Monthly Archives: November 2013

Pelajaran-Pelajaran dari Kisah Abu Bakar ash-Shiddiq (Bag. 1)

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah sosok suritauladan yang agung setelah Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kehidupannya penuh dengan perjuangan,pengorbanan,akhlaq mulia, dakwah dan tanggungjawab terhadap keluarga. Kehidupannya merupakan pelajaran tersendiri bagi setiap muslim yang ingin meneladanisalafush shalih, para pendahulu-pendahulu kita yg shalih.

Abu Bakar ash-Shiddiq itulah nama yang sering kita kenal. Tapi nama beliau yang sesungguhnya adalah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taiym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al Qurasyi At Taimi. Ini nama dan nasab garis keturunannya. Nasab, garis keturunan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu bertemu dengan nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di kakek yang ke 6 yakni Murrah bin Ka’ab.

Lalu beliau diberi kun-yahkun-yah “Abu Bakrin”, atau “Abu Bakr”. Kun-yah itu adalah gelar yang didahului dengan kalimat “Abu” atau “Ummu”. Bisa diambil dari nama anak atau nama lainnya. Biasa digunakan oleh Rasulullah dan para shahabat serta ulama sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang diberi kun-yah. Panggilan pakaikun-yah itu penghormatan.

Nah, Abu Bakar ash-Shiddiq digelari Abu Bakr bukanlah dari nama anaknya. Kalimat Bakr diambil dari Bakr yaitu unta yang muda. Kenapa Abu Bakr diberi gelar seperti itu?

Continue reading

Advertisements
Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu, Motivasi, Sejarah | Tags: , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.