Kunci-Kunci Ilmu

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Kunci-kunci ilmu ada 5,yakni :

1. Pertanyaan yang bagus

Shahabat Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- suatu ketika ditanya sebab mendapat ilmu,beliau menjawab “lisan yang suka bertanya,pikiran yang encer & cerdas”

Agar pertanyaan kita bermanfaat & mendapatkan ilmu perlu tau cara bertanya yang cerdas dan efektif, yakni siapa orang yang layak kita tanya, menggunakan kalimat yang santun & layak,serta memilih waktu yang tepat

» Siapa orang yang layak kita tanya

-> cerdas lah dalam memilih tempat bertanya. Tanyalah kepada yang spesialis,yakni yang tekun mempelajari bidang tersebut, banyak menulis di bidang tersebut dan banyak mengajar di bidang tersebut.

Secara umum,seorang da’i harus menguasai semua ilmu-ilmu dasar. Adapun untuk yang lebih mendetail tentulah tidak bisa disamakan antara seseorang dengan yang lainnya.

Contohnya para masyaikh –hafizhahumullah-, jika ingin mendapatkan jawaban yang memuaskan di bidang ‘Aqidah,bisa bertanya kepada Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili atau Syaikh Abdurrozaq. Bila bertanya kepada mereka,akan dijawab panjang lebar dibandingkan masyaikh yang tidak menekuni bidang ‘Aqidah.

» Lalu,pilihlah pertanyaan yang tepat

-> Bagi seseorang yang sudah menapaki jalan menuntut ilmu,pertanyaan itu adalah solusi terakhir setelah mencari & menggali sendiri.

-> Tingkatan lekat antara orang yang mencari jawaban dengan membuka-buka kitab dengan orang yang searching di internet tentunya jauh berbeda.

-> Meski teknologi sekarang lebih canggih,ulama masa lalu masih jauh lebih cerdas,karena daya lekat tadi.

» Berkaitan dengan pertanyaan yang cerdas,gunakan kalimat-kalimat yang santun, kalimat-kalimat yang menunjukkan pertanyaan itu benar-benar ingin diketahui jawabannya

» Yang tak kalah pentingnya : Pilihlah waktu yang tepat

-> Jika ingin bertanya yang sifatnya mendetail akan lebih mudah kita dapatkan jawaban beliau lewat jawaban lisan. Oleh karenanya cari sarana yang benar,manfaatkan sesi tanya jawab.

-> Jika bertanya lewat telpon atau sms atau e-mail tentunya masyaikh/asatidz menjawab sekenanya,jauh berbeda jika di sesi tanya jawab.

2. Bagus dalam membaca

Orang yang cerdas menguasai suatu bidang tentulah ia banyak membaca di bidang tersebut. Di antara hal yang penting dalam membaca ialah memilih buku yang layak dibaca & berkualitas, membaca yang cerdas,serta membaca efektif.

» Memilih buku yang layak dibaca & berkualitas

-> Seperti memilih penerbit yang minim kesalahan pencetakan.

» Membaca yang cerdas

-> Tholibul ‘ilm yang sudah menapaki jalan ilmu tidak disarankan untuk membaca buku terjemahan kecuali dalam keadaan terdesak.

» Membaca efektif

-> Tidak semua buku perlu dibaca sampai habis.

-> Ketika membeli buku,minimal bacalah daftar isi,muqaddimah dan kata pengantar

3. Belajar langsung pada guru/ustadz/syaikh

Ketika ingin belajar pada guru,pilihlah guru yang menekuni bidang tersebut

-> Masyaikh/asatidz dapat menjelaskan panjang lebar jauh lebih luas dari penjelasan buku

-> Apabila guru tersebut sudah lama menuntut ilmu,tentulah banyak membaca kitab-kitab tersebut dan dapat memberikan ilmu yang lebih sistematis.

-> 2 hal yang perlu kita catat dalam suatu majelis ilmu,yakni pengetahuan baru yang belum pernah didapatkan dan pengetahuan lama yang sudah pernah kita dapatkan dalam rangka menguatkan hafalan.

» Ketika ingin belajar pada guru,pilihlah guru yang menekuni bidang yang ingin kita pelajari.

4. Menulis!

Di antara pintu ilmu ialah menulis, terutama tulisan yang dimaksudkan untuk lebih fokus ke topik tertentu.

Nasihat ulama salaf : Jika ingin menulis suatu topik tertentu,tulislah!

dengan syarat : sudah yakin terjemahan dan pemahamannya sudah benar,khususnya untuk masalah-masalah yang lebih detail.

Di antara nasihat yang ingin saya (al-Ustadz Aris Munandar) sampaikan ialah :

“Hendaklah membuat sebuah blog sebagai wasilah untuk menjaga ilmu yang pernah didapatkan. Sempatkan diri untuk membaca kitab berbahasa Arab sesibuk apapun antum.”

5. Mengajar

Kunci agar seseorang bisa meningkatkan ilmu ialah mengajar. Dengan mengajar tentunya seseorang bisa terpacu untuk mempersiapkan dengan sebaik-baiknya

Subhanakallahumma wabihamdika,asyhadu an-laa ilaaha illa anta,astaghfiruka wa atuubu ilaih.

*Faedah dari Ustadz Aris Munandar -hafizhahullah- dalam acara penutupan Ma’had Al-‘Ilmi 1433/1434 H

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: