Ada yang janggal di lagu yang sangat familiar ketika bulan Ramadhan 1431 H itu..

Bismillahirrohmanirrohiim..

Saya mencoba menjelaskan apa yang saya tulis di tulisan saya sebelumnya (versi mobile)..

Potongan liriknya yang terletak di bagian awal lagu :

Demi cintamu ya Alloh pada Muhammad nabiMU, ampunilah dosaku, wujudkan harapanku..

Memang benar Nabi Muhammad shollalallohu ‘alaihi wasallam kekasih ALLOH dan tidak ada yang salah kalau ALLOH mencintai makhluqNYA.. Salah satu sifat ALLOH adalah mencintai makhluqNYA..

Yang janggal adalah kalimat awalnya..

Demi cintamu ya Alloh pada Muhammad nabiMU

Ada beberapa tulisan yang berkenaan tentang hal ini yang saya ambil dari beberapa buku :

1. Shalawat Nariyah

Lafalnya dalam bahasa Indonesia :

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

‘Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo’a.

Setiap muslim tidak boleh berdo’a dan memohon kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah).

2. Ada bacaan shalawat lainnya yang hampir sama dengan potongan lirik itu..

a. “Ya Allah, curahkanlah keberkahan dan keselamatan atas Muhammad, penawar hati dan obatnya, penyehat badan dan penyembuhnya, cahaya mata dan sinarnya, juga atas keluarga-nya.”

b. “Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Muhammad, sehingga Engkau menjadikan daripadanya (sifat) keesaan dan (sifat) terus menerus mengurus (makhluk).”
(karya seorang syaikh besar dari Suriah)

dan masih ada beberapa lagi shalawat yang intinya hampir sama..

3. Kehati-hatian dalam bersumpah..

Jundub bin Abdullah Radhiallahu’anhu berkata :

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

قال رجل : والله لا يغفر الله لفلان، فقال الله : من ذا الذي يتألى علي أن لا أغفر لفلان ؟ إني قد غفرت له وأحبطت عملك ” رواه مسلم.

“Ada seorang laki-laki berkata : “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan, maka AllahSubhanahu wata’ala berfirman : “Siapa yang bersumpah mendahuluiKu, bahwa aku tidak mengampuni sifulan? sungguh Aku telah mengampuniNya dan Aku telah menghapuskan amalmu” (Hadits Riwayat Muslim).

Dan disebutkan dalam hadits riwayat Abi Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa orang yang bersumpah demikian itu adalah orang yang ahli ibadah. Abu Hurairah berkata : “Ia telah mengucapkan suatu ucapan yang menghancurkan dunia dan akhiratnya.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

4. Larangan menjadikan ALLOH sebagai perantara kepada makhluqNYA..

Diriwayatkan dari Jubair bin Mut’im Radhiallahu’anhu bahwa ada seorang badui datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan mengatakan :

“Ya Rasulullah, orang-orang pada kehabisan tenaga, anak istri kelaparan, dan harta benda pada musnah, maka mintalah siraman hujan untuk kami kepada Rabbmu, sungguh kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu, dan kami menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah”.

Maka Nabi bersabda :

:سبحان الله، سبحان الله “، فما زال يسبح حتى عرف ذلك في وجوه أصحابه، ثم قال

” ويحك ! أتدري ما الله ؟ إن شأن الله أعظم من ذلك، إنه لا يستشفع بالله على أحد ” وذكر الحديث. رواه أبو داود

Maha suci Allah, maha suci Allah” – beliau masih terus bertasbih sampai nampak pada wajah para sahabat (perasaan takut  karena kemarahan beliau), kemudian beliau bersabda : “Kasihanilah dirimu, tahukah kalian siapa Allah itu ? sungguh kedudukan Allah Subhanahu wata’ala itu jauh lebih Agung dari pada yang demikian itu, sesungguhnya tidak dibenarkan Allah dijadikan sebagai perantara kepada siapapun dari makhlukNya.” (Hadits Riwayat Abu Daud).

Kesimpulan :

Dalam potongan lirik itu mengandung semua hal yang saya kutip di atas..

1. Kehati-hatian dalam bersumpah

seperti banyak orang di masa sekarang yang dengan mudahnya bersumpah, baik itu atas nama ALLOH maupun atas nama makhluq yang sebenarnya bersumpah atas nama makhluq itu dilarang..

واحفظوا أيمانكم

Dan jagalah sumpahmu …” (QS. Al Maidah, 89).

2. Larangan menjadikan ALLOH sebagai perantara kepada makhluqNYA
yaa.. menurut pandangan saya lirik tersebut jelas memiliki sangkut-paut atau hubungan dengan poin ini..
Karena,mengapa meminta ampunan kepada ALLOH harus menggunakan sumpah dan sumpahnya itu
atas nama cinta ALLOH kepada RosulNYA.????

Semoga dari tulisan yang sederhana -dan hampir sebagian besarnya hasil kutipan langsung tanpa edit-an dari buku yang saya baca- ini dapat bermanfaat..
Karena ini masalah yang sangat besar..
Masalah ‘Aqidah..

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ‘Laa Ilaaha Illallah’dan cabang paling rendah adalah menyingkirkan kotoran dari jalan.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNYA, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNYA, dan kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh daripadaNya, dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Neraka pun benar adanya maka Allah pasti memasukkannya ke dalam Surga, apapun amal yang diperbuatnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Hai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.”
(HR. At-Tirmidzi dan Adh-Dhayya’, hadits hasan)

“Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, niscaya akan masuk Surga. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah, niscaya akan masuk Neraka.”
(HR. Muslim)

Semoga bermanfaat..

‘afwan karena tulisan ini sebagian besar kutipan langsung dari buku (
e-book)

Yang mau share,dipersilahkan..

Tafadhdhol..

Rama Rizana

Di lantai dasar asrama UMY, Kasihan, Bantul, 05 Dzulqo’idah 1431 H


Sumber :



1. Al-Firqotun Najiyah karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
2. Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin ABdul Wahhab



NB :
ini baru masalah isi lirik lagunya lho.. belum lagi mengenai yang membuat dan menyanyikannya..
‘afwan kalau pemilihan kata saya membuat antum bingung..

Categories: 'Aqidah, Belajar Ilmu Agama, Sharing | Tags: , , , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “Ada yang janggal di lagu yang sangat familiar ketika bulan Ramadhan 1431 H itu..

  1. Jadi semakin bingung lah…

  2. masih belum ngerti maksudnya🙂

  3. @Pak Bambang & Mbak Mona :
    kalau bingung coba baca kesimpulannya saja,,

    intinya :

    1. Potongan lirik itu menggambarkan kalau "boleh" meminta ampunan ALLOH dengan perantaraan yang lain.. Dalam lirik itu yang jadi perantaraan adalah cinta ALLOH kepada Rosululloh Shollalallohu ‘alaihi wasallaam2. Kata "demi" yang merupakan kata pembuka lirik menyiratkan sebuah sumpah..

  4. ramarizana said: yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.

    kalimat inilah yang bermasalah pada shalawat Nariyah, karena menyatakan bahwa Nabi Muhammad bisa mengurai masalah, memenuhi kebutuhan dan lain-lain

    kalau untuk kalimat lagu yang dimaksud: Demi cintamu ya Alloh pada Muhammad nabiMU, ampunilah dosaku, wujudkan harapanku..

    secara implisit terkandung arti seperti ini kurang lebih: Demi cintaMu ya Allah pada Muhammad =
    Karena cintaMu kepada Muhammad =
    Karena Muhammad yang Kau cintai, maka….ampunilah dosaku, wujudkan harapanku..

    kalau benar apa yang saya artikan itu, maka hukumnya tidak boleh, memang kita sering mendengar adanya konsep Nur Muhammad, yang dilandasi oleh hadits-hadits palsu semacam ini;

    "Artinya : Kalau tidak karena engkau, maka bintang-bintang itu tidak diciptakan". [Shan’ani berkata bahwa hadits ini PALSU dan disepakati Imam Syaukani dalam kitab Fawaid Al-Majmu’ah hl. 116]

    Akan tetapi, hadits2 tentang Nur Muhammad adalah palsu.

    Dan memang benar pula, bahwa Nabi Muhammad adalah penghulu sekalian Nabi dan Rasul, namun tidak berarti kemudian meninggikan kedudukan beliau, lebih tinggi dari yang seharusnya, bahkan sampai kepada derajat ketuhanan. Ini jelas, tidak dibolehkan. Wallahu a’lam

  5. ramarizana said: yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.

    jfs Rama ^^
    ini lagu yang saya jadikan i-ring*gak ada yang nanya* :p

  6. ramarizana said: yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.

    i know now

  7. ramarizana said: 1. Potongan lirik itu menggambarkan kalau "boleh" meminta ampunan ALLOH dengan perantaraan yang lain.. Dalam lirik itu yang jadi perantaraan adalah cinta ALLOH kepada Rosululloh Shollalallohu ‘alaihi wasallaam2. Kata "demi" yang merupakan kata pembuka lirik menyiratkan sebuah sumpah..

    sipp

  8. ramarizana said: 1. Potongan lirik itu menggambarkan kalau "boleh" meminta ampunan ALLOH dengan perantaraan yang lain.. Dalam lirik itu yang jadi perantaraan adalah cinta ALLOH kepada Rosululloh Shollalallohu ‘alaihi wasallaam2. Kata "demi" yang merupakan kata pembuka lirik menyiratkan sebuah sumpah..

    udah ngerti maksudnya…😛

    /padahal ndak baca isinya kecuali poinpoin dan referensi bukunya/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: