Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 1 dari 2)

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tak terasa sudah genap 4 semester saya kuliah di Jurusan Teknik Sipil ini.. Jurusan yang sebenarnya nyaris tidak pernah hadir di benak pikiran saya semenjak kecil.. Yang sering atau bahkan selalu hadir di pikiran saya ketika kecil,antara lain jurusan Pendidikan Dokter/Kedokteran Umum, Hubungan Internasional, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan dan Psikologi.. Tidak ada terbersit untuk memasuki jurusan ini.. Karena kedua orangtuaku sudah merencanakan jurusan apa saja untuk anak-anak mereka.. Perencanaan ini (seingatku) dilakukan ketika adekku yang paling kecil masih bayi/BaTiTa (??).. Saya selaku anak pertama diharapkan bisa memasuki jurusan Kedokteran Umum,sedangkan adek saya diharapkan bisa meneruskan perjuangan Papa di bidang Teknik Sipil..

Perencanaan ini tentu tidak bisa sembarangan dan asal buat.. Ya,karena saya anak pertama dan juga (Alhamdulillah) saya memiliki kemampuan menangkap dan mengerti semua pelajaran eksak dengan baik,maka saya yang diharapkan kelak menjadi dokter.. Sedangkan adek saya yang laki-laki (anak nomor dua) diharapkan bisa masuk jurusan Teknik Sipil karena kemampuan Matematis (Matematika) nya sangat tinggi,bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan kemampuan pelajaran yang lain.. Ini bisa terlihat di nilai rapor dan ujiannya semenjak SD di mana nilai Matematika nya selalu lebih tinggi dibandingkan pelajaran lain semisal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris..

Seiring berjalannya waktu tibalah saatnya saya akan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).. Yang saya lakukan di tengah-tengah menunggu waktu Ujian Nasional (UN) dan kelulusan adalah mendaftar di perguruan tinggi.. Dan jurusan yang saya minati tentu saja Kedokteran Umum di Universitas Gadjah Mada.. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan jurusan ini dan kampus ini ,karena pada hari terakhir tahun 2007 hingga minggu pertama tahun 2008 saya dan Umi saya pergi ke Jogjakarta dan di sana kami menginap di rumah Dosen Umi saya ketika dahulu beliau kuliah S2 juga di UGM.. Dan ternyata dosen Umi saya itu adalah guru besar Fakultas Kedokteran (FK) sekaligus mantan dekan FK UGM selama 2 periode pada tahun 1980an-1990an.. Kalau MPers adalah mahasiswa/alumni FK UGM pasti tau beliau.. Beliau adalah Prof. Radjiman..

Kami tiba di rumah beliau sekitar shubuh dan sekitar jam 10 pagi setelah mandi dan sarapan saya duduk2 di kamar (lupa lagi ngapain) dan tiba2 (Prof. Radjiman) masuk dan beliau memberikan saya beberapa buku,tentang dunia Kedokteran.. yaaa..tentang jurusan yang sangat ingin kumasuki.. dan beliau juga menyarankanku untuk masuk ke kelas Internasional “saja”..dan (mungkin kebiasaanku) saya mengiya2kan saja.. Insya ALLOH,Pak.. hohohohoho..

keesokan harinya kami ke kampus FK..

singkat kata semenjak kunjunganku ke UGM,khususnya kampus FK nya cintaku pada Jogja,UGM dan FK mulai tumbuh dan bersemi..

dan ketika pendaftaran Penelusuran Bakat Swadana (PBS UGM) dengan mantapnya saya memilih jurusan Pendidikan Dokter sebagai pilihan pertama.. dan pilihan kedua adalah Psikologi.. *yang pilihan kedua itu gak tau kenapa pengen milih itu aja..

setelah mendaftar secara online, maka print-out pendaftaran itu kukumpulkan beserta persyaratan pendaftaran lainnya ke guru Bimbingan Konseling (BK). dan di tengah perjalanan saya lupa kalau guru BK saya pernah berujar,”Ibu yakin kalian pasti lulus PBS UGM,asalkan kalian tidak mendaftar di Jurusan Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi”.. MJJ,Mak jleb-jleb.. hayhayhay..

ya sudahlah saya pasrah saja.. saya benar2 pasrah tidak berusaha apa2,mungkin karena kecintaan saya sudah mengakar.. dan malahan saya memberi saran kepada salah seorang teman yang juga mendaftar di Kedokteran Umum (KU) agar mengganti pilihannya.. yang saya lakukan ini bukan untuk mengurangi saingan,tapi karena sepengamatan saya dia lebih berminat di jurusan lain,yakni Teknik Industri.. saya mengetahui hal ini ketika ada Try-Out yang diadakan UI bekerjasama dengan salah satu lembaga Bimbingan Belajar terkemuka.. saya melihat di daftar pengumuman jurusan yang ia minati adalah Teknik Industri dan Teknik Kimia..

dan ternyata dia mengikuti saran saya..

singkat cerita (woyyy dah panjang tulisanmu,Ram.!!!) 3 dari 10 orang laskar akselerasi angkatan 6 yang mendaftar di UGM diterima di jurusan yang diinginkan.. 1 di Teknik Industri, 1 di Teknik Elektro dan 1 di KU.. dan 1 yang di KU itu tentu saja bukan saya.. saya termasuk dari 7 orang yang tidak ditakdirkan kuliah di FK UGM dan juga 8 dari 10 laskar itu juga mendaftar di FK UGM melengkapi jumlah total 40 siswa/i yang mendaftar di FK UGM yang aduhai itu.. yaa.. hanya 1 orang yang ditakdirkan kuliah di sana mengalahkan 39 orang lainnya yang bercita2 sama..

(dah lama gak nulis serius kayak gini nie.. panjang banget)

dan kemudian ketika jalur lain dibuka,yakni Ujian Masuk/Ujian Tulis dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) saya tetap mendaftar di UGM dan kali ini saya mendaftar di Jurusan Teknik Sipil + Teknik Kimia + Gizi & Kesehatan (ketika UM) dan Teknik Kimia + Teknik Sipil + Akuntansi (SNMPTN)..

—————————————————————————————————————————–

to be continued..

Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Sharing, SMA, Studi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: