reputable unbiased laboratory.

Analysis

FMEA and fault tree analysis methods also examine product or process failure in a structured and systematic way, in the general context of safety engineering. However, all such techniques rely on accurate reporting of failure rates, and precise identification, of the failure modes involved.

There is some common ground between forensic science and forensic engineering, such as scene of crime and scene of accident analysis, integrity of the evidence and court appearances. Both disciplines make extensive use of optical and scanning electron microscopes, for example. They also share common use of spectroscopy (infra-red, ultra-violet and nuclear magnetic resonance) to examine critical evidence. Radiography using X-rays or neutrons is also very useful in examining thick products for their internal defects before destructive examination is attempted. Often, however, a simple hand lens to reveal the cause of a particular problem.

Trace evidence is sometimes an important factor in reconstructing the sequence of events in an accident. For example, tire burn marks on a road surface can enable vehicle speeds to be estimated, when the brakes were applied and so on. Ladder feet often leave a trace of movement of the ladder during a slipaway, and may show how the accident occurred. When a product fails for no obvious reason, SEM and Energy-dispersive X-ray spectroscopy (EDX) performed in the microscope can reveal the presence of aggressive chemicals that have left traces on the fracture or adjacent surfaces. Thus an acetal resin water pipe joint suddenly failed and caused substantial damages to a building in which it was situated. Analysis of the joint showed traces of chlorine, indicating a stress corrosion cracking failure mode. The failed fuel pipe junction mentioned above showed traces of sulfur on the fracture surface from the sulfuric acid, which had initiated the crack.

Forensic materials engineering involves methods applied to specific materials, such as metals, glasses, ceramics, composites and polymers.

Examples

Failed fuel pipe at right from a road traffic accident

Close-up of the broken fuel pipe from a road traffic accident

Close-up of the broken fuel pipe

The broken fuel pipe shown at left caused a serious accident when diesel fuel poured out from a van onto the road. A following car skidded and the driver was seriously injured when she collided with an oncoming lorry. Scanning electron microscopy or SEM showed that the nylon connector had fractured by stress corrosion cracking (SCC) due to a small leak of battery acid. Nylon is susceptible to hydrolysis when in contact with sulfuric acid, and only a small leak of acid would have sufficed to start a brittle crack in the injection moulded nylon 6,6 connector by SCC. The crack took about 7 days to grow across the diameter of the tube, hence the van driver should have seen the leak well before the crack grew to a critical size. He did not, thereby resulting in the accident. The fracture surface showed a mainly brittle surface with striations indicating progressive growth of the crack across the diameter of the pipe. Once the crack had penetrated the inner bore, fuel started leaking onto the road.

The nylon 6,6 had been attacked by the following reaction, which was catalysed by the acid: Amide hydrolysis.png

Diesel fuel is especially hazardous on road surfaces because it forms a thin oily film that cannot be easily seen by drivers. It is akin to black ice in lubricity, so skids are common when diesel leaks occur. The insurers of the van driver admitted liability and the injured driver was compensated.

Applications

Most manufacturing models will have a forensic component that monitors early failures to improve quality or efficiencies. Insurance companies use forensic engineers to prove liability or nonliability. Most engineering disasters (structural failures such as bridge and building collapses) are subject to forensic investigation by engineers experienced in forensic methods of investigation. Rail crashes, aviation accidents, and some automobile accidents are investigated by forensic engineers in particular where component failure is suspected. Furthermore, appliances, consumer products, medical devices, structures, industrial machinery, and even simple hand tools such as hammers or chisels can warrant investigations upon incidents causing injury or property damages. The failure of medical devices is often safety-critical to the user, so reporting failures and analysing them is particularly important. The environment of the body is complex, and implants must both survive this environment, and not leach potentially toxic impurities. Problems have been reported with breast implants, heart valves, and catheters, for example.

Failures that occur early in the life of a new product are vital information for the manufacturer to improve the product. New product development aims to eliminate defects by testing in the factory before launch, but some may occur during its early life. Testing products to simulate their behavior in the external environment is a difficult skill, and may involve accelerated life testing for example. The worst kind of defect to occur after launch is a safety-critical defect, a defect that can endanger life or limb. Their discovery usually leads to a product recall or even complete withdrawal of the product from the market. Product defects often follow the bathtub curve, with high initial failures, a lower rate during regular life, followed by another rise due to wear-out. National standards, such as those of ASTM and the British Standards Institute, and International Standards can help the designer in increasing product integrity.

Historic examples

There are many examples of forensic methods used to investigate accidents and disasters, one of the earliest in the modern period being the fall of the Dee bridge at Chester, England. It was built using cast iron girders, each of which was made of three very large castings dovetailed together. Each girder was strengthened by wrought iron bars along the length. It was finished in September 1846, and opened for local traffic after approval by the first Railway Inspector, General Charles Pasley. However, on 24 May 1847, a local train to Ruabon fell through the bridge. The accident resulted in five deaths (three passengers, the train guard, and the locomotive fireman) and nine serious injuries. The bridge had been designed by Robert Stephenson, and he was accused of negligence by a local inquest.

Although strong in compression, cast iron was known to be brittle in tension or bending, yet, on the day of the accident, the bridge deck was covered with track ballast to prevent the oak beams supporting the track from catching fire. Stephenson took this precaution because of a recent fire on the Great Western Railway at Uxbridge, London, where Isambard Kingdom Brunel’s bridge caught fire and collapsed. This act imposed a heavy extra load on the girders supporting the bridge, and probably exacerbated the accident.

One of the first major inquiries conducted by the newly formed Railway Inspectorate was conducted by Captain Simmons of the Royal Engineers, and his report suggested that repeated flexing of the girder weakened it substantially. He examined the broken parts of the main girder, and confirmed that the girder had broken in two places, the first break occurring at the center. He tested the remaining girders by driving a locomotive across them, and found that they deflected by several inches under the moving load. He concluded that the design was flawed, and that the wrought iron trusses fixed to the girders did not reinforce the girders at all, which was a conclusion also reached by the jury at the inquest. Stephenson’s design had depended on the wrought iron trusses to strengthen the final structures, but they were anchored on the cast iron girders themselves, and so deformed with any load on the bridge. Others (especially Stephenson) argued that the train had derailed and hit the girder, the impact force causing it to fracture. However, eye witnesses maintained that the girder broke first and the fact that the locomotive remained on the track showed otherwise.

Publications

It is unfortunate that product failures are not more widely published in the academic literature or trade literature, partly because companies do not want to advertise their problems. However, it then denies others the opportunity to improve product design so as to prevent further accidents. However, a notable exception to the reluctance to publish is the journal Engineering Failure Analysis, which publishes case studies of a wide range of different products, failing under different circumstances. There are also an increasing number of textbooks becoming available.

Another notable publication, dealing with failures of buildings, bridges, and other structures, is the Journal of Performance of Constructed Facilities,[1] which is published by the American Society of Civil Engineers, under the umbrella of its Technical Council on Forensic Engineering.[2]

sumber dari
sini

Categories: Salinan | 3 Comments

Do’a Setelah Menguburkan Mayit

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Ternyata ada begitu banyak do’a yang telah diajarkan oleh Rosululloh –
shollallohu ‘alaihi wasallam– yang termaktub dalam Al-Quran & As-Sunnah/Hadits.

Salah satu ulama yang mengumpulkan do’a itu adalah Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani dalam kitab Hisnul Muslim.

Berikut adalah salah satu do’a yang telah diajarkan oleh Rosululloh,yakni do’a setelah menguburkan mayit :

ïº?ï»�ï» ï»¬ï»¢ ïº?ï»?ï»�ﺮï»�ﻪ ïº?ï»�ï» ï»¬ï»¢ ïº�ïº�ïº�ﻪ

Alohummaghfirlahu allohumma tsabbit-hu

“Ya ALLOH,ampunilah dia (mayit), ya ALLOH,berilah dia keteguhan (dalam menjawab pertanyaan Munkar dan Nankir).”

Adalah Nabi Muhammad -shollallohu ‘alaihi wasallam- jika telah selesai menguburkan mayit,beliau berdiri sebentar di pinggir kuburan,lalu bersabda (yang artinya):

“Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian ini & mohonkanlah ketetapan untuknya kepada ALLOH,karena,sekarang ini ia sedang ditanya.”

(Hadits Riwayat Abu Dawud 3/315 dan Al-Hakim)

Kamar 312, 19 Dzulhijjah 1432 H

Categories: Belajar Ilmu Agama, Fiqh, Salinan | Tags: , , | 4 Comments

“Inikah Kisah Kasih Tak Sampai?” (by : Dahlan Iskan)

Catatan sebelum Bapak Dahlan Iskan menjadi MeNeg BUMN. Smoga menjadi renungan dan inspirasi bagi kita semua,generasi penerus bangsa.

———————————————————————————————————

Jakarta, 18 Oktober 2011

CEO’s Note terakhir

Malam itu saya sudah di ruang tunggu bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Siap berangkat ke Amsterdam, Belanda. Tas sudah masuk bagasi. Saya cek lagi paspor untuk melihat dokumen imigrasi. Semua beres. Saya pun siap-siap sebentar lagi boarding. Istri saya sudah di Eropa tiga hari lebih dulu. Mendampingi anak sulung saya yang menjabat Dirut Jawa Pos, yang menerima penghargaan dari persatuan koran sedunia. Jawa Pos terpilih sebagai koran terbaik dunia tahun ini.

Saya pun kirim BBM kepada direksi PLN untuk memberitahu saat boarding sudah dekat.

�Kapan pulangnya, Pak Dis?,� tanya seorang direktur.

�Tanggal 21 Oktober. Setelah kabinet baru diumumkan,� jawab saya.

�Ooh, ini kepergian untuk nge-lesi ya,� guraunya.

Saya memang tidak kepingin jadi menteri. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan PLN. Instansi yang dulu saya benci mati-matian ini telah membuat saya sangat bergairah dan serasa muda kembali. Bukan karena tergiur fasilitas dan gaji besar, tapi saya merasa telah menemukan model transformasi korporasi yang sangat besar yang biasanya sulit untuk berubah. Saya juga tidak habis pikir mengapa PLN bisa berubah menjadi begitu dinamis. Beberapa faktor terlintas di pikiran saya.

Pertama, mayoritas orang PLN adalah orang yang otaknya encer. Problem-problem sulit cepat mereka pecahkan. Sejak dari konsep, roadmap sampai aplikasi teknisnya. Kedua, latar belakang pendidikan orang PLN umumnya teknologi sehingga sudah terbiasa untuk berpikir logis. Ketiga,gelombang internal yang menghendaki agar PLN menjadi perusahaan yang baik/maju ternyata sangat-sangat besar. Keempat, intervensi dari luar yang biasanya merusak sangat minimal. Kelima, iklim yang diciptakan oleh Menneg BUMN Bapak Mustafa Abubakar sangat kondusif yang memungkinkan lahirnya inisiatif-inisiatif besar dari korporasi.

Lima faktor itu yang membuat saya hidup bahagia di PLN. Dengan modal lima hal itu pula komitmen apa pun untuk menyelesaikan persoalan rakyat di bidang kelistrikan bisa cepat terwujud. Itulah sebabnya saya berani membayangkan, akhir tahun 2012 adalah saat yang sangat mengesankan bagi PLN. Pada hari itu nanti, energy mix sudah sangat baik. Berarti penghematan bisa mencapai angka triliunan.

Jumlah mati lampu sudah mencapai standar internasional untuk negara sekelas Indonesia. Penggunaan meter prabayar sudah menjadi yang terbesar di dunia. Ratio elektrifikasi sudah di atas 75%. Propinsi-propinsi yang selama ini dihina dengan cap �ayam mati di lumbung� sudah terbebas dari ejekan itu. Sumsel, Riau, Kalsel, Kaltim, Kalteng yang selama ini menjadi simbol �ayam mati di lumbung energi� sudah surplus listriknya.

Pada akhir tahun 2012 itu nanti, tepat tiga tahun saya di PLN, saatnya saya mengambil keputusan untuk kepentingan diri saya sendiri: berhenti! Saya ingin kembali jadi orang bebas. Tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaan orang bebas. Apalagi orang bebas yang sehat, punya istri, punya anak, punya cucu dan he he punya uang! Bisa ke mana pun mau pergi dan bisa mendapatkan apa pun yang dimau.

Saya tahu masa jabatan saya memang lima tahun, tapi saya sudah sepakat dengan istri untuk hanya tiga tahun. Niat seperti itu sudah sering saya kemukakan kepada sesama direksi. Terutama di bulan-bulan pertama dulu. Tapi mereka melarang saya menyampaikannya secara terbuka. Khawatir menganggu kestabilan internal PLN. Mengapa? â��Takut sejak jauh-jauh hari sudah banyak yang memasang strategi mengincar kursi Dirut, ujarnya. “Bukan strategi memajukan PLN,â�? tambahnya. â��Lebih baik, selama tiga tahun itu kita menyusun perkuatan internal agar sewaktu-waktu Pak Dis meninggalkan PLN kultur internal kita sudah baik,â�? katanya pula.

Saya setuju untuk menyimpan “dendam tiga tahun” itu. Organisasi sebesar PLN memang tidak boleh sering goncang. Terlalu besar muatannya. Kalau kendaraannya terguncang-guncang terus bisa mabuk penumpangnya. Kalau 50.000 orang karyawan PLN mabuk semua, muntahannya akan menenggelamkan perusahaan.

 

Sepeninggal saya ini pun tidak boleh ada guncangan. Saya akan mengusulkan ke Menteri BUMN yang baru untuk memilih salah satu dari direksi yang ada sekarang, yang terbukti sangat mampu memajukan PLN. Kalau di antara direksi sendiri ada yang ternyata berebut, saya akan usulkan untuk diberhentikan sekalian. Tapi tidak mungkin direksi yang ada sekarang punya sifat seperti itu. Saya sudah menyelaminya selama hampir dua tahun. Saya merasakan tim direksi PLN ini benar-benar satu-hati, satu-rasa, dan satu-tekad. Ini sudah dibuktikan ketika PLN menerima tekanan intervensi yang luar biasa besar, direksi sangat kompak menepisnya.

Kekompakan seperti itu yang juga membuat saya semakin bergairah untuk bekerja keras mempercepat transformasi PLN. Saya menyadari waktu tidak banyak. Keinginan untuk bisa segera menjadi orang bebas tidak boleh menyisakan agenda yang menyulitkan masa depan PLN. Itulah sebabnya motto PLN yang lama yang berbunyi �listrik untuk kehidupan yang lebih baik�, kita ganti untuk sementara dengan motto yang lebih sederhana tapi nyata: Kerja! Kerja! Kerja!

Tanggal 27 Oktober 2011 nanti, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, motto baru itu akan digemakan ke seluruh Indonesia. Kerja! Kerja! Kerja! Sebenarnya ada satu kalimat yang saya usulkan sebelum kata kerja! kerja! kerja! itu. Lengkapnya begini: Jauhi politik! Kerja! Kerja! Kerja! Tapi teman-teman PLN menyarankan kalimat awal itu dihapus saja agar tidak menimbulkan komplikasi politik. Tentu saya setuju. Saya tahu, berniat menjauhi politik pun bisa kena masalah politik!

Sudah lama saya ingin naik business class yang baru dari Garuda Indonesia. Kesempatan ke Eropa ini saya pergunakan dengan baik. Toh bayar dengan uang pribadi. Saya dengar business classnya Garuda sekarang tidak kalah mewah dengan penerbangan terkenal lainnya. Saya ingin merasakannya. Saya ingin membandingkannya. Kebetulan saat umroh Lebaran lalu saya sempat naik business class pesawat terbaru Emirat A380 yang ada bar-nya itu. Sejak awal, sejak sebelum menjabat CEO PLN, saya memang mengagumi transformasi yang dilakukan Garuda. Saya dengar di Singapura pun kini Garuda sudah mendarat di terminal tiga. Lambang presitise dan keunggulan. Tidak lagi mendarat di terminal 1 yang sering menimbulkan ejekan �ini kan pesawat Indonesia, taruh saja di terminal 1 yang paling lama itu !�.

Beberapa menit lagi saya akan merasakan untuk pertama kali business class jarak jauh Garuda yang baru. Saya seperti tidak sabar menunggu boarding. Di saat seperti itulah tiba-tiba….

�Ini ada tilpon untuk Pak Dahlan,� ujar keluarga saya yang akan sama-sama ke Eropa sambil menyodorkan HP-nya.

Telpon pun saya terima. Saya tercenung.

“Tidak boleh berangkat! Ini perintah Presiden!” bunyi telpon itu.

�Wah, saya kena cekal,� kata saya dalam hati.

Mendapat perintah untuk membatalkan terbang ke Eropa, pikiran saya langsung terbang ke mana-mana. Ke Wamena yang listriknya harus cukup dan 100% harus dari tenaga air tahun depan. Ke Buol yang baru saya putuskan segera bangun PLTGB (pembangkit listrik tenaga gas batubara) agar dalam 8 bulan sudah menghasilkan listrik. Ke PLTU Amurang yang tidak selesai-selesai. Ke Flores yang membuat saya bersumpah untuk menyelesaikan PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) Ulumbu sebelum Natal ini. Saya tahu teman-teman di Ulumbu bekerja amat keras agar sumpah itu tidak menimbulkan kutukan.

Pikiran saya juga terbang Lombok yang kelistrikannya selalu mengganggu pikiran saya. Sampai-sampai mendadak saya putuskan harus ada mini LNG di Lombok dalam waktu cepat. Ini saya simpulkan setelah kembali meninjau Lombok malam-malam minggu lalu. Saya tidak yakin PLTU di sana bisa menyelesaikan masalah Lombok dengan tuntas. Pikiran saya terbang ke Bali membayangkan transmisi Bali Crossing yang akan menjadi tower tertinggi di dunia. Ke Banten selatan dan Jabar selatan yang tegangan listriknya begitu rendah seperti takut menyetrum Nyi Roro Kidul.

Meski masih tercenung di ruang tunggu Garuda, pikiran saya juga terbang ke Lampung yang enam bulan lagi akan surplus listrik dengan selesainya PLTU baru dan geothermal Ulubellu. Juga teringat GM Lampung Agung Suteja yang saya beri beban berat untuk menyelesaikan nasib 10.000 petambak udang di Dipasena dalam waktu tiga bulan. Padahal dia baru dapat beban berat menyelesaikan 80.000 warga yang harus secara massal pindah mendadak dari listrik koperasi ke listrik PLN.

Pikiran saya juga terbang ke Manna di selatan Bengkulu. Saya kepikir apakah saya masih boleh datang ke Manna tanggal 30 Desember, seperti yang saya janjikan untuk bersama-sama rakyat setempat syukuran terselesaikannya masalah listrik yang rumit di Manna. Saya terpikir Rengat, Tembilahan, Selatpanjang, Siak dan Bagan Siapi-sapi yang saya programkan tahun depan harus beres.

Saya teringat Medan dan Tapanuli: alangkah hebatnya kawasan ini kalau listriknya tercukupi, tapi juga ingat alangkah beratnya persoalan di situ: proyek Pangkalan Susu yang ruwet, ijin Asahan 3 yang belum keluar, PLTP Sarulla yang bertele-tele dan bandara Silangit yang belum juga dibesarkan.

Pikiran saya terus melayang ke Jambi yang akan jadi percontohan penyelesaian problem terpelik system kelistrikan: problem peaker. Di sana lagi dibangun terminal compressed gas storage (CNG) yang kalau berhasil akan jadi model untuk seluruh Indonesia. Saya ingin sekali melihatnya mulai beroperasi beberapa bulan lagi. Masihkah saya boleh menengok bayi Jambi itu nanti?

Juga ingat Seram di Maluku yang harus segera membangun mini hidro. Lalu bagaimana nasib program 100 pulau harus berlistrik 100% tenaga matahari. Ingat Halmahera, Sumba, Timika…..

Tentu saya juga ingat Pacitan. PLTU di Pacitan belum menemukan jalan keluar. Yakni bagaimana mengatasi gelombang dahsyat yang mencapai 8 meter di situ. Ini sangat menyulitkan dalam membangun breakwateruntuk melindungi pelabuhan batubara. Dan Rabu 23 Oktober lusa saya janji ke Nias. Dan bermalam di situ. Empat bupati di kepulauan Nias sudah bertekad mendiskusikan bersama bagaimana membangun Nias dengan lebih dulu mengatasi masalah listriknya.

Yang paling membuat saya gundah adalah ini: saya melihat dan merasakan betapa bergairahnya seluruh jajaran PLN saat ini untuk bekerja keras memperbaiki diri. Saya seperti ingat satu persatu wajah teman-teman PLN di seluruh Indonesia yang pernah saya datangi.

Dengan pikiran yang gundah seperti itulah saya berdiri. Mengurus pembatalan terbang ke Eropa. Menarik kembali bagasi, membatalkan boarding, mengusahakan stempel imigrasi dan meninggalkan bandara.

Hati saya malam itu sangat galau. Saya sudah terlanjur jatuh cinta setengah mati kepada sesuatu yang dulu saya benci: PLN. Tapi belum lagi saya bisa merayakan bulan madunya saya harus meninggalkannya. Inikah yang disebut kasih tak sampai?

 

Dahlan Iskan

CEO PLN / Menneg BUMN

“if you let me, I’ll show you, I’ll do it… We run things another way, We run things, another way”

sumber :

dari FB senior saya : Kak Yori Marten,ST

alumnus Teknik Industri UGM

sekarang sebagai Investment Analysist di PT PLN cabang Batam

Categories: Motivasi, Salinan | 17 Comments

Bagaimana Bila Penguasa Zhalim (Bagian I)

Bismillahirrohmanirrohiim.

Tiada agama kecuali dengan jamaah, tiada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tiada imamah kecuali dengan mendengar dan patuh.“(1)

Mendengar dan patuh kepada penguasa kaum Muslimin adalah salah satu dasar
‘aqidah para salafush sholih. Hampir semua kitab tentang ‘aqidah salaf menjelaskan masalah ini. Mengingat betapa penting & besar kedudukannya. Sebab, dengan mendengar dan patuh kepada mereka,kemaslahatan agama dan dunia menjadi teratur sekaligus. Sebaliknya dengan menentang mereka,baik perkataan maupun perbuatan, mendatangkan kerusakan agama dan dunia.

Al-Hasan Al-Bashri rohimahulloh ta’ala mengatakan mengenai para penguasa :

Mereka adalah orang-orang yang menguasai lima urusan kita :

1. Sholat Jum’at

2. Sholat berjama’ah

3. Sholat hari raya

4. Wilayah perbatasan dengan musuh,dan

5. Pelaksanaan hudud (hukuman yang telah ditentukan,

Demi ALLOH, agama tidak akan lurus tanpa peranan mereka,meskipun mereka zholim dan bertindak semena-mena. Demi ALLOH,kebaikan yang dimunculkan ALLOH subhanu wata’ala berkat jasa mereka jauh lebih banyak daripada kerusakan yang mereka perbuat. Di samping itu, demi ALLOH, menaati mereka adalah suatu yang disenangi dan menantang mereka adalah suatu yang diingkari.” (2)

Di tulisan ini saya tuliskan sebuah kisah pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal mengenai bagaimana adab terhadap penguasa,yakni memperingatkan dari memberontak pada penguasa. Sekalipun penguasanya telah berbuat kezhaliman yang luar biasa. Jauh lebih parah dibandingkan pada masa sekarang,contohnya di negara kita. Yang katanya pemerintahan sekarang gagal. Coba simak kisah berikut:

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh mengatakan :

Fuqoha Baghdad pada zaman pemerintah Khalifah Al-Watsiq menemui Abu Abdillah,yakni Imam Ahmad bin Hanbal,dan mengatakan kepadanya,” Sesungguhnya persoalan ini sedemikian genting dan tersiar ke mana-mana–maksud mereka ialah merajalelanya pendapat bahwa Al-Quran adalah makhluq dan sebagainya–dan kami tidak ridha dengan pemerintahan dan kekuasannya.

Namun Imam Ahmad mendebat mereka mengenai hal itu dan mengatakan,”Ingkarilah dalam hati kalian,dan jangan menarik tangan dari ketaatan. Jangan patahkan tongkat kaum Muslimin, dan jangan tumpahkan darah kalian bersama darah mereka. Pikirkan baik-baik akibat urusan kalian. Bersabarlah hingga orang berbakti memperoleh kelegaan dan dibebaskan dari pendurhaka.

Imam Ahmad melanjutkan,”Ini–yakni melepaskan tangan mereka dari ketaatan kepada penguasa–tidak benar,ini menyelisihi atsar.” (3)

Ini adalah bentuk paling mencengangkan yang diriwayatkan kepada kita yang menunjukkan betapa besarnya perhatian salaf terhadap masalah ini dan menjelaskan secara gamblang implikasi riil dari manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

 

Diambil dari bagian pendahuluan buku karya Abdussalam bin Barjas Ali Abdul Karim –
hafizhohulloh ta’ala– yang berjudul ” Bagaimana Bila Penguasa Zhalim?“,penerbit Pustaka At-Tazkia dengan beberapa editan oleh penulis.

 

Smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum.

Kamar Asrama,21 Dzulqo’idah 1432 H

(1) Diriwayatkan dalam atsar dari Umar,seperti diriwayatkan ad-Darimi dalam Sunan Ad-Darimi (I/69) dan juga diriwayatkan oleh Abu Darda

(2) Adab al-Hasan al-Bashri, Ibnu Al-Jauzi (hal. 121)

(3) Al-Adab Syar’iyyah,Ibu Muflih (I/195-196)

Categories: Belajar Ilmu Agama, Nasehat, Organisasi, Salinan | Tags: , , | 4 Comments

Blog at WordPress.com.