Monthly Archives: September 2014

(ALJTSA) Antara Amerika Serikat, Mesir, Korea Selatan dan Saudi Arabia

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Di tulisan ini saya kembali mencoba menuliskan kepingan-kepingan cerita yang ingin ditulis sejak setahun lebih yang lalu.

Di masa-masa menjelang lulus mendapatkan gelar sarjana, yang ada di benak saya adalah saya ingin melanjutkan studi. Prioritas utama tatkala itu ialah ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Di tahun kedua kuliah saya memang amat bermimpi untuk bisa studi ke sana, ke kampus Teknik terbaik di dunia, Massachussets Institute of Technology (MIT). Tak lama setelah mimpi itu terlintas saya coba untuk memulai mewujudkannya. Hal pertama yang dilakukan ialah iseng-iseng membuka website MIT, terutama di bagian dosen. (Mungkin) namanya mahasiswa baru yang ada di pikirannya ketika membahas lanjut studi ialah bagaimana cara mendapatkan beasiswanya. Alhasil ketika mengontak dosen-dosen di sana yang saya tanya cuma seputar bagaimana mendapatkan beasiswa di sana. Masih belum ada terpikirkan mengenai bagaimana kesesuaian minat riset, dan sebagainya, wong dulu saja topik riset yang bersliweran di benak cuma topik-topik penelitian sosial humaniora, sampai-sampai ketua jurusan tatkala itu mengatakan saya ini salah jurusan. *kayaknya sampai sekarang masih merasa begitu kadang-kadang 😀 :v

Continue reading

Advertisements
Categories: Journey, Master | Tags: , , , , | Leave a comment

(Transkrip Kajian-Bagian 2) Sahabat Dihujat, Sahabat Dibela

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Lanjutan dari catatan sebelumnya.

————————————————————————————————-

Sekarang saya ingin menyampaikan bagaimana celaan-celahan mereka secara terperinci tentang shahabat-shahabat mulia, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Aisyah radhiyallahu ta’ala ‘anhum.

Kita mulai dari Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu.

Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu adalah sahabat Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, yang diberi gelar dengan ash-Shiddiq, -kita tadi baru dengar khutbah Jum’at tentang Isra’ Mi’raj-. Dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari dan lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah naik ke gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman, kemudian Uhud pun bergoyang,

Wahai gunung Uhud tenanglah engkau,sesungguhnya yg sedang berada di atasmu adalah seorang nabi, seorang shiddiq (yaitu Abu Bakar) dan dua orang syahid (yakni Umar dan Utsman).

Dan semuanya benar, setelah itu ‘Umar dan ‘Utsman mati syahid. Dan kita tau bagaimana sejarah Abu Bakar digelari ash-Shiddiq, lelaki dewasa yang pertama kali masuk Islam, Abu Bakar ash-Shiddiq, dengan kesepakatan para ulama. Para ulama cuma khilaf mana yang lebih dahulu Abu Bakar atau ‘Ali atau Zaid bin Haritsah atau Khadijah. Tapi mereka sepakat lelaki dewasa yang pertama kali masuk Islam adalah Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Adapun Ali bin Abi Thalib, Khadijah mereka tinggal di rumahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Zaid bin Haritsah, wajar mereka masuk Islam karena mereka tinggal bersama Nabi, dalam satu rumah. Ali bin Abi Thalib, bapaknya miskin Abu Thalib, maka Ali pun diambil oleh Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam, dirawat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi Abu Bakar orang lain di luar Nabi yang pertama kali masuk Islam. Setelah masuk Islam, Abu Bakar langsung berdakwah, sehingga 5 orang dari 10 orang shahabat yang masuk surga karena–perantara- dakwahnya Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Langsung berdakwah Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Pengorbanan luar biasa, yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah menakdirkan yang menemani Nabi berjalan dari Makkah ke Madinah untuk berhijrah, siapa? Abu Bakar radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Perjalanan maut.

Allah menamakan Abu Bakar sebagai shahabat Nabi dalam Al-Quran, tatkala orang kedua dari Jabal Thur berkata kepada shahabatnya, yaitu Abu Bakar, “لا تحزن”

 لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“……..jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita..…” (Quran Surat At-Taubah ayat 40)

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan | Tags: , , , | Leave a comment

(Transkrip Kajian-Bagian 1) Sahabat Dihujat, Sahabat Dibela

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Pembahasan kita kali ini adalah pembelaan terhadap sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, generasi terbaik yang pernah ada di alam semesta ini, yang telah berjuang mengorbankan harta dan jiwa raga mereka demi menyebarkan ajaran guru mereka, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan tidaklah kenikmatan yang kita rasakan ini, mengenal Islam, mengenal sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terlepaskan dari kesyirikan, terlepaskan dari kesesatan, kecuali merupakan salah satu dari jasa dan perjuangan para shahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum. Bahkan umat Islam tidak akan bisa kembali jaya, kecuali jika mereka meniti kembali jejak-jejak langkah para shahabat. Sebagaimana perkataan al-Imam Malik rahimahullah,

Bahwasanya umat ini tidak akan menjadi baik, kecuali dengan perkara yang dengannya menjadi baik pula generasi awal.

Barangsiapa yang ingin umat Islam atau jika umat ini ingin kembali jaya, maka dia harus menempuh apa yang telah ditempuh oleh para shahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum.

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan | Tags: | 1 Comment

Blog at WordPress.com.