MU vs City : This is what I call as one of great change in my life

Bismillaah.

that’s I call as a great change in my life.

dulu ketika masih zaman SMA kalau MU kalah,perasaan itu rasanya remuk redam,apalagi setelah diketawain sama teman-teman satu kelas yang

tapi skarang,

after undergoing some steps, kalau MU kalah ya rasanya biasa aja. ngapain emosian lagian toh sepakbola hanya sebuah olahraga dan hiburan. kalau tim yang kita dukung menang ya senangnya biasa aja. kalau kalah pun ya biasa aja. gak usah sampai emosian apalagi sampe mengumpat kata2 kotor.😉

and yang terpenting juga,di sinilah konsep Al Wala’ Wal Bara’.

 

*itulah salah satu status FB saya barusan*

 

Ya,olahraga sepakbola adalah (salah satu) olahraga yang paling banyak penggemarnya di dunia,khususnya di Indonesia. Meskipun yang bertanding dan didukungnya adalah bukan tim yang berasal dari negara asalnya,kalau udah kadung fans ya semuanya dilakukan.

Saya lupa apa istilah di dunia Psikologi yang tepat untuk mengekspresikan hal tersebut.

Hal ini,-yakni perasaan cinta yang berlebihan bahkan sudah melebihi batas,khususnya dalam hal ini adalah cinta kepada sebuah tim sepakbola- pernah saya alami. Ya ketika masih sekolah,terakhir di SMA.

Ya di SMA dahulu,tepatnya di kelas saya tercinta ada sebuah televisi antik yang setiap pagi pasti kami ber19 pantengin sebelum sekolah dimulai. Biasanya jam 6 kurang sudah mulai berdatangan satu per satu personel kelas TITANIC (Tempat Ini Tempatnya ANak-anak uNIC),begitulah salah satu nama yang kami berikan untuk kelas kami tersebut.

Yang ditonton apalagi kalau bukan tayangan berita,lebih spesifik lagi adalah tayangan berita olahraga. Di LensaOlahraga nya ANTV, dan Sport7 nya TV7 (Trans7) ketika itu.

Yang datang pertama kali pun juga adalah orang yang sangat menggandrungi tayangan sepakbola. Dan yang lebih membuat semakin bersemarak adalah tim yang didukung oleh mereka berbeda.

Ada yang dukung Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham dan ada yang dukung Manchester United.

Yang paling heboh itu ketika hari Senin,ya hari pertama sekolah dan hari setelah hampir semua pertandingan bola,khususnya Liga Inggris dihelat.

Pasti terbayang betapa hebohnya suasana kelas ketika menonton dan menyaksikan berita seputar pertandingan Liga Inggris tersebut.

Dan kehebohan itu pastinya seputar kebahagiaan bagi yang tim dukungannya menang dan kesabaran berlipat-lipat yang harus dimiliki oleh orang yang tim dukungannya kalah karena ejekan yang lainnya.

 

Saya ingat betul ketika dulu MU -tim yang saya dukung- kalah dan di pertandingan lain, Chelsea -misalnya- menang,apalagi menang lawan MU,pasti tuh saya dicemooh seantero kelas.

Dan langsung mood seharian itu lumayan anjlok.

Sebaliknya,kalau MU menang,apalagi lawan Chelsea gantian dah tuh saya menertawakan yang mendukung Chelsea.

Itulah rutinitas yang saya jalani hampir selama 2 tahun di SMA.

Dan kini setelah hampir menjalani 4 tahun di perkuliahan dan terlebih lagi hampir 4 tahun tinggal di asrama yang pastinya lebih terasa lagi atmosfirnya,terutama kalau urusannya tentang sepakbola.

Barusan ketika Manchester City dalam keadaan tertinggal dari Queen Park Rangers (QPR) 1-2 dan di pertandingan lain Manchester United menang 1-0 atas Sunderland saya masih tetap senang dan bahagia,tapi sekadarnya saja.

Dan ketika dalam waktu 4 menit City bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 yang artinya adalah MU gagal merengkuh gelar juara liga Inggris tahun ini,saya tetap kecewa. Tapi rasa kecewa itu tidak sepedih ketika di SMA dahulu.

Ketika tadi juga,beberapa adek saya di asrama dengan puas menertawakan saya karena kekalahan MU,saya tetap bisa menyikapinya dengan bijak dan legowo.

Saya pikir toh pertandingan bola ya hanya sebuah pertandingan dan hiburan. Kalah menang adalah hal yang biasa.

Yang menjadi tidak biasa dan bahkan bisa berbahaya di kala pertandingan bola itu ibarat candu,apalagi kalau sampai tim yang kita dukung kalah kemudian membuat kita frustasi.

Duh gak banget deh. 

Agak gak nyambung sih kalimat terakhirnya.

Tak apelah,

Namanya juga berusaha untuk kembali menulis di MP meski akhir-akhir ini MP sering error dan semakin kencang berhembus isu MP akan berubah,bahkan bisa kayak Friendster.

 
 
 

Kamar tercinta, 22 Jumadil Akhir 1433 H

MU lovers yang akhir-akhir ini lagi ngedate  

dengan Tugas Akhir dan Penelitian tercinta. 
Categories: Sebuah Cerita | Tags: , , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “MU vs City : This is what I call as one of great change in my life

  1. Forza internazionale~

  2. topenkkeren said: Forza internazionale~

    Inter cupu. :p

  3. topenkkeren said: Forza internazionale~

    Tapi inter selalu di hati~

  4. topenkkeren said: Forza internazionale~

    yang menang…. Sheikh Mansour ternyata!🙂

  5. topenkkeren said: Forza internazionale~

    Saya jg nggak terlalu, sekarang. Biasa aja ama bola.
    Tapi, senang city juara, hahaha.

  6. topenkkeren said: Forza internazionale~

    Glory Glory Manchester blUe ..hehe…sepak bola itu dinikmati, bukan untuk di "tarkam" i C#

  7. topenkkeren said: Forza internazionale~

    sy sih biasa2 aja, meski ngefans Mcity
    tapi, klo timnas kalah, baruu deh geregetan😀

  8. topenkkeren said: Forza internazionale~

    apalagi kalau sampai merusak karena tim kesayangan kalah, ya … he he he …

  9. topenkkeren said: Forza internazionale~

    setan kalah….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: