(Bagian 2) “Jangan Biarkan Hasad Menodai Hatimu” – Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja

Rangkuman kajian Ustadz Firanda Andirja, MA –hafizhohulloh Ta’ala– tanggal 07 Juni 2012 di Masjid Al-Hasanah, Yogyakarta

Bismillaah.

Sebab-sebab timbulnya hasad :

-> sebab-sebab timbulnya hasad adalah karena kepentingan yang sama,misalnya hasadnya penjual buku terhadap penjual buku lainnya.

Keburukan-keburukan hasad :

1. Tasyabbuh, karena ini menyerupai yang dilakukan oleh orang Yahudi dan Iblis.

Karena hasad itu adalah akhlaqnya Iblis dan orang-orang Yahudi.

2. Hasad lebih buruk dibandingkan kikir. kenapa?

Karena pelit itu menghalangi nikmat yang ia dapatkan untuk bisa dirasakan oleh orang lain, atau dalam tingkatan yang lebih parah ada orang yang pelit itu terhadap dirinya sendiri, sedangkan hasad itu mencegah nikmat didapatkan oleh orang lain atau membenci kenikmatan ALLOH kepada orang lain.

3. Hasad itu pada hakekatnya adalah salah satu bentuk protes kepada ALLOH.

Padahal segala sesuatu sudah dibagi-bagikan oleh ALLOH Ta’ala.

Allah berfirman :

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (٣٢)

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Robbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”

 (Quran Surat Az-Zukhruf ayat 32)

4. Jika sudah sampai ke tingkat kezholiman dapat membuat amalannya berpindah/dihadiahkan kepada orang lain. Orang yang hasad pada hekekatnya telah berbuat baik kepada orang yang ia hasadi. Karena jika ia telah hasad ia biasanya menzolimi orang yang ia hasadi dengan perbuatan maupun dengan perkataan. Baik merendahkan atau menggibahinya. Dengan demikian maka ia telah mentransfer kebaikan-kebaikannya kepada orang yang ia hasadi tersebut pada hari kiamat kelak, pada hari dimana sangat dibutuhkan kebaikan-kebaikan untuk ditimbang oleh ALLOH.

Pada suatu hari seseorang datang kepada salah seorang ulama Salaf, -kalau tidak salah bernama Ibnu Sirrin-. Ia menanyakan apakah beliau meng-ghibah-inya atau tidak. Lalu beliau menjawab (yang intinya) :

Rugi meng-ghibah-i kamu. Lebih baik saya meng-ghibah-i kedua orangtua saya.

-> karena hasad bisa memindahkan amalan kita.

Adapun cara agar tidak terjangkiti penyakit hasad di antaranya :

1. Beriman dan bertaqwa kepada ALLOH Ta’ala.

2. Selalu berhusnuzhon kepada ALLOH Ta’ala.

3. Saling mengunjungi, memberi hadiah dan akhlaq terpuji lainnya kepada saudara kita. Karena ini bisa mencegah penyakit hasad.

4. Berdo’a kepada ALLOH Ta’ala agar kita dihindarkan dari penyakit hati, seperti hasad.

Referensi :

1. http://firanda.com/index.php/artikel/34-penyakit-hati/275-bersihkan-hati-anda-dari-noda-hasad

Categories: Belajar Ilmu Agama, Catatan, Nasehat | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: