Pengantar Kajian “Kapan Palestina Kembali ke Pangkuan Kita?”

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Bicara soal apa yang terjadi di Palestina, sudah banyak ceramah-ceramah, khutbah-khutbah, baik skala lokal, nasional, maupun internasional. Juga sudah banyak solusi yang ditawarkan, tetapi masih juga belum menemukan titik temu. Di kesempatan ini, tidak dibahas mengenai sejarah Bangsa/Negara Yahudi, ataupun kondisi terkini umat Islam di Palestina. Akan tetapi yang akan dibahas di sini mengenai ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam terkait apa yang terjadi di Palestina.

Jika panitia mengambil tema “Kapan Palestina Kembali ke Pangkuan Kita?”, maka judul kajian ini adalah 10 Rambu-Rambu Jalan Menuju Pembebasan Al-Aqsha

Sebelum itu, kita harus memahami persoalan yang dihadapi umat Islam secara umum, maupun persoalan yang sedang terjadi.

Permusuhan antara Al-Haq dan Bathil, sudah terjadi sejak zaman dahulu hingga datangnya hari kiamat, begitu juga dengan permusuhan antara Al-Kuffar & Musyrikun melawan kaum Muslimin.

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka……………”

(Quran Surat Al-Baqoroh ayat 120)

Permusuhan dari kaum Yahudi sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallamdatang.

Ini bisa dilihat dari sejarah permusuhan Yahudi kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

  • Ketika Ibunda Rosulululloh shollallohu ‘alaihi wasallam menitipkan Rosululloh yang masih bayi ke ibunda persusuan Rosululloh, Halimatusy Sya’diah, Ibunda Rosululloh berpesan kepada Halimah (yang artinya), “Jagalah anakku.”

Lalu  beliau menceritakan apa saja yang terjadi ketika masa mengandung Rosululloh, hingga kejadian dan mimpi menjelang kelahiran Rosululloh. Lalu ketika itu hadir sekelompok orang Yahudi yang ketika itu melewati mereka. Lalu Ibunda Rosululloh bertanya mengenai apa arti mimpi yang pernah dialami beliau. Sebagaimana diketahui ahli kitab diberikan oleh ALLOH kecerdasan.

Setelah ibunda Rosululloh menceritakan mimpi yang beliau alami, sekelompok orang Yahudi tersebut saling berbisik dan mengetahui bahwa mimpi tersebut adalah salah satu tanda kenabian yang kelak dimiliki anaknya Aminah jika sudah dewasa kelak.

Lalu, salah seorang dari Yahudi tersebut bertanya, “Apakah bayi ini yatim?

Melihat gelagat yang tidak baik, Aminah menjawab, “Tidak,bayi ini memiliki ayah dan ibu.

Lalu, seorang Yahudi tadi menanggapi, “Kalau bayi ini adalah seorang Yatim, maka akan kami bunuh dia.

  • Kisah lainnya ketika Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berusia -sekitar- 12 tahun diajak mengembara oleh pamannya Abu Thalib. Lalu,suatu ketika seorang pendeta yang mengetahui tanda kenabian pada diri Muhammad remaja menyuruh Abu Thalib untuk pulang saja dan tidak meneruskan perjalanan pengembaraan. [Kitab Shiroth ibn Syam]
  • Kisah selanjutnya yakni kisah ketika Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berusaha disihir oleh orang Yahudi, yakni Lubait ibn A’sham hingga rambut beliau rontok.
  • Percobaan orang Yahudi mencelakai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam ketika seorang wanita dari Bani Khaibar mengundang Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan para shahabat rodhiyallohu ‘anhum untuk makan [1]

Ketika itu,wanita tersebut sudah menaruh racun ke makanan kambing yang akan disajikan. Lalu, ALLOH Ta’ala memberitau Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bahwa ada racun dalam makanan tersebut. Setelah itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam meminta para shahabat rodhiyallohu ‘anhum untuk menghentikan makan dan bertanya kepada wanita tersebut apakah ada racun di dalam makanan tersebut.

Lalu wanita tersebut menjawab, “Benar, racun tersebut adalah racun yang sangat berbahaya. kalau engkau adalah seorang Nabi pastilah engkau akan selamat.”

  • Setelah percobaan lewat meracuni tersebut,kaum Yahudi mencoba dengan cara yang lain, yakni menjatuhkan batu besar ke Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam  ketika beliau sedang bersama para shahabat rodhiyallohu ‘anhum ajma’in. Dan ALLOH menolong Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallamhingga beliau selamat dari upaya pencelakaan tersebut.

Setelah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam meninggal dunia, Yahudi tidak berhenti, bahkan semakin memusuhi umat Islam, seperti kisah seseorang tokoh Yahudi yang dicoba untuk “difiktifkan”. Tokoh Yahudi tersebut adalah Abdullah Ibnu Saba’ yang berpura-pura masuk Islam untuk memecah belah umat Islam. Hingga akhirnya mushibah datang, yakni meninggalnya khalifah ‘Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu. Semenjak itu muncullah firqah-firqah, seperti Syi’ah, Khawarij,dsb.

Kisah permusuhan Yahudi kepada umat Islam terus berlanjut ketika zaman kekhilafahan Turki Utsmani. Yahudi menawarkan bantuan kepada Khalifah Abdul Hamid, seperti bantuan di bidang ekonomi,dsb tetapi dengan satu syarat yakni menyerahkan tanah Palestina ke Yahudi. Dengan tegas, khalifah Abdul Hamid menolak bantuan tersebut.

Terkait apa yang terjadi di Palestina, sebagian umat Islam melakukan aksi-aksi yang katanya syar’i padahal sebenarnya tidak. Seperti melakukan aksi turun ke jalan, membakar yang tidak sepantasnya dibakar, dsb yang tidak pernah dicontohkan oleh para shahabat rodhiyallohu ‘anhum ajma’in dan generasi para salafush shalih rohimahulloh.

Permasalahan umat Islam dengan Yahudi bukanlah masalah sengketa tanah, bukanlah masalah perbatasan, atau bukanlah permasalahan politik, tapi ini adalah masalah perbedaan ‘aqidah.

InsyaaALLOH berlanjut ke 10 Rambu-Rambu Jalan Menuju Pembebasan Al-Aqsha

Ditulis di

Bantul, 25 Muharram 1434 H

*catatan kajian “Kapan Palestina Kembali ke Pangkuan Kita?” di Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Ustadz Mahful Safaruddin, Lc.

[1]

Hadits percobaan pembunuhan yang dilakukan Yahudi kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam melalui racun

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أَنَّ امْرَأَةً يَهُودِيَّةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَجِىءَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ أَرَدْتُ لأَقْتُلَكَ. قَالَ « مَا كَانَ اللَّهُ لِيُسَلِّطَكِ عَلَى ذَاكِ ». قَالَ أَوْ قَالَ « عَلَىَّ ». قَالَ قَالُوا أَلاَ نَقْتُلُهَا قَالَ « لاَ ». قَالَ فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِى لَهَوَاتِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Sesungguhnya seorang wanita Yahudi pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa daging kambing yang sudah diracuni. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan daging tersebut. Lalu wanita tadi dipanggil untuk menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang perbuatan wanita tersebut tadi. Wanita tersebut pun berkata, “Aku ingin membunuhmu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah tidaklah memberimu kekuatan untuk maksudmu tadi.” (Periwayat hadits ini ada yang mengatakan), “(Allah tidaklah memberimu kekuatan) untuk mencelakakanku.” Lantas para sahabat berkata, “Apakah sebaiknya dia dibunuh saja?” (HR. Bukhari no. 2617 dan Muslim no. 2190)

Referensi bacaan :

1. 9 Watak Jelek Orang Yahudi

2. Permusuhan Yahudi terhadap Islam dalam Sejarah

3. Ada Apa Antara Yahudi dengan Kita

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Faedah Ilmu | Tags: , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Pengantar Kajian “Kapan Palestina Kembali ke Pangkuan Kita?”

  1. wiih catetannya manteb..
    pas itu ga bisa dateng

  2. Pingback: 10 Rambu-Rambu Jalan Menuju Pembebasan Al-Aqsha « Menjemput Impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: