Opini

Sanggahan penggalan tulisan terkait Pendidikan di Arab Saudi

Bismillaahirrahmanirrahiim.

 

Peta Letak Beberapa Kampus Top di Kerajaan Arab Saudi

Ada yang menulis tentang pendidikan di Arab Saudi (kalo penasaran,silahkan googling saja):

“Di bawah bendera King Abdullah Scholarship, Saudi telah mengirim lebih dari 150 ribu warganya untuk belajar di kampus2 Barat, khususnya Anerika, Kanada & Eropa (jg Aussie). Tidak ada satu pun yang disuruh belajar ke Indonesia!! ! Sementara (sebagian) warga Indo memimpikan belajar di Arab Saudi.”

Komentar:
1. Hal ini membuktikan bahwa Arab Saudi ialah negeri yang terbuka akan pendidikan dan keilmuan, tidak seperti yg dikira kebanyakan orang, seperti misalnya yang dipertanyakan oleh seorang dosen ketika beliau tau saya ingin melanjutkan studi ke sini.
Ngapain kuliah di Arab Saudi? Negeri jahiliyah.”

Continue reading

Advertisements
Categories: Opini, Sharing | Tags: , , | 2 Comments

Menasehati Penguasa atau Mengumbar Aib?

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Tahun 2013 adalah tahun-tahun terakhir menjelang “perhelatan akbar” 5 tahunan di negeri ini. Pesta demokrasi katanya. Keadaan semakin “semarak” dan “ramai” setelah satu per satu “fakta” diungkap dan dikonsumsi khalayak ramai, salah satunya adalah korupsi. Korupsi itu ibarat sebuah penyakit yang sudah sangat menggerogoti negeri ini, begitu rangkaian kata yang pernah saya baca di sebuah ulasan. Dan lembaga yang diberikan wewenang untuk “membasmi” penyakit itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi yang biasa disingkat dengan KPK.

Satu minggu terakhir sepertinya menjadi puncak panasnya berita seputar korupsi. Tokoh-tokoh pejabat pemerintahan diungkap sebagai koruptor, sebutan bagi pelaku korupsi. Adapun baru-baru ini,tepatnya tadi malam muncul gambar tentang total kekayaan keluarga pejabat tertinggi di negeri ini yang bersumberkan dari sebuah surat kabar harian berbahasa Inggris di Jakarta. Lalu bagaimana sebenarnya kita sebagai umat Islam menyikapi pemberitaan mengenai korupsi ini?

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Muamalah, Nasehat, Opini | Tags: , , , , , | 11 Comments

(Diskusi) jadi maksudnya BBM bersubsidi itu apa yaa??

Bismillaahirrohmanirrohiim.
Jadi langsung saja. Akhir-akhir ini saya lama tertegun memikirkan sesuatu hal yang sebenarnya tidak begitu penting bagi saya -untuk saat ini*-,yakni tentang huru hara kenaikan harga BBM.
Saya tidak membahas mengenai kelayakan kenaikan harga BBM atau dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia,ya karena itu bukan bidang keilmuan saya.
Tapi ini tentang mengenai :

Sebenarnya maksud dari BBM yang bersubsidi itu apa yaaa??
 
No,saya juga tau kalau subsidi itu artinya ya dibantu atau diberi bantuan dari pemerintah agar harganya jadi lebih murah.
Tapi kan sebagaimana kita tau dan tentunya dari yang kita liat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) ada beberapa jenis bahan bakar yang dijual.
Ada bensin, solar, pertamax dan pertamax plus.
Mungkin dari yang saya duga -hipotesis awal

– dan juga dugaan/pemikiran sebagian masyarakat adalah ya subsidi itu karena harga Bensin lebih murah dibandingkan Pertamax atau pertamax plus.
 
Nah,saya jadi teringat pelajaran SMA –yang sangat amat saya cintai

– tentang hidrokarbon.
Yang pernah diterangkan oleh guru kimia saya,bedanya bensin,pertamax dan pertamax plus itu adalah dari bilangan oktannya,yakni angka yang menunjukkan besarnya kandungan iso-oktan di suatu bahan bakar.
Saya kutipkan penjelasan yang ada di WIKIPEDIA.
Octane rating or octane number is a standard measure of the performance of a motor or aviation fuel. The higher the octane number, the more compression the fuel can withstand before detonating. In broad terms, fuels with a higher octane rating are used in high-compression engines that generally have higher performance. In contrast, fuels with low octane numbers (but high cetane numbers) are ideal for diesel engines. Use of gasolines with low octane numbers may lead to the problem of engine knocking.
 
dan di sana juga tertera bilangan oktan dari berbagai jenis bahan bakar yang ada di berbagai negara.
di tulisan lain yang saya temui lewat mesin pencari GOOGLE dengan kata kunci, bedanya premium dan pertamax
Pertamax memiliki bilangan oktan 92,trus pertamax plus nilai oktannya 95.
 
Nah,jadi sebenarnya tidak ada bahan bakar bersubsidi toh?
karena kan ada harga ada rupa.
Atau saya yang keliru dalam memahami hal ini yaa?Monggo berdiskusi.

*sedikit (atau banyak) teralihkan isu dari bidang yang saya ambil untuk TUgas Akhir*
 
 
WarNet biasa, 08 Jumadil Awal 1433 H
 
*maksudnya adalah,saya -seharusnya- lagi konsentrasi di Tugas Akhir saya tentang bahan perkerasan jalan,makanya isu BBM tidak begitu penting bagi saya untuk saat ini.
Categories: Opini | Tags: , , , , | 4 Comments

batas toleransi : Tegakah menggadaikan ‘AQIDAH…….??

Bismillahirrohmanirrohiim..

batas toleransi..
jadi ingat mata kuliah bidang Struktur..
dalam perencanaan struktur baja,beton ataupun kayu ada faktor aman dan batas toleransi yang harus diperhatikan serta diperhitungkan..
jangan sampai melewati batas..

begitu juga dalam kehidupan sehari-hari..
ada norma-norma yang mengatur kehidupan..
Norma hukum,norma kesopanan,norma kesusilaan dan norma agama..
*jadi ingat pelajaran PPKn*

keempat norma itu adalah batas,seperti tanggul yang ada di bangunan bendung.. untuk atau sebagai benteng pertahanan..

norma yang paling penting adalah norma agama..
ketika kita mengucapkan 2 kalimat syahadat salah satu konsekuensinya adalah mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang termaktub di Al-Quran dan Hadits..
perihal ‘AQIDAH adalah salah satunya.. ‘AQIDAH adalah laksana pondasi pada sebuah bangunan..
jika pondasi tidak kuat,maka bangunan itu mudah runtuh..
pun begitu dengan kehidupan sehari-hari.. jika ‘AQIDAH kita-baik dari segi ilmu (Al-‘Ilmu Qobla ‘Amal),pemahaman hingga pelaksanaan-harus kokoh..

Da’wah mengenai ‘AQIDAH adalah da’wah yang pertama kali harus diserukan..

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam mendidik para shahabatnya agar memulai da’wah kepada orang banyak dengan tauhid.. Ketika hendak mengutus Muadz bin Jabbal beliau berpesan (yang artinya) :
Hendaknya yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada yang berhak disembah,kecuali ALLOH.” (Hadits ini muttafaqun ‘alaih)

dalam hal fiqh boleh jadi ada perbedaan,karena ada 4 madzhab..
perbedaan itupun harus mempunyai dasar masing2 baik dari Al-Quran maupun Hadits..
seperti do’a Qunut.. ada yang mempraktekkan dan ada yang tidak..
kedua2nya memiliki dasar..

nah,perbedaan dalam hal fiqh yang tidak boleh adalah perbedaan yang tidak memiliki dasar..
sebagai contoh :
sholat menggunakan bahasa Indonesia..
ini jelas pendapat yang sangat tidak berdasar..

Itu masalah fiqh..

Nah mengenai masalah ‘AQIDAH tidak ada tawar menawar..

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan keimanan mereka dengan kezholiman (kesyirikan),maka mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.”

(Quran Surat Al-An’am ayat 82)

fenomena banyak yang terjadi adalah banyak yang mencari keridho-an manusia,hanya karena ingin dipuji atau dikatakan seperti ini,atau itu..

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tidak boleh menaati aturan makhluq untuk melanggar aturan ALLOH.”(Hadits shohih riwayat Ahmad

jadi teringat pertanyaan Aa’ Gym waktu Tabligh Akbar bulan Ramadhan yang lalu :
mana yg akan kita pilih :
DIPUJI orang banyak,tapi DIMURKAI ALLOH, atau, DICELA orang banyak,tapi DIRIDHOI ALLOH.?????

pertanyaan penutup :
“Tegakah menggadaikan ‘AQIDAH atas nama TOLERANSI?”

Kamar asrama, 20 Muharram 1432 H
*posted via HP

Categories: Opini | Tags: , | 2 Comments

[Random Snippets-AIR] Air,Elemen Kehidupan yang Sering Disia-siakan

Bismillahirrohmanirrohiim..
Air..
Salah satu elemen terpenting dalam kehidupan kita..
Jawaban salah seorang mahasiswa angkatan 2009 yang saya asisteni ketika pre-test praktikum Mekanika Fluida dan Hidraulika mengenai pertanyaan “Sebutkan 3 ciri zat cair.?”


Agak lucu bagi saya..
Bukan karena salah,jawabannya hanya kurang tepat..
Tapi sebenarnya ada pesan tersirat yang saya tangkap..

Air memanglah salah satu elemen terpenting di dalam kehidupan kita.. Lebih dari separuh unsur tubuh kita adalah cairan dan negara kita terdiri dari 2/3 lautan..

Wow,luar biasa..
Bahkan ketika kita tidak minum seharian penuh bisa terjadi dehidrasi..
Tapi,seringkali salah satu elemen terpenting di dalam kehidupan ini disia-siakan.. Ini sering terjadi di daerah yang boleh dibilang “kelebihan air” atau jarang terjadi kekeringan..

Contohnya saja ketika di kamar mandi,mungkin ada dari kita yang kurang bisa memanfaatkannya.. Cobalah sejenak kita pikirkan dan bayangkan apa yang terjadi di belahan Indonesia lainnya yang kekurangan air..
“sumber air su dekat”
Kata-kata yang sangat familiar,karena sering diputar di salah satu iklan..

Oh ya,jadi teringat beberapa mata kuliah yang telah saya ambil semester lalu yang berkenaan dengan air..
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Sistem dan Rekayasa Irigasi,serta Sistem dan Rekayasa Drainase..

Waduk (Reservoir Storage) dan Sumur (Sumur Dangkal/Gali dan Sumur Dalam/Bor) bisa membantu kita dalam memanfaatkan dan mengelola Sumber Daya Air..
Kalau waduk ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan hidung, seperti Dead Storage (Tampungan/Volume Mati), Life Storage (Volume Hidup) dan Flood Storage (Volume Banjir)

Hal yang agak lucu namun miris adalah ketika musim penghujan banyak daerah yang banjir,eh pas musim kemarau banyak daerah yang kekeringan..

Sebetulnya bisa saja hal tersebut tidak terjadi di negeri ini.. Asalkan semua elemen masyarakat bisa memanfaatkan dan mengelola sumber daya air.. Jangan sampai ketika musim penghujan seenaknya membuang-buang air,namun ketika musim kemarau kekeringan di mana-mana.. Seharusnya ketika musim penghujan itu kita bisa memanfaatkan limpasan air hujan /presipitasi untuk ditampung sebagai cadangan ketika musim kemarau datang..

bukankah banyak aktivitas di kehidupan sehari-hari yang menggunakan air.??
minum,memasak,mandi,mencuci, dan masih banyak lagi..
 
yang paling penting selain kita bisa memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya adalah mari jaga alam dan lingkungan sekitar kita..

karena kalau bukan kita siapa lagi yang menjaganya.???


*Tulisan dibuat untuk diikutkan dalam lomba Bu Dr. Vina

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini, Sarjana, Studi | Tags: , , , , | 10 Comments

Tayangan itu memang tayangan “hiburan” kok

Bismillahirrohmanirrohiim..

Pada heboh nonton tayangan di salah satu stasiun TV swasta sekarang.. Di asrama saya yang memiliki TV tiap lantai,semua TV yang ditonton (lantai 2 untuk wisma) itu semua orang-orangnya nonton tu siaran TV.. Heran saya apa bagusnya tayangan itu.. Saya liat beberapa sesi kayaknya biasa aja..
Sendok dibengkokin,mata yang dibuat serem,terus ada cahaya di tangan..
Serius,gak penting banget..

Mungkin bener juga kata seorang bul-bul dari Inggris yang bilang kalau tayangan semacam ini memang cocok untuk hiburan..
wong saya ketawa-ketawa sendiri melihat tayangan yang (maaf) gak bermutu itu..

itu baru dalam tatanan kualitas atau mutu tayangan.. belum lagi masalah syirik..
memang ada tayangan yang membahas mengenai trik untuk melakukan adegan-adegan tipuan mata itu.. tapi tetap saja kebanyakan dari tayangan semacam itu menggunakan atau menjalin hubungan dengan dunia lain..

ini bukan masalah saya pengamat tayangan atau apalah..
dan ini bukan masalah sepele..

ada banyak dalil baik di Al-Quran maupun dari Hadits Rosululloh yang membahas mengenai bahaya syirik dan pentingnya aqidah..

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
(QS. Al-Anbiya’ : 25)

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am : 82)

Rosululloh mendidik para sahabatnya agar bertauhid sejak kecil. Kepada anak pamannya, Ibnu Abbas,beliau berkata : (yang artinya)
“Bila kamu hendak meminta,maka mintalah kepada ALLOH; dan bila kamu hendak memohon pertolongan,maka mohonlah pertolongan kepada ALLOH”
(Hadits riwayat At-Tirmidzi,hadits ini hasan shohih)
Categories: Opini | Tags: , | 2 Comments

(RePost) Tulisan Essay Seleksi Tahap III MITI Awards 2010 JaDIY

Bismillahirrohmanirrohiim..

Berikut ini adalah tulisan Essay yang saya kirimkan dalam rangka mengikuti lomba MITI Award 2010 seleksi tahap II wilayah Jawa Tengah-DIY (JaDIY).. Alhamdulillah saya lolos ke 5 besar seleksi tahap III.. Insya ALLOH hari Ahad seleksi tahap III nya.. Dan alhamdulillah saya menjadi juara II..
Perjalanan kepenulisannya bisa dilihat di
sini..
 


Tema :

 

MAHASISWA DAN PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA INDONESIA

 

Judul :

 

“KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA”

 

oleh :

Rama Rizana

(Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik 2008, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-UMY)

——————————————————————————————

 

A.Selintas Peran Mahasiswa Masa Dahulu dan Masa Kini

1.Peran Mahasiswa Dahulu

a.Masa Sebelum Kemerdekaan

Mahasiswa pada masa ini merupakan salah satu ujung tombak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Di saat itu mereka berperan untuk melawan para penjajah di bidang pemikiran dan negosiasi, karena perlawanan menghadapi para penjajah ditempuh dengan dua jalan, yakni pertarungan fisik dan non-fisik (pemikiran).

Sebut saja nama Ir. Soekarno dan M. Hatta yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, di tengah keterbatasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Mereka menggunakan kesempatan belajar tersebut sebagai bekal untuk menghadapi perlawanan penjajah secara non-fisik.

b.Masa Setelah Kemerdekaan

Sukses meraih kemerdekaan bukan berarti perjuangan bangsa Indonesia berhenti. Mereka masih harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh.

Peran mahasiswa pada masa ini adalah sebagai perancang strategi pemikiran untuk menghadapi para penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang diperoleh.

Setelah kemerdekaan berhasil dipertahankan, peran mahasiswa berganti dari ujung tombak perlawanan penjajah secara non-fisik ke pengatur strategi pembangunan bangsa. Mulai dari membuat perangkat-perangkat penting kenegaraan hingga kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk membangun bangsa yang baru beberapa tahun mendapatkan kemerdekaan.

2.Peran Mahasiswa Kini

Dibandingkan dengan peran mahasiswa pada masa dahulu yang telah digambarkan singkat di atas, kembali terjadi perubahan peran. Ini tak lepas dari perbedaan kondisi yang terjadi di masa dahulu dan masa kini. Jika pada masa dahulu peran mahasiswa adalah sebagai motor penggerak pembangunan sebuah bangsa yang baru beberapa tahun merdeka, maka sekarang peran itu berganti menjadi salah satu pelaku pembangunan bangsa. Peran ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai masyarakat biasa atau objek pembangunan bangsa, namun juga turut terlibat aktif sebagai pelaku (subjek) pembangunan bangsa.

Mahasiswa pada masa kini memerankan peran yang sama pentingnya dengan peran mahasiswa pada masa dahulu. Namun karena kondisi yang sangat jauh berbeda, maka kualitas dan kontribusi mahasiswa dalam rangka pembangunan tersebut harus senantiasa ditingkatkan.

 

B.Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi nya United Nation Development Program (UNDP) memiliki agenda kegiatan untuk mengetahui keadaan suatu bangsa, khususnya dalam aspek pembangunan, yakni Human Development Report.

Setidaknya ada 7 hal yang menjadi tolok ukur perhitungan UNDP untuk mengetahui pengklasifikasian negara-negara yang menjadi anggota PBB. Ketujuh hal tersebut adalah Kehidupan Sosial (Social Progress), Perekonomian (Economics), Efisiensi (Efficiency), Keadilan (Equity), Partisipasi dan Kebebasan (Participation and Freedom), Ketahanan Negara (Sustainability) dan Keamanan (Human Security). Adapun ketujuh hal tersebut dijabarkan ke dalam 14 indikator penilaian tersebut. Keempat belas indikator tersebut adalah Human Movement, International Emigrants by Area of Residence, Education and Employment of International Migrants in OECD (aged 15 years and above), Conflict and Insecurity Induced Movement, International Financial Flows, Selected Human Rights and Migration Related Conventions (by year of ratification), Human Development Index Trends, Human Development Index (and Its Components), Human and Income Poverty, Gender-Related Develpoment Index (and Its Components), Gender Empowement Measure (and Its Components), Demographic Trends, Economy and Inequality, Health and Education.

Dari tolok ukur tesebut, Indonesia menduduki peringkat 111 dari 182 negara yang dinilai oleh UNDP pada tahun 2009 dan termasuk kategori Medium Human Development.

Hal tersebut berarti Indonesia masih dalam kategori negara berkembang dan masih tertinggal di negara tetangga (ASEAN), yakni Singapura (posisi 23), Brunei Darussalam (30), Malaysia (66), Thailand (87) dan Filipina (105).

 

C.Kemiskinan, Salah Satu Permasalahan Bangsa

Pada masa kini, di saat pembangunan bangsa terus dilakukan ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang cukup mendasar adalah masalah kemiskinan.

Jumlah rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan menurut data BPS pada Maret 2009 adalah sebanyak 32.530.000 jiwa dengan 11.910.500 jiwa tinggal di kota dan 20.619.400 jiwa tinggal di desa. Ini berarti persentase jumlah rakyat miskin di negeri ini adalah kurang lebih 14% dari total penduduk Indonesia yang terakhir dicatat sejumlah 230 juta jiwa.

Masalah ini erat kaitannya dengan banyaknya pengangguran. Data BPS pada Februari 2009 mencatat sebanyak 9.258.964 orang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Dan dari jumlah itu 12% atau 1.113.020 orang merupakan Diploma dan Sarjana,yang kemudian disebutkan sebagai kalangan intelektual.

Data tersebut mencerminkan masih banyaknya rakyat Indonesia yang merupakan kalangan intelektual adalah pengangguran. Ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan data pertama, yakni jumlah penduduk miskin di negeri ini.

Kedua masalah tersebut, lebih khusus lagi masalah banyaknya pengangguran di negeri ini adalah dari kalangan intelektual mencerminkan masih banyaknya dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kualitas dari mereka merupakan salah satu faktor penyebab masalah itu bisa terjadi, di samping lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja atau job hunter yang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan memiliki dampak yang cukup atau bahkan sangat besar terhadap pembangunan bangsa.

 

D.Solusi Permasalahan : Kreativitas dan Kemandirian

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini, sebagai contoh masalah kemiskinan harus segera diselesaikan. Karena jika tidak segera diselesaikan, maka bisa berdampak kepada pembangunan bangsa dan ketahanan negara kita untuk menghadapi era globalisasi yang sudah semakin dekat.

Secara garis besar ada dua macam solusi yang kemudian akan dijelaskan kemudian, yakni Solusi Umum (Pendidikan), dan Solusi Khusus.

Pertama, Solusi Umum (Pendidikan)

Pendidikan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena aspek ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek lain dalam hal pembangunan sebuah bangsa. Karena dari aspek pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan memiliki daya saing atau ketahanan dalam persaingan, era globalisasi yang sudah semakin dekat.

1.Sistem pendidikan di Indonesia sebaiknya lebih diarahkan sejak dini. Sebagai perbandingan, negara maju seperti Amerika Serikat (USA) dan Inggris (UK), dimana sistem pendidikan mereka sudah dibuat dan diarahkan bagaimana agar generasi penerus bangsa mereka memiliki kompetensi yang bagus dan dapat bersaing, terkhusus untuk menghadapi era globalisasi.

Sejak bangku sekolah dasar, siswa-siswa diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Tidak seperti dengan negara kita yang memiliki sistem pendidikan yang mengharuskan siswa-siswa untuk menguasai belasan pelajaran dan ini diterapkan sampai jenjang sekolah menengah.

Sistem pendidikan kita �memaksa� siswa untuk menguasai semua pelajaran atau bidang studi. Sistem ini dirasa kurang dapat menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi cukup untuk menghadapi persaingan era globalisasi. Karena pada hakikatnya setiap orang memiliki kemampuan dasar yang berbeda-beda antara satu sama lain, dan memiliki kecenderungan tidak merata untuk semua jenis kemampuan, seperti kemampuan di bidang eksakta dan bidang sosial.

Sistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa diterapkan sejak dini (Sekolah Dasar) agar generasi muda bisa mengetahui sejak dini bakat dan kemampuannya, serta dapat mencetak generasi muda yang dapat bersaing di masa depan.

2.Adanya kurikulum kewirausahaan atau pelajaran kemandirian lainnya semenjak sekolah dasar. Ini berguna untuk melatih dan membiasakan generasi muda untuk berwirausaha dan mandiri sejak dini. Selain itu juga hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda.

Sudah mulai banyak sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang mengarahkan siswa-siswanya untuk bisa mandiri sejak kecil. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dan melihat data jumlah pengangguran di negeri ini cukup banyak, dikarenakan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pekerjaan yang ada. Ini juga bisa diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di negeri ini yang berakar salah satunya dari masalah kemiskinan tersebut.

 

Kedua, Solusi Khusus

Selain solusi umum yang berkenaan dengan sistem pendidikan di negara kita yang perlu dicermati kembali dan ditingkatkan, kepribadian masing-masing individu juga menjadi indikator penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Maksudnya adalah bagaimana tiap individu, terkhusus para mahasiswa memiliki kesadaran. Kesadaran dalam banyak hal. Di antaranya :

1.Kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran sangat penting untuk membangun dan memajukan bangsa ini.

2.Kesadaran bahwa kualitas individu adalah hal yang sangat penting, apalagi perkembangan dunia dari masa ke masa yang semakin pesat dan era globalisasi yang semakin dekat, yang �memaksa� tiap individu harus meningkatkan kualitas diri.

Sebagai analogi, masyarakat pada masa dahulu sekitar 20 tahun yang lalu, yang lulus menjadi sarjana akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat lain yang hanya bersekolah sampai di bangku sekolah menengah.

Analogi lain, sekitar 10 tahun yang lalu, memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah nilai tambah seorang pelamar pekerjaan. Mereka akan mendapatkan keistimewaan dalam pekerjaannya kelak. Namun sekarang memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat minimal yang harus dimiliki seseorang yang ingin melamar pekerjaan. Harus ada kelebihan lain yang dimiliki jika ingin bersaing di masa sekarang. Misalnya, kemampuan bahasa asing lainnya, kemampuan operasional komputer,dsb.

 

E.Kesimpulan

Ada berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita,bangsa Indonesia, khususnya dalam rangka pembangunan nasional dan menghadapi era globalisasi. Salah satu masalah tersebut adalah masalah kemiskinan yang memiliki keterkaitan dengan masalah lain yang dihadapi bangsa ini. Banyaknya pengangguran yang ada di negeri ini adalah salah satu faktor mengapa jumlah penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan cukup tinggi.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tersebut harus segera diselesaikan. Karena jika tidak, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembangunan bangsa dan kesiapan bangsa menghadapi persaingan atau era globalisasi.

Ada dua jenis solusi yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang cukup mendasar tersebut.

Pertama, Solusi Umum yang berkaitan dengan sistem pendidikan di bangsa ini. Sudah saatnya generasi penerus bangsa diarahkan sejak dini untuk memiliki kompetensi masing-masing, yang kemudian ini menjadi sangat penting untuk menjadikan generasi muda mampu untuk bersaing di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga dimasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan atau jenis kurikulum pendidikan lainnya yang terkait dengan kemandirian. Ini dapat menyelesaikan masalah kurang tersedianya lapangan kerja yang membuat jutaan rakyat di negeri ini menjadi pengangguran dan menjadi berdampak menjadi masalah kemiskinan.

Kedua, Solusi Khusus yang berkaitan dengan kepribadian, khususnya kesadaran tiap-tiap individu, seperti mahasiswa akan perkembangan zaman semakin lama semakin pesat dan menuntut setiap orang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapinya.

Akhir kata, dengan penjabaran yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas beserta solusi pemecahannya yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi bangsa ini berkaitan dengan pembangunan daya saing bangsa, khususnya dalam menghadapi era globalisasi, diharapkan bisa menjadi alternatif pemecahan dan penyelesaian bangsa ini.

————————————————————————————————————

*Tulisan ini mulai dibuat 3 jam sebelum deadline dan dikirim tepat 5 menit sebelum deadline*

**Tulisan repost,karena sebelumnya “ditarik” dari pasaran karena sesuatu dan lain hal..

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini | Tags: , , | 3 Comments

Tulisan Essay Saya

Bismillahirrohmanirrohiim..

Berikut ini adalah tulisan Essay yang saya kirimkan dalam rangka mengikuti lomba MITI Award 2010 seleksi tahap II wilayah Jawa Tengah-DIY (JaDIY).. Alhamdulillah saya lolos ke 5 besar seleksi tahap III.. Insya ALLOH hari Ahad seleksi tahap III nya.. *updated
Perjalanan kepenulisannya bisa dilihat di
sini..

 

Tema :

MAHASISWA DAN PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA INDONESIA

Judul :

“KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA”

oleh :
Rama Rizana
(Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik 2008,

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-UMY)
——————————————————————————————

A. Selintas Peran Mahasiswa Masa Dahulu dan Masa Kini

     1. Peran Mahasiswa Dahulu

a.Masa Sebelum Kemerdekaan

Mahasiswa pada masa ini merupakan salah satu ujung tombak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Di saat itu mereka berperan untuk melawan para penjajah di bidang pemikiran dan negosiasi, karena perlawanan menghadapi para penjajah ditempuh dengan dua jalan, yakni pertarungan fisik dan non-fisik (pemikiran).
Sebut saja nama Ir. Soekarno dan M. Hatta yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, di tengah keterbatasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Mereka menggunakan kesempatan belajar tersebut sebagai bekal untuk menghadapi perlawanan penjajah secara non-fisik.

b.Masa Setelah Kemerdekaan

Sukses meraih kemerdekaan bukan berarti perjuangan bangsa Indonesia berhenti. Mereka masih harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh.

Peran mahasiswa pada masa ini adalah sebagai perancang strategi pemikiran untuk menghadapi para penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang diperoleh.

Setelah kemerdekaan berhasil dipertahankan, peran mahasiswa berganti dari ujung tombak perlawanan penjajah secara non-fisik ke pengatur strategi pembangunan bangsa. Mulai dari membuat perangkat-perangkat penting kenegaraan hingga kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk membangun bangsa yang baru beberapa tahun mendapatkan kemerdekaan.

 

2.Peran Mahasiswa Kini

Dibandingkan dengan peran mahasiswa pada masa dahulu yang telah digambarkan singkat di atas, kembali terjadi perubahan peran. Ini tak lepas dari perbedaan kondisi yang terjadi di masa dahulu dan masa kini. Jika pada masa dahulu peran mahasiswa adalah sebagai motor penggerak pembangunan sebuah bangsa yang baru beberapa tahun merdeka, maka sekarang peran itu berganti menjadi salah satu pelaku pembangunan bangsa. Peran ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai masyarakat biasa atau objek pembangunan bangsa, namun juga turut terlibat aktif sebagai pelaku (subjek) pembangunan bangsa.

Mahasiswa pada masa kini memerankan peran yang sama pentingnya dengan peran mahasiswa pada masa dahulu. Namun karena kondisi yang sangat jauh berbeda, maka kualitas dan kontribusi mahasiswa dalam rangka pembangunan tersebut harus senantiasa ditingkatkan.

 

B.Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi nya United Nation Development Program (UNDP) memiliki agenda kegiatan untuk mengetahui keadaan suatu bangsa, khususnya dalam aspek pembangunan, yakni Human Development Report.
Setidaknya ada 7 hal yang menjadi tolok ukur perhitungan UNDP untuk mengetahui pengklasifikasian negara-negara yang menjadi anggota PBB. Ketujuh hal tersebut adalah Kehidupan Sosial (Social Progress), Perekonomian (Economics), Efisiensi (Efficiency), Keadilan (Equity), Partisipasi dan Kebebasan (Participation and Freedom), Ketahanan Negara (Sustainability) dan Keamanan (Human Security). Adapun ketujuh hal tersebut dijabarkan ke dalam 14 indikator penilaian tersebut. Keempat belas indikator tersebut adalah Human MovementInternational Emigrants by Area of ResidenceEducation and Employment of International Migrants in OECD (aged 15 years and above)Conflict and Insecurity Induced Movement, International Financial Flows, Selected Human Rights and Migration Related Conventions (by year of ratification), Human Development Index Trends, Human Development Index (and Its Components), Human and Income Poverty, Gender-Related Develpoment Index (and Its Components), Gender Empowement Measure (and Its Components), Demographic Trends, Economy and Inequality, Health and Education.

Dari tolok ukur tesebut, Indonesia menduduki peringkat 111 dari 182 negara yang dinilai oleh UNDP pada tahun 2009 dan termasuk kategori Medium Human Development.

Hal tersebut berarti Indonesia masih dalam kategori negara berkembang dan masih tertinggal di negara tetangga (ASEAN), yakni Singapura (posisi 23), Brunei Darussalam (30), Malaysia (66), Thailand (87) dan Filipina (105).

 

C.Kemiskinan, Salah Satu Permasalahan Bangsa

Pada masa kini, di saat pembangunan bangsa terus dilakukan ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang cukup mendasar adalah masalah kemiskinan.

Jumlah rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan menurut data BPS pada Maret 2009 adalah sebanyak 32.530.000 jiwa dengan 11.910.500 jiwa tinggal di kota dan 20.619.400 jiwa tinggal di desa. Ini berarti persentase jumlah rakyat miskin di negeri ini adalah kurang lebih 14% dari total penduduk Indonesia yang terakhir dicatat sejumlah 230 juta jiwa.

Masalah ini erat kaitannya dengan banyaknya pengangguran. Data BPS pada Februari 2009 mencatat sebanyak 9.258.964 orang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Dan dari jumlah itu 12% atau 1.113.020 orang merupakan Diploma dan Sarjana,yang kemudian disebutkan sebagai kalangan intelektual.

Data tersebut mencerminkan masih banyaknya rakyat Indonesia yang merupakan kalangan intelektual adalah pengangguran. Ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan data pertama, yakni jumlah penduduk miskin di negeri ini.

Kedua masalah tersebut, lebih khusus lagi masalah banyaknya pengangguran di negeri ini adalah dari kalangan intelektual mencerminkan masih banyaknya dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kualitas dari mereka merupakan salah satu faktor penyebab masalah itu bisa terjadi, di samping lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja atau job hunter yang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan memiliki dampak yang cukup atau bahkan sangat besar terhadap pembangunan bangsa.

 

D.Solusi Permasalahan : Kreativitas dan Kemandirian

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini, sebagai contoh masalah kemiskinan harus segera diselesaikan. Karena jika tidak segera diselesaikan, maka bisa berdampak kepada pembangunan bangsa dan ketahanan negara kita untuk menghadapi era globalisasi yang sudah semakin dekat.

Secara garis besar ada dua macam solusi yang kemudian akan dijelaskan kemudian, yakni Solusi Umum (Pendidikan), dan Solusi Khusus.

Pertama, Solusi Umum (Pendidikan)

Pendidikan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena aspek ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek lain dalam hal pembangunan sebuah bangsa. Karena dari aspek pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan memiliki daya saing atau ketahanan dalam persaingan, era globalisasi yang sudah semakin dekat.

  1. Sistem pendidikan di Indonesia sebaiknya lebih diarahkan sejak dini. Sebagai perbandingan, negara maju seperti Amerika Serikat (USA) dan Inggris (UK), dimana sistem pendidikan mereka sudah dibuat dan diarahkan bagaimana agar generasi penerus bangsa mereka memiliki kompetensi yang bagus dan dapat bersaing, terkhusus untuk menghadapi era globalisasi.
    Sejak bangku sekolah dasar, siswa-siswa diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Tidak seperti dengan negara kita yang memiliki sistem pendidikan yang mengharuskan siswa-siswa untuk menguasai belasan pelajaran dan ini diterapkan sampai jenjang sekolah menengah.

Sistem pendidikan kita “memaksa” siswa untuk menguasai semua pelajaran atau bidang studi. Sistem ini dirasa kurang dapat menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi cukup untuk menghadapi persaingan era globalisasi. Karena pada hakikatnya setiap orang memiliki kemampuan dasar yang berbeda-beda antara satu sama lain, dan memiliki kecenderungan tidak merata untuk semua jenis kemampuan, seperti kemampuan di bidang eksakta dan bidang sosial.

Sistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa diterapkan sejak dini (Sekolah Dasar) agar generasi muda bisa mengetahui sejak dini bakat dan kemampuannya, serta dapat mencetak generasi muda yang dapat bersaing di masa depan.

  1. Adanya kurikulum kewirausahaan atau pelajaran kemandirian lainnya semenjak sekolah dasar. Ini berguna untuk melatih dan membiasakan generasi muda untuk berwirausaha dan mandiri sejak dini. Selain itu juga hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda.

Sudah mulai banyak sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang mengarahkan siswa-siswanya untuk bisa mandiri sejak kecil. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dan melihat data jumlah pengangguran di negeri ini cukup banyak, dikarenakan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pekerjaan yang ada. Ini juga bisa diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di negeri ini yang berakar salah satunya dari masalah kemiskinan tersebut.

 

 

Kedua, Solusi Khusus

Selain solusi umum yang berkenaan dengan sistem pendidikan di negara kita yang perlu dicermati kembali dan ditingkatkan, kepribadian masing-masing individu juga menjadi indikator penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Maksudnya adalah bagaimana tiap individu, terkhusus para mahasiswa memiliki kesadaran. Kesadaran dalam banyak hal. Di antaranya :

  1. Kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran sangat penting untuk membangun dan memajukan bangsa ini.
  2. Kesadaran bahwa kualitas individu adalah hal yang sangat penting, apalagi perkembangan dunia dari masa ke masa yang semakin pesat dan era globalisasi yang semakin dekat, yang �memaksa� tiap individu harus meningkatkan kualitas diri.
    Sebagai analogi, masyarakat pada masa dahulu sekitar 20 tahun yang lalu, yang lulus menjadi sarjana akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat lain yang hanya bersekolah sampai di bangku sekolah menengah.

Analogi lain, sekitar 10 tahun yang lalu, memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah nilai tambah seorang pelamar pekerjaan. Mereka akan mendapatkan keistimewaan dalam pekerjaannya kelak. Namun sekarang memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat minimal yang harus dimiliki seseorang yang ingin melamar pekerjaan. Harus ada kelebihan lain yang dimiliki jika ingin bersaing di masa sekarang. Misalnya, kemampuan bahasa asing lainnya, kemampuan operasional komputer,dsb.

 

E.Kesimpulan
Ada berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita,bangsa Indonesia, khususnya dalam rangka pembangunan nasional dan menghadapi era globalisasi. Salah satu masalah tersebut adalah masalah kemiskinan yang memiliki keterkaitan dengan masalah lain yang dihadapi bangsa ini. Banyaknya pengangguran yang ada di negeri ini adalah salah satu faktor mengapa jumlah penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan cukup tinggi.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tersebut harus segera diselesaikan. Karena jika tidak, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembangunan bangsa dan kesiapan bangsa menghadapi persaingan atau era globalisasi.

Ada dua jenis solusi yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang cukup mendasar tersebut.

Pertama, Solusi Umum yang berkaitan dengan sistem pendidikan di bangsa ini. Sudah saatnya generasi penerus bangsa diarahkan sejak dini untuk memiliki kompetensi masing-masing, yang kemudian ini menjadi sangat penting untuk menjadikan generasi muda mampu untuk bersaing di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga dimasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan atau jenis kurikulum pendidikan lainnya yang terkait dengan kemandirian. Ini dapat menyelesaikan masalah kurang tersedianya lapangan kerja yang membuat jutaan rakyat di negeri ini menjadi pengangguran dan menjadi berdampak menjadi masalah kemiskinan.

Kedua, Solusi Khusus yang berkaitan dengan kepribadian, khususnya kesadaran tiap-tiap individu, seperti mahasiswa akan perkembangan zaman semakin lama semakin pesat dan menuntut setiap orang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapinya.

Akhir kata, dengan penjabaran yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas beserta solusi pemecahannya yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi bangsa ini berkaitan dengan pembangunan daya saing bangsa, khususnya dalam menghadapi era globalisasi, diharapkan bisa menjadi alternatif pemecahan dan penyelesaian bangsa ini.

 

————————————————————————————————————

*Tulisan ini mulai dibuat 3 jam sebelum deadline dan dikirim tepat 5 menit sebelum deadline*

 

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini, Sarjana, Studi | Tags: , | 63 Comments

Ahlan Wasahlan Amanah Baru

Bismillahirrohmanirrohiim.

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh..

Ikhwah fillah,tak terasa besok (15 Safar 1431 H) adalah saat pelantikan kepengurusan baru Jama’ah Al-Anhar (JAA) periode 2010..

Ya periode baru.. Periode kepengurusan lalu sudah selesai dan masing2 dari kita, anggota keluarga besar JAA mendapat amanah baru lagi..

Sudah dilobi,kan.??

Ada amanah yang kita harapkan, namun banyak juga yang mendapat amanah tidak sesuai harapan..

*lirik beberapa Ikhwan*

Ada yang dipindah ke wilayah kerja yang lain (dibandingkan periode kepengurusan tahun lalu..)

Ada yang berpindah posisi, namun tetap di departemen/wilayah kerja yang sama dengan periode yang lalu..

Apapun amanah yang akan kita emban selama satu periode kepengurusan ke depan tidak masalah.. Yang menjadi masalah, Apakah kita sudah siap mengemban dan menjalaninya dengan maksimal.??

Yang terpenting dari semuanya adalah NIAT..

Ya.. Niat..

Niat adalah masalah yang sangat urgen dan mendasar..

Niat adalah pondasi dari segala aktivitas..

Kalau niat saja sudah salah, seterusnya ya pasti salah..

Hadis riwayat Umar bin Khathab ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya pekerjaan itu tergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang apa yang telah ia niatkan. Barang siapa yang tujuan hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, maka (pahala) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang tujuan hijrahnya adalah untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan ia nikahi, maka hijrahnya itu kepada apa yang kehendaki” (HR. Muslim)

‘Umar bin Al-Khattab, may Allah be pleased with him, reported:
The Messenger of Allah (may peace be upon him) said: (The value of) an action depends on the intention behind it. A man will be rewarded only for what he intended. The emigration of one who emigrates for the sake of Allah and His Messenger (may peace be upon him) is for the sake of Allah and His Messenger (may peace be upon him); and the emigration of one who emigrates for gaining a worldly advantage or for marrying a woman is for what he has emigrated. (Narrated by Muslim)

Ya itu adalah hadits tentang niat.. Hadits pembuka, hadits pertama dalam Hadits Arba’in An-Nawawiyah..

Niat adalah bab pembuka di kitab Riyadhus Sholihin.. Mengapa demikian.?? Ya karena niat adalah masalah yang sangat fundamental..

Hadits niat ini masuk dalam 70 bab dalam fiqh? Mengapa? Karena niat akan menentukan kualitas amal, apakah amal itu menjadi amal ketaatan atau malah merosot nilainya menjadi maksiat. Semuanya kembali kepada niat.

�Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar karena niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh karena niat.� (Abdullah bin Mubarak)

Berikut ini ada kisah tentang tiga orang yang seharusnya masuk surga, namun karena NIAT akhirnya mereka masuk ke neraka..

“Yang pertama kali dibakar api neraka pada hari kiamat adalah tiga golongan, orang alim, mujahid dan dermawan.
Adapun orang alim, maka Allah mendatanginya dan menanyainya, ” Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia??” Dia menjawab,” Aku menuntut ilmu di jalan-Mu, lalu aku sebarkan ilmu itu karena mencari keridhaan-Mu.” Maka dikatakan kepadanya,”Engkau dusta! Sebenarnya engkau mencari ilmu supaya dikatakan sebagai orang alim..” Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka..

Kemudian didatangkan seorang dermawan, maka dia ditanya, ” Apa yang dahulu engkau perbuat?” Dia menjawab,”Aku mencari harta yang halal, kemudian aku belanjakan harta itu di jalan-Mu.” Maka dikatakan kepadanya,” Engkau dusta! Engkau belanjakan hartamu supaya manusia menyebutmu dermawan.” Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka..

Kemudian yang ketiga,”Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?” Dia menjawab,” Aku berperang di jalan Allah, sehingga aku mati terbunuh.” Maka dikatakan padanya,” Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan orang sebagai pemberani.” Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka..”

Coba kita baca, pahami dan amalkan kisah tersebut.. Betapa kalau salah NIAT, kalau NIAT bukan karena Alloh, maka kita tidak akan mendapatkan apa2..

Amanah-amanah yang kita kerjakan dengan mengorbankan banyak hal, waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang, akan sia-sia dan tidak akan mendapatkan balasan apa-apa jika niat kita salah..

Ana tidak perlu mengetik dan menjelaskan terlalu panjang, karena ana yakin antum/na semua tau dan paham apa yang ana maksud.. Ya sebelum kita dilantik esok pagi, hendaknya kita memasang niat di dalam mengemban amanah dakwah ini, dalam menjalani tugas ini, karena Alloh.. hanya karena Alloh, tidak karena yang lain..

Bukan karena ingin dipuji sebagai para aktivis dakwah..

Bukan karena ingin menarik perhatian ikhwah (baik ikhwan maupun akhwat)..

Atau karena alasan lainnya..

Jangan sampai, Ikhwah Fillah..

Niat itu harus dan mutlak karena Alloh..

Semoga kita bisa istiqomah dan menjalankan semua ini karena Alloh, karena mengharap ridho-Nya semata..

Semoga kerja-kerja dakwah kita bermanfaat bagi kampus kita tercinta, banyak agenda besar di depan mata..

Semoga kita bisa saling bekerja sama dan paling penting saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran dan karena Alloh..

Dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selaras antara perkataan dan perbuatan..

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bisa seimbang antara amanah kuliah dan amanah lain..

Terakhir, kata-kata dari ana..

“amanah itu HARUSNYA membuat diri lebih dewasa dan bergairah,BUKANNYA membuat diri lelah,lemah apalagi mudah menyerah..”
by : Rama Rizana

Wallohu a’laam bisshowab..

Afwan minkum..

Tetap semangat..!! Hamasah.. Ganbatte kudasai.!! Jia you.!!

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi wabarakatuh..

Rama Rizana

Teknik Sipil ’08

Bendahara SKIFT Al-Muhandis periode 2008-2009

Categories: Nasehat, Opini, Organisasi, Sarjana, Studi | Tags: , , , | 13 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.