Janganlah terlalu bersedih dan jangan pula terlalu gembira

Bismillahirrohmanirrohiim..

ROBBi, Astaghfirullohal’azhiim..

Gunung Merapi kembali bergejolak. Kali ini bahkan mirip letusan tahun 1782.. Begitu yang saya baca di salah satu situs berita ter-update dan terlengkap..

Hawa udara kini cukup panas,bahkan yang saya rasakan lebih panas dibandingkan hawa uara di kota saya,Pekanbaru yang mencapai 40an derajat celcius..

Alhamdulillah sejauh ini di UMY,tempatku menuntut ilmu dan juga tinggal tidak sebegitu parah dibandingkan dengan UII yang sudah meliburkan semua aktivitas selama seminggu ke depan,tapi ini saja sudah cukup membuat dadaku sesak,karena kondisi udara yang cukup berbahaya..

Sholat Jum’at pun tidak bisa tenang,setenang minggu lalu.. lantai Masjid tak luput dari abu/debu..

Alhamdulillah khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Syakir Jamaluddin tadi mengingatkan tentang hakikat musibah itu..

Berikut kesimpulan yang saya ambil..

Semua yang terjadi di dunia ini sudah dicatat oleh ALLOH,bahkan jauh sebelum semua alam semesta ini diciptakan.. Sebagaimana firman ALLOH,yang artinya :

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami Mewujudkannya. Sungguh,yang demikian itu mudah bagi ALLOH;”

(Quran Surat Al-Hadiid ayad 22)


Bisa jadi kejadian letusan gunung Merapi ini adalah perantara/sebab seseorang meninggal.. tapi,bisa jadi juga meskipun

Gunung Merapi sedang bergejolak,di tempat lain.sebab yang lain seseorang meninggal..

Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-NYA kepadamu. Dan ALLOH tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri;

yaitu orang -orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barang siapa berpaling (dari perintah ALLOH), maka sesungguhnya ALLOH, DIA Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

(Quran Surat Al-Hadiid ayat 23-24)


Selain itu juga,dalam menghadapi musibah ini,janganlah kita terlalu bersedih hati,jika misalnya ada yang luput dari kita.. Sebagai contoh,kita luput mengajak sanak famili kita untuk menyelamatkan diri dan akhirnya sanak famili kita itu menemui ajalnya.. Itu semua sudah menjadi taqdir.. Boleh bersedih,tapi jangan terlalu bersedih.. Karena semua ini sudah diatur.. Yang perlu kita sedihkan adalah ketika kita bermuahsabah,kita dapati bekal untuk menemui ajal hanya sedikit,bekal keimanan dan ketaqwaan..

Di samping kita tidak boleh terlalu bersedih ketiak menjadi korban,sebaliknya jika kita selamat dari musibah itu,janganlah pula kita bergembira,karena memang pada saat ini kita tidak menemui ajal kita.. Tapi siapa yang atau kapan ajal menjemput..

Pun begitu juga dengan orang-orang yang selamat dan mengangap ia selamat karena suatu hal,apapun itu…


Jangan sampai kita merasa selamat karena sesuatu apapun,semisal karena bantuan seseorang atau apalah itu.. Itu semua adalah benih-benih dari kemusyrikan..

Bukankah kemusyrikan itu adalah dosa yang paling besar dan menyebabkan sesorang tidak dapat memasuki Surga yang penuh dengan kenikmatan.?

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya :

“Barangsiapa meninggal dunia sedang dia masih suka meminta kepada selain ALLOH,maka dia akan masuk neraka.”

(Hadits riwayat Al-Bukhori)”

Di samping kita tidak boleh merasa terlalu bersedih hati ketika ditimpa musibah ataupun jangan merasa terlalu bergembira ketika selamat, kita juga perlu berikhtiar dan berdo’a.. Tingkatkan ibadah kita,karena kapanpun bisa saja ajal datanag menjemput kita..

Oh ya,musibah ini berdekatan dengan hari raya ‘Idul ‘Adha.. Perlu juga kita berikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan..

*ada fatwa tarjih Muhammadiyah juga yang baru dikeluarkan kemarin.. *cuma saja saya sedang terburu-buru,jadi gak sempat menuliskannya.. :d

————————————————————————————————————————————————–

Semoga ALLOH senantiasa memberikan kita semua taufiq,hidayah,rizqi,kesehatan dan barokah-NYA..


Diketik setelah menerima telpon dari orangtua di rumah yang merasa sangat khawatir,tapi tetap berusaha untuk tegar..

Uhibbukum fillah,Papa,Umi,Nanda dan Dinda.. ^^

 

Asrama UMY, 28 Dzulqo’idah 1431 H

Categories: Nasehat | Tags: , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Janganlah terlalu bersedih dan jangan pula terlalu gembira

  1. memang selayaknya lah kita untuk hanya percaya kepada ALLOH..

    semoga ini bisa menjadi ibroh bagi kita semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: