#Dokterbangunan Saat Assessment Gempa Dieng

Bismillaahirrahmanirrahiim.
Alhamdulillaah,hari Sabtu-Ahad, 04-05 Mei 2013 kemarin diberikan kesempatan buat ikutan Rapid Assessment Gempa Dieng 19 April 2013 bersama 39 mahasiswa angkatan 2010 lainnya,tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan didampingi oleh salah dua dari dosen-dosen hebat (Pak Jazaul dan Pak Agus).

Awalnya sempat mikir buat ikutan,soalnya diliat dari kertas assessment yang akan diisi saya seolah nge-blank karena semenjak semester 6 saya seolah gak begitu semangat “berurusan” sama bidang struktur setelah “jatuh hati” sama bidang transportasi :-*. Tapi saya berpikir lagi, “kesempatan jarang2 datang dua kali.” Ya sudah saya ambil saja kesempatan itu.
Diberitau kumpul pagi2 hari Sabtu, saya pun berangkat dari kontrakan jam 7an. Mampir beli peralatan,seperti baterai dan doubletape. Nah,karena masih jam setengah 8 kurang saya sempatkan ke WarNet dekat kampus buat menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Koordinator Regional III Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI). Setelah kirim, saya langsung ke kampus. Telat beberapa menit dari jam 08.00,Alhamdulillaah belum pada berangkat.🙂

Sekitar jam 9 berangkat dari kampus dan menuju ke lokasi. Medan perjalanan yang tak mudah,karena di beberapa ruas jalan khususnya sebelum Wonosobo jalannya banyak berlubang membuat perjalanan tidak begitu mulus, qadarallah.
Singkatnya sekitar waktu Zhuhur sampai di lokasi,letak barang2,makan dan briefing sebelum mulai melakukan assessment dan saya ditempatkan di Desa Pekasiran plus ditunjuk sebagai koordinator. (baiklah,mungkin karena paling tua dari segi angkatan :D)

Setelah dapat jas hujan dan mobil akhirnya berangkat. Hari pertama assessment sampai jam 8 malam,plus perut cukup kenyang soalnya sempat ditawarin makan kue pas mau pulang ke basecamp.😀
Keesokan paginya sampai siang lanjut assessment lagi dan sorenya pulang.
Dari pengalaman selama 2 hari tersebut saya belajar banyak hal, antara lain

Pertama, banyak-banyak bersyukur.
Tentu begitu banyak hal yang harus kita syukuri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

salah satu hal yang patut saya syukuri ketika melihat bangunan yang hampir hancur pasca gempa tersebut,teringat akan banyak hal yang seharusnya saya syukuri.

Kedua, belajar menikmati hidup dari warga Dieng
Ketika melakukan assessment dengan cara mengunjungi rumah satu per satu,bertanya kepada pemilik rumah atau warga sekitar,kesan yang didapat sama, yakni mereka tetap bersyukur bahkan mereka selalu menawarkan kami untuk mampir ke rumahnya untuk duduk dan menikmati hidangan makanan/minuman yang mereka hendak sajikan dengan kalimat “monggo pinarak,mas.
Ketiga,pembelajaran sebagai #dokterbangunan
Nah,ini di antara hal penting yang kami dapatkan selama dua hari itu adalah kami belajar banyak soal aplikasi ilmu yang telah kami pelajari,khususnya saya. Beberapa semester yang telah lewat saya mempelajari mata kuliah bidang struktur,seperti Rekayasa Gempa.
Berhubung saya sering “memplesetkan” istilah #dokterbangunan, nah baru terasanya pas assessment kemarin. Benar2 seperti dokter yang melakukan anamnesis kepada pasiennya, bedanya kalau yang diperiksa kemarin adalah bangunan. Pemeriksaannya yakni pemeriksaan umum (seperti bangunannya runtuh atau gak), dari segi struktur (bagaimana fondasinya,kolom,dsb), dari segi non-struktural (bagaimana keadaan ornamennya,pelapis arsitekturnya,dsb), dan dari segi geoteknik (bagaimana pergerakan tanah/ground movement yang terjadi,dsb). Penilaiannya pun tidak sekadar “YA” atau “TIDAK”, tapi juga ada indikator “Tidak rusak”, “ringan”, “sedang” dan “berat” plus keterangan tambahannya,misal kolom bagian mana saja yang retak. Setelah itu tim asesor menggambar denah keadaan rumah,bagian mana saja yang mengalami kerusakan atau keretakan dan sebagainya. Lalu harus menentukan masuk kategori apa, apakah :
– aman (0% kerusakan), atau
– telah diperiksa,dikenal dengan kategori “Green”/G1-G2 (0-10% kerusakan), atau
– penggunaan terbatas, dikenal dengan kategori “Yellow”/Y1-Y2 (11-30% kerusakan),atau
– tidak aman, dikenal dengan kategori “Red”/R1-R2 (31-100% kerusakan).Setelah penentuan kategori tersebut atau pemberian plakat (tempelan untuk masing-masing rumah), tim asesor juga harus memberikan rekomendasi tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk bangunan yang telah dinilai tersebut. Seperti seorang dokter yang memberikan resep bukan?😀

Selain itu juga saya belajar langsung bahwa banyak faktor yang menyebabkan keruntuhan sebuah bangunan. Yang saya singgung di sini faktor yang sifatnya keteknikan ya?
Faktor-faktor tersebut seperti faktor kekuatan bangunan, adanya kolom di bangunan. Lalu,meski bangunan tersebut kokoh,namun tanah di sekitarnya tidak kuat,rawan longsor (yang dapat membahayakan rumah di sekitarnya),juga harus diberi perhatian dan perlakuan khusus,misal dengan memberikan perkuatan kepada tanahnya,dan sebagainya.

Sempat saya minat untuk menekuni bidang kegempaan,tapi ntah kenapa minat itu dikalahkan oleh ketertarikan dan godaan bidang transportasi, khususnya pavement material. Ahhh,semoga daku bisa tetap setia bersamamu. :-*
#lho?

Alhamdulillah itu di antaranya yang bisa saya tuliskan dan bagikan, semoga ada manfaatnya.

Sebuah WarNet di kawasan Bantul (depan kampus maksudnya :D), 26 Jumadil AKhir 1434 H

Gambar
Foto pemandangan di daerah Pekasiran

Categories: Goresan Karyaku, Sebuah Cerita, Sharing, Studi | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: