(DESA) Dari tawaran makan siang sampai terpaksa ngomong bahasa Arab

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Sabtu di Arab Saudi ialah hari bersantai (weekend) yang kedua setelah hari Jum’at. Hari ini terbangun dalam keadaan amat sangat lapar dan baru sadar kalau kemarin cuma sekali makan nasi, dan itupun sebelum sholat Jum’at makan nasi goreng buatan mas Diby (seorang senior). Nah giliran udah sadar penuh dan mau makan, waktu sudah menunjukkan jam 2 lewat yang artinya math’am atau kantin asrama sudah tidak melayani makan 4 riyal. Alternatif tempat makan ya di snackbar di dekat math’am atau math’am dekat baqala (minimarket) atau KFUPM Mall. Ternyata beberapa langkah sebelum sampai ke snackbar pegawainya sudah mengunci snackbar, padahal masih sekitaran 30 menit sebelum waktu sholat ‘Ashar. Alhasil tinggal 2 alternatif, untuk KFUPM Mall kejauhan, pilih ke Baqala.

Saat naik tangga ada seorang bapak-bapak yang sudah bisa menebak tujuan saya mau kemath’am lantai atas dengan mengatakan math’amnya sudah tutup. Terus beliau bilang punya nasi tambahan, tadi sebelum Zhuhur udah makan, sembari mengajak saya bergabung karena tak sanggup untuk menghabiskan makanannya sendiri. Spontan saja saya ikutan karena beberapa kali berinteraksi dengan beliau. Beliau ini bapak-bapak yangstandby di tempat ngeprint tugas di dekat baqala.

Melihat porsi nasi yang beliau punya memang wajar tidak sanggup untuk dihabiskan satu orang. Lauk yang beliau punya adalah ikan, yang sepertinya lauk paling diincar di sini, karena udah keseringan makan ayam dan daging. Alhamdulillaah.

Di saat makan beliau mengajak diskusi dalam banyak hal dan dalam bahasa Arab. Jadinya ya terpaksa ngomong bahasa Arab. Di antara hal yang dibahas soal pengalaman beliau pernah mau studi di Saudi tapi kendala skor TOEFL, nanya soal pengalaman saya studi di sini, dan ada juga soal kondisi dakwah di Yaman dan Indonesia. Beliau tidak begitu asing dengan Indonesia karena keluarga beliau ada yang punya bisnis di Indonesia, di Jakarta tepatnya. Tatkala keluarga beliau ke Puncak beliau mengatakan bahwa Indonesia itu negeri yang indah pemandangan alamnya.

Nah,ntah karena saya tidak fokus atau karena apa, sempat salah tangkap pertanyaan beliau. Sebelumnya sempat diskusi soal daurah, majlis ilmu membahas kitab-kitab para ulama. Beliau bilang di daerah aqrabiyyah ada durus tiap ba’da shubuh, di antaranya bahas kitab Tafsir Ibnu Katsir, hadits Imam Tirmidzi. Trus saya juga bertanya soal masyaikh di sekitaran Dammam dan Dhahran karena saya denger Syaikh Munajjid di sini dan beliau bilang Syaikh Munajjid lagi di Jeddah. Adapun ada masyaikh lainnya, tapi saya ndak begitu nangkap nama yang beliau sebutkan. Nah, tiba-tiba beliau nanya “anta….. finished?”. Yang saya tangkap adalah beliau nanya saya udah kelar makannya atau belum, ya saya jawab saja udah. Trus tiba-tiba beliau nanya, “ayyu dars? fiqh? hadits?”

welaaahh,ternyata beliau nanya apakah saya udah pernah menamatkan belajar kitab. buru-buru saya klarifikasi saja, kalau alhamdulillaah dulu pernah belajar beberapa kitab di Indonesia. :’)

Dan pertemuan siang tadi pun berakhir saat waktu Iqamah sholat ‘Ashar datang, dengan beliau terlebih dahulu mencuci tangan dan malah beliau mempersilahkan saya untuk lanjut karena beliau pikir saya belum kelar, padahal saya dah dari tadi bilang saya udah tak sanggup buat menghabisi porsi makan super gede itu. Dan ternyata di bungkusan nasi yang beliau keluarkan tadi masih ada nasi lagi. Weeeehhhhh.

Setelah cuci tangan dan ambil wudhu’, tak lupa saya ucapkan terima kasih banyak dan mendo’akan kebaikan bagi beliau, dan sebelumnya beberapa kali saya ucapkan terima kasih banyak, karena tak menyangka beliau menawarkan makan siang bersama.Alhamdulillaah. :’)

Dhahran, Provinsi Timur Arab Saudi, 07 Safar 1436 H

*DESA = Daily Experience in Saudi Arabia

*firstly published in my Facebook account in November 29th, 2014.

Categories: Journey | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “(DESA) Dari tawaran makan siang sampai terpaksa ngomong bahasa Arab

  1. Mas kenapa gak bawa bekal makanan ke dormitory seperti roti ? Apa nasi bisa ditemukan dengan mudah disana ?
    Keren ya KFUPM punya mall hahah🙂

    • ramarizana

      maaf baru balas nih. alhamdulillaah di sini juga makan siang dan makan malam pake nasi. beras dan roti juga gampang ditemukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: