(Transkrip Kajian-Bagian 2) Sahabat Dihujat, Sahabat Dibela

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Lanjutan dari catatan sebelumnya.

————————————————————————————————-

Sekarang saya ingin menyampaikan bagaimana celaan-celahan mereka secara terperinci tentang shahabat-shahabat mulia, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Aisyah radhiyallahu ta’ala ‘anhum.

Kita mulai dari Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu.

Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu adalah sahabat Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, yang diberi gelar dengan ash-Shiddiq, -kita tadi baru dengar khutbah Jum’at tentang Isra’ Mi’raj-. Dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari dan lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah naik ke gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman, kemudian Uhud pun bergoyang,

Wahai gunung Uhud tenanglah engkau,sesungguhnya yg sedang berada di atasmu adalah seorang nabi, seorang shiddiq (yaitu Abu Bakar) dan dua orang syahid (yakni Umar dan Utsman).

Dan semuanya benar, setelah itu ‘Umar dan ‘Utsman mati syahid. Dan kita tau bagaimana sejarah Abu Bakar digelari ash-Shiddiq, lelaki dewasa yang pertama kali masuk Islam, Abu Bakar ash-Shiddiq, dengan kesepakatan para ulama. Para ulama cuma khilaf mana yang lebih dahulu Abu Bakar atau ‘Ali atau Zaid bin Haritsah atau Khadijah. Tapi mereka sepakat lelaki dewasa yang pertama kali masuk Islam adalah Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Adapun Ali bin Abi Thalib, Khadijah mereka tinggal di rumahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Zaid bin Haritsah, wajar mereka masuk Islam karena mereka tinggal bersama Nabi, dalam satu rumah. Ali bin Abi Thalib, bapaknya miskin Abu Thalib, maka Ali pun diambil oleh Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam, dirawat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi Abu Bakar orang lain di luar Nabi yang pertama kali masuk Islam. Setelah masuk Islam, Abu Bakar langsung berdakwah, sehingga 5 orang dari 10 orang shahabat yang masuk surga karena–perantara- dakwahnya Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Langsung berdakwah Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Pengorbanan luar biasa, yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah menakdirkan yang menemani Nabi berjalan dari Makkah ke Madinah untuk berhijrah, siapa? Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Perjalanan maut.

Allah menamakan Abu Bakar sebagai shahabat Nabi dalam Al-Quran, tatkala orang kedua dari Jabal Thur berkata kepada shahabatnya, yaitu Abu Bakar, “لا تحزن”

 لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“……..jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita..…” (Quran Surat At-Taubah ayat 40)

Abu Bakar tatkala Bilal diadzab, para budak-budak diadzab, disiksa, Abu Bakar kemudian mengeluarkan uangnya untuk membebaskan mereka. Itu dilakukan oleh Abu Bakar diawal Islam, saat Islam diintimidasi, tatkala shahabat disiksa. Datang orang Syi’ah mengatakan bahwa para shahabat masuk Islam karena mereka munafik, karena mereka ingin dunia, karena mereka ingin kedudukan Nabi. Apa yang diharapkan dari kedudukan Nabi di zaman awal Islam? Dunia apa yang diharapkan dari Nabi. Kalau benar perkataan tersebut setelah Nabi menjadi raja, penguasa alam semesta, baru mereka masuk Islam, mungkin kita ngomong demikian. Tetapi Abu Bakar masuk Islam di awal Islam tatkala Islam berbahaya kondisinya. Ada yang baca Quran dipukul sampai pingsan, para shahabat disiksa, ‘Ammar bin Yasir keluarganya dibunuh Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak bisa menolong, Rasulullah hanya bisa mengatakan, “Sabarlah wahai keluarga Yasir,sesungguhnya Allah menjanjikan surga bagi kalian.

Kemudian mereka (Syi’ah) katakan bahwa shahabat masuk Islam gara-gara ingin dunia. Dunia apa yang mereka harapkan?  Justru mereka keluarkan dunia, harta mereka mereka keluarkan untuk Islam. Kampung halaman mereka, harta mereka tinggalkan untuk berhijrah. Orang Syi’ah ini, kalau mereka dusta gak pandai dusta, dustanya ngawur dan tidak masuk akal. Namun meskipun dustanya tidak masuk akal masih banyak orang yang banyak percaya dustanya. Itu yang saya lebih heran lagi.

Kita akan sebutkan di antara perkataan-perkataan mereka terhadap Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata

Allah mengutusku pada kalian, dan kalian berkata ‘Engkau dusta wahai Muhammad’, Abu Bakar berkata ‘Engkau benar’. Dan Abu Bakar telah menolongku dengan hartanya dan jiwanya

Tatkala perang Badar, para shahabat bertempur di awal peperangan, antara kaum Muslimin dan Musyrikin, bayangkan kaum Muslimin cuma 300 orang, sementara orang kafir,berapa? 1000 orang. Tidak sebanding 1 banding 3. Tatkala para shahabat berkumpul di awal peperangan, dua orang berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditemani Abu Bakar. Tidak ada yang menemani Nabi tatkala itu, semuanya bertempur, yang berdo’a siapa? Abu Bakar dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah menjadikan Abu Bakar menemani Nabi dalam berdo’a demi keselamatan para shahabat yang sedang bertempur melawan orang-orang Musyrikin.

Kemudian datang orang Syi’ah mengatakan bahwa Abu Bakar adalah orang munafiq. Di antara perkataan mereka, “Abu Bakar adalah orang yang buruk.” sebagaimana yang disebutkan oleh Nikmatullahi Jaza-i dalam kitabnya al-Anwar an-Nukmaniyah. Mereka mengatakan, “Kebanyakan usianya dihabiskan dalam kekufuran, penyembah berhala, penyembah patung-patung.

Mereka mengatakan, “Abu Bakar shalat dibelakang Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara dia menggantungkan berhala di lehernya, sehingga tatkala dia sujud sesungguhnya dia sedang sujud kepada patung.

Subhanallah. Ini kalau bohong, Abu Bakar kok pakai patung, kemudian sujud, sujudnya ke patung. Ini mereka gak tanggung-tanggung kalau berdusta.

Dalam satu riwayat Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam,

Tidaklah aku menawarkan/menyampaikan Islam kepada seorangpun tidak langsung menerimanya–masih ada diam atau ragu, tidak langsung iya-, kecuali Abu Bakar, dia –langsungiya-, langsung beriman.

Banyak sebenarnya, saya hanya ringkas, di sini disebutkan di buku ini ringkas, bagus, menyebutkan tentang celaan-celaan orang Syi’ah kepada para shahabat.

Kenapa Abu Bakar dikatakan ash-Shiddiq? Kalau kita tau ash-Shiddiq kenapa, karena Abu Bakar membenarkan Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah ber-isra’ mi’raj, yang melaksanakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kurang dari satu malam. Sehingga disebutkan dalam suatu riwayat, tatkala Rasulullah pulang dari Isra’ Mi’raj, ada seorang kafir yang diceritakan oleh Nabi, tatkala ditanya

Darimana engkau, Muhammad?”.

Maka Rasulullaah menceritakan, “Saya baru berangkat ke Masjidil Haram, kemudian ke Masjidil Aqsha kemudian saya balik.

Kata orang kafir ini –kalau tidak salah Abu Jahal, saya agak lupa-, dia mengatakan,“Benarkah demikian? Tunggu di sini, saya akan kumpulkan orang-orang Quraisy,jangan kau rubah ceritamu

Ini kesempatan untuk membodoh-bodohi siapa? Nabi. “Benar begini, jangan pindah dulu, tunggu tunggu, saya cari orang dulu.

Kumpulin orang semua. Rasulullaah tidak berubah perkataannya, “Benar, tadi malam saya berangkat dari Masjidil Haram, Masjidil Aqsha kemudian balik lagi.

Sehingga di antara mereka ada yang tepuk tangan, -ada yang berbagai macam ekspresinya-,disebutkan dalam hadits, mereka semua aneh dan heran. Sampai sebagian orang murtad tatkala itu. Maka segeralah mereka menemui Abu Bakar. Mereka mengatakan,

Abu Bakar,lihat temanmu itu. Dulu masih beres, sekarang sudah gak beres.” “Ini sudah parah sekali Muhammad ini, dia mengatakan pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha pulang balik.

Di zaman itu sepeda aja belum ditemukan. Kemudian dia bilang berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian balik kurang dari satu malam.  “Kalau dia mengatakan yang lebih daripada itu,saya akan benarkan.” Maka dikatakan ash-Shiddiq, yang senantiasa membenarkan.

Ash-Shiddiq menurut orang Syi’ah lain dengan menurut kita. Ash-Shiddiq menurut orang Syi’ah artinya Abu Bakar membenarkan kalau Muhammad adalah penyihir. Membenarkan kalau Muhammad bukan seorang Nabi, tapi seorang penyihir.

Dalam buku-buku orang Syi’ah disebutkan dengan sanad-sanad mereka, dari Khalid bin Najid, dia berkata, “Aku berkata kepada Ja’far ash-Shadiq, apakah Rasulullah menamakan Abu Bakar dengan ash-Shiddiq?

Kata dia, “Benar.”

Kok bisa, Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam menamakan Abu Bakar dengan ash-Shiddiq?

Kemudian Ja’far ash-Shadiq menceritakan sebabnya.

Ini menurut riwayat mereka, riwayat dusta. Saya ulangi sebelum saya lanjutkan tentang celaan-celaan mereka.  Jadi orang Syi’ah punya riwayat-riwayat yang banyak, mereka punya buku seperti al-Kafiul Kulaini dan yang lainnya. Mereka sebutkan riwayat-riwayat dengan sanad-sanad perawinya. Mereka tidak mengakui keabsahan Shahih Bukhari, mereka punya Shahih Bukhari sendiri. Oleh karenanya saya sering sampaikan tatkala pernah saya berdialog dengan orang Syi’ah di Saudi, saya bertugas di kabilah musim haji, kalau ada orang yang tanya-tanya kita berikan arahan. Datang orang Saudi ngobrol sama saya, senyum-senyum. Ini belum terjadi kasus Suriah, ini sekitar 8 tahun lalu, maka kita pun ngobrol. Saya bilang, “Lihat, Allah memuji shahabat, antum mengkafirkan para shahabat?

Oh, gak gak. Saya tidak mengkafirkan para shahabat.

Dia taqiyyah.

Saya bilang,“Yang benar aja, jangan pura-pura.

Iya iya,saya mengkafirkan.

Akhirnya dia ngaku juga, dia pikir saya orang awam, kemudian mau dibohong-bohongi sama dia.

Terus saya tanya, “Kenapa kamu mengkafirkan Abu Bakar, wong Abu Bakar waktu Rasulullaah shallallahu‘alaihi wasallam sakit, Abu Bakar yang jadi imam.

Kata dia,“Itu di bukumu, di buku kita tidak, Ali yang jadi imam.

Wah, kalau gitu tidak nyambung, tidak bisa. Bagaimana mau nyambung, di buku kita Shahih Bukhari Abu Bakar yang jadi imam, di buku dia Ali yang jadi imam. Aduh, saya bilang,“Aduh, gak jadi gak jadi.”

Kita kalau mau debat harus ada kesepakatan jadi marja’. Kalau sumbernya beda gimana maunyambung, gak bakalan nyambung. Setelah itu berhenti tidak jadi.

Ikhwani fillah ‘azzani wa iyyakum.

Adapun mengenai sanad, ahlussunnah menyatakan atau kita tau bahwasanya namanya rawiyang tsiqah, adalah rawi yang tidak pernah berdusta. Bahkan seorang rawi kalau pernah berdusta dalam perkara dunia ditinggalkan, munkarun hadits, ditinggalkan haditsnya. Karena dia pernah ketahuan berdusta dalam perkara dunia. Sekarang bagaimana antum bisa menilai riwayat orang Syi’ah itu shahih? Gak mungkin,karena orang Syi’ah memiliki keyakinan taqiyyah, boleh berdusta. Kapan antum tau dia sedang berdusta atau tidak, bagaimana antum taunya? Oleh karenanya,tidak mungkin kita men-shahih-kan hadits riwayat orang Syi’ah. Gak mungkin. Kenapa? Karena ada kemungkinan dia berdusta. Iya atau tidak? Faham atau tidak maksud saya ini?

Tidak mungkin kita men-shahih-kan hadits nya orang Syi’ah karena perawi-perawi orang Syi’ah ada kemungkinan berdusta dan itu agama mereka, taqiyyah. Sebagaimana sebagian orang-orang Islam Jama’ah yang juga melaksanakan taqiyyah,budi luhur. Mereka namakan dengan Budi Luhur. Jadi, dusta dinamakan budi luhur, padahal namanya ngapusi. Sampai kata mereka, “Biasa kita beli kue, Ustadz, kita beli lima kita bilang makan dua.” Jadi bayarnya dua, tidak masalah, dusta. Orang Syi’ah diantara ‘aqidah mereka ialah taqiyyah, berdusta demi kebaikan.

Nah, sekarang dari mana kita tau, tatkala mereka mengatakan hadits ini sedang dusta atau sedang jujur? Tidak ketahuan.

Kita lanjutkan kenapa Abu Bakar dikatakan ash-Shiddiq menurut pemahaman orang-orang Syi’ah.

Kata Ja’far ash-Shadiq menurut riwayat mereka, Tatkala Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Bakar di Goa, tatkala berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Abu Bakar dan Rasulullaah bersembunyi di Goa Jabal Tsur. Tatkalamereka di dalam goa kata Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya saya melihat perahunya Ja’far bin Abi Thalib sedang berada di lautan dalam keadaan ombang-ambing, tersesat tidak tau ke mana.

Saya ceritakan dulu nanti saya jelaskan kengawurannya.

Kata Abu Bakar, “Kau lihat sekarang, apakah engkau melihat perahunya Ja’far ibnu Abi Thalib di tengah lautan sekarang terombang-ambing, tersesat?.

Ja’far ibnu Abi Thalib lagi naik perahu.

Kata Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Iya.”

Kata Abu Bakar, “Apakah engkau mampu ya Rasulullaah agar aku juga bisa melihat perahu tersebut?

Kata Rasulullaah, “Dekatlah kepadaku.

Maka Abu Bakar pun mendekati Rasulullaah shallallahu‘alaihi wasallam. Kemudian Rasulullaah mengusap kedua mata Abu Bakar, kata Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallamSekarang lihat.

Abu Bakar membuka matanya kemudian dia pun melihat perahunya Ja’far bin Abi Thalib sedang terombang-ambing di tengah lautan.

Setelah itu,dia melihat istana-istana di kota Madinah, kemudian Abu Bakar berkata kepada dalam dirinya, “Sekarang saya baru yakin kamu penyihir ya Rasulullaah. Karena kau bisa membuat saya melihat perahunya Ja’far bin Abi Thalib yang terombang-ambing di tengah lautan.

Rasulullaah mengatakan, “Engkau memang ash-Shiddiq, suka membenarkan.

Nah ini ngaconya orang Syi’ah kalau bohong ndak pintar, makanya goblok dalam berbohong.

Saya tunjukkan kebodohan mereka.

Yang pertama, hijrahnya para shahabat dua kali, hijrah pertama dari Makkah ke negeri Habbasyah, dan hijrah pertama dilakukan oleh Ja’far bin Abi Thalib naik perahu ke negeri Habbasyah. Sementara hijrahnya Nabibersama Abu Bakar, hijrah kedua ke kota Madinah. Antara dua hijrah ini bedanya bertahun-tahun. Ini karena mereka goblok, mereka menyangka hijrah yang ini adalah hijrah yang itu. Padahal Ja’far tatkala naik perahu itu hijrah yang pertama. Dan Ja’far bin Abi Thalib tidaklah kembali menemui Nabi, dia menetap di sana, tidak menemui Nabi kecuali tatkala perang Khaybar. Ini kan bodoh.

Kemudian, kalau Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam menggelari Abu Bakar dengan ash-Shiddiq yang artinya yang senantiasa membenarkan. Berarti artinya senantiasa membenarkan Rasulullaah adalah seorang penyihir. Kemudian, masa’ dia ditemani orang yang seperti ini yang senantiasa membenarkan dia seorang penyihir. Kemudian Abu Bakar masa’ tidak marah dikatakan, digojloki oleh Nabi, “Kamu senantiasa membenarkan kalau saya penyihir.” Ini kan penghinaan kepada Abu Bakar. Kacau orang Syi’ah ini.

Ikhwani fillaah ‘azzani wa iyyakum,

Di antara tuduhan orang-orang Syi’ah terhadap Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Kita lanjutkan, sekarang kita ke Umar. Abu Bakar sudah selesai, penyembah berhala, shalat pakai berhala, sujudnya bukan kepada Allah tetapi sujud kepada berhala, ash-Shiddiq artinya senantiasa membenarkan kalau Rasulullaah shallallahu‘alaihi wasallam adalah penyihir. Sekarang tentang ‘Umar bin Khattab radhiyallahuta’ala ‘anhu.

Kita tau di antara orang yang paling dibenci oleh orang Syi’ah adalah ‘Umar bin Khattabradhiyallahu ta’ala ‘anhu. Kenapa? Karena ‘Umar bin Khattab adalah yang mematikan apinya orang-orang Majusi, tatkala menguasai atau menaklukkan negeri Persia di masa ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Sehingga mereka jengkel kepada ‘Umar bin Khattabradhiyallahu ta’ala ‘anhu. Sehingga datanglah Abu Lu’lu’ al-Majusi yang kemudian membunuh ‘Umar bin Khattab dengan cara pengecut, dan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu disebutkan setiap menjelang Shubuh beliau pergi ke Masjid dan membangunkan orang-orang untuk shalat Shubuh. Ini kebiasaan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala‘anhu. Datanglah Abu Lu’lu’ al-Majusi, dan dia membawa pisaunya dan diasimpan, dia masuk ke Masjid Nabawi, dia simpan ke dalam bajunya dalam rangka untuk membunuh ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Maka shalatlah ‘Umar bin Khattab, shalat Shubuh. Rakaat pertama dia tidak menyerang, dia biarin. Tatkala rakaat kedua, ‘Umar bin Khattab jadi imam, kemudian rakaat kedua dia bangun, kemudian baca al-Quran, maka saat itulah Abu Lu’lu’ al-Majusi kemudian menikam ‘Umar bin Khattab dari belakang dengan tiga tikaman, salah satunya merobek bawah pusar ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu yang jika ‘Umar makan, maka makanannya langsung keluar dari perutnya. Ini cara membunuhnya Abu Lu’lu’ al-Majusi, dengan pengecutnya membunuh ‘Umar. Orang takut sama ‘Umar bin Khattabradhiyallahu ta’ala ‘anhu.

Akhirnya diapun membunuh beberapa orang dari para shahabat. Ada yang mengatakan sekitar belasan orang dibunuh, karena orang lagi shalat, tidak persiapan. Maka Abu Lu’lu’ al-Majusi ngamuk, kemudian bunuh sebagian orang, sampai akhirnya ada seorang shahabat yang melemparkan kain, sehingga bisa mengikat sebagian tangannya, tidak bisa bergerak. Tatkala dia tau dia akan tewas, maka dia pun bunuh diri. Siapa? Abu Lu’lu’ al-Majusi.

Meninggalnya di mana Abu Lu’lu’ al-Majusi? Di Masjid Nabawi, di kota Madinah.

Sekarang ini kuburannya ada di kota Kashan di Iran. Saya tau gak tau dulu kirimnya pakaiFedEx, pakai tronton atau apa sampai kirimnya sampai sana. Agama Syi’ah agama khayalan, agama khurafat. Oleh karenanya sebagian orang Sufi deket dengan orang Syi’ah, kenapa? Khurafatnya sama. Makanya saya ada tulisan tentang kesamaan antara ‘aqidah orang Syi’ah dengan ‘aqidahnya orang Sufi. Khurafatnya isinya luar biasa sama. Entah kepada penghuni kubur, ambil pasir di kuburan, itu ‘aqidahnya orang Syi’ah semuanya. Makanya saya bingung, yang niru peniru yangmana, yang mana yang ditiru. Apakah Syi’ah yang meniru Sufi ataukah Sufi yang meniru Syi’ah. ‘Aqidah yang kalau orang-orang lihat ini adalah ‘aqidahnya kaum musyrikin zaman dahulu. Sehingga kemudian mereka di kota Kashan, kuburannya diperbesar, kemudian ditulis, “Baba Sujauddin”, sang pemberani dalam agama. Siapa? Abu Lu’lu’ al-Majusi. Gimana pemberani, pengecut. Tidak berani berhadapan berduel dengan ‘Umar, takut, sehingga membunuh ‘Umar  tatkala sedang shalat. Sampai di antara do’a mereka, “Ya Allah kumpulkan aku di hari kiamat bersama Abu Lu’lu’.” Kitabilang, “Aamiin ya rabbal ‘alamiin.” Ajib ini, subhanallah. Bangga dengan berhasil membunuh siapa? ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu.

Mereka merayakan kematian ‘Umar dan ini kebiasaan mereka, sebagaimana Yasir al-Habib,orang Syi’ah yang merayakan hari kematian ‘Aisyah radhiyallahu ta’ala ‘anha. Mereka senang dengan tewasnya para shahabat. Sehingga mereka merayakan hari kematian, mereka datang ke Abu Lu’lu’, kemudian bertawassul dengan Abu Lu’lu’, kemudian berdo’a di situ. Antum bisa lihat internet. Buka saja di situs-situs mereka. Saya tidak suruh buka situs Ahlussunah, buka situs mereka. Tulis “Abu Lu’lu’ al-Majusi ‘Umar”. Nanti antum lihat di situ, bagaimana kuburannya, bagaimana pintunya, bagaimana diagungkannya Abu Lu’lu’ al-Majusi.

Oleh karenanya, sungguh lucu kalau sampai sekarang ada yang mengatakan bahwasanya hendaknya kita bersatu antara Ahlussunnah dan Syi’ah. Itu mustahil, gak mungkin. Apakah kita mau bersatu dengan suatu kaum yang mereka bangga dengan matinya ‘Umar? Dengan suatu kaum yang menamakan ‘Umar dan Abu Bakar dengan thaghut dan syaithan? Bagaimana? Dua tokoh ini, yang kita agungkan, kita mengambil agama dari mereka para shahabat. Kemudian kita bergabung, bersatudengan orang Syi’ah, bagaimana caranya? Coba berikan kepada saya formatnya dan draftnya bagaimana caranya. Caranya kita harus ngalah, ‘aqidah kita dibuang,baru bisa nyambung. Dia tidak mau buang ‘aqidahnya, tetap dia bersikeras ‘aqidahnya seperti ini, kita yang disuruh ngalah, baru kemudian bisa dempet. Kalau kita bersikeras dengan ‘aqidah kita, ya tidak bakalan bersatu.

Makanya ucapan terakhir Dr. Yusuf al-Qardhawi hafizhahullaah ta’ala, yang mengatakan bahwasanya, dulu Syaikh Yusuf al-Qardhawi senantiasa membela Hizbullaah, sekarang dia menyesal, baru-baru saja mungkin seminggu yang lalu. Ucapannya, “Para ulama Saudi lebih mengerti daripada saya. Saya dulu menentang Ulama Saudi, membela Hizbullah, ternyata mereka Hizbusysyaithan.” Kata siapa? Dr. Yusuf al-Qardhawi.

Bagaimana seseorang mengagungkan Hizbullah, sementara Hizbullah menghabisi para wanita di Suriah ,orang-orang tua di Suriah, anak-anak dibom sama mereka. Orang Syi’ah bersatupadu menghabisi Ahlussunnah waljama’ah, sementara Ahlussunnah waljama’ah masih banyak yang terpedaya dan tertipu.

Ikhwanifillah ‘azzani wa iyyakum,

‘Umar bin Khattab adalah seorang tokoh yang sangat dibenci oleh orang-orang Syi’ah. Oleh karenanya, pembunuhnya Abu Lu’lu’ al-Majusi benar-benar diagung-agungkan oleh orang-orang Syi’ah. Kita tau kemuliaan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala‘anhu. Rasulullaah pernah berdo’a, “Ya Allah masukkanlah ‘Umar dalam Islam. ”Karena Rasulullaah cinta kepada ‘Umar, memiliki kekuatan, sampai akhirnya ‘Umarpun masuk Islam. Para shahabat mengatakan, “Kami tidak bisa shalat di Masjidil Haram kecuali setelah Islamnya -siapa?- ‘Umar” Para shahabat tidak bisa shalat di Masjidil Haram di awal-awal Islam. Mereka akan disiksa oleh orang-orang musyrikin. Setelah ‘Umar masuk Islam, maka mereka bisa. Kami tidak pernah jaya,kecuali setelah masuk Islamnya ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu.

‘Umar dikenal sangat jagoan. Jagoan atau tidak? Sangat pemberani. Sampai syaithan pun takut sama ‘Umar. Iya atau tidak?

Rasulullaah shallallahu‘alaihi wasallam mengatakan, “Ya ‘Umar, tidaklah syaithan menemui engkau berjalansuatu jalan kecuali syaithan mencari jalan yang lain.”

Luar biasa ‘Umar ya.

Kata Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Kalau ada Nabi di umatku setelahku maka dia adalah ‘Umar.” Artinya ‘Umar adalah mulham. Beberapa kali ‘Umar punya ide, cocok dengan al-Quran. Karena apa? Allah memberikan ilham kepada ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Banyak ide-ide ‘Umar, kemudianturun ayat menyetujui idenya siapa? Idenya ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala‘anhu. Beberapa kejadian, empat kejadian kalau tidak salah, Allah menurunkan ayat sesuai dengan idenya siapa? Idenya ‘Umar bin Khattab radhiyallahuta’ala ‘anhu. Orang musyrikin begitu takut dengan ‘Umar bin Khattab radhiyallahuta’ala ‘anhu. Sama orang-orang Syi’ah dibalik sosok ini, seakan-akan orang yang bencong. Kita akan sebutkan bagaimana perkataan orang-orang Syi’ah.

Mereka mengatakan, “’Umar bin Khattab punya penyakit di duburnya.

Ini penghinaan mereka. “‘Umar bin Khattab punya penyakit di duburnya, tidak bisa sembuh, dia selalu gelisah, kecuali diberikan maninya lelaki.”

Jadi, ‘Umar ini sudah dibilang bencong, bukan cuma mensodomi, bahkan disodomi.Subhanallah,ini kurang ajarnya orang Syi’ah.

Saya kadang baca ini malas, tapi ini harus disampaikan, biar antum tau bagaimana ‘aqidahnya mereka terhadap ‘Umar. ‘Umar yang gagah perkasa dikatakan bencong, homoseksual. Bahkan al-ayyasi (orang Syi’ah), bahkan di sebagian riwayat dengan tegas mengatakan bahwasanya ‘Umar adalah orang yang digauli lewat duburnya, disodomi. Al-Ayyasi asy-Syi’i menyatakan orang dinamakan dengan Amirul Mu’minin adalah orang yang didatangi melalui duburnya, digauli melalui duburnya. Ini orang goblok juga orang Syi’ah ini, padahal ‘Ali bin Abi Thalib juga Amirul Mukminin. Dia bilang semua yang dinamakan Amirul Mu’minin itu didatangi melalui duburnya. Maksud dia ‘Umar dan ‘Utsman. Tapi setelah ‘Utsman ada siapa? Ada Ali bin Abi Thalib yang juga dikenal dengan Amirul Mu’minin.

Al-Majlisi dalam kitabnya Bihaarul Anwar mengatakan,

Al-Majlisi yang sering dinukil dalam Qanat al-Huda, Qanatnya orang-orang Syi’ah atau al-Hadi,Qanat al-Hadi. Apa kata dia?

Tidak ada keraguan bagi seorang yang berakal,……

yang masih ragu berarti orang yang tidak berakal.

Tidak ada keraguan bagi seorang yang berakal tentang kekafirannya ‘Umar, maka laknat Allah dan Rasul-Nya kepada ‘Umar dan laknat Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang yang masih menganggap ‘Umar seorang Muslim dan laknat Allah dan Rasul-Nya bagi orang yang tidak mau melaknat ‘Umar.

Juga dilaknat, hobinya melaknat, orang Syi’ah ini hobinya apa? Sedikit-sedikit laknat. Jadi antum semua dilaknat. Antum menganggap ‘Umar seorang Muslim, antum tidak mau melaknat ‘Umar, maka antum juga terlaknat oleh Allah dan Rasul-Nya.

————————————————————–

-InsyaaAllah berlanjut-

di menit ke 49

(سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك (حديث صحيح رواه ترمذي

 Subhanakallahumma wabihamdika asy-hadu an-laa ilaaha illa anta,astaghfiruka wa atuubu ilaik.

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, Shahih).

Dhahran, Asy-Syarqiyyah, Saudi Arabia, 21 Dzulqa’dah 1435 H

transkrip dari kajian Ustadz Firanda Andirja –hafizhahullah ta’ala– dengan judul “Sahabat Dihujat, Sahabat Dibela” di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Masjid KH. Ahmad Dahlan), Jum’at, 7 Juni 2013

link video : http://www.youtube.com/watch?v=iQMjwJVRG9k


(Do’a-do’a, ungkapan keridhaan terhadap Abu Lu`lu`ah di pintu masuk makam)


(tertulis, pada pintu masuk bagian atas, bahwa tempat ini diberkahi, dan diambil keberkahan darinya)

اَللَّهُمَّ الْعَنِ الْجِبْتَ وَالطَّاغُوْتَ وَالنَّعْثَلَ

-Ya Allah, laknatlah al-Jibt (Abu Bakar) ath-thaghut (Umar) dan an-Na’tsal (Utsman).

-Semoga laknat Allah kepada para pembunuhmu wahai Fathimah!

(inilah tulisan yang terpampang di RUANG kuburan palsu Abu Lu’lu’ah yang majusi) !!!

sumber foto:

foto 1 & 2: http://muslimdaily.net/artikel/santai/kuburan-abu-luluah-al-majusi-yang-dimuliakan-di-iran.html

foto 3: http://aliransyiah.com/ritual-sesat-syiah-di-pemakaman-abu-luluah-al-majusi-sang-pembunuh-sahabat-umar-bin-khatab/

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: