Bagaimana Bila Penguasa Zhalim (Bagian I)

Bismillahirrohmanirrohiim.

Tiada agama kecuali dengan jamaah, tiada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tiada imamah kecuali dengan mendengar dan patuh.“(1)

Mendengar dan patuh kepada penguasa kaum Muslimin adalah salah satu dasar
‘aqidah para salafush sholih. Hampir semua kitab tentang ‘aqidah salaf menjelaskan masalah ini. Mengingat betapa penting & besar kedudukannya. Sebab, dengan mendengar dan patuh kepada mereka,kemaslahatan agama dan dunia menjadi teratur sekaligus. Sebaliknya dengan menentang mereka,baik perkataan maupun perbuatan, mendatangkan kerusakan agama dan dunia.

Al-Hasan Al-Bashri rohimahulloh ta’ala mengatakan mengenai para penguasa :

Mereka adalah orang-orang yang menguasai lima urusan kita :

1. Sholat Jum’at

2. Sholat berjama’ah

3. Sholat hari raya

4. Wilayah perbatasan dengan musuh,dan

5. Pelaksanaan hudud (hukuman yang telah ditentukan,

Demi ALLOH, agama tidak akan lurus tanpa peranan mereka,meskipun mereka zholim dan bertindak semena-mena. Demi ALLOH,kebaikan yang dimunculkan ALLOH subhanu wata’ala berkat jasa mereka jauh lebih banyak daripada kerusakan yang mereka perbuat. Di samping itu, demi ALLOH, menaati mereka adalah suatu yang disenangi dan menantang mereka adalah suatu yang diingkari.” (2)

Di tulisan ini saya tuliskan sebuah kisah pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal mengenai bagaimana adab terhadap penguasa,yakni memperingatkan dari memberontak pada penguasa. Sekalipun penguasanya telah berbuat kezhaliman yang luar biasa. Jauh lebih parah dibandingkan pada masa sekarang,contohnya di negara kita. Yang katanya pemerintahan sekarang gagal. Coba simak kisah berikut:

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh mengatakan :

Fuqoha Baghdad pada zaman pemerintah Khalifah Al-Watsiq menemui Abu Abdillah,yakni Imam Ahmad bin Hanbal,dan mengatakan kepadanya,” Sesungguhnya persoalan ini sedemikian genting dan tersiar ke mana-mana–maksud mereka ialah merajalelanya pendapat bahwa Al-Quran adalah makhluq dan sebagainya–dan kami tidak ridha dengan pemerintahan dan kekuasannya.

Namun Imam Ahmad mendebat mereka mengenai hal itu dan mengatakan,”Ingkarilah dalam hati kalian,dan jangan menarik tangan dari ketaatan. Jangan patahkan tongkat kaum Muslimin, dan jangan tumpahkan darah kalian bersama darah mereka. Pikirkan baik-baik akibat urusan kalian. Bersabarlah hingga orang berbakti memperoleh kelegaan dan dibebaskan dari pendurhaka.

Imam Ahmad melanjutkan,”Ini–yakni melepaskan tangan mereka dari ketaatan kepada penguasa–tidak benar,ini menyelisihi atsar.” (3)

Ini adalah bentuk paling mencengangkan yang diriwayatkan kepada kita yang menunjukkan betapa besarnya perhatian salaf terhadap masalah ini dan menjelaskan secara gamblang implikasi riil dari manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

 

Diambil dari bagian pendahuluan buku karya Abdussalam bin Barjas Ali Abdul Karim –
hafizhohulloh ta’ala– yang berjudul ” Bagaimana Bila Penguasa Zhalim?“,penerbit Pustaka At-Tazkia dengan beberapa editan oleh penulis.

 

Smoga bermanfaat.

Baarokalloh fiykum.

Kamar Asrama,21 Dzulqo’idah 1432 H

(1) Diriwayatkan dalam atsar dari Umar,seperti diriwayatkan ad-Darimi dalam Sunan Ad-Darimi (I/69) dan juga diriwayatkan oleh Abu Darda

(2) Adab al-Hasan al-Bashri, Ibnu Al-Jauzi (hal. 121)

(3) Al-Adab Syar’iyyah,Ibu Muflih (I/195-196)

Categories: Belajar Ilmu Agama, Nasehat, Organisasi, Salinan | Tags: , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Bagaimana Bila Penguasa Zhalim (Bagian I)

  1. nice.. tfs..

  2. *menyimak

  3. ramarizana said: yakni memperingatkan dari memberontak pada penguasa. Sekalipun penguasanya telah berbuat kezhaliman yang luar biasa.

    Jadi biar penguasa zalim, antepin aja?

  4. ramarizana said: yakni memperingatkan dari memberontak pada penguasa. Sekalipun penguasanya telah berbuat kezhaliman yang luar biasa.

    barakallahu fika …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: