Penggalan-Penggalan Cerita yang Terus Berlanjut…..

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Penggalan cerita-cerita kehidupan terus berlanjut, entah engkau habiskan dengan tangisan, candaan, kegalauan atau apapun itu waktu terus berjalan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Terjemahan Surat Quran Surat Al-Hasyr ayat 18)
Hampir setahun tak terasa semenjak rutinitas selama 4 tahun terlepas dari pundak untuk menggapai beban yang baru. Tapi, sebagai makhluk hanya bisa berusaha/berikhtiar maksimal lalu bertawakkal kepada Allah ‘Azza Wajalla. Bayang-bayang dan rencana untuk mulus menapaki tahapan-tahapan selanjutnya sudah ada bahkan semenjak beban di fase studi sarjana akan berakhir. Hingga pengumuman jalan tapak tahapan selanjutnya itu ada setelah dinanti sekian bulan nyatanya –qadarullah– mepet mendekati fase keberangkatan terdekat. Alhasil rencana-rencana digeser dan beberapa penyesalan datang menghampiri. Saat itu rasa sesal yang datang menghampiri hanya sedikit karena sudah mempersiapkan berbagai rencana.
1 semester coba dilalui dengan amanah baru, membantu almamater, berkontribusi dengan apa yang bisa diberikan dalam rangka menjadi sebaik-baik manusia.

عَنِ جابر، رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

Awalnya langkah sempat tertatih karena harus mengulang materi kuliah semester dua tersebut, tapi perlahan tapi pasti bisa beradaptasi. Fase pertengahan awal semester dilewati, lalu coba mengevaluasi diri setelah mengetahui hasil yang didapat mereka cukup mengecewakan padahal sudah merasa berbuat agar mereka bisa memahami apa yang diberikan. Terlebih mayoritas yang diujikan adalah yang saya bagikan.

Tengah semester yang kedua pun datang dengan pokok pembahasan yang baru, lalu tanpa terasa ujian akhir semester menghampiri dan hasilnya membuat kembali merenung panjang. Tapi terus berharap agar apa yang coba dibagikan selama satu semester ini bisa bermanfaat bagi mereka.

Jauh-jauh hari menjelang akhir tengah semester yang kedua, rencana jadwal melangkah ke tahapan studi selanjutnya sudah disusun. Bulan ketujuh sudah beres semua kegiatan dan balik ke kota kelahiran. Nyatanya –qadarullah– rencana-rencana tersebut berubah lagi dan harus diundur. Rasa sesal yang lebih besar dari sebelumnya menghampiri. Berbagai tawaran yang sempat datang kembali coba dipertimbangkan. Kegalauan makin menjadi. Godaan duniawi yang menjadi pemantik api kegalauan tersebut.

Terpukul sungguh terpukul di tengah angan-angan memulai studi kembali, merasakan tenangnya daerah jazirah keNabian tersebut dan berbagai angan-angan indah yang bahkan sudah kuimpikan sejak lama itu harus kupendam lagi selama satu semester!

Alhamdulillaah berbagai pihak, terutama keluarga menenangkan. Tapi yang perlu disadari, fase yang dijalani mulai dari sekarang tak lah semudah yang telah lalu.

fase sebagai alumnus, ya sarjana yang telah diemban selama hampir satu tahun,

fase sebagai orang yang diamanahkan berbagi ilmu kepada adek tingkat,

dan berbagai fase yang berbeda lainnya, apalagi ditambah dengan kesadaran diri yang harus ditingkatkan terus menerus. Memperbaiki berbagai hal sebelum tahapan studi lanjut itu dimulai dan sebelum berbagai tahapan berikutnya. Mungkin ini adalah waktu yang diberikan Allah Ta’ala untuk kembali mempersiapkan semuanya,dan manfaatkanlah.

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ

“Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Alloh” [Hadits Riwayat Muslim no. 2664]

Jazaakumullaah khairan bagi semuanya atas do’a, nasehat, dukungan dan lainnya. Baarakallah fiykum.

Catatan 02 Juli 2013 M, 24 Sya’ban 1434 H

وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dari jalan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Lihat Ash-Shahihah, no. 946)
Tambahan bacaan :

Categories: Goresan Karyaku, Muhasabah, Nasehat | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: