(ALJTSA) On the flight day…..

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Waktu begitu cepat berlalu, belum lekang di benak saat-saat mau berangkat melanjutkan studi S1 ke Jogja dan kini alhamdulillaah fase studi berikutnya di depan mata. Tiket pesawat baru dibeli seminggu sebelumnya. Seminggu sebelumnya dapat tugas ke Jawa Timur. Dan masa-masa sebelum keberangkatan tugas di kampus masih menumpuk : ngoreksi bahasa Inggris, setor nilai praktikum, dan lainnya.

Ok, itu prolog, yaa, sepertinya gaya menulis dengan prolog masih melekat di saya. –__–”

Perjalanan pertama yang harus saya lewati adalah Jogja-Cengkareng (baca : Jakarta). Di tiket tertera pesawat berangkat jam 12.50, berarti jam 10an harus udah di bandara buatcheck-in. Well, sebenarnya saya udah check-in lewat web maskapainya, jadi memang cuma lapor setor bagasi aja. Nah, “dodolnya” baru kelar packing itu jam 8.30 pagi, setelah riweuh bongkar pasang isi koper. Teringat ada yang baju yang baru dicuci –> bongkar, begitu terus sampai tak terhitung jumlahnya.

Pagi itu juga harus ke agen bis buat ngirimin barang-barang ke Pekanbaru, dengan segala keriweuhan yang ada akhirnya sampai di bandara Adi Sucipto jam 10.30an. Setor bagasi, alhamdulillaah “cuma” 20 kg pas. Awalnya mau bawa satu tas lagi,tapi karena khawatir kelebihan bagasi, jadinya memilih untuk dipaketin aja.

To make it short, saya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terminal 3. Di sana udah menunggu ibunda dan adek tercinta ditemani teman ibu. Pas bertemu keluarga, langsung ditawarin makan nasi dan gulai, alhamdulillaah langsung puas setelah sebelumnya gak sarapan dulu. –_”

Setelah itu, ke tempat temen ibu sambil menunggu waktu malam untuk check-in penerbangan selanjutnya.
Singkatnya (lagi), jam 9 malam sudah sampai di bandara yang sama terminal 2D untukcheck-in. Sempat ngantri agak lama karena ada satu orang dari luar yang “bermasalah” kelebihan bagasi tapi gak mau bayar, hingga akhirnya ke desk sebelahnya. Urusan bagasi dan pelaporan kelar, langsung ke imigrasi. Pikir saya ketika itu kalau lapor imigrasi boleh keluar, dengan polosnya bertanya,

Pak, boleh keluar dulu kan?

Buat apa?

Mau pamitan dulu dengan keluarga.

Ya gak boleh.

*pikir saya bapaknya bercanda, ternyata beneran serius. –”

Lalu cap visa saya dicancel, dan saya menemui keluarga di luar.

Setelah itu langsung masuk lagi ke dalam dan lapor ke imigrasi.

Dapat cap visa, langsung ke gate.

Pas pemeriksaan, kena masalah gegara ada jarum suntik, padahal itu jarum suntik tinta isi ulang printer. –__–

Sempat bongkar itu kotak isi ulang, padahal jelas-jelas masih baru dibeli.

Setelahnya masuk ke ruang tunggu, jam 23.25 dapat panggilan boarding.

Pertama kali yang terlintas adalah takjub, karena baru kali ini naik pesawat yang ukurannya cukup gede, dan perjalanan yang akan dilalui adalah 8 jam, sungguh perjalanan yang sangat lama serta menguras energi.

*Penumpangnya aja merasa begitu, gimana dengan pilot dan jajaran awak kabinnya yak?😀

Perjalanan ini juga terasa istimewa karena dilewati di jam-jam seharusnya untuk tidur, alhasil mayoritas waktu yang dilewati di dalam pesawat hanya berkutat di tidur, paling bangun buat makan 2 kali dan memanfaatkan in-flight entertainment.

Sekitar jam 2 pagi WIB, tiba-tiba terbangun dan pemandangan yang dilihat adalah orang-orang baru selesai makan. Kyaaaa,tidur tidak pada waktunya.

Alhasil ketika pramugarinya lewat, langsung request,

Could I order some meals?“.

Yes, wait.

Tawaran menunya ada chicken with rice, or beef with mashed potato.

Sempat ragu milihnya, tapi langsung yakin karena lagi di dalam pesawat Qatar Airways.🙂

Lalu balik tidur.😀

Beberapa jam kemudian, mencoba kembali memanfaatkan inflight-entertainment dan ternyata tak lama kemudian waktunya makan pagi alias sarapan. Yeayyy ^^

Singkatnya, alhamdulillaah mendarat di Doha International Airport (DIA). Ketika keluar di pesawat, desiran angin yang dinginnya menusuk datang menghampiri. Setelah turun, masih harus menunggu shuttle bus. Di dalam bus banyak orang Indonesia yang mau berangkat umrah.

Akhirnya tiba di terminal kedatangan. Yang harus dilewati pertama kali adalah bagian pemeriksaan. Dan ternyata kena masalah lagi pas ada keliatan jarum, padahal itu jarum refill tinta. -_-”

Pas saya tunjukkan kotak refill tinta, petugasnya bilang bukan yang itu. Saya tunjukkan ada jarum suntiknya seraya bilang,

This jarum is for printer

*Tetiba saya pengen ketawa, mendengar ucapan bahasa gado-gado yang baru saya lontarkan. ahahah

Setelah merapikan kembali barang-barang, akhirnya kami bertiga (saya dan dua rekan) meninggalkan tempat pemeriksaan. Maksud hati mau melapor transit,ternyata tidak perlu. Akhirnya langsung mencari tempat sholat.

Pas mau wudhu’, ternyata tak ada keran ataupun gayung layaknya di Indonesia,sehingga harus wudhu’ di wastafel dan harus mengangkat tungkai kaki yang lumayan panjang ini ke atas dan rasanya cukup ngilu di tengah udara yang cukup dingin.

Setelah selesai sholat, kami mencoba beristirahat di ruangan sebelah tempat sholat. Kami sempat mengobrol, dan tiba-tiba terdengar suara orang yang meminta kami untuk tenang. Kami coba pelankan suara, tapi tetap ditegur, hingga akhirnya kami memilih diam.

Setelah kami tenang, rupanya dua orang di sebelah kami berbicara dengan nada yang tidak begitu tinggi, orang tadi menyuruh dia untuk diam.

Tiga kali dia meminta hingga akhirnya dia berkata, “Go out!“.

Saya senyum-senyum saja.

15 menit kemudian kami keluar dari ruangan tersebut.

Di ruang tunggu, kami mencoba untuk mengisi baterai. Setelah itu kami bergegas untuk ke area check-in, dan tetiba ketika melihat bacaan bahwa ruangan tempat istirahat tadi bukan hanya ruang buat istirahat, tapi memang namanya “Quite Room“.😀

Tak lama kemudian ada panggilan boarding pesawat tujuan Dammam. Setelah itu ternyata harus menunggu shuttle bus di bagian bawah ruang tunggu. Sekitar 10-15 menit kemudian bus datang, dan naik ke pesawat.

Masukkan tas ke kabin, lalu duduk di bangku dan memasang sabuk pengaman. Sempat berbicara dengan yang duduk di sebelah, seorang berkebangsaan Korea Selatan yang ingin bekerja di Dammam, lalu saya tertidur.

*kesannya lagi ikut reality show gitu yaakk. –”

Setelah terbangun (sekitar 1 jam) ternyata pesawat belum juga terbang. Sepertinya ada penundaan.

Perjalanan Doha-Dammam memakan waktu setengah jam.

Sesampainya di King Fahd International Airport, tentu saja harus melapor ke bagian imigrasi. Ada sekitar belasan bilik pemeriksaan yang disediakan untuk :

1. GCC citizen (warga negara kawasan Teluk)

2. Orang asing yang pernah mendapatkan visa, dan

3. Orang asing yang pertama kali datang (first-time comer)

Setelah membaca papan keterangan tersebut, kami memilih untuk mengantri di bagian paling pojok, karena untuk first-time comer hanya satu bagian itu yang ada petugasnya. Ada sekitar 15 orang yang mengantri.

Tapi untuk 1 orang saja lamanya waktu yang dihabiskan. Entah apa sebabnya.

Karena kalau dihitung-hitung bakalan habis waktu 1 jam lebih buat ngantri, ya mending duduk saja tho?😀

Tatkala penumpang dari penerbangan berikutnya datang, langsung kami bergegas untuk kembali ke antrian. =D

Lalu ada seorang petugas (sepertinya dari India) yang menghampiri antrian kami. Lalu kami mengatakan,”We are first-time comer

Ya, just move there.

Beliau meminta kami untuk pindah ke bilik dekat situ (bilik orang asing yang pernah mendapatkan visa).

Sekitar 15 menit mengantri, petugas lain yang kami perkirakan adalah orang penting di sana, menghampiri kami satu per satu. Tatkala giliranku, “I am student”, langsung saja saya diminta untuk pindah ke bilik satu lagi yang baru ada petugasnya.

Yeayyy,berdiri di urutan kedua.

Tiba giliranku, diminta untuk menunjukkan paspor dan memberikan kertas yang diisi di atas pesawat, melakukan sidik jari, foto dan selesai dalam waktu tiga menit saja.🙂

Lalu, saya menunggu dua rekan lainnya dan akhirnya selesai bagian pemeriksaan imigrasi, langsung ke bagian pengambilan bagasi. Ternyata barang-barang kami sudah menunggu kami cukup lama. Ambil troli dan keluar dari bandara.

Sesampainya di bagian luar bandara, kami mencari taksi.

Yang terlintas di benakku (setelah merangkum saran beberapa senior) : cari orang Asia Selatan.😀

Ya sudah,pas ketemu orang yang mukanya muka Asia Selatan saya langsung menghampirinya dan menanyakan tarif ke KFUPM.

One hundred riyals.

Okay,cakep. Sesuai perkiraan harga dari senior.

Masukkan barang ke bagasi dan perjalanan Dammam-KFUPM pun dilalui.

Sejauh mata memandang yang dilihat hanyalah gurun, begitulah pemandangan yang dilihat bahkan sedari di atas pesawat.

Dan kemudian setiba di KFUPM kami agak kebingungan mencari gerbang utama. Kami berhenti di sebuah kantor, dan petugas di sana bilang lapor ke gerbang yang di sana dan ke bagian urusan pascasarjana (Deanship of Graduate Studies/DGS)

Tapi rekan kami yang sudah menjadi mahasiswa di KFUPM menyarankan kami ke asrama saja langsung karena agak jauh. Karena bingung dan kasian supirnya ntar makin bingung dan lama menunggu, akhirnya kami berhenti di depan sebuah gedung yang kami tidak paham apa itu.

Dua orang rekan saya menanyakan ke petugas di sana dan saya menunggu sembari menjaga barang-barang bawaan.

Kami meminta menunggu karena masih jamnya istirahat siang. Lalu ada sekitar 4 orang yang menghampiri kami dan menawarkan bantuan. Kami menerimanya dan mereka mengantarkan kami ke asrama. Cukup jauh perjalanan yang ditempuh yang mungkin semakin terasa beratnya karena barang bawaan yang dipikul.

Di tengah perjalanan bertemu dua orang rekan sesama Indonesia dan kami berpisah dengan 4 orang yang telah membantu tersebut seraya mengucapkan terima kasih.

Sesampainya di asrama (student housing) kami meletakkan barang-barang dan langsung mengurus registrasi yang bisa dilakukan mengingat jam hampir menunjukkan pukul 14.00.

Ke DGS, diminta menyebutkan nomor pendaftaran, ternyata belum dicetak admission lettersaya. Untuk dua rekan saya harus melapor ke bagian staff affair karena mereka berstatus lecturer-B, sedangkan saya mahasiswa biasa.

Lalu kami diajak untuk makan siang di math’am faculty (kantinnya para staf pengajar), makannya porsi cukup besar bagi saya dan harganya murah (SAR 4/Rp 12.000).

Alhamdulillaahilladzi bini’matihit tatimush shalihaat…..

Dan episode baru di kehidupan yang baru pun dimulai…………

*awalnya ditulis di hari pertama kedatangan, tapi baru selesai hari ini (23012014),

Building 8 – Main Library of KFUPM, 22 Rabi’ul Awwal 1435 H

Categories: Master, Sharing | Tags: , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “(ALJTSA) On the flight day…..

  1. MasyaAllaah, nggak kebayang, bener-bener pengalaman baru.
    Semoga sukses; ditunggu cerita-cerita berikutnya😀

  2. Senang aku bacanya bang.. Semoga Allah mudahkan aku juga kesana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: