Tulisan Essay Saya

Bismillahirrohmanirrohiim..

Berikut ini adalah tulisan Essay yang saya kirimkan dalam rangka mengikuti lomba MITI Award 2010 seleksi tahap II wilayah Jawa Tengah-DIY (JaDIY).. Alhamdulillah saya lolos ke 5 besar seleksi tahap III.. Insya ALLOH hari Ahad seleksi tahap III nya.. *updated
Perjalanan kepenulisannya bisa dilihat di
sini..

 

Tema :

MAHASISWA DAN PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA INDONESIA

Judul :

“KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI ASET PEMBANGUNAN DAYA SAING BANGSA”

oleh :
Rama Rizana
(Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik 2008,

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-UMY)
——————————————————————————————

A. Selintas Peran Mahasiswa Masa Dahulu dan Masa Kini

     1. Peran Mahasiswa Dahulu

a.Masa Sebelum Kemerdekaan

Mahasiswa pada masa ini merupakan salah satu ujung tombak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Di saat itu mereka berperan untuk melawan para penjajah di bidang pemikiran dan negosiasi, karena perlawanan menghadapi para penjajah ditempuh dengan dua jalan, yakni pertarungan fisik dan non-fisik (pemikiran).
Sebut saja nama Ir. Soekarno dan M. Hatta yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, di tengah keterbatasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Mereka menggunakan kesempatan belajar tersebut sebagai bekal untuk menghadapi perlawanan penjajah secara non-fisik.

b.Masa Setelah Kemerdekaan

Sukses meraih kemerdekaan bukan berarti perjuangan bangsa Indonesia berhenti. Mereka masih harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh.

Peran mahasiswa pada masa ini adalah sebagai perancang strategi pemikiran untuk menghadapi para penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang diperoleh.

Setelah kemerdekaan berhasil dipertahankan, peran mahasiswa berganti dari ujung tombak perlawanan penjajah secara non-fisik ke pengatur strategi pembangunan bangsa. Mulai dari membuat perangkat-perangkat penting kenegaraan hingga kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk membangun bangsa yang baru beberapa tahun mendapatkan kemerdekaan.

 

2.Peran Mahasiswa Kini

Dibandingkan dengan peran mahasiswa pada masa dahulu yang telah digambarkan singkat di atas, kembali terjadi perubahan peran. Ini tak lepas dari perbedaan kondisi yang terjadi di masa dahulu dan masa kini. Jika pada masa dahulu peran mahasiswa adalah sebagai motor penggerak pembangunan sebuah bangsa yang baru beberapa tahun merdeka, maka sekarang peran itu berganti menjadi salah satu pelaku pembangunan bangsa. Peran ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai masyarakat biasa atau objek pembangunan bangsa, namun juga turut terlibat aktif sebagai pelaku (subjek) pembangunan bangsa.

Mahasiswa pada masa kini memerankan peran yang sama pentingnya dengan peran mahasiswa pada masa dahulu. Namun karena kondisi yang sangat jauh berbeda, maka kualitas dan kontribusi mahasiswa dalam rangka pembangunan tersebut harus senantiasa ditingkatkan.

 

B.Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui salah satu organisasi nya United Nation Development Program (UNDP) memiliki agenda kegiatan untuk mengetahui keadaan suatu bangsa, khususnya dalam aspek pembangunan, yakni Human Development Report.
Setidaknya ada 7 hal yang menjadi tolok ukur perhitungan UNDP untuk mengetahui pengklasifikasian negara-negara yang menjadi anggota PBB. Ketujuh hal tersebut adalah Kehidupan Sosial (Social Progress), Perekonomian (Economics), Efisiensi (Efficiency), Keadilan (Equity), Partisipasi dan Kebebasan (Participation and Freedom), Ketahanan Negara (Sustainability) dan Keamanan (Human Security). Adapun ketujuh hal tersebut dijabarkan ke dalam 14 indikator penilaian tersebut. Keempat belas indikator tersebut adalah Human MovementInternational Emigrants by Area of ResidenceEducation and Employment of International Migrants in OECD (aged 15 years and above)Conflict and Insecurity Induced Movement, International Financial Flows, Selected Human Rights and Migration Related Conventions (by year of ratification), Human Development Index Trends, Human Development Index (and Its Components), Human and Income Poverty, Gender-Related Develpoment Index (and Its Components), Gender Empowement Measure (and Its Components), Demographic Trends, Economy and Inequality, Health and Education.

Dari tolok ukur tesebut, Indonesia menduduki peringkat 111 dari 182 negara yang dinilai oleh UNDP pada tahun 2009 dan termasuk kategori Medium Human Development.

Hal tersebut berarti Indonesia masih dalam kategori negara berkembang dan masih tertinggal di negara tetangga (ASEAN), yakni Singapura (posisi 23), Brunei Darussalam (30), Malaysia (66), Thailand (87) dan Filipina (105).

 

C.Kemiskinan, Salah Satu Permasalahan Bangsa

Pada masa kini, di saat pembangunan bangsa terus dilakukan ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang cukup mendasar adalah masalah kemiskinan.

Jumlah rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan menurut data BPS pada Maret 2009 adalah sebanyak 32.530.000 jiwa dengan 11.910.500 jiwa tinggal di kota dan 20.619.400 jiwa tinggal di desa. Ini berarti persentase jumlah rakyat miskin di negeri ini adalah kurang lebih 14% dari total penduduk Indonesia yang terakhir dicatat sejumlah 230 juta jiwa.

Masalah ini erat kaitannya dengan banyaknya pengangguran. Data BPS pada Februari 2009 mencatat sebanyak 9.258.964 orang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Dan dari jumlah itu 12% atau 1.113.020 orang merupakan Diploma dan Sarjana,yang kemudian disebutkan sebagai kalangan intelektual.

Data tersebut mencerminkan masih banyaknya rakyat Indonesia yang merupakan kalangan intelektual adalah pengangguran. Ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan data pertama, yakni jumlah penduduk miskin di negeri ini.

Kedua masalah tersebut, lebih khusus lagi masalah banyaknya pengangguran di negeri ini adalah dari kalangan intelektual mencerminkan masih banyaknya dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kualitas dari mereka merupakan salah satu faktor penyebab masalah itu bisa terjadi, di samping lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pencari kerja atau job hunter yang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan memiliki dampak yang cukup atau bahkan sangat besar terhadap pembangunan bangsa.

 

D.Solusi Permasalahan : Kreativitas dan Kemandirian

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini, sebagai contoh masalah kemiskinan harus segera diselesaikan. Karena jika tidak segera diselesaikan, maka bisa berdampak kepada pembangunan bangsa dan ketahanan negara kita untuk menghadapi era globalisasi yang sudah semakin dekat.

Secara garis besar ada dua macam solusi yang kemudian akan dijelaskan kemudian, yakni Solusi Umum (Pendidikan), dan Solusi Khusus.

Pertama, Solusi Umum (Pendidikan)

Pendidikan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena aspek ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek lain dalam hal pembangunan sebuah bangsa. Karena dari aspek pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan memiliki daya saing atau ketahanan dalam persaingan, era globalisasi yang sudah semakin dekat.

  1. Sistem pendidikan di Indonesia sebaiknya lebih diarahkan sejak dini. Sebagai perbandingan, negara maju seperti Amerika Serikat (USA) dan Inggris (UK), dimana sistem pendidikan mereka sudah dibuat dan diarahkan bagaimana agar generasi penerus bangsa mereka memiliki kompetensi yang bagus dan dapat bersaing, terkhusus untuk menghadapi era globalisasi.
    Sejak bangku sekolah dasar, siswa-siswa diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Tidak seperti dengan negara kita yang memiliki sistem pendidikan yang mengharuskan siswa-siswa untuk menguasai belasan pelajaran dan ini diterapkan sampai jenjang sekolah menengah.

Sistem pendidikan kita “memaksa” siswa untuk menguasai semua pelajaran atau bidang studi. Sistem ini dirasa kurang dapat menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi cukup untuk menghadapi persaingan era globalisasi. Karena pada hakikatnya setiap orang memiliki kemampuan dasar yang berbeda-beda antara satu sama lain, dan memiliki kecenderungan tidak merata untuk semua jenis kemampuan, seperti kemampuan di bidang eksakta dan bidang sosial.

Sistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa diterapkan sejak dini (Sekolah Dasar) agar generasi muda bisa mengetahui sejak dini bakat dan kemampuannya, serta dapat mencetak generasi muda yang dapat bersaing di masa depan.

  1. Adanya kurikulum kewirausahaan atau pelajaran kemandirian lainnya semenjak sekolah dasar. Ini berguna untuk melatih dan membiasakan generasi muda untuk berwirausaha dan mandiri sejak dini. Selain itu juga hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda.

Sudah mulai banyak sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang mengarahkan siswa-siswanya untuk bisa mandiri sejak kecil. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dan melihat data jumlah pengangguran di negeri ini cukup banyak, dikarenakan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pekerjaan yang ada. Ini juga bisa diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di negeri ini yang berakar salah satunya dari masalah kemiskinan tersebut.

 

 

Kedua, Solusi Khusus

Selain solusi umum yang berkenaan dengan sistem pendidikan di negara kita yang perlu dicermati kembali dan ditingkatkan, kepribadian masing-masing individu juga menjadi indikator penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Maksudnya adalah bagaimana tiap individu, terkhusus para mahasiswa memiliki kesadaran. Kesadaran dalam banyak hal. Di antaranya :

  1. Kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran sangat penting untuk membangun dan memajukan bangsa ini.
  2. Kesadaran bahwa kualitas individu adalah hal yang sangat penting, apalagi perkembangan dunia dari masa ke masa yang semakin pesat dan era globalisasi yang semakin dekat, yang �memaksa� tiap individu harus meningkatkan kualitas diri.
    Sebagai analogi, masyarakat pada masa dahulu sekitar 20 tahun yang lalu, yang lulus menjadi sarjana akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat lain yang hanya bersekolah sampai di bangku sekolah menengah.

Analogi lain, sekitar 10 tahun yang lalu, memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah nilai tambah seorang pelamar pekerjaan. Mereka akan mendapatkan keistimewaan dalam pekerjaannya kelak. Namun sekarang memiliki kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat minimal yang harus dimiliki seseorang yang ingin melamar pekerjaan. Harus ada kelebihan lain yang dimiliki jika ingin bersaing di masa sekarang. Misalnya, kemampuan bahasa asing lainnya, kemampuan operasional komputer,dsb.

 

E.Kesimpulan
Ada berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita,bangsa Indonesia, khususnya dalam rangka pembangunan nasional dan menghadapi era globalisasi. Salah satu masalah tersebut adalah masalah kemiskinan yang memiliki keterkaitan dengan masalah lain yang dihadapi bangsa ini. Banyaknya pengangguran yang ada di negeri ini adalah salah satu faktor mengapa jumlah penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan cukup tinggi.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tersebut harus segera diselesaikan. Karena jika tidak, hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembangunan bangsa dan kesiapan bangsa menghadapi persaingan atau era globalisasi.

Ada dua jenis solusi yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang cukup mendasar tersebut.

Pertama, Solusi Umum yang berkaitan dengan sistem pendidikan di bangsa ini. Sudah saatnya generasi penerus bangsa diarahkan sejak dini untuk memiliki kompetensi masing-masing, yang kemudian ini menjadi sangat penting untuk menjadikan generasi muda mampu untuk bersaing di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga dimasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan atau jenis kurikulum pendidikan lainnya yang terkait dengan kemandirian. Ini dapat menyelesaikan masalah kurang tersedianya lapangan kerja yang membuat jutaan rakyat di negeri ini menjadi pengangguran dan menjadi berdampak menjadi masalah kemiskinan.

Kedua, Solusi Khusus yang berkaitan dengan kepribadian, khususnya kesadaran tiap-tiap individu, seperti mahasiswa akan perkembangan zaman semakin lama semakin pesat dan menuntut setiap orang memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapinya.

Akhir kata, dengan penjabaran yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas beserta solusi pemecahannya yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi bangsa ini berkaitan dengan pembangunan daya saing bangsa, khususnya dalam menghadapi era globalisasi, diharapkan bisa menjadi alternatif pemecahan dan penyelesaian bangsa ini.

 

————————————————————————————————————

*Tulisan ini mulai dibuat 3 jam sebelum deadline dan dikirim tepat 5 menit sebelum deadline*

 

Categories: Goresan Karyaku, Lomba, Opini, Sarjana, Studi | Tags: , | 63 Comments

Post navigation

63 thoughts on “Tulisan Essay Saya

  1. pertamax ngebaca

  2. alwaysselalu said: pertamax ngebaca

    pasti langsung komen.. >_
    <!–

  3. ramarizana said: pasti langsung komen.. >_
    <!–

    justru aye baca palig pertama ntuh : tulisan ini mulai …..

  4. alwaysselalu said: justru aye baca palig pertama ntuh : tulisan ini mulai …..

    ya sudahlah.. dibaca dulu yaa.!!

  5. alwaysselalu said: justru aye baca palig pertama ntuh : tulisan ini mulai …..

    wkwkwkwkw… aye ga sanggup kalau bikin ntuh 3 jam sebelum deadline..sebentar2 dipaggil kedalam…sebentar2 dipanggil..mana kelar… makalah juga ada nih 5 makul masih lum ngumpulin😀

    dah aye baca sekarang :p

  6. alwaysselalu said: wkwkwkwkw… aye ga sanggup kalau bikin ntuh 3 jam sebelum deadline..sebentar2 dipaggil kedalam…sebentar2 dipanggil..mana kelar… makalah juga ada nih 5 makul masih lum ngumpulin :Ddah aye baca sekarang :p

    any suggestion or comment.??

  7. ramarizana said: any suggestion or comment.??

    saya jadi punya ide untuk makalah salah satu makul saya😀

    makasih broda
    (*tapi saya tidak akan membuat 3 jam sebelumnya… week end ngelembur 5 makalah😀 )

  8. ramarizana said: any suggestion or comment.??

    puanjaaaaannggg

    smoga brazil yak😀

  9. adamdesign said: puanjaaaaanngggsmoga brazil yak😀

    dibaca sampai habis dnk.. itu cuma 7 halaman kq..

  10. alwaysselalu said: saya jadi punya ide untuk makalah salah satu makul saya :Dmakasih broda(*tapi saya tidak akan membuat 3 jam sebelumnya… week end ngelembur 5 makalah😀 )

    makul apakah itu,mas.??
    wah bagian terakhir itu nyindir nie.. he8x..

  11. alwaysselalu said: saya jadi punya ide untuk makalah salah satu makul saya :Dmakasih broda(*tapi saya tidak akan membuat 3 jam sebelumnya… week end ngelembur 5 makalah😀 )

    ya ya ya .. insya Allah ..😀
    tunggu pikiran jernih

  12. alwaysselalu said: saya jadi punya ide untuk makalah salah satu makul saya :Dmakasih broda(*tapi saya tidak akan membuat 3 jam sebelumnya… week end ngelembur 5 makalah😀 )

    Wuih, bagusnya tulisan ini, solutif…

  13. thetrueideas said: Wuih, bagusnya tulisan ini, solutif…

    jazakalloh khoir..
    he8x.. jadi malu..

    ada kritikan,Pak.??

  14. adamdesign said: ya ya ya .. insya Allah .. :Dtunggu pikiran jernih

    jangan lama2,yaa.!!

  15. adamdesign said: ya ya ya .. insya Allah .. :Dtunggu pikiran jernih

    Pinter banget mas bikin karya tulis…
    saya dulu berbakat di bidang ini, hanya saja gak terasah dengan baik ;(

  16. friewan said: Pinter banget mas bikin karya tulis…saya dulu berbakat di bidang ini, hanya saja gak terasah dengan baik ;(

    wah,Mas bikin saya malu nie..
    ini
    the power of kepepet lho..
    he8x..
    Mas OL di YM tak.??

  17. friewan said: Pinter banget mas bikin karya tulis…saya dulu berbakat di bidang ini, hanya saja gak terasah dengan baik ;(

    Subhanallah
    rama, nie hasil nulis tiga jam

    brarti klo Rama persiapkan lebih matang
    hasilnya bs lebih bagus dr ini

    rama makasih ya
    sdh berbagi sekotak ilmu

  18. diaryvyka said: Subhanallahrama, nie hasil nulis tiga jambrarti klo Rama persiapkan lebih matanghasilnya bs lebih bagus dr inirama makasih yasdh berbagi sekotak ilmu

    Alhamdulillah..

    the power of kepepet nie.. he8x..

  19. diaryvyka said: Subhanallahrama, nie hasil nulis tiga jambrarti klo Rama persiapkan lebih matanghasilnya bs lebih bagus dr inirama makasih yasdh berbagi sekotak ilmu

    Daya saing bangsa kan aspekny banyak ram…

  20. akinaspeedstar said: Daya saing bangsa kan aspekny banyak ram…

    emang banyak.. tapi tujuan essay ini kan mencari solusi..

  21. akinaspeedstar said: Daya saing bangsa kan aspekny banyak ram…

    Lho kok malu?
    Iya saya masih OL kok..

  22. akinaspeedstar said: Daya saing bangsa kan aspekny banyak ram…

    wew, keren..,
    saya belum sanggup nulis dengn bahasa tingkat tinggi begini, apalagi dlm wkt 3 jm.

  23. laptopmini said: wew, keren..,saya belum sanggup nulis dengn bahasa tingkat tinggi begini, apalagi dlm wkt 3 jm.

    sebelumnya udah ada outline nya hasil brainstorming dengan dosen..

    memuji nya secara langsung dnk.. ^^

  24. laptopmini said: wew, keren..,saya belum sanggup nulis dengn bahasa tingkat tinggi begini, apalagi dlm wkt 3 jm.

    the power of kepepet. hehehehe,,,,iya c kadang ide justru datang d saat2 terakhir.

    awal baca serasa baca sejarah. but, so far so good
    bagus , ram

    maap ye klo kritikan yg aku sampein kyk kritikan guru bahasa indonesia
    hehehehe
    abisnya suka dsuruh ngoreksi laporan, jadi ya bgini ini
    hehehhe

  25. ajengprimastiwi said: the power of kepepet. hehehehe,,,,iya c kadang ide justru datang d saat2 terakhir. awal baca serasa baca sejarah. but, so far so goodbagus , rammaap ye klo kritikan yg aku sampein kyk kritikan guru bahasa indonesiaheheheheabisnya suka dsuruh ngoreksi laporan, jadi ya bgini inihehehhe

    hohohohoh..
    boten nopo2.. jazakillah khoir.. mohon do’anya untuk tahap selanjutnya

  26. ajengprimastiwi said: the power of kepepet. hehehehe,,,,iya c kadang ide justru datang d saat2 terakhir. awal baca serasa baca sejarah. but, so far so goodbagus , rammaap ye klo kritikan yg aku sampein kyk kritikan guru bahasa indonesiaheheheheabisnya suka dsuruh ngoreksi laporan, jadi ya bgini inihehehhe

    baru baca poin2nya…

    tapi intinya gw suka karena menambahkan solusi2😀

    itu langkah baik buat real act

  27. andreiarshavine said: baru baca poin2nya…tapi intinya gw suka karena menambahkan solusi2 :Ditu langkah baik buat real act

    thanks.. syukron..
    baca semuanya ya,akh..

  28. andreiarshavine said: baru baca poin2nya…tapi intinya gw suka karena menambahkan solusi2 :Ditu langkah baik buat real act

    iya, ini lg baca bertahap

  29. andreiarshavine said: baru baca poin2nya…tapi intinya gw suka karena menambahkan solusi2 :Ditu langkah baik buat real act

    good job ram,,solutif,,mudah2an bisa diterapkan..
    mnrtku bner bgt tuh hrs diksh pljrn kewirausahan sjk dini,,
    sbnrnya para sarjana mah baiknya ga cari krja,,tpi bikin lapangan kerja..
    *cita2ku*

  30. lyakeyen said: good job ram,,solutif,,mudah2an bisa diterapkan..mnrtku bner bgt tuh hrs diksh pljrn kewirausahan sjk dini,,sbnrnya para sarjana mah baiknya ga cari krja,,tpi bikin lapangan kerja..*cita2ku*

    yup..
    udah mulai ada beberapa sekolah yg mulai..
    amiin.. smoga terwujud..
    jazakillah khoir,mbak sudah komen..
    mohon do’anya utk tahap selanjutnya..

  31. lyakeyen said: good job ram,,solutif,,mudah2an bisa diterapkan..mnrtku bner bgt tuh hrs diksh pljrn kewirausahan sjk dini,,sbnrnya para sarjana mah baiknya ga cari krja,,tpi bikin lapangan kerja..*cita2ku*

    kereeeeeeeeeeeeeeeeennnn…
    terus digali rama bakat menulisnya..
    semoga suatu hari nanti rama bisa buat buku yang bermanfaat untuk umat…:)

  32. lyakeyen said: good job ram,,solutif,,mudah2an bisa diterapkan..mnrtku bner bgt tuh hrs diksh pljrn kewirausahan sjk dini,,sbnrnya para sarjana mah baiknya ga cari krja,,tpi bikin lapangan kerja..*cita2ku*

    jadi posting ini niat kamu apa?

  33. ruangbiru said: kereeeeeeeeeeeeeeeeennnn…terus digali rama bakat menulisnya..semoga suatu hari nanti rama bisa buat buku yang bermanfaat untuk umat…:)

    amiin ya robbal ‘alamiin..
    hehehe.. lain kali mau menekunin tulisan bener2..
    kemarin itu karena kepepet teh.,, ^^

  34. laptopmini said: jadi posting ini niat kamu apa?

    minta saran..

  35. ramarizana said: memuji nya secara langsung dnk.

    kalo ini?

  36. laptopmini said: kalo ini?

    hohohoh.. becanda doang.. kq..
    saran dnk..

  37. laptopmini said: kalo ini?

    sudah keren Ram

  38. laptopmini said: sudah keren Ram

    kalau itu mah aku dah tau.. kan aku jauh lebih keren dari kamu..
    yg lebih spesifik lagi dnk.. ^_^

  39. laptopmini said: sudah keren Ram

    Susah dijabarkan dengan kata-kata.

  40. laptopmini said: Susah dijabarkan dengan kata-kata.

    hohohohohho.. aku tau maksudmu..
    *u ssim*

  41. laptopmini said: Susah dijabarkan dengan kata-kata.

    baguslah kalau begitu.

  42. laptopmini said: Susah dijabarkan dengan kata-kata.

    karena aku sudah ‘cukup berumur’ (baca: lebih tua secara usia daripada kamu, Ram) sebenarnya tidak ada isu baru di dalam tulisan ini. solusi yang dipaparkan juga baru di permukaan. nah, di sisa waktu yang tersisa (opo to iki) perdalam lagi materinya ya. misal: kemampuan bahasa asing? kemampuan operasional komputer? oh, please. cari yang lebih detail lagi. yang lebih mengikuti perkembangan jaman. seperti… seperti… seperti… (menoleh) mungkin dik laptop’meong’ mini bisa membantu saya memberi contoh pada dik Rama?

    terus berjuang. siapin sebaik-baiknya, yaaa😉 keterangan lebih lanjut lewat YM aja :p

  43. malambulanbiru said: karena aku sudah ‘cukup berumur’ (baca: lebih tua secara usia daripada kamu, Ram) sebenarnya tidak ada isu baru di dalam tulisan ini. solusi yang dipaparkan juga baru di permukaan. nah, di sisa waktu yang tersisa (opo to iki) perdalam lagi materinya ya. misal: kemampuan bahasa asing? kemampuan operasional komputer? oh, please. cari yang lebih detail lagi. yang lebih mengikuti perkembangan jaman. seperti… seperti… seperti… (menoleh) mungkin dik laptop’meong’ mini bisa membantu saya memberi contoh pada dik Rama?terus berjuang. siapin sebaik-baiknya, yaaa😉 keterangan lebih lanjut lewat YM aja :p

    sip..sip.. back to YM..
    matur suwun.. ^^

  44. malambulanbiru said: karena aku sudah ‘cukup berumur’ (baca: lebih tua secara usia daripada kamu, Ram) sebenarnya tidak ada isu baru di dalam tulisan ini. solusi yang dipaparkan juga baru di permukaan. nah, di sisa waktu yang tersisa (opo to iki) perdalam lagi materinya ya. misal: kemampuan bahasa asing? kemampuan operasional komputer? oh, please. cari yang lebih detail lagi. yang lebih mengikuti perkembangan jaman. seperti… seperti… seperti… (menoleh) mungkin dik laptop’meong’ mini bisa membantu saya memberi contoh pada dik Rama?terus berjuang. siapin sebaik-baiknya, yaaa😉 keterangan lebih lanjut lewat YM aja :p

    1. ternyata karya tulis ilmiah ga mesti panjang2 ya? (atau karena ini versi MITI)?
    2. Terus terang -maaf- saya rasa tulisan ini terlalu garing. Bahasan dgn pola ini sdh sangat sering dikemukakan.. jadinya kelihatan seperti meniru (dimana penulis hanya mengupdate data riset sekunder semacam HDI)

    maaf jika terlalu sarkastis, tp sy berpikir karya tulis ilmiah yg berbobot adalah yg bs memberi solusi aplikatif yg spesifik..tidak lagi sekadar wacana normatif saja.. wallahua’lam..

  45. lelakirindu said: 1. ternyata karya tulis ilmiah ga mesti panjang2 ya? (atau karena ini versi MITI)?2. Terus terang -maaf- saya rasa tulisan ini terlalu garing. Bahasan dgn pola ini sdh sangat sering dikemukakan.. jadinya kelihatan seperti meniru (dimana penulis hanya mengupdate data riset sekunder semacam HDI)maaf jika terlalu sarkastis, tp sy berpikir karya tulis ilmiah yg berbobot adalah yg bs memberi solusi aplikatif yg spesifik..tidak lagi sekadar wacana normatif saja.. wallahua’lam..

    1. syarat essay minimal 6 halaman, maksimal 12 halaman

    2. oh iya.. terima kasih banyak,mas..
    gak apa2..
    saya menyadari kalau tulisan itu masih butuh banyak perbaikan,karena saya juga mulai menulisnya tiga jam menjelang deadline..

    mohon do’anya.!! ^^

  46. lelakirindu said: 1. ternyata karya tulis ilmiah ga mesti panjang2 ya? (atau karena ini versi MITI)?2. Terus terang -maaf- saya rasa tulisan ini terlalu garing. Bahasan dgn pola ini sdh sangat sering dikemukakan.. jadinya kelihatan seperti meniru (dimana penulis hanya mengupdate data riset sekunder semacam HDI)maaf jika terlalu sarkastis, tp sy berpikir karya tulis ilmiah yg berbobot adalah yg bs memberi solusi aplikatif yg spesifik..tidak lagi sekadar wacana normatif saja.. wallahua’lam..

    pengen deh mengkritisi solusi yg kedua, hehe..

    bagaimana cara menumbuhkan kesadaran tsb kepada mahasiswa?

  47. menjadiyanglebihbaik said: pengen deh mengkritisi solusi yg kedua, hehe..bagaimana cara menumbuhkan kesadaran tsb kepada mahasiswa?

    starting from ourselves..

  48. ramarizana said: starting from ourselves..

    berapa lama kira2 hingga kualitas itu akan mencapai target kalo begitu?😀

  49. menjadiyanglebihbaik said: berapa lama kira2 hingga kualitas itu akan mencapai target kalo begitu?😀

    depending on everybody..

  50. ramarizana said: depending on everybody..

    ayoooo..
    dipertajam broooo tulisannya^^

    udh bagus konsepnya, namun harus terasa hingga ke teknisnya😀

    *manusia teknis

  51. menjadiyanglebihbaik said: ayoooo..dipertajam broooo tulisannya^^udh bagus konsepnya, namun harus terasa hingga ke teknisnya :D*manusia teknis

    kalau tulisannya diperbaiki dalam hati..soalnya udah dinilai..
    sekarang mempersiapkan presentasi hari Ahad..

  52. menjadiyanglebihbaik said: ayoooo..dipertajam broooo tulisannya^^udh bagus konsepnya, namun harus terasa hingga ke teknisnya :D*manusia teknis

    Rama dari Teknik Sipil kan?

  53. choirulumy said: Rama dari Teknik Sipil kan?

    yup,kenapa,mas.?

