(CS2) Cerita dari rangkaian tugas kuliah Perbaikan Tanah……………

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Di bulan terakhir perkuliahan semester ini, sebagian beban sudah mulai terasa berkurang. Sebagian di sini bukan berarti separuh, karena ada mata kuliah yang setelah UAS pun masih ada tugasnya. Tak usah membahas hal itu dahulu. *lho….

Sebagaimana yang pernah beberapa kali ditulis melalui laman dunia maya ini bahwa salah satu mata kuliah yang ditempuh ialah Soil and Site Improvement atau Perbaikan Tanah. *eittss,bentar, betapa tidak efektifnya kalimat sebelumnya ini….

Kuliah ini cukup unik dari sejak awal mau mengambilnya, di antaranya ialah saya harus mengajukan petisi akademik untuk mendaftarnya karena ada prerequisite (mata kuliah prasyarat). Lalu saat meminta tandatangan ke dosen pengampu mata kuliah ini beliau memberikan kondisi dilematis, yakni: di kuliah ini mahasiswanya juga harus presentasi (dibandingkan salah satu mata kuliah Traffic yang sebelumnya ingin saya ambil), tapi akhirnya saya ambil kondisi dilematis tersebut, mengingat maslahatnya lebih besar, danalhamdulillaah banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Dan hal unik lainnya ialah ini mata kuliah tak ada ujian mid atau major exam, yang ada hanya ujian akhir. Oke, sebanyak itu hal yang dibahas di mata kuliah ini, akankah diujikan semuanya??? Meskipun tak ada major exam, tetep aja ada term project yang merupakan faktor pembeda studi di sini sekaligus bisa jadi nilai tambah. Dan term project di mata kuliah Perbaikan Tanah ini tak hanya satu: membuat makalah/paper, tapi juga ada lab experimental. Tugas yang sepengetahuan saya sangat langka atau bahkan mungkin tak ditemui di jurusan lain untuk studi magister. Nah ini dia tugas yang di awal tulisan tak ingin dibahas.😀

Term project pertama sudah kelar minggu lalu. Tugas ini ialah membuat makalah dan presentasi dari topik yang sudah mahasiswa pilih di pertemuan awal. Saya kebagian topik “Ground Modification by Inclusion and Confinement“. Cukup luar biasa distraksi dan intervensi akan tema ini, soalnya “kethok’e” luar biasa istilahnya. Ketika baca buku referensi utama mata kuliah ini -sumber tawaran-tawaran topik tugas-, berasa “ndak nyandak” banget dah, ditambah lagi awalnya saya udah mempersiapkan dua topik yang saya punyai ilmu dasarnya. Topik pertama yakni soal stabilisasi tanah dengan metode kolom kapur yang merupakan judul penelitian pertama yang pernah saya terlibat di dalamnya. Keterlibatan saya pun sebenarnya cuma ngikut-ngikut aja awalnya, karena tim PKMP senior butuh anggota tambahan, dan saat penelitian berlangsung praktis saya hanya beneran ngikut karena belum pernah belajar Mekanika Tanah. Topik pertama itu ditolak karena beliau akan bicara banyak soal stabilisasi tanah dengan bahan aditif.

Topik kedua yang sudah dipersiapkan sebagai alternatif, yakni perbaikan tanah dengan geosintetik. Topik ini berasa lebih mantap karena pernah belajar penuh 1 semester waktu mengambil mata kuliah peminatan di semester akhir studi S1. Tapi ternyata ditolak lagi karena dosen lain akan memberikan kuliah tambahan tentang hal ini. Alhasil saya terima apa adanya, dan yang terbayang ketika membaca + mendengar jatah topik tersebut ialah perbaikan tanah menggunakan serat. Tapi apa iya ndak terlalu sedikit makalah saya nantinya, karena minimal harus 15 halaman isi makalah. Ini di antara keunikan lainnya dari mata kuliah ini, karena dari pengalaman semester lalu, 15 halaman itu udah batas maksimal isi term project. Semakin menambah beban pikiran. *okesip nggaya tenan.

Setelah pertemuan membahas topik term project itu dan di beberapa pertemuan Prof. Omar membahas beberapa topik perkuliahan ini dengan sangat amat mantapnya, terkhusus soal tanah jenis Sabkha yang memang itu sudah seperti anak beliau sendiri (ini hal yang beliau sampaikan di pertemuan siang tadi, “I master sabkha soil, and it is like my baby“, dan sontak saja saya senyum-senyum sendiri karena gaya penyampaian beliau sangat khas), dan juga setelah sempat Prof. Aiban (dosen lainnya yang pakar bidang perbaikan tanah ini, teman sekelasnya Prof. Omar waktu S1 di KFUPM dahulu) menyampaikan pengalaman dan ilmu yang beliau dapatkan khususnya saat berkecimpung sebagai konsultan, dan kelas ketika itu diadakan di malam hari karena siang harinya waktu puasa Asyura, setelah itu semuanya kelar tibalah giliran satu per satu mahasiswa mempresentasikan term projectnya. Aturannya ialah dua hari sebelum waktu presentasi harus kirim makalah dan presentasi ke e-mail beliau untuk dikoreksi.

Satu demi satu temen-temen mempresentasikan tugasnya. Baru di dua orang pertama saja (dari total 8 orang) saya udah merasa “underdog” banget dah. Mereka begitu menguasai topik, lancar presentasi, sedangkan saya masih ngebayang-bayang mau bahas topik apa dan masih rada kepikiran sama pengalaman pertama presentasi di sini. =))

Giliran ketiga seorang teman presentasi dengan membawakan gaya Arab Saudi yakni membawa kurma, teh dan kopi arab sebagai suguhan para audiens (ya kami-kami ini) di saat beliau menjelaskan soal stabilisasi tanah dengan aspal. Tema ini baru terpikirkan sekitar 1 minggu sebelum giliran teman saya yang satu ini. Ya sudah telat lah untuk melakukan deal-deal politik. -___-”

Giliran keempat ialah gilirannya teman orang Sudan tapi kemudian Prof. Omar undurkan, karena temen yang satu ini ada udzur ada major exam deketan dengan jadwal presentasi.

Saat akhir pertemuan giliran kelima barulah saya dapat kejelasan topik apa yang akan saya bahas, yakni ternyata topik kedua yang sempat ditolak tersebut. Gegaranya temen yang dapat giliran ketujuh menyampaikan topik Hydraulic Modification dengan salah satu metodenya menggunakan geosintetik. Nah, pas ditanya Prof. Omar tentang topik yang akan saya bahas, sempat agak mikir dulu dan teringat bahwa Prof. Aiban sama sekali tidak membahas geosintetik di presentasi beliau, kecuali sedikit saat saya menjawab pertanyaan beliau, yakni menggunakan geosintetik untuk studi kasus yang beliau bawakan, dan kemudian dengan mantap saya menyampaikan akan presentasi tentang Geosynthetics- and Fiber-Reinforced Soil.

Sempat ada hal-hal yang mewarnai perjalanan sebelum sampainya giliran saya,seperti tukaran jadwal dengan teman orang Sudan yang sedianya presentasi di giliran keempat karena dia ada jadwal ujian di giliran presentasi yang terakhir. Saya terima karena sampai sejauh waktu penukaran jadwal itu saya belum ada ujian. Nah giliran keesokan harinya diumumkanlah bahwa major exam 2 mata kuliah lain itu sehari sebelum jadwal presentasi. What a perfect combination then. —”

Tibanya hari giliran presentasi. Sesaat sebelum dimulai, Prof. Omar langsung menguji kesiapan saya dengan menyampaikan dugaan, “Rama is looked very nervous, you should attack him, guys.

Lantas, Alaa (temen yang mendapat giliran pertama presentasi) dengan semangatnya, “Yes, definitely, I will ask him many questions

Errr,apa iya segrogi itukah wajah saya ketika itu, entahlah. Mungkin karena pengaruh pas mau masuk kelas, kelasnya sempat kekunci, akhirnya harus ke ruangannya Prof. Omar buat minjem kartu beliau. Dan pas di dalam ruangan ada problem dengan komputer dan peralatan presentasi yang akhirnya membuat semakin panik. Dan ditambah dua kemungkinan keadaan yang saya hadapi dalam mempresentasikan topik ini:

Pertama, saya presentasi seperti orang yang satu-satunya menguasai topik ini, sedangkan yang lain bahkan mungkin belum pernah dengar, atau

Kedua, saya presentasi di depan orang yang sudah menguasai topik ini, sedangkan kemampuan dasar geoteknik saya di bawah mereka.

Hari itu berjalan begitu cepat, bahkan saking cepatnya tak terasa saat slide ke-23 kelas harus diberhentikan, padahal itu baru 1/3 dari total slide presentasi. Di luar ekspektasi yang saya pasang, karena sebelumnya saya perkirakan waktu 2 jam perkuliahan penuh itu terlalu banyak buat saya. Berasanya saya mungkin cuma kelar dalam setengah jam. Dan akhirnya pekan depannya saya harus presentasi lagi.

Singkat kata, alhamdulillaah di giliran kedua saya bisa menyelesaikan presentasi dengan tanggapan yang di luar dugaan, karena menurut saya term project yang saya kerjakan ini tak ada apa-apanya dibandingkan yang dibawakan oleh teman-teman. Mungkin terasa berbeda karena presentasi term paper saya ini memakan waktu yang paling lama di antara satu kelas.

Dan tulisan ini tidak disangka sudah cukup panjang dan jam 5 malam pun kan tiba, semoga bisa dilanjutkan lagi karena saat memutuskan untuk menghentikan tulisan ini saya mengganti judul catatan ini.

CS2= Cerita perjalanan selama S2, sebuah upaya mendokumentasikan perjalanan akademik, minimal untuk dokumentasi diri sendiri dan lebih dari itu mungkin bisa dibukukan.

Dhahran, Provinsi Timur, 16 Safar 1436 H

Categories: Journey, Master | Tags: , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “(CS2) Cerita dari rangkaian tugas kuliah Perbaikan Tanah……………

  1. Pingback: (CS2) Berpikir holistik – cerita lanjutan dari rangkaian tugas Perbaikan Tanah | Menjemput Impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: