Monthly Archives: July 2010

(Kelas Akselerasi) Ram,kamu dulu loncat kelas???

Bismillahirrohmanirrohiim..

Ram,berarti dulu kamu dari kelas 1 langsung ke kelas 3????

Wah hebat dong,kamu bisa loncat kelas..

Gimana sih kelas akselerasi itu???

Pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi tentang apa sebenarnya kelas akselerasi..

Oke..

Continue reading

Categories: Sharing, SMA, Studi | Tags: | 49 Comments

(RePost) PR Kisah Kasih di sekolah (Part SD, subpart kisah kelas 1 SD)..

fuh.. Mbak Rizki hobi ngasih PR..

gak tanggung2 lagi.. tentang kisah sekolah dari SeDe sampai SMA..ok..
Bismillahirrahmanirrahim..

kisah sekolah ana cukup …………. *apa bagus kata2nya, ya..??

ana memulai kisah pencarian ilmu dan jati diri di sebuah taman yang sangat indah..

 

“Taman yg paling indah hanya taman kami.. ………………………”
yakni di TK Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (TK YLPI) yg berlokasi tak jauh dari rumah ana.. tinggal jalan kaki beberapa menit saja.. *wah keren.. -> gubrak.. gajebo mode : on..
ana memulai permainan dan pembelajaran di TK ketika berusia 4 tahun ntah berapa bulan dan ntah berapa hari..

setelah kurang lebih berkelana bermain dengan teman2 yang jauh kalah imutnya dibanding ana, akhirnya ana memutuskan untuk melanjutkan penggembaraan pencarian ilmu ke Sekolah Dasar (SD)..

usia ana ketika itu baru 5 tahun lebih..
namun, karena kegigihan ana dan semangat ana untuk sekolah teramat sangat tinggi banget , ana akhirnya didaftarkan di SD yg juga tak jauh dari rumah, tapi agak jauh dikit lah.. yakni SDN 004 Kelurahan Bandar, Kecamatan Senapelan..

awalnya orang tua ana, khususnya umi ana agak melarang.. *eh bukan melarang, apa ya bagus kata2nya.. ahhhhhhh.. skip.. awalnya orang tua ana menyarankan sebaiknya bermain sambil belajar lebih banyak di TK, karena umur ana masih sangat muda..
dan juga pada waktu itu, usia yg minimal yg diperbolehkan masuk SD adalah 6 tahun, akhirnya ana dites oleh guru disana..
tesnya, tes berhitung dan tes membaca..

Alhamdulillah ana keterima..
ana masuk SD pada usia 5 tahun lebih 19 hari..

di kelas satu, ana ditempatkan di kelas 1B.. kelas 1 ketika itu ada dua kelas, kelas A dan kelas B.. ana duduk bertiga dengan Ramadhan dan satu lagi teman ana, wah lupa ana siapa ya namanya..? inisial depannya A..

ana lupa maklum soalnya mereka berdua hanya satu tahun di sana..

oke lanjut..
pada kelas satu itu, hal yg paling seru adalah, ejek2an antara kelas A dan kelas B.. maklum anak kecil..
beberapa ejekan nya, antara lain..
Anak kelas A : kelas A, kelas B, kelas B bele-bele.. *(bele-bele artinya bodoh, tapi digunakan untuk ejek2an..)
Anak kelas B : kelas A, kelas B, kelas A apa tu..???? huuuu..

begitulah beberapa kutipan ejekan yg masih sangat amat melekat di otak ana..

selain pembelajaran awal dan pembentukan dasar pemikiran siswa berada di kelas satu, kelas satu juga adalah awal dari kegiatan yg rutin dilaksanakan setiap tahun.. yakni IMUNISASI..

jiaaaah..
yap.. kalau dulu anak kecil kan pada takut dengan jarum suntik.. apalagi baru pertama disuntik sejak awal kesadarannya terbentuk waktu SD.. soalnya waktu balita kan gak terlalu ingat gimana rasanya, taunya kan cuma nangis..

sebagian besar pada heboh takut disuntik..
tapi, ana mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saja pada waktu itu sambil ditemani saudara yg ana lupa siapa persisnya..

*mungkin segitu dulu kisah sekolah ana di kelas 1..
semoga Insya Allah, ana bisa melanjutkan kisah selanjutnya.. **********************************************************************edited
pasti ditunggu-tunggu ni..

o ya, maaf sebelumnya kalau ada beberapa kata yg agak susah dimengerti, maklum ana agak jarang menulis, bisanya cuma berkhayal menulis.. he..5x..

da..

to be continued..

 
 
Oh ya,dikarenakan di MPers sudah sangat lama tidak ada timpuk menimpuk PR,maka mulai hari ini saya memulai acara penimpukan.. Jadi,yang baca nie tulisan harus nulis hal yang sama.. Oke.??
awas yaaa kalau kabur..

 

Categories: About Me, Sebuah Cerita | Tags: , , | 28 Comments

“Duhai Ukhti,…. Duhai Istri Sholehah,… Aku Ingin Sepertimu…”

copas
sumber: siti fauziah fauzi…

Kisah ini nyata adanya…
Sengaja aku tulis agar kita semua khususnya aku pribadi dapat mengambil satu pelajaran yang sangat berharga. InsyaALLAH.

——
———————————————————-

“Klik”…. HP berdering 1 kali tanda ada sms masuk.. Waktu itu jam menunjukkan pukul 18.30 WIB.
Segera kubuka, ternyata dari pujaan hati…

“Sudah tidur, say?” Tanya suamiku.
“Belum, tapi Dedek sudah tidur”
“Jadi meeting ta?? Kalau ndak jadi meeting, mau dibuatkan apa??” Biasanya, suami sms 30 menit sebelum nyampe rumah kalau ingin dibuatkan sesuatu…
“Iya jadi, tp pengennya Asyam pulang dulu, nanti jam 8 berangkat lagi”
“Kalau tidak merepotkan, tolong buatkan susu campur kopi sedikit, gulanya satu setengah sendok”
“Ok” jawabku singkat.

Segera kuletakkan HP, lalu aku langsung merapikan meja, dan segera ku hidangkan soto ayam yang tinggal sedikit beserta tahu dan tempe. Tak lupa ku dinginkan nasi di piring lengkap dengan kopi susu kesukaannya.

20 menit kemudian, suara kendaraan terdengar berhenti di depan rumah. Segera kusambut dan suami langsung menuju meja makan menyeruput minuman yang sudah kusiapkan di meja…

“Alhamdulillah…” gumamnya.

“Asyam sholat Isya’ dulu ya…”

Continue reading

Categories: Nasehat, Salinan | Tags: | Leave a comment

Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 2 dari 2)

dan semuanya berujung pada cinta saya pada UGM bertepuk sebelah tangan..

————————————————————————————————————————

di sela2 kunjungan saya kedua dan ketiga pada bulan Maret/April 2008 (saya bolak balik ke Jogja sekitar 4 kali untuk ngurusin kuliah) saya juga mendaftar di kampus yang kemudian menjadi almamater saya sampai sekarang..

saya mendaftar di kampus ini melalui dua jalur,yakni Computer Based Test (CBT) dan Penerimaan Bakat Unggul Persyarikatan (PBUP)..

ketika di CBT saya mengisi KU sebagai pilihan pertama.. nah,di form pendaftaran disediakan dua pilihan tuh,saya sempat menuliskan Jurusan Hubungan Internasional (HI),namun petugas registrasinya bilang harus sama2 IPA atau sama2 IPS..

ya sudahlah,saya kembali membaca dengan seteliti-telitinya jurusan Eksak yang ada di kampus ini.. ada jurusan Teknik Elektro,wah saya tidak hobi main dengan listrik2an,ntar kesentrum (alasan yang aneh), ada jurusan Kedokteran Gigi,wah cuma belajar ngurusin gigi doang gak asyik ah (no offense for Dentistry students),trus ada Agroteknologi dan Agribisnis yang keduanya dalah di Fakultas Pertanian,prospek Pertanian di provinsi saya tidak begitu besar.. dan ada satu nama Teknik Sipil.. dan tentu saja satu2nya jurusan yang saya mungkinkan adalah ya ini,karena jurusan eksak lainnya tidak begitu menarik bagi saya.. hingga akhirnya setelah 1 jam,diumumkan nilai tes saya tidak mencukupi untuk masuk KU,tapi sangat mencukupi untuk masuk Teknik Sipil.. ya sudahlah.. saya pegang berkas penerimaan saya di Sipil sembari menunggu pengumuman PBUP..

Continue reading

Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Sharing, SMA, Studi | 10 Comments

Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 1 dari 2)

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tak terasa sudah genap 4 semester saya kuliah di Jurusan Teknik Sipil ini.. Jurusan yang sebenarnya nyaris tidak pernah hadir di benak pikiran saya semenjak kecil.. Yang sering atau bahkan selalu hadir di pikiran saya ketika kecil,antara lain jurusan Pendidikan Dokter/Kedokteran Umum, Hubungan Internasional, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan dan Psikologi.. Tidak ada terbersit untuk memasuki jurusan ini.. Karena kedua orangtuaku sudah merencanakan jurusan apa saja untuk anak-anak mereka.. Perencanaan ini (seingatku) dilakukan ketika adekku yang paling kecil masih bayi/BaTiTa (??).. Saya selaku anak pertama diharapkan bisa memasuki jurusan Kedokteran Umum,sedangkan adek saya diharapkan bisa meneruskan perjuangan Papa di bidang Teknik Sipil..

Continue reading

Categories: Journey, Sarjana, Sebuah Cerita, Sharing, SMA, Studi | Leave a comment

Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 2 dari 2)

lanjutan tulisanini..

dan semuanya berujung pada cinta saya pada UGM bertepuk sebelah tangan..

————————————————————————————————————————

di sela2 kunjungan saya kedua dan ketiga pada bulan Maret/April 2008 (saya bolak balik ke Jogja sekitar 4 kali untuk ngurusin kuliah) saya juga mendaftar di kampus yang kemudian menjadi almamater saya sampai sekarang..

saya mendaftar di kampus ini melalui dua jalur,yakni Computer Based Test (CBT) dan Penerimaan Bakat Unggul Persyarikatan (PBUP)..

ketika di CBT saya mengisi KU sebagai pilihan pertama.. nah,di form pendaftaran disediakan dua pilihan tuh,saya sempat menuliskan Jurusan Hubungan Internasional (HI),namun petugas registrasinya bilang harus sama2 IPA atau sama2 IPS..

ya sudahlah,saya kembali membaca dengan seteliti-telitinya jurusan Eksak yang ada di kampus ini.. ada jurusan Teknik Elektro,wah saya tidak hobi main dengan listrik2an,ntar kesentrum (alasan yang aneh), ada jurusan Kedokteran Gigi,wah cuma belajar ngurusin gigi doang gak asyik ah (no offense for Dentistry students),trus ada Agroteknologi dan Agribisnis yang keduanya dalah di Fakultas Pertanian,prospek Pertanian di provinsi saya tidak begitu besar.. dan ada satu nama Teknik Sipil.. dan tentu saja satu2nya jurusan yang saya mungkinkan adalah ya ini,karena jurusan eksak lainnya tidak begitu menarik bagi saya.. hingga akhirnya setelah 1 jam,diumumkan nilai tes saya tidak mencukupi untuk masuk KU,tapi sangat mencukupi untuk masuk Teknik Sipil.. ya sudahlah.. saya pegang berkas penerimaan saya di Sipil sembari menunggu pengumuman PBUP..

awalnya saya mendaftar PBUP di jurusan KU berdasarkan rekomendasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau.. namun ternyata KU tidak termasuk ke dalam jurusan yang ada di jalur PBUP.. dan akhirnya saya memilih jurusan HI kelas Internasional (IC) dan Alhamdulillah saya keterima dan peringkat empat.. dan itu berarti saya harus memutuskan memilih yang mana,karena memang harus ada yang dipilih..

konsultasi sana sini,tanya pendapat banyak orang dan tentu saja yang paling penting adalah pendapat kedua orangtua.. Papa saya mengatakan bahwa beliau menyerahkan pilihan kepada saya,tapi kalau boleh menyarankan lebih baik ambil Teknik Sipil,karena bisa kerja dan membantu beliau di kemudian hari.. Sedangkan Umi saya mengatakan bahwa lebih baik ambil jurusan yang bisa kerja mandiri,tidak bergantung pada orang lain.. lebih baik ambil jurusan Eksak saja..

dan saya akhirnya memutuskan memilih Jurusan Teknik Sipil yang sama sekali tidak pernah terbersit di pikiran ini mengingat bahwa kalau mengambil Jurusan eksak dan ingin terlibat di bidang sosial nanti juga bisa.. tapi kalau jurusan sosial ingin terlibat di bidang eksak,agak susah..

Bismillahirrohmanirrohiim saya mendaftar di jurusan Teknik Sipil dan menjadikan itu pilihan terakhir jikalau di UGM tidak diterima..

lho gak nyoba di kota lain aja,Ram.? Di UI atau ITB mungkin..

gak tau kenapa saya tidak minat kuliah di kota lain,selain Jogja.. ya mungkin karena cintaku sudah terpaut dan terpatri di sana.. padahal bisa saja sebenarnya dan cukup besar peluang saya keterima di UI dan ITB.. namun memang saya gak minat di kota lain,keputusan ini diperkuat ketika kesempatan saya untuk memasuki UI melalui jalur PBUD diambil oleh teman satu kelas saya yang akhirnya keterima di sana,karena satu kelas diberikan jatah satu orang.. dan yang lebih parah lagi saya mendaftar SNMPTN di UGM yang pada tahun itu hanya menerima maksimal 15 orang per jurusan lewat jalur SNMPTN.. tapi karena cintaku sudah terlanjur kusemai di Kota Pelajar ini,tindakan nekad mendaftar di UGM jalur SNMPTN kutempuh jua..

 

dan akhirnya saya ditakdirkan untuk kuliah di Teknik Sipil kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dikarenakan saya tidak lulus jalur SNMPTN UGM..

 

 

Bantul, 02 Sya�ban 1431 H

tulisan mengenang perjalanan awal perkuliahanku di sini hingga semester 4..

 

kemungkinan posting selanjutnya mengenai :

1. Hikmah dan Pelajaran yang kuterima di kampus ini

2. Be Researcher or What.??

Categories: Sarjana, Sebuah Cerita, Studi | Tags: , , , , , | 14 Comments

Antara Salam, Ucapan Selamat Ulang Tahun dan Do’a

Bismillahirrohmanirrohiim..

Ucapan salam

Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan, pent.) serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 6236 dan Muslim no. 159)*

Pada kesempatan lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 192)

Dalam dua hadits di atas terdapat hasungan yang besar untuk menyebarkan salam kepada kaum muslimin seluruhnya, yang dikenal ataupun yang tidak. Dan salam merupakan syiar kaum muslimin yang membedakan mereka dengan non muslim. Salam merupakan sebab awal tumbuhnya kedekatan hati dan kunci yang mengundang rasa cinta. Dengan menyebarkannya berarti menumbuhkan kedekatan hati di antara kaum muslimin, selain untuk menampakkan syiar mereka yang berbeda dengan orang-orang selain mereka. (Al-Minhaj 2/224, 225, Syarhu Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu, 3/6)

Continue reading

Categories: Belajar Ilmu Agama, Goresan Karyaku, Muamalah, Nasehat, Sharing | Tags: , , , , | 5 Comments

(Cerita Muktamar) Dek,Riau itu di Provinsi mana yaaaa.???

Bismillahirrohmanirrohiim..
Setelah bertugas di KKN kemarin ba’da ‘Ashar,sukses tepar seharian.. Cuma bergerak untuk sholat.. Makan pun cuma sekali jam 00.00.. Benar2 tidak berdaya..
Alhamdulillah sekarang sudah mendingan dan bisa kembali beraktivitas..
Jam 10 kurang bersiap2 karena jam 10 ada briefing untuk peliputan di acara Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).. Mandi,beres2 dan mengerjakan ibadah sunnah yang bisa kuandalkan..

Sempetin nge-laundry bentar.. Setelah itu jalan ke kampus.. Waduh,gak tahan liat macetnya jalan sekitar asrama dan kampus.. Benar2 padat..

Menyusuri lapangan parkir utara,lewat ke kampus utara (Teknik,Kedokteran,FAI,Pertanian),melewati Mesjid Kampus dan kemudian di Fakultas Ekonomi.. Sampai di FE tiba2 dicegat seorang bapak..
Dia bilang dengan logat khas

Indonesia

bagian Tengah/Timur..
Bapak (BP) :
Adek panitia Muktamar kah.?? Bisa minta tolong sebentar.?? Ngerti cara menghidupkan Flash internet.??

(masih bengong) RR :
“Oh iya,Pak.. Insya ALLOH bisa..”

*berjalan ke lantai 1..

*tiba di ruangan pemondokan beliau.. dan ternyata terkunci*
BP :
wah,terkunci dek.. tunggu sebentar saja,mungkin teman saya lagi di kamar mandi.. dia membawa kunci nya..

RR : “oh iya,pak.. tidak apa2..

*duduk di bangku yang ada di depan ruangan..

SMS koordinator,”Mbak,izin telat

Tiba2 bapak bertanya..
BP : “Namanya siapa,dek.??

(sambil menunjukkan ID Card) BP : “Rama,Pak..

BP : “Asalnya mana.??
RR : “Riau,Pak..
BP : “Riau itu di mana, ya.?? Sumatera bagian mana.???
RR : “Ya di Sumatera,Pak..
BP : “Oooo.. Riau itu di Provinsi apa,yaa.??
RR : ” Ya,Riau itu nama provinsi,Pak..
BP : “Beda dengan Riau Kepulauan.??
RR : (menghela nafas) “Iya,Pak, beda.. saya di Riau Daratan
BP : “ooo.. Riau Kepulauan itu yang di dekat Singgapur

kan.

??”
RR : “iya,Pak..

…………………………………………………….
*masih ada kelanjutannya masih seputar Riau dan juga seputar kampusku.. males dilanjutin..*

baru pertama kali lho ada orang yang ditanyain seperti itu..

untung saja baru selesai sakit,jadi tidak ada kemampuan menggetok kepala bapaknya.. he8x..

Markas Tim Jurnal Muktamar, 18 Rajab 1431 H..
Di sela-sela waktu menunggu peliputan..

**Bapak nya berasal dari provinsi di Indonesia bagian Tengah..

Categories: Ada-Ada Saja, Sebuah Cerita | Tags: , , , | 28 Comments

Blog at WordPress.com.