  54. ramarizana said: kalau tulisannya diperbaiki dalam hati..soalnya udah dinilai..sekarang mempersiapkan presentasi hari Ahad..

    presentasinya yang oke …
    ada kaidah dalam mempersiapkan presentasi lhooo ram^^

  55. ramarizana said: yup,kenapa,mas.?

    anak teknik sipil mikir negara juga ternyata z?

  56. menjadiyanglebihbaik said: presentasinya yang oke …ada kaidah dalam mempersiapkan presentasi lhooo ram^^

    oke.. aku harus mempersiapkan presentasi dengan maksimal nie.. walau waktu presentasinya cuma 5 menit..

  57. choirulumy said: anak teknik sipil mikir negara juga ternyata z?

    harus toh.?? semua rakyat harus mikirin negara juga.. dan yg paling penting mikirin umat..

  58. choirulumy said: anak teknik sipil mikir negara juga ternyata z?

    Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda.
    masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan.
    satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman.😀

    Masalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri.

    Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab.

    Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..

    Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…

    Semoga lolos..

  59. farikhsaba said: Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda. masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan. satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman. :DMasalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri. Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab. Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…Semoga lolos..

    hohohoho.. ant pernah menghadiri acara ini juga,Mbah.??

    Alhamdulillah saya bukan satu2nya ikhwan.. masih ada satu lagi anak UnDip..
    dia kalau gak salah anak Kimia atau apa gitu..

    kalau masalah tulisan saya akui masih banyak kekurangan.. selain karena saya memang nyaris gak pernah nulis essay,pernahnya cuma nulis essay singkat dalam bahasa Inggris,itupun dua tahun lebih yg lalu..juga saya baru mulai nulis essay ini 3 jam sebelum deadline..

    anyway,jazakalloh khoir sarannya..!!
    mohon do’anya..
    ant datang ke UII hari Ahad.?? acara MITI..

  60. farikhsaba said: Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda. masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan. satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman. :DMasalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri. Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab. Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…Semoga lolos..

    Saya waktu itu undangan spesial.
    UII ga datang.
    An ga ada di struktur MITI kok.
    Salam buat temen2 HAL MITI

  61. farikhsaba said: Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda. masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan. satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman. :DMasalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri. Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab. Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…Semoga lolos..

    kemiskinan itu dibuat atau emang asli miskin?

  62. farikhsaba said: Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda. masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan. satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman. :DMasalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri. Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab. Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…Semoga lolos..

    Kepepet aja bisa sebagus ini ya….:D
    Saya bacanya hrs dua kali nih..maklum lama banget ngga baca2 karya tulis ilmiah..but patut diacungi jempol…
    Mudah2an berhasil ya……

  63. farikhsaba said: Saya mencermati tulisan ini masih kurang memiliki fokus. Judul dan peran mahasiswa terasa kurang sejalur, juga jika kemudian membaca bagian A trus membaca bagian B. Maka akan terasa seperti tiba di dunia lain yang memiliki topik berbeda. masalah yang diangkat sebisa mungkin lebih diperdalam, demikian juga solusinya, sehingga tidak tampak sebagai pembahasan permukaan. satu lagi, rangkailah fakta, data dan opini dengan lebih rapi agar tidak terkesan pasang tempel dan sekadarnya. Analisislah dengan teliti dan mendalam. Saran saya, perlu menambah halaman. :DMasalah utama dalam penulisan makalah semacam ini adalah idealisme yang belum menjadi realitas, kadang apa yang kita tawarkan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang biasa didengung-dengungkan, hanya saja barangkali pengemasannya berbeda. Permasalahan akan tampak ketika makalah semacam ini dipresentasikan di hadapan juri. Saya ingat di Miti Awards tahun kemarin, beberapa peserta bisa lolos menjawab pertanyaan dengan baik, tetapi ada jawaban yang kadang terlihat agak naif. Tapi saya salut dengan semangat dan prestasi dan kemampuan mereka. Selain mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris, mereka juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang cukup menantang, dan sulit dijawab. Miti Award yang kemarin sayangnya cuma satu hal: pesertanya akhwat semua, dan dari 5/6 peserta, 3 diantaranya memang anak jurusan inggris..Ayo Akh.. besok antum harus mewakili para ikhwan…Semoga lolos..

    laen kali jangan mepet2 biar makin bagusss yaaaa
    semangath !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: