(Cerita S2) 1 bulan berjalan, tugas bertubi-tubi berdesakan….

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Genap 1 bulan di sini, ribuan mil perjalanan yang ditempuh dalam rangka menggapai cita-cita (dan tentu saja ridha Allah Ta’ala).

1 bulan awal masih bisa lah agak “berleha-leha”, kini tugas demi tugas bertubi-tubi dan memang sudah seharusnya lah begitu adanya. Level yang dijalani sekarang tentu lebih berat dibanding ketika studi S1. Belajar mandiri materi2 berbahasa Inggris, sistem penilaian yang jauh berbeda, dan perbedaan2 lainnya.

Semester pertama ini keliatannya relatif lebih ringan karena tak ada term project yang sekali “jebret” di akhir semester, udah mulai dicicil (ada yang berupa tugas dan ada juga PR soal mingguan).

Untuk mata kuliah statistik 4 chapter awal masih merasa mampu menyesuaikan (bahkan merasa “dejavu”, tahun lalu mengajarkan materi yang lebih kurang sama). yang jadi tantangan bagaimana membuat komentar terhadap data statistik yang didapat dari hasil perhitungan.

Untuk mata kuliah desain dan perencanaan bandara cukup membuat harus belajar jauh lebih ekstra karena materi ini begitu cepat perkembangannya. Topik tugas selama 1 semester sudah ditentukan di pertemuan kedua, yang mana saya mendapatkan “jatah” Boeing-757 dan Bandara Internasional Tokyo (masih bingung antara Haseda atau Narita) di mana “jatah” ini digunakan sebagai acuan dalam tugas-tugas yang diberikan.

Adapun mata kuliah Perencanaan dan Pemodelan Transportasi Perkotaan, tugas yang diberikan bermacam-macam. ada presentasi dari hasil bacaan di textbook (untuk kali pertama saya dapat materi 1 bab penuh di saat yang lain dapat 1/2 bab). Tantangan yang didapat semakin meningkat setelah presentasi pertama dari rekan yang menjadi standar awal cukup tinggi bagi setelahnya dan juga untuk bab yang saya dapat (Bangkitan Perjalanan) mengharuskan saya lebih detail dalam menyampaikan. Ragam tugas lainnya adalah berupa tugas sejenis “case study” merangkum perencanaan transportasi yang diterapkan di sebuah negara/kota dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar, misalnya International Expo, World Cup, Olympic. Material-material untuk mengerjakan tugas sudah saya kumpulkan lebih dari 1 minggu yang lalu, tapi masih harus memprioritaskan tugas presentasi yang jatahnya Selasa depan. Dan tadi siang nambah satu tugas lagi, yakni menjawab satu pertanyaan yang terlihat sederhana tapi sebenarnya itu pertanyaan yang ditanyakan di sebuah ujian pendadaran S3 di sebuah kampus USA ternama. Pertanyaan yang sebelumnya menggelayut di pikiran saya tapi sekarang baru menjadi-jadi setelah dijadikan tugas/quiz.😀

“Mengapa angka 95% digunakan sebagai standar confidence level dalam Engineering Statistic?”

Kesemua tugas ini menjadi “alarm” awal untuk benar-benar fokus dan serius, seperti yang dikatakan Dr. Vohra ketika orientasi di departemen (lebih kurang) :

“You are expected to keep focus in every single time. Don’t excuse yourself to be lazy even in a short period.”

Pun begitu (salah satu) pelajaran yang saya petik dari perkataan bu Risma (Walikota Surabaya) di acara Mata Najwa bahwa apa yang bisa dikerjakan sekarang ya harus dikerjakan saat itu juga, karena jika tidak segera diselesaikan akan menumpuk tugas lainnya.

Dan lebih dari itu Rasulullaah shallalahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan umatnya untuk bersemangat terhadap segala yang bermanfaat.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

~Reminder to My own Self (RtMoS)~

Semoga tulisan ini jadi pemantik semangat tulisan selanjutnya (seri CS2), udah ada beberapa ide tulisan tapi masih belum nemu “mood“nya. (doh) -> kayaknya ini emoticon di plurk.

*judul dibuat sengaja berima😀

**errrr,jadi teringat salah satu teman (orang Saudi) manggil saya “Rima” -_-” hingga tadi saya betulkan dan sekarang udah manggil “Rama”🙂

Student Housing KFUPM, Dhahran, Eastern Province, 1 jam menjelang 19 Rabi’ul Akhir 1435 H

Foto Masjid kampus yang baru memenangkan penghargaan arsitektur di Saudi Arabia (bersama 3 masjid lainnya).

Artikel tentang “Tetap Semangat dalam Hal yang Bermanfaat” : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/tetap-semangat-dalam-hal-yang-bermanfaat-1.html

Categories: Master, Sharing | Tags: , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “(Cerita S2) 1 bulan berjalan, tugas bertubi-tubi berdesakan….

  1. thetrueideas

    cemungudh #eaaa kaka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: