Nasehat

Ringkasan Faedah Hadits ke-219 Kitab Riyadush Shalihin tentang Peradilan

1526420_10203109336524242_1814965907_n (1)

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Kajian kitab Riyadush Shalihin yang dibawakan Ustadz Zaid Susanto tadi membahas hadits ke-219.

Dari hadits tersebut bisa diambil kaedah umum dalam masalah peradilan, yakni seorang Qadhi/hakim hanya sebatas mendengar orang yang berseteru (dua belah pihak), terkadang hujjah salah satunya lebih kuat dibandingkan yang lain.
Salah satu adab Qadhi/hakim tatkala memutuskan sebuah perkara, hendaklah dia “mengancam” orang yang akan bersaksi dengan kalimat “Ittaqillaah”.

Faedah-faedah yang bisa dipetik dari hadits tersebut, yaitu :
1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia biasa, tidak mengetahui perkara yang ghaib dan tidak mengetahui apa yang ada di hati manusia. Hanyasaja beliau diberi wahyu oleh Allah Ta’ala. Beliau adalah seorang hamba yang diutus.
2. Qadhi memutuskan perkara di antara dua orang yang berseteru dengan melihat bukti-bukti dan qarinah (sesuatu yang bisa menguatkan dugaan).
Kaedah : kita hanya bisa menghukumi secara zhahir.
3. Wajib bagi seorang hakim untuk tidak memutuskan suatu perkara, kecuali setelah mendengar dari dua belah pihak.
4. Apabila seorang qadhi salah dalam memutuskan suatu perkara, setelah bersungguh-sungguh mencaritau dan tabayyun, dia tidak berdosa, karena seorang qadhi memutuskan suatu perkara berdasarkan bukti-bukti dan qarinah yang ditunjukkan kepadanya.
5. Kesalahan seorang qadhi tidak berarti bisa mengubah sesuatu yang halal menjadi haram, dan yang haram menjadi halal.
6. Barangsiapa yang dimenangkan atas suatu perkara, padahal dia tau dia menzhalimi saudaramya, maka tidak boleh baginya mengambil hak tersebut, karena seolah-olah mengambil potongan dari api neraka.
7. Hakim/qadhi (seharusnya” mengingatkan orang yang berseteru untuk bertaqwa kepada Allah. Ada baiknya para hakim menghafal, memahami dan menyampaikan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits tentang kezhaliman.
Jangan sampai kita merasa sebuah perkara (yang putusannya tidak sesuai dengan yang seharusnya) itu selesai, tapi ternyata peradilan tersebut (pasti) berlanjut di akhirat kelak.

Advertisements
Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu, Fiqh, Hadits, Muamalah, Nasehat | Tags: , , , , , | Leave a comment

10 Tips bagi yang bekerja di lingkungan yang terbuka (bebas)

In today’s day and age, it is difficult for a Muslim to find a halal job, one that is ethical, clean, but most importantly that offers a halal environment. Most of us, especially those who live in the west, are caught up in open office environments, which are mostly mixed environments with no clear code of interaction between the two sexes. These environments are seldom safe from social dramas, love stories, tensions, and what is now known as “office politics”.

Dewasa ini, sulit bagi seorang Muslim untuk menemukan pekerjaan yang halal, etis dan bersih, tetapi yang paling penting adalah yang menawarkan lingkungan yang halal. Kebanyakan dari kita, khususnya yang tinggal di Barat, terjebak dalam lingkungan kerja yang terbuka, yang sebagian besar lingkungannya tercampur tanpa batasan interaksi yang jelas antar lain jenis. Lingkungan semacam ini jarang aman dari drama sosial, kisah percintaan, tekanan dan apa yang disebut “politik perkantoran”.

The question is, as a Muslim, one who wants to be productive and representative of their religion, how should you face such a situation? The classical answer is to get out of there! And find a halal job with a halal environment, but one can imagine, the repercussions of such an answer on the wider spectrum of the Muslim community.

Pertanyaannya adalah, sebagai seorang Muslim yang ingin menjadi seseorang yang produktif dan duta bagi agamanya, bagaimana seharusnya anda ketika menghadapi situasi semacam itu? Jawaban klasik adalah keluar dari sana! Dan carilah pekerjaan yang halal dengan lingkungan yang halal pula, tetapi coba bayangkan dampak dari jawaban tersebut dalam lingkup yang lebih luas dari komunitas Muslim.

Continue reading

Categories: English, Nasehat, Terjemahan | Tags: , , | Leave a comment

Kisah Inspiratif : Mari terus sebarkan kebaikan

:: Kisah Inspiratif Hari Ini…
(tissue lagi tissue lagi)

Setiap selesai sholat jum’at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku – buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.
***

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.

Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, aku telah siap” ayahnya menjawab : “Siap untuk apa?” , ia berkata: “Untuk membagikan buku (seperti biasanya)”, sang ayahpun berucap: “Suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur”, sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : “akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan”.
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: “Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini”, akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: “terimakasih wahai ayahku”.
***

Continue reading

Categories: Nasehat, Salinan | Tags: , , , | 1 Comment

Pelajaran-Pelajaran dari Kisah Abu Bakar ash-Shiddiq (Bag. 1)

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah sosok suritauladan yang agung setelah Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kehidupannya penuh dengan perjuangan,pengorbanan,akhlaq mulia, dakwah dan tanggungjawab terhadap keluarga. Kehidupannya merupakan pelajaran tersendiri bagi setiap muslim yang ingin meneladanisalafush shalih, para pendahulu-pendahulu kita yg shalih.

Abu Bakar ash-Shiddiq itulah nama yang sering kita kenal. Tapi nama beliau yang sesungguhnya adalah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taiym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al Qurasyi At Taimi. Ini nama dan nasab garis keturunannya. Nasab, garis keturunan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu bertemu dengan nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di kakek yang ke 6 yakni Murrah bin Ka’ab.

Lalu beliau diberi kun-yahkun-yah “Abu Bakrin”, atau “Abu Bakr”. Kun-yah itu adalah gelar yang didahului dengan kalimat “Abu” atau “Ummu”. Bisa diambil dari nama anak atau nama lainnya. Biasa digunakan oleh Rasulullah dan para shahabat serta ulama sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang diberi kun-yah. Panggilan pakaikun-yah itu penghormatan.

Nah, Abu Bakar ash-Shiddiq digelari Abu Bakr bukanlah dari nama anaknya. Kalimat Bakr diambil dari Bakr yaitu unta yang muda. Kenapa Abu Bakr diberi gelar seperti itu?

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu, Motivasi, Sejarah | Tags: , , , | Leave a comment

Kebanyakan atau Sedikit?

# Kebanyakan atau Sedikit? #

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Pencarian untuk “Kebanyakan dari mereka” ( أَكْثَرَهُمْ ) di dalam Al-Quran, dan engkau akan menemui bahwa mereka :

أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

“…kebanyakan dari mereka berpaling, tidak mau mendengarkan.” (Quran Surat Fushilat ayat 4),

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Faedah Ilmu, Muhasabah | Tags: , , | Leave a comment

Penggalan-Penggalan Cerita yang Terus Berlanjut…..

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Penggalan cerita-cerita kehidupan terus berlanjut, entah engkau habiskan dengan tangisan, candaan, kegalauan atau apapun itu waktu terus berjalan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Terjemahan Surat Quran Surat Al-Hasyr ayat 18)
Hampir setahun tak terasa semenjak rutinitas selama 4 tahun terlepas dari pundak untuk menggapai beban yang baru. Tapi, sebagai makhluk hanya bisa berusaha/berikhtiar maksimal lalu bertawakkal kepada Allah ‘Azza Wajalla. Bayang-bayang dan rencana untuk mulus menapaki tahapan-tahapan selanjutnya sudah ada bahkan semenjak beban di fase studi sarjana akan berakhir. Hingga pengumuman jalan tapak tahapan selanjutnya itu ada setelah dinanti sekian bulan nyatanya –qadarullah– mepet mendekati fase keberangkatan terdekat. Alhasil rencana-rencana digeser dan beberapa penyesalan datang menghampiri. Saat itu rasa sesal yang datang menghampiri hanya sedikit karena sudah mempersiapkan berbagai rencana.
1 semester coba dilalui dengan amanah baru, membantu almamater, berkontribusi dengan apa yang bisa diberikan dalam rangka menjadi sebaik-baik manusia.

Continue reading

Categories: Goresan Karyaku, Muhasabah, Nasehat | Tags: , | Leave a comment

[Petikan] Bandingkan metode dakwah Nabi kepada para penguasa dengan dakwah sekarang……

~Bandingkan (metode) dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dengan (metode) dakwah sekarang, khususnya kepada para penguasa~

Barangsiapa yang ingin membandingkan dakwahnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kepada para raja dan penguasa dengan dakwahnya kepada rakyat niscaya akan mendapati perbedaan yang jelas.
Ketika berdakwah kepada rakyat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendakwahi mereka di pasar, rumah, dll. Beliau senantiasa menyeru kepada setiap orang dan kabilah-kabilah yang beliau jumpai, sampai-sampai beliau ditimpa kesedihan yang sangat, maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya sebagaimana tertera di dalam Quran Surat Fathir ayat 8 (yang artinya) :”Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Muamalah, Nasehat, Salinan | Tags: , , , , | 1 Comment

(Rangkuman Catatan) Di antara faedah2 di balik Quran Surat Al-Fatihah

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Selama ini kita selalu membaca Surat Al-Fatihah di setiap rakaat sholat kita,tapi (mungkin) tidak tau faedah di balik mengapa kita harus membacanya.

Di antara faedah tersebut :

Pertama, Surat Al-Fatihah adalah Surat dalam Al-Quran yang memuat tiga pembagian tauhid sekaligus,yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ wa shifat;

Kedua, di dalamnya juga terdapat faedah bahwa manusia adalah makhluk yang lemah,tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah;

Ketiga, di ayat terakhir berisi do’a kepada Allah agar kita senantiasa diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala.

Hidayah terbagi menjadi dua,yakni hidayah dalalah wal irsyad dan hidayah taufiq + menerima kebenaran.

Hidayah dalalah wal irsyad didapati oleh semua manusia,hidayah yang berisi penjelasan akan kebenaran yang disampaikan oleh para Rasul hingga para ulama. Adapun hidayah taufiq dan menerima kebenaran itu datangnya dari Allah dan hidayah inilah yang selalu kita minta di setiap rakaat sholat kita. Hidayah agar Allah menjadikan kita orang-orang yang diberikan nikmat (kepahaman akan ilmu agama dan kemudahan untuk beriman + mengamalkan ilmu tersebut) dan agar Allah menjauhkan kita dari sifat orang yang dimurkai oleh Allah (orang yang berilmu tapi tidak beramal,seperti orang Yahudi) dan dari sifat orang yang sesat (orang yang beramal asal-asalan tidak dilandasi dengan ilmu,seperti orang Nasrani)

*di antara faedah dari dauroh Tafsir Quran Surat Al-Fatihah bersama Ustadz Abduh Tuasikal hafizhohullohu Ta’ala

**Firstly written and typed as status on Sunday, 17 March 2013 at 07:06

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu, Nasehat | Tags: , , , , | Leave a comment

Kultwit tentang Nyanyian dan Wanita

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Kultwit yang menarik dari Ustadz Syarif Baraja ‏(@syarifbaraja) dan semoga menjadi pelajaran bagi kita.

1. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang menarik untuk kita simak:

2. في هذه الأمة خسف ومسخ وقذف فقال رجل من المسلمين يا رسول الله ومتى ذاك قال إذا ظهرت القينات والمعازف وشربت الخمور

3. Dalam umat ini akan terjadi penenggelaman, pengubahan bentuk, dan lemparan batu dari langit.

4. Ada yang bertanya: kapan itu terjadi? Nabi pun menjawab: jika sudah nampak penyanyi wanita dan alat musik,

5. Dan khamr pun telah diminum. Syaikh Albani menshahihkan hadits ini.

6. Membaca hadits ini, kita teringat hadits Bukhari tentang akan ada orang yang menghalalkan musik.

7. Hadits ini menjelaskan bencana yang akan terjadi, yaitu khasf, akan ada orang-orang yang ditenggelamkan ke bumi.

8. Suatu tempat tiba-tiba terbelah. Semua yang ada di atasnya tenggelam ke dasar bumi.

9. Begitu juga maskh, yaitu orang-orang dirubah bentuknya menjadi kera dan babi. Atau bisa jadi binatang lainnya.

10. Dan juga qadhf, yaitu ada batu yang dilemparkan dari langit dan mengenai orang-orang di bumi.

11. Ini semua adalah fenomena alam yang terjadi. Tapi apakah Nabi Muhammad adalah seorang ahli astronomi dan geologi?

12. Nabi Muhammad bukan ahli geologi, bukan ahli astronomi. Nabi Muhammad –Salamullahi alaih– mendapat wahyu dari Allah.

13. Nabi Muhammad mendapat wahyu dari pencipta langit dan bumi. Allah memberitahu pada manusia.

14. Maka berita dari Allah sudah pasti benar, karena Allah yang mencipta langit dan bumi, lebih mengetahui dari makhlukNya.

15. Kapan itu semua terjadi? Kapan terjadi pengubahan bentuk, penenggelaman dan batu yang jatuh dari langit?

16. Seorang sahabat yang ada di tempat itu bertanya: Kapan itu terjadi wahai Rasulullah?

17. Jawaban Rasulullah: jika sudah nampak qaynat, musik, dan khamr telah diminum dengan luas.

18. Apa artinya qaynatQaynat artinya penyanyi wanita. Asal katanya adalah budak wanita yang menyisir rambut.

19. Tapi budak-budak itu sering disuruh menyanyi, lama kelamaan kata qaynat digunakan untuk makna penyanyi wanita.

20. Ketika penyanyi wanita sudah nampak di mana-mana. Nampak di media massa. Nampak di panggung.

21. Zaman ini adalah zaman dimana wanita penyanyi benar-benar nampak di mana-mana, tidak pernah terjadi sebelumnya.

22.Begitu pula dengan musik yang sudah menyebar di mana-mana. Di TV, radio, HP.

23.Begitu juga khamr, telah tersebar di mana-mana. Apakah kita memungkiri peredaran khamr yang begitu luas hari ini?

24.Maka jangan heran jika apa yang disabdakan Nabi itu terjadi. Ada manusia yang ditelan bumi.

25.Ada batu yang dilempar dari langit, dan mengenai suatu kaum. Ada orang yang dirubah jadi rupa binatang.

26.Mungkin kita tidak mengalami masa-masa itu. Semoga kita tidak mengalami. Tapi apa yang dikabarkan Nabi pasti terjadi.

27.Jika adanya penyanyi wanita itu baik, maka tidak akan menjadi penyebab bencana yang mengerikan.

28.Jika Islam mendukung penyanyi wanita, maka tidak akan ada hadits di atas.

29. Ketika ada muslimah berjilbab menyanyi di depan umum, malah dibilang Islam mencintai keindahan.

30. Islam dengan tegas melarang wanita berbicara lembut pada laki-laki lain. Lihat AL Ahzab 32.

31. Apakah wanita bisa menyanyi dengan suara tegas? Tidak. Wanita menghiasi suaranya agar nampak indah.

32. Ketika wanita menyanyi disebut sebagai wujud keindahan Islam, ini merupakan penyelewengan terhadap syareat.

33. Ini adalah penyelewengan terhadap hukum Islam itu sendiri. Ini adalah dusta pada Islam.

34. Ini adalah bentuk dusta pada Allah. Karena ketika mengklaim Islam cinta keindahan, dia mengklaim bhw Allah suka.

35. Dusta terhadap Allah begitu berat konsekuensinya. Dan dia tidak akan beruntung. Cek QS Yunus 69 70.

36. Ketika dusta itu tersebar di media, dan banyak orang percaya, maka konsekuensi akan makin berat.

37. Hati-hatilah ketika bicara atas nama Islam. Seluruh kita akan bertanggung jawab di depan Allah.

Redaksi ayat Quran yang disampaikan dalam kultwit di atas :

Quran Surat AL Ahzab ayat 32 :

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,

Quran Surat Yunus ayat 69-70

قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.

مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

Bantul, 24 Rabiul Awwal 1434 H

*salah satu web yang bisa disalin teks Al-Quran di sini

Categories: Belajar Ilmu Agama, Nasehat, Salinan | Tags: , , , | Leave a comment

Menasehati Penguasa atau Mengumbar Aib?

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Tahun 2013 adalah tahun-tahun terakhir menjelang “perhelatan akbar” 5 tahunan di negeri ini. Pesta demokrasi katanya. Keadaan semakin “semarak” dan “ramai” setelah satu per satu “fakta” diungkap dan dikonsumsi khalayak ramai, salah satunya adalah korupsi. Korupsi itu ibarat sebuah penyakit yang sudah sangat menggerogoti negeri ini, begitu rangkaian kata yang pernah saya baca di sebuah ulasan. Dan lembaga yang diberikan wewenang untuk “membasmi” penyakit itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi yang biasa disingkat dengan KPK.

Satu minggu terakhir sepertinya menjadi puncak panasnya berita seputar korupsi. Tokoh-tokoh pejabat pemerintahan diungkap sebagai koruptor, sebutan bagi pelaku korupsi. Adapun baru-baru ini,tepatnya tadi malam muncul gambar tentang total kekayaan keluarga pejabat tertinggi di negeri ini yang bersumberkan dari sebuah surat kabar harian berbahasa Inggris di Jakarta. Lalu bagaimana sebenarnya kita sebagai umat Islam menyikapi pemberitaan mengenai korupsi ini?

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Muamalah, Nasehat, Opini | Tags: , , , , , | 11 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.