“Duhai Ukhti,…. Duhai Istri Sholehah,… Aku Ingin Sepertimu…”

copas
sumber: siti fauziah fauzi…

Kisah ini nyata adanya…
Sengaja aku tulis agar kita semua khususnya aku pribadi dapat mengambil satu pelajaran yang sangat berharga. InsyaALLAH.

——
———————————————————-

“Klik”…. HP berdering 1 kali tanda ada sms masuk.. Waktu itu jam menunjukkan pukul 18.30 WIB.
Segera kubuka, ternyata dari pujaan hati…

“Sudah tidur, say?” Tanya suamiku.
“Belum, tapi Dedek sudah tidur”
“Jadi meeting ta?? Kalau ndak jadi meeting, mau dibuatkan apa??” Biasanya, suami sms 30 menit sebelum nyampe rumah kalau ingin dibuatkan sesuatu…
“Iya jadi, tp pengennya Asyam pulang dulu, nanti jam 8 berangkat lagi”
“Kalau tidak merepotkan, tolong buatkan susu campur kopi sedikit, gulanya satu setengah sendok”
“Ok” jawabku singkat.

Segera kuletakkan HP, lalu aku langsung merapikan meja, dan segera ku hidangkan soto ayam yang tinggal sedikit beserta tahu dan tempe. Tak lupa ku dinginkan nasi di piring lengkap dengan kopi susu kesukaannya.

20 menit kemudian, suara kendaraan terdengar berhenti di depan rumah. Segera kusambut dan suami langsung menuju meja makan menyeruput minuman yang sudah kusiapkan di meja…

“Alhamdulillah…” gumamnya.

“Asyam sholat Isya’ dulu ya…”

Continue reading

Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 2 dari 2)

dan semuanya berujung pada cinta saya pada UGM bertepuk sebelah tangan..

————————————————————————————————————————

di sela2 kunjungan saya kedua dan ketiga pada bulan Maret/April 2008 (saya bolak balik ke Jogja sekitar 4 kali untuk ngurusin kuliah) saya juga mendaftar di kampus yang kemudian menjadi almamater saya sampai sekarang..

saya mendaftar di kampus ini melalui dua jalur,yakni Computer Based Test (CBT) dan Penerimaan Bakat Unggul Persyarikatan (PBUP)..

ketika di CBT saya mengisi KU sebagai pilihan pertama.. nah,di form pendaftaran disediakan dua pilihan tuh,saya sempat menuliskan Jurusan Hubungan Internasional (HI),namun petugas registrasinya bilang harus sama2 IPA atau sama2 IPS..

ya sudahlah,saya kembali membaca dengan seteliti-telitinya jurusan Eksak yang ada di kampus ini.. ada jurusan Teknik Elektro,wah saya tidak hobi main dengan listrik2an,ntar kesentrum (alasan yang aneh), ada jurusan Kedokteran Gigi,wah cuma belajar ngurusin gigi doang gak asyik ah (no offense for Dentistry students),trus ada Agroteknologi dan Agribisnis yang keduanya dalah di Fakultas Pertanian,prospek Pertanian di provinsi saya tidak begitu besar.. dan ada satu nama Teknik Sipil.. dan tentu saja satu2nya jurusan yang saya mungkinkan adalah ya ini,karena jurusan eksak lainnya tidak begitu menarik bagi saya.. hingga akhirnya setelah 1 jam,diumumkan nilai tes saya tidak mencukupi untuk masuk KU,tapi sangat mencukupi untuk masuk Teknik Sipil.. ya sudahlah.. saya pegang berkas penerimaan saya di Sipil sembari menunggu pengumuman PBUP..

Continue reading

Perjalanan Kuliahku : Dan akhirnya saya “nyasar” di Teknik Sipil (eps. 1 dari 2)

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tak terasa sudah genap 4 semester saya kuliah di Jurusan Teknik Sipil ini.. Jurusan yang sebenarnya nyaris tidak pernah hadir di benak pikiran saya semenjak kecil.. Yang sering atau bahkan selalu hadir di pikiran saya ketika kecil,antara lain jurusan Pendidikan Dokter/Kedokteran Umum, Hubungan Internasional, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan dan Psikologi.. Tidak ada terbersit untuk memasuki jurusan ini.. Karena kedua orangtuaku sudah merencanakan jurusan apa saja untuk anak-anak mereka.. Perencanaan ini (seingatku) dilakukan ketika adekku yang paling kecil masih bayi/BaTiTa (??).. Saya selaku anak pertama diharapkan bisa memasuki jurusan Kedokteran Umum,sedangkan adek saya diharapkan bisa meneruskan perjuangan Papa di bidang Teknik Sipil..

Continue reading

Antara Salam, Ucapan Selamat Ulang Tahun dan Do’a

Bismillahirrohmanirrohiim..

Ucapan salam

Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan, pent.) serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 6236 dan Muslim no. 159)*

Pada kesempatan lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 192)

Dalam dua hadits di atas terdapat hasungan yang besar untuk menyebarkan salam kepada kaum muslimin seluruhnya, yang dikenal ataupun yang tidak. Dan salam merupakan syiar kaum muslimin yang membedakan mereka dengan non muslim. Salam merupakan sebab awal tumbuhnya kedekatan hati dan kunci yang mengundang rasa cinta. Dengan menyebarkannya berarti menumbuhkan kedekatan hati di antara kaum muslimin, selain untuk menampakkan syiar mereka yang berbeda dengan orang-orang selain mereka. (Al-Minhaj 2/224, 225, Syarhu Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu, 3/6)

Continue reading