(CS2) Catatan dan pembelajaran dari kuliah Prof Aiban, belajar dari pengalaman di lapangan

Bismillaahirrahmanirrahiim.
Selasa malam kemarin ada kelas Soil and Site Improvement. Di jadwal harusnya kelas di siang hari, tapi berhubung ada puasa ‘Asyura profesor menawarkan untuk jadwal dipindahkan ke malam hari.
Pertemuan itu disi oleh Prof. Sa’ad Ali Aiban, dosen Geoteknik di KFUPM juga yang awalnya beliau diminta mengampu mata kuliah ini, tapi karena kesibukan beliau sebagai konsultan dan bisnis di luar beliau memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut, hingga akhirnya Prof. Omar S. Baghabra al-Amoudi yang mengampu mata kuliah ini, itupun setelah mempertimbangkan banyak hal, di antaranya beliau pernah jadi koordinator Short Course bidang ini 17 tahun yang lalu.
Ekspektasi awal sesuai apa yang Prof. Omar sampaikan saat membagi topik Term Project adalah Prof. Aiban menyampaikan materi seputar Geosintetik, materi favorit saya di bidang Geoteknik😀. Tapi ternyata beliau berbagi pengalaman di lapangan.

Di awal pertemuan beliau meminta kami memperkenalkan diri, setelah beliau mengenalkan diri sebagai lulusan satu almamater dengan kami sekarang ini waktu B.S dan M.S,adapun beliau meraih gelar Ph.D dari University of Colorado. Rupanya beliau ini teman sekelas Prof. Omar. Setelah itu beliau menjelaskan konsep dasar Perbaikan Tanah dengan mengawali ke konsep dua jenis tanah secara umum, yakni Cohesive dan Cohesion-less serta Granular/Coarse vs Fine-Grained. Dua jenis tanah ini (Cohesion-less/Granular danCohesive/Fine-Grained) berbeda perilakunya, granular soil berperilaku berdasarkan teksturnya (Textural Behavior), adapun fine-grained soil berperilaku tergantung air (water related behavior).

Berikutnya beliau menjelaskan jenis-jenis perbaikan tanah berdasarkan contoh kasus yang beliau gambarkan. Ada area di mana di elevasi 0 sampai 2 m berisi tanah pasir (sand), dan di bawahnya ada dua jenis (terbagi menjadi 2 sisi), di satu sisi ada soft clay/sabkha yang merupakan tanah yang kohesif dan sisi lainnya ada loose sand. Tentunya masing-masing tanah diperlakukan dengan treatment berbeda untuk memperbaiki kualitasnya atau yang dikenal dengan istilah stabilisasi tanah. Setidaknya ada 5 jenis stabilisasi tanah (ground modification) yang tepat dilakukan untuk kasus di atas, yakni:

  1. Grouting
  2. Compaction
  3. Geosynthetic (w/ alda drain)
  4. Preloading
  5. Inclusion (w/ stone column), untuk stone column ini menjadi perdebatan apakah termasuk inclusion atau tidak.

Kelima jenis stabilisasi tanah di atas beliau tuliskan berdasarkan jawaban kami para mahasiswa, nah jawaban yang terlintas di benak saya ya pakai geosintetik.😀

Selanjutnya beliau menjabarkan lebih rinci satu dari 5 jenis stabilitasi tanah di atas, yaknicompaction atau pemadatan.
Secara umum ada 4 jenis pemadatan, yakni

  • Dynamic compaction (untuk granular soil)
  • Vibro : replacement (untuk fine-grained soil) & compaction (untuk granular soil)
  • Dynamic replacement
  • Blasting

Tanpa terasa penjabaran beliau terkait konsep dasar ini saja sudah menghabiskan hampir seluruh jam kuliah, padahal materi intinya belum sempat beliau sampaikan. Benar-benar seru mendengar penjelasan beliau, meskipun kebanyakan belum saya mengerti, tapi semoga banyak yang bisa saya pelajari dan bermanfaat nantinya.

Selanjutnya di materi inti lewat presentasi beliau (sebelumnya beliau menjelaskan dengan menggunakan kapur), beliau menyampaikan pengalaman menjadi konsultan di proyek yang cukup (bahkan mega proyek) di Saudi Arabia, proyek pengolahan air (water treatment). Ada 6 tangki yang dibangun dan masing-masing tangki berdiameter 115 m, kurang lebih seukuran lapangan sepakbola. Dan banyak hal yang beliau temukan selama pelaksanaan proyek. Salah satunya adalah betapa tanah di jazirah Arab ini “unik”. Di satu lapisan dalam radius yang tak begitu jauh saja jenis tanahnya tidak homogen. Sebagai contoh di satu sisi dengan kedalaman 30 cm tanah sabkha, tapi di sisi sebelahnya tanah sabkha nya bisa lebih dalam lagi. Dan sudah mafhum bagi yang mempelajari bidang geoteknik, khususnya yang pernah mendengar jenis tanah yang satu ini bahwa tanah sabkha adalah tanah yang paling rumit, bahkan kebanyakan peneliti memilih untuk tidak mempelajari tanah ini saking “unik”nya.

Di proyek tersebut para engineer yang terlibat, baik dari dalam Saudi maupun luar Saudi seperti Korea Selatan benar-benar diuji pemahaman konsep dan kreativitas mereka dengan berbagai hal, seperti ada sebuah tangki yang baru beberapa hari dibangun dan belum diisi air, elevasi dua titik tangki saja sudah beberapa puluh sentimeter.

Selintas pikiran bahwa di masing-masing negara mengalami problematika alam (dalam hal ini terkait tanah) yang kemungkinan tidak sama antara negara yang satu dengan negara lainnya.

Prof. Aiban sempat meminta 10-20 menit untuk menyelesaikan presentasi beliau, tapi ternyata (lagi lagi) tanpa terasa jam menunjukkan pukul 10 malam. Itu berarti sudah 2,5 jam (2 kali lipat jadwal kelas) yang beliau habiskan. Menyimak penjelasan beliau, dengan pengalaman dan ilmu (atas karunia Allah) ditambah video dan foto contoh di lapangan yang beliau tampilkan membuat waktu tak terasa berlalu. Jam 10 malam untuk kuliah termasuk cukup larut, mengingat jam 7 malam saja sholat ‘Isya sudah selesai seiring dengan sudah tibanya musim dingin.

Dhahran, Provinsi Timur, 15 Muharram 1436 H

*pertama kali ditulis di catatan FB : https://www.facebook.com/notes/rama-rizana/cs2-catatan-dan-pembelajaran-dari-kuliah-prof-aiban/10152349238116269

Categories: Catatan, Journey, Master | Tags: , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “(CS2) Catatan dan pembelajaran dari kuliah Prof Aiban, belajar dari pengalaman di lapangan

  1. bagus sharingnya ? boelh tahu beliau ngajar di mana ?

  2. Rusydi

    Saya juga tertarik melanjutkan kuliah di Saudi. Boleh dong sharing suka dukanya kuliah di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: