(RtMoS) Berkahkah waktu yang telah engkau habiskan?

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Tadi malam kajian kitab Riyadush Shalihin kembali diadakan di Dhahran Cultural Center setelah beberapa bulan rehat liburan summer dan liburan Idul Adha. Masih membahas bab Taubat hadits ke 22, tapi bukan itu yang menyita perhatianku dan membuatku termenung. Bukan, bukan kutak menyimak penjelasan Ustadz Alwi tentang taubatnya pezina yang dibahas di hadits itu, tapi bagian awal pembahasan yang beliau sampaikan yang ingin kutuliskan.

Di baris pertama ini penulis kitab Riyadush Shalihin, Imam Abu Zakaria Yahya Ibn Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi, atau biasa disebut Imam An-Nawawi –rahimahullaah– menuliskan cara pelafalan nama kunyah ‘Imran Ibn Al-Hushain Al-Huza’i radhiyallahu ‘anhuma dengan menuliskan harakat dhammah di huruf nun dan harakat fathah di huruf jim, sehingga dibaca Abi Nujaid. Ini untuk memudahkan bagi yang membaca, karena kecenderungannya jika ada huruf jim dan ya berdekatan, maka harakat yang diberikan adalah kasrah. Di bagian ini menunjukkan bahwa Imam Nawawi –rahimahullah– tak hanya ahli dalam bidang hadits, tapi juga bidang bahasa (lughah).

Kemudian Ustadz Alwi memberikan faedah betapa berkahnya umur Imam Nawawi -rahimahullah-. Beliau adalah seorang ahli di beberapa bidang ilmu agama dan menghasilkan banyak karya. Di bidang hadits beliau menghasilkan kitab-kitab, sepertiRiyadush Shalihin, Arba’in An-Nawawiyah, Al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim). Di bidang bahasa ada kitab Tahdzibul Asma’ wal Lughat. Selain itu beliau juga ahli di bidang fiqh dengan kitab beliau -seperti- Al-Majmu’ (Syarah Al-Muhadzdzab) dan bidang akhlaq kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an. [1]

Tak cukup hanya banyaknya karya yang beliau hasilkan, tapi juga manfaat yang banyak orang dapatkan dari kitab-kitab yang beliau susun, salah satu contohnya dari kitab Riyadush Shalihin ini. Sampai sekarang sudah berapa banyak diadakan kajian, majelis ilmu yang membahas kitab ini, dan sudah berapa banyak orang yang mengambil ilmu, memahami, mengamalkan dan mendakwahkannya. Bahkan para ulama mengatakan bahwa hampir-hampir tidak ada masjid kecuali di dalamnya ada Riyadush Sholihin karya An Nawawi [2]. Itulah di antara keikhlasan beliau dalam berdakwah, semoga Allah memberkahi ilmu beliau.

Lalu bagaimana denganmu? Bagaimanakah waktu yang telah engkau lewati selama 20an tahun ini engkau manfaatkan?

Mungkin jalan yang ditempuh saat ini tak bisa dibandingkan dengan jalan yang ditempuh oleh Imam An-Nawawi –rahimahullah-, tapi bukankah sudah merupakan suatu keharusan bagi setiap orang, khususnya kaum muslimin untuk memanfaatkan waktunya dalam hal-hal yang bermanfaat?

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (Hadits Riwayat Muslim) [3]

Selain itu ada banyak hal yang bermanfaat yang bisa dilakukan dalam rangka berdakwah. Bisa menuliskan status-status dan catatan-catatan bermanfaat. Jika tidak bisa, bisa dengan membagikan nasehat-nasehat para ulama, asatidz atau nasehat bermanfaat dari lainnya. Bisa juga membagikan catatan ilmu yang didapatkan dari majelis-majelis ilmu yang didatangi.

Jadi teringat nasehat Ustadz Abu Isa –hafizhahullah– ketika membahas kitab Tauhid beberapa waktu yang lalu, bahkan kata beberapa ikhwah nasehat ini adalah nasehat yang sering beliau sampaikan di kajian beliau. Beliau menasehati bahwa (kurang lebih redaksinya) bisa jadi ikhwah yang membuat poster kajian, mencetaknya, membagikannya itu mendapatkan pahala yang lebih atas keikhlasan amalan yang mereka kerjakan, maka sebenarnya ada banyak peran dakwah yang bisa kita kerjakan.

Ada banyak sebenarnya teladan-teladan yang bisa kuambil dari orang-orang di sekitarku. Ada ustadz yang gigih bersemangat berdakwah meski tak memiliki kendaraan sendiri. Ada juga ustadz yang memiliki banyak ide kreatif dalam berdakwah, khususnya untuk dunia maya, seperti menginisiasi menerjemahkan twitnya para ulama ke bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa daerah, membuat lembaga kursus, padahal yang pernah kulihat beliau juga berjuang dengan penyakit yang beliau derita. Ada ustadz yang bersemangat dalam berdakwah di desa-desa. Ada juga seorang sahabat yang di usia yang sebaya denganku -hanya 3 bulan lebih tua-, Allah berikan taufiq baginya untuk memulai studi doktoralnya (sedangkan saya baru mulai studi master), tapi masih sempat dan luar biasa semangat dalam belajar dan menuliskan ilmu agama yang ia dapatkan. Dan masih ada banyak lagi teladan dari orang-orang yang pernah kutemui selama ini.

Semoga Allah senantiasa memberikan mereka dan kita semua taufiq dan hidayah agar bisa memanfaatkan waktu yang kita miliki untuk hal-hal yang bermanfaat, serta keberkahan dalam usia kita. Agar setelah nyawa tak lagi dikandung badan, di masa penantian datangnya hari pembalasan, kita masih bisa mendapatkan pahala dari amal dan ilmu jariyah yang kita usahakan di dunia.

Provinsi Timur Saudi Arabia, 02 Muharram 1436 H

Sebuah upaya untuk mencatatkan jejak-jejak dan pemikiran yang bersliweran, dan sebagai pengingat diri sendiri (Reminder to My own Self/RtMoS).

*gambar penggalan teks hadits dari hasil snipping tool http://www.docstoc.com/docs/5299588/Riyadhus-Sholihin-No22

[1] dari artikel http://muslim.or.id/biografi/biografi-ringkas-imam-nawawi.html

[2] dari status seorang sahabat saya, Muhammad Rezki Hr, tanggal 25 Oktober 2014 jam 09:49 waktu Saudi Arabia

[3] teks disalin dari artikel http://rumaysho.com/aqidah/tetap-semangat-dalam-hal-yang-bermanfaat-265

**pertama kali ditulis di https://www.facebook.com/notes/rama-rizana/rtmos-berkahkah-waktu-yang-telah-engkau-habiskan/10152324752601269

Categories: Goresan Karyaku, Kontemplasi | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